Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Hidup Bersama


__ADS_3

Mau heran tapi… alam monster, haduh.


Sistem pikir tuannya cukup besar untuk mengambil keputusan sendiri, lagipula dewi memerintahkannya untuk mendengarkan apa kata pemiliknya sendiri.


Mau pasangannya gadis muda atau ibu cantik pun sistem tak masalah, asal tuannya bahagia saja sih.


Liu terdiam, apa ini berarti musuhnya sudah tidak lagi bahaya?


Sistem bilang dia tak perlu takut jadi tengkorak abadi kalau menerima lamarannya, yah tipikal orang menikah saja bagaimana. Hidup bersama diikat oleh janji suci.


‘TAPI MISIKU KAN BUKAN UNTUK MENIKAH.’


[Misi sampingan terbuka: Menjadi Suami Sheaper]


‘YA BUKAN BEGITU JUGA!’ Malah jadi ada misi beneran!


‘Haduh.’ Liu terdiam, akhir-akhir ini memang banyak misi, tapi malah aneh-aneh semua.


“Jadi bagaimana?” Wajah ibu muda itu memerah, dadanya berdebar menunggu jawaban orang yang dilamarnya.


‘JADI SEPERTI NONA YING DEH.’ Jangan-jangan ibu ini tiba-tiba demam?


Tapi mana mungkin juga sih.


“Maaf bu, tapi kami punya urusan penting.” Liu menatap dengan penuh pengertian.


DEG.


Ibu muda itu melonggarkan pertahanannya, bahkan tak lagi mengeluarkan kekuatannya.


Hal begini tidak mungkin dilakukan jika sedang bertarung, sama saja seperti menyerah.


KESEMPATAN.


Liu terdiam, musuhnya seolah terkejut dan kebingungan di saat yang bersamaan. Inikah waktunya untuk mengakhiri semua ini?


‘Perlu ada yang dilakukan?’ Pada kenyataannya ibu muda itu terdiam, berpikir keras soal arti dari jawaban pemuda itu.


Artinya ia tidak ditolak ‘kan?


HUSH!


Tanpa disangka putri api datang dari belakang dengan kekutan super besar hasil meditasinya tadi!


‘Aku terlambat Ying! Tapi kupastikan dia membayar!’ Dengan penuh tekad Shuwan melesat dengan pedang api yang sangat panas!


Kekuatannya Qi-nya tidak sekuat rekannya, tapi pasti akan berhasil kalau musuhnya lengah!


“!” Liu melihat kejadian itu di depan mata kepalanya sendiri, kalau begini sudah pasti musuhnya itu akan terpojok, bahkan kalah!


Tidak peduli dia kebal elemen atau sangat kuat, sudah pasti serangan Nona Shuwan bakal berefek besar!


‘Ibu itu pantas mendapatkannya.’ Liu terdiam, ia setuju dengan serangan dadakan rekannya itu, mengingat dia sudah mempermainkannya bahkan membuat Nona Ying terluka parah.


Tapi di sisi lain….


TRANG!

__ADS_1


“!”


“KENAPA!?” Shuwan tak percaya dengan ini, kenapa pemuda itu malah melindungi musuhnya!?


Liu dengan sigap menahan serangan Shuwan, dan hempasan kuat pun tercipta saat itu juga.


“!” Sheaper juga tak menyangka saking memikirkan jawaban dari pemuda itu.


“Tunggu Nona Shuwan.” Liu menatap serius.


‘….’ Padahal sudah bermeditasi lama demi momen ini, eh malah dihentikan oleh rekannya sendiri, haduh.


Putri api menatap tajam, jelas-jelas ia kesal soal apa yang dilakukan pemuda ini. Ia baru saja ingin membela rekannya sendiri!


Memberi pelajaran yang tak terlupakan pada musuhnya. Lantas kenapa malah dihentikan!?


“….” Perlahan pedang di tangan putri api itu menghilang juga.


“Sebaiknya kau punya alasan yang bagus.” Shuwan menatap tajam dan mundur ke belakang, tahu situasi ini akan diatasi pemuda itu. Dan langsung mundur melihat keadaan rekannya.


Baru kali ini Liu melihat Nana Shuwan seserius itu. Ia pikir Nona Shuwan terkenal ceria saja, namun ada sisi lainnya juga ternyata.


Melihat Nona Shuwan begitu khawatir dengan Nona Ying membuatnya bisa mengambil kesimpulan….


‘MEREKA MEMANG REKAN DEKAT.’ Yah soalnya Liu sempat ragu pas pertemuan mereka pertama kali.


Dengan perasaan kesal yang ditahan dan ingin baku hantam Liu berbalik….


“UWAH!” Dan langsung dipeluk!


“!” ADEGAN MACAM APA LAGI INI!?


