Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Ruang Merah


__ADS_3

"Ah." Pemuda itu sudah terlihat hitam sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah sorot matanya yang bersinar kebiruan.


[....] Sistem hanya bisa menghilangkan efek bayangannya, tidak dengan tanda bayangannya.


"Ehm." Dewi tersenyum sedikit, kebetulan ia masih memegang tangan pemuda itu.


Srrt....


Perlahan tanda bayangan hitam itu menghilang. Kini tubuh Liu sudah kembali seperti semula.


Liu terdiam, apa dengan ini sang dewi sudah percaya padanya?


"Untung saja nggak mati." Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Jelas teknik dewi tadi mengerikan sih.


Dewi tidak menyangka pemuda itu berkomentar seperti itu.


"Kau lebih kuat." Dewi mengatakannya juga, meski apa yang dilakukannya terkesan bodoh, namun ia puas melihat kekuatan pemuda ini.


Sret.


Dewi Yinying memberikan sesuatu padanya."


Kunci emas tadi, dan satu kunci hitam pekat.


Yah dewi ternyata mengambil juga kunci Liu, memaksanya agar tetap menghadapinya.


"WOW." Liu terkesan melihat betapa pekatnya kunci hitam itu. Aura misterius kentara langsung terasa seketika itu juga.


"Semoga perjalananmu berhasil."


SYUT!


Sang dewi langsung meninggalkannya begitu saja....


'....' Tak mengatakan apapun soal kunci ini atau apapun. Yah mungkin dewi sibuk, punya hal lain untuk ditangani.


'INI GIMANA SISTEM?' Liu nggak tahu apa-apa soal kunci ini sih.


[Kunci agar Tuan bisa naik ke alam dewa selanjutnya]


'Oh.' Sistemnya benar, entah kenapa ia malah mikir kemana-mana.


Oke sejauh ini ia punya dua kunci. Kurang berapa kunci lagi yah?


[Satu lagi Tuan]


'BENARKAH?' Liu tak mendapat info rinci dari dewa sebelumnya sih.


Kalau begini langkahnya semakin dekat! Liu jadi makin semangat!


[Mencari target selanjutnya ....]


Sring!


Kedua kunci di tangannya tiba-tiba bersinar! Mengejutkan! Sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini.


"Sistem?" Inilah yang Liu khawatirkan. Ia yakin tugasnya tidak hanya mengumpulkan kunci, namun ada hal yang harus ia ketahui juga.


Dewi sama sekali tak bilang apapun kalau kuncinya akan bersinar begini.


[Tenang saja Tuan] Sistem belum mendeteksi apapun yang berbahaya dari kedua kunci yang bersinar ini.


Namun tidak bisa dipungkiri ada semacam hawa kekuatan yang muncul dari kedua kunc itu.


Apa buang aja dulu ya?


Liu takut kedua benda itu meledak.


[Jangan Tuan]


'TAPI CAHAYANYA MAKIN BESAR LHO.' Bener-bener bahaya kalau beneran meledak!


Liu berusaha menenangkan dirinya. Ini bukan kail pertama ia melihat sinar terang!


Belajar dari pengalaman, kini ia harus lebih kuat lagi!


[MENJAUHLAH TUAN]


"HRYYAAA!" Liu langsung melemparkan kunci itu sekuat mungkin!


"Haa.. haa..." Liu mengatur nafasnya, ia benar-benar gugup sih.


'Ada ... apaan sistem ... haah?' Bahkan batinnya ikut kaget, jarang sekali sistemnya berubah pikiran tiba-tiba.


[Ada energi aneh dari kunci itu Tuan] Itu sudah kategori waspada sih.


'JADI BENERAN BAHAYA?' Liu tak menyangka.


[....] Sistem belum bisa menentukannya. Minimnya info dan hilangnya ingatannya jadi penyebab keraguan ini terjadi.


Oke, yang terpenting benda itu sudah tak ada lagi di dekatnya.


Liu terdiam, ia tak menyangka dua kunci yang sudah susah payah ia kumpulkan malah bertingkah aneh begitu.


Mungkinkah itu akibat ia belum menemukan kunci ke-tiga sekaligus yang terakhirnya?


Liu masih memikirkannya. Sekarang apa yang harus ia lakukan setelah membuang kedua kuncinya ini?


Liu sudah menduga dari awal bahwa cara kerja kunci di alam ini pasti tidak akan simpel.


Yang akhirnya terbukti juga. Mendekatkan kedua kunci malah muncul sinar mencurigakan begitu.


Shh....


Entah kenapa muncul asap dari kepalan tangannya.


'Sistem?' Liu sama sekali tidak memanggil kekuatan sistem.


[Bukan sistem Tuan]


'Lah.' Kalau gitu kenapa tangannya berasap begitu?


