Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Bertahan


__ADS_3

“EH?” Lah kenapa dewa malah ngasih pedang begini?


Liu terdiam, kalau begitu dewa-nya gimana dong?


Syut.


Pedang lain muncul di tangannya!


“Kau tidak membawa pedang.” Itulah kenapa dewa memberikan pedang padanya.


“….” Yah Liu sempat punya senjata sih.


Tapi itu masa lalu, senjata yang dibawanya tidak cukup kuat untuk mendampinginya.


Alhasil ia hanya mengandalkan aura kekuatannya saja deh.


Liu melihat pedang yang diberikan dewa, begitu berkilau, gagangnya berlapis emas, dan terlihat sangat tajam sekali.


Arthur pun sudah memegang pedang yang sama.


“Aura kekuatanmu tak akan kuat menghadapi pedang ini.” Arthur menatap serius.


‘OH.’ Jadi itu sebabnya dewa memberinya duplikat pedang-nya?


Beliau ingin memastikan pertarungan berjalan adil?


“….” Liu tak menyangka sang dewa sampai memikirkan sejauh ini.


Memang tak bisa dipungkiri pedang ini bukanlah pedang biasa.


MELAINKAN PEDANG DEWA!


[….] Memang sudah jelas ‘kan?


Sret.


Sang dewa memasang kuda-kudanya.


‘OKE.’ Liu menguatkan tekadnya, baru pertama kali setelah sekian lama ia memegang senjata asli yang bukan aura kekuatan.


GREP.


Liu memegang pedang dengan kedua tangannya yang bergetar.


Ia gugup, namun harus percaya pada kemampuannya!


SWUSH!


Arthur langsung melesat!


Sangat cepat!


‘EH!?’


TRANGGG!!


Kedua pedang pun saling beradu!


‘CEPAT!’ Gerakannya tak terlihat jelas!


Ini bahaya!


Apa ia masih kelelahan?


Liu terdiam dan berusaha bertahan, kakinya mulai bergetar.


SYUT!


“!”


Dewa menghilang!


Liu terdiam, tangan dan kakinya makin bergetar. GIMANA NIH!?


“Haaaaah….” Liu mengatur nafasnya, panik tak akan membawanya kemanapun, dan malah merugikannya.


Apa yang terjadi padanya adalah nyata.


Ia mulai kehilangan kemampuan untuk bertarung.


Instingnya, kekuatan, dan kecepatannya menurun.


SWUSH!


‘DI ATAS!’


HUP!


BUM!


Liu berhasil menghindar dari serangan kejutannya! Namun ini bukan akhirnya!

__ADS_1


“Haaah….” Semua tekanan ini membuatnya lelah, padahal pertarungan baru saja mulai lho!


Liu mengatur nafasnya lagi, menjernihkan pikirannya.


Ssementara itu dari balik debu tanah, sang dewa terdiam.


Ekspresinya serius, namun jelas tahu ada yang salah di sini.


Kenapa pemuda itu terkesan tidak serius melawannya?


Kenapa dia hanya bertahan saja?


Dan kenapa dia gemetaran begitu?


Banyak pertanyaan dewa yang tidak mungkin ditanyakan ditengah pertarungan.


Pertarungan yang sudah dimulai hanya berarti satu hal … ya tentu saja bertarung, bukan mengobrol.


‘HAH.’ Liu yakin dewa menahan dirinya. Dan itulah sebabnya ia masih berdiri di sini.


Kedua tanda kekuatannya bersinar lemah.


Dan sudah bisa ditebak artinya apa.


Liu tertunduk kecil, ia tak bisa terus kelihatan kuat.


Pada akhirnya beban pertarungan kembali menyerang mentalnya.


Sang dewa bisa mengakhiri ini dengan mudah kapan pun….


‘Kenapa … kenapa aku….?’


Sebuah momen dimana sang karakter utama mempertanyakan semua usahanya sampai sekarang, demi satu tujuan besar di depannya.


Ia tidak bisa lari dari tantangan dan hambatan yang harus dilalui.


Inilah harga yang harus dibayar demi terus melangkah maju.


Tapi apakah semua yang ia lakukan masih belum cukup?


Tidakkah usahanya sebelumnya bisa membuktikan ia layak untuk melangkah?


Kekuatan monsternya dan sistem sudah berjuang sedemikian keras untuk membawanya sampai ke sini.


Apakah itu masih belum cukup?


….


Liu masih tertunduk, di sekelilingnya jadi gelap dan lampu sorot tertuju padanya.


‘Aku tidak berguna….’


Setelah semua usaha yang dilakukan kekuatannya untuknya, ia masihlah seorang bocah yang bermimpi untuk jadi yang terkuat dan membebaskan sang dewi.


Apa yang bisa ia lakukan tanpa kekuatannya?


Nothing.


Ia tak bisa melakukan apa-apa.


-Bukan saatnya jadi sadboy Tuan-


‘Oh iya.’ Ia kek anak kecil ya, tapi yah itulah perasaannya.


Ia merasa tidak layak dengan kekuatan didalamnya.


[TUAN JANGAN KENA MENTAL DULU] Sistem tidak mood bicara panjang lebar.


‘….’ Benar.


Saat ini bukanlah saat tepat mempertanyakan kekuatannya sendiri.


Mau bagaimanapun sistem dan kekuatan monster adalah bagian dirinya.


-Tuanlah yang berkuasa mengendalikan kekuatan Tuan-


“!”


Entah kenapa semuanya seolah terang.


[Kami bertindak sesuai dengan keinginan Tuan] Tidak ada yang lebih berkuasa selain tuannya sendiri.


Liu terdiam, memang semuanya sudah jelas.


Masalah krisis identitasnya perlahan memudar, dan kepercayaan dirinya mulai kembali.


Liu sadar, inti dari semuanya adalah soal kepercayaan dirinya terhadap suatu hal.


Selama ia percaya, maka itu sudah jadi modal awal yang besar.


Dan tentu saja mempertahankannya sampai akhir, yang punya tantangan tersendiri.

__ADS_1


Liu teringat akan para dewa-dewi dan makhluk lain yang sudah mengakui kekuatannya.


Mengingatnya saja sudah jadi mood booster.


“Heh.” Liu tersenyum kecil, perlahan ia mulai berhenti bergetar, memantapkan tangan dan kuda-kudanya, dan mengangkat kepalanya.


SRING!


Kini kedua matanya masing-masing warna biru dan merah!


Mungkin agak aneh, namun kelihatannya keren juga lho!


Arthur terdiam, ia merasakan suatu energi bangkit dari pemuda satu ini, ia pun tersenyum kecil dan langsung maju!


SWUSH!


TRANG!


TRAAANG!


Adu pedang super cepat kembali terjadi, kali ini lebih banyak teknik yang ditunjukkan dan lebih memukau mata pula!


‘Gerakannya