“Hmmm~” Ibu muda itu memeluk Liu dengan lembut, bahkan dengan penuh perasaan.


Liu terdiam, tidak mendeteksi bahaya sama sekali. Ini aneh.


Apa mungkin ini bagian dari rencana ibu muda ini? Membuatnya lengah dan menusuknya dari belakang?


Tapi lagi-lagi kenapa ia tidak merasakan bahaya sama sekali? Karena instingnya bertambah tajam, tubuhnya pasti otomatis menjauh dari bahaya, tapi kenapa malah?


‘Akhirnya….’ Sheaper terus memeluk pemuda itu dengan penuh kehangatan seolah tak ingin melepasnya. Ia benar-benar menghargai momen ini.


Perasaan ingin memilikinya makin kuat, tak ada sedikit pun niat jahat dalam hatinya selain ingin dekat dengan pemuda ini.


Liu terdiam, tubuh ibu muda ini memang lebih besar darinya, ia seolah tenggelam dalam pelukan hangat seorang ibu.


Yah tak buruk juga sih, dan sejujurnya baru kali ini ia merasakan kasih sayang dari seorang ibu, meski kenyataannya adalah musuhnya sendiri.


Dan sekarang siapa sangka musuhnya sendiri malah memeluknya dengan hangat?


DEG DEG….


Liu bisa merasakan detak jantung berdebar kencang, entah itu miliknya atau milik orang yang sedang memeluknya, saking begitu dekatnya mereka.


TAPI IA TIDAK SEDANG GUGUP SEKARANG SIH.


‘JADI KAPAN SANDIWARA INI SELESAI?’ Bukannya tidak sopan, tapi masa ia terus berpelukan begini sih?

__ADS_1


[Bukan sandiwara Tuan]


‘APA?’


[Ibu ini memang benar-benar menyayangi Tuan]


“….” Liu terdiam, ia tidak merasa canggung dipeluk selama ini, malahan tetap nyaman. Apa itu berarti tidak ada sandiwara?


Sistem jarang berbohong juga sih.


‘Jadi dia akan jadi ibu angkatku?’ Mungkin sistem salah memberi misi.


Yah buktinya dia memeluknya dengan penuh kasih sayang seolah pada anaknya.


[Bukan kasih sayang pada anak Tuan, tapi sesama orang dewasa]


‘JADI BENAR!?’ Liu masih tidak menyangka!


[Terkadang usia dan penampilan tidak menjadi halangan untuk seseorang mencintai]


Entah kenapa terdengar kata bijak. Tapi Liu pikir ada benarnya juga.


Cinta adalah representasi kasih sayang dalam yang diwujudkan dalam perbuatan, lebih dari sekedar perkataan.


Jadi kalau dua insan sudah saling mencintai, yah pasti mereka akan memperjuangkannya apapun yang terjadi.


[Apa dia bukan selera Tuan?]


‘KAMU BILANG APA!?’ Liu tercengang sistem bicara aneh!


[Sheaper punya tubuh dewasa indah, wajah cantik, pandai melakukan pekerjaan, dan menyayangi Tuan]


[Atau Tuan bisa pilih ketiga gadis yang saat ini mengikuti Tuan]


‘KAMU INI BIRO JODOH ATAU APA?’ Mana ada Sistem Pendekar bilang hal begitu!


[Bisa Tuan pertimbangkan dari sekarang demi membangun keluarga nanti]


‘KAMU KEJAUHAN MIKIRNYA!’ Tak salah memikirkan itu, tapi Liu masih punya tujuan yang lebih penting!


Sistem terdiam, ia heran tuannya tidak tertarik pada ibu cantik dan gadis cantik. Lalu tertarik pada apa dong? Pria tampan?


‘KAMU JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH SISTEM!’


[!?] Sistem tak menyangka Tuannya bisa tahu apa yang dipikirkannya!


‘ALAH PAKE TANDA ‘!?’ SEGALA!’ Kecurigaan Liu terbukti. Sistemnya malah mikirin hal lain!


[Jadi bagaimana Tuan?] Sistem mengeles dengan bagus, entah belajar dari mana dia.


‘….’ Liu terdiam, ia bisa merasakan perasaan kasih sayang yang amat dalam, namun tak menyangka kasih sayang sesama orang dewasa.


“Terima kasih,” gumam Liu pelan.


“!” Ibu muda itu membuka matanya, sedari tadi memang ia menikmati momen ini, setidaknya sampai pemuda itu melepaskan pelukannya, meskipun tidak dilepas-lepas juga sih akhirnya.


Sheaper melepaskan pelukannya dan memandang dengan penuh arti.

__ADS_1


“Kamu mengerti? Mari hidup bersama.” Ibu muda itu tersenyum.


__ADS_2