Sring.


Ada cahaya kecil bersinar di tangannya!


"HAH!?" Dua kunci itu muncul lagi!


Kok bisa begitu sih? Padahal jelas ia sudah melemparkannya sejauh mungkin!


[Sepertinya gawat Tuan]


'GITU YA?' Liu terkesan sistem bisa setenang itu.


Tapi yah panik juga bukan jawaban terbaik disituasi begini. Liu berusaha menenangkan dirinya.


Fakta bahwa kunci emas dan hitam ini kembali ke tangannya sulit dipahami.


Namun yah di alam dewa apapun bisa terjadi juga sih. Jadi hal begini bisa saja terjadi.


Yang penting sudah tak bersinar seolah mau meledak saja.


[Aura kuncinya mencurigakan Tuan]


'EH.' BENER KATA SISTEMNYA.


Meski tak lagi bersinar, tapi kini aura kekuatan yang terpancar makin kuat....


Liu terdiam. Ia memang tak bisa menganggap kunci ini adalah kunci biasa.


Oke. Liu tak punya waktu selamanya untuk mengawasi kunci yang ada padanya, pada akhirnya ia harus menemukan kunci terakhirnya.


Sring!


Seketika itu juga tanda tengkoraknya bersinar kebiruan, tanda sistem sedang melakukan urusannya.


Liu was-was, namun ia yakin kalau dibuang, hal yang sama akan terjadi. Ia tak punya pilihan lain selain berdamai dengan perasaannya dan tetap maju.

__ADS_1


'Gimana sistem?' Liu penasaran harus kemana mereka selanjutnya.


[Sistem tidak menemukan lokasinya Tuan]


Waaah begitu ya. TUNGGU APA?


Kok bisa-bisanya nggak ketemu?


Sistem sudah melacak seluruh area di alam dewa menengah tingkat tengah ini, namun benar-benar tidak menemukan lokasi keberadaan kunci terakhir.


Mungkinkah ada yang salah?


Liu jadinya berharap sang dewi bayangan memberinya penjelasan meskipun hanya sedikit....


[Sepertinya itu tidak memungkinkan Tuan] Sistem sudah meng-update database informasinya dan menemukan fakta soal Dewi Yinying.


Dewi Yinying adalah dewi introvert yang suka menyendiri dan tidak suka bicara banyak. Selain karena tugasnya sebagai pemegang kunci utama alam ini, ia tidak mau terlibat apapun, bahkan dengan para dewa lain sekalipun.


"...." Liu tak menyangka ada dewi yang seperti ini. Sifat dewa-dewi beragam juga yah?


Kalau begitu ia harus gimana dong? Tanpa informasi ia hanya luntang-lantung nggak jelas di alam ini.


Liu tak mau menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang sia-sia.


Dan itu termasuk berjalan dengan ketidakpastian di alam ini.


[Tapi bukankah Tuan suka bertualang?]


Itu benar sih. Tapi ia datang ke sini bukan untuk santai-santai juga.


Terkadang Liu merasa dikejar-kejar waktu untuk segera menemukan dewi.


Itulah sebabnya ia ingin mengorek informasi sebanyak mungkin.


Yang pada kenyataannya tidak mudah mengumpulkan informasi.


Tapi yah ia beruntung masih ada dewi yang mau memberikannya informasi, tidak peduli sesedikit apapun, namun tetap sangat membantunya.


Dan sekarang ia benar-benar hilang arah dan tujuan.


[Kasihan ya Tuan] Bahkan sistem pun ikut bersimpati.


Di situasi begini sistem tidak bisa banyak membantu. Ia bisa memberi akses lari sprint untuk mengelilingi seluruh alam ini, namun ada kemungkinan dewa lain akan mengincar tuannya. Dan ada kemungkinan pula ia tidak bisa mendampingi Tuannya.


The Big Three? Karena kekuatannya murni dari monster Sistem tidak bisa percaya sepenuhnya padanya, bisa saja dia melakukan hal aneh dan merugikan tuannya.


Liu terdiam, ia bisa tahu apa yang dipikirkan sistemnya, dan ia setuju dengannya.


Blugh.


Liu merebahkan dirinya di tanah.


[Tuan?] Sistem tidak paham.


'Ya sistem?'


[Sedang apa?]


'Rileks bentar.'


Tidak disangka tuannya memilih jalan rileks begini. Tapi yah tuannya pasti punya rencana lain.


Liu menutup matanya, ia sama sekali tak punya rencana apapun sih.


Pilihannya hanya satu, yakni mengeksplor seluruh area alam dewa ini.


Apa yang dikhawatirkan sistem bisa jadi kenyataan, namun terkadang ada harga yang harus dibayar.


Pilihan itu jauh lebih baik daripada berdiam dengan ketidakpastian.


Nggak ada pintu ajaib atau apapun ya kali ini....


Liu pikir kalau sudah dapat dua kunci maka perjalanannya jadi lebih mudah, namun malah sebaliknya.


Liu masih menutup matanya, dan tiba-tiba ada genangan merah muncul.


[Tuan?]


Sementara itu genangan airnya makin menutupi seluruh badannya.


[TUAN?] Sistem rasa tuannya harus melihat kejadian ini deh. Jelas ini fenomena diluar nalar.


Sistem tak punya akses pada tubuh tuannya lagi, jadilah ia tak bisa melakukan apapun selain berusaha menghubungi tuannya.


'....' Sayangnya Liu masih tak menggubris sama sekali. Dan ia pun tenggelam oleh genangan merah mengerikan itu.


***


Sebuah ruangan sempit dengan nuansa kemerahan....


Terlihat jelas banyak peralatan yang ada di meja dan dinding. Mulai dari gergaji, palu, kapak, pedang dan masih banyak lagi.


Ruangan aneh dengan berbagai peralatan dan senjata tajam. Sungguhlah ruangan yang menciptakan kesan tidak bersahabat....


Di satu kursi. Terlihat jelas seorang pemuda yang sedang menutup matanya. Yang tak lain tak bukan adalah Liu sendiri.


*Endus*


Entah kenapa Liu mencium aroma tak sedap. Padahal sebelumnya tidak ada bebauan seperti ini.


Sulit mengungkapkannya dengan kata-kata, namun Liu yakin bebauan ini bukanlah sesuatu yang bagus.


'Sistem?'


[Ya Tuan?]


'Kok bau gini yah?' Entah kenapa Liu mencium bau darah.


[....] Sistem tidak menyangka tuannya masih tidak sadar sampai di titik ini. Seberapa jatuh tuannya ini merenung?


[BUKA MATA DONG TUAN]


PATS!


Liu langsung membuka matanya seketika itu juga!


"HAH!?" Liu terdiam, ia menemukan dirinya tengah duduk di kursi. Tangan dan kakinya diikat erat dengan rantai besi yang cukup kokoh.


'TUNGGU DULU.' Liu butuh waktu untuk memproses semua ini. Kalau ia bisa mengucek mata tentu ia sudah melakukannya sekarang.


Liu berkedip cepat, namun apa yang dilihatnya tetap sama. Ia berada di sebuah ruangan bernuansa merah yang benar-benar mengerikan!


'RED ROOM!?' Liu tak percaya, ia tiba-tiba pindah tempat!


Yah ia memang berharap pindah tempat sih. Tapi bukan ke tempat yang beginian!


Dengan cepat Liu meminta penjelasan sistem. Kok sistemnya diam saja sih!?


[....] Sistem kehabisan kata-kata, namun kalau tidak dijelaskan salah juga. Akhirnya sistem mengatakan apa adanya dengan singkat.


'GENANGAN MERAH?' Entah kenapa itu terdengar tak masuk akal.


Mana mungkin tiba-tiba bisa ada genangan? Liu ingat ia hanya berbaring di tanah, dan sama sekali tak ada air di dekatnya!


'Sistem katakan sejujurnya dong.' Liu butuh kebenaran. Alasan yang dikemukakan sistem nggak make sense sama sekali!


[....]


'Kok diam?'


[Itulah yang sebenarnya Tuan] Sistem berusaha tidak memakai nada tinggi, dan sebenarnya sudah diujung juga.


"...." Liu terdiam, entah kenapa sistemnya kek nahan marah atau apa gitu.


Oh iya, sistem kan jarang bohong juga ya. Akhirnya Liu harus puas dengan alasan itu.


Sistem kagum akan kemampuan tuannya. Saking fokusnya sampai tidak sadar tenggelam di genangan cairan merah.

__ADS_1


INI ADALAH KESALAHANNYA!


Meleng sedikit langsung jadi begini deh!


[Tenanglah Tuan] Bukan tanpa alasan sistem tidak mengeluarkan kekuatannya. Kini ia hanya bergantung pada perintah tuannya saja.


'AH IYA.' Bukan saatnya panik. Ia sudah panik tadi, sekarang jangan diperparah lagi!


Saatnya untuk cari tahu tempat apa ini!


Dengan cepat sistem berusaha menganalisis.


Beberapa saat pun berlalu, namun hasilnya nihil.


Liu menduga hal ini akan terjadi.


Kekuatannya seperti tertahan oleh kekuatan lain di tempat ini, yang kemungkinan besarnya adalah dalang dibalik keberadaannya di sini.


Namun sampai sekarang Liu masih sendirian, ia tak melihat siapapun lagi.


Bola matanya bergerak menjelajah ke seluruh ruangan ini. Dan benar saja apa yang dipikirkannya di awal.


RED ROOM.


[Tuan tahu tempat ini?] Lantas kenapa tadi harus menganalisis?


"...." Liu terdiam, raut wajahnya terlihat serius.


'Tidak.'


[....] Sistem pikir tahu.


Liu hanya pernah baca di salah satu buku. Ada semacam ruangan penyiksaan yang dimana nuansanya merah kelam mengerikan.


[Sepertinya ini tempat yang sama Tuan]


'HAH!?' Masa sih!?


[Melihat dari banyaknya peralatan tajam dan darah yang berceceran dimana-mana. Sepertinya Tuan benar] Sistem setuju asumsi tuannya.


Ta- tapi itu hanya dugaan liarnya saja! Liu bukan penggemar hal mengerikan, namun tetap membacanya. Dan jelas itu adalah buku yang mengerikan!


Ia bahkan nggak mau baca ulang buku itu!


Klek.


Terdengar suara pintu terbuka.


Glek.


Liu menelan ludahnya sendiri. Jantungnya berdebar kencang. Jelas ada seseorang yang hendak masuk ke sini!


Tap ... Tap....


Seorang bergaun merah berjalan mendekatinya....


"...." Liu terdiam, ia menengadahkan kepalanya. Jelas ini diluar perkiraannya....


Sosok perempuan dengan rambut merah panjang itu mengangkat dagunya. "Kau mencariku?"


"...." Liu terdiam, seorang perempuan berwajah cantik dengan mata merah terang melihatnya dengan seksama.


"S- saya tersesat." Liu terbata-bata. Ia langsung kena mental.


Ia tak menyangka akan datang di tempat seperti ini, dan lagi tak menyangka datangnya dewi berparas cantik.


Sret.


Dewi menunjukkan sesuatu di tangannya.


"!?" Kunci emas dan hitam! Kenapa bisa ada padanya!?


"Kau memang mencariku ya." Dewi mundur dan meletakkan kedua kunci itu di meja.


'Oi sistem.'


[Y- ya Tuan?]


"...." Kok sistemnya kedengeran takut gitu sih?


[Benar Tuan, dialah yang Tuan cari]


Sring!


Seketika itu juga kedua mata Liu bersinar terang.


"...." Dewi berambut merah itu tak peduli dan malah terlihat merapikan 'peralatannya'.


Ia menatap dengan seksama benda-benda tajam itu seolah berpikir 'yang mana ya?'.


Tes....


Tes...


Darah mengalir perlahan dari hidung dan mulutnya.


Sret.


Perempuan itu berhenti melakukan urusannya seolah menyadari sesuatu, berbalik dan melihat pemuda yang duduk itu.


"Lihat." Dengan cepat dewi mengelap darah yang keluar itu dengan tangannya. "Sayang sekali terbuang percuma...."


"...." Liu terdiam serius. Entah kenapa nada suara dewi tiba-tiba berubah.


"Namaku Xieye. Bilang saja, tak usah dipaksa." Dewi tersenyum kecil mundur dan kembali ke urusannya.


'BISA TAHU?' Liu tak menyangka dewi bisa tahu ia sedang beruaha menganalisisnya.


Namun sayangnya tak berhasil. Yang ada malah apa yang terjadi tadi.


Aura kekuatan dewi satu ini memenuhi seluruh ruangan ini, dan anehnya Liu tak bisa mengeluarkan kekuatannya dengan maksimal.


MUNGKIN DEWI SUDAH MELAKUKAN SESUATU PADANYA!?


Sadar-sadar sudah terikat begini. Ada yang mencurigakan di sini!


"Aku tak melakukan apapun sayang."


Ah, begitu.... Liu pikir dewi sudah melukainya atau apa gitu biar jadi lemah.


Ternyata nggak gitu ya.


'....'


TUNGGU DULU?


Kok panggilannya gitu sih?


[Bagus juga ya Tuan] Sistem senang Tuannya dihormati.


BUKAN BEGITU.


Baru pertama kali ada yang memanggilnya begitu, tapi malah dari dewi mengerikan!


Tidak peduli seberapa cantiknya dewi, namun tetap saja aura mengerikannya sih.


Sret.


Dewi mendekatinya dengan membawa gergaji mesin besar....


'OIOIOIOI.' Liu tak suka ini mengarah kemana.


"OM MAU NGAPAIN OM!?" Liu tak bisa menahan kekagetannya.


"BUKA CEL- HEI, AKU INI DEWI DARAH!" Dewi hampir termakan umpan pemuda ini.


'DEWI DARAH!?' Liu tak menyangka! Kalau begitu sudah jelas dong gergaji mesin itu buat apa!

__ADS_1


"Saatnyaa bersenang-senang sayang~"


__ADS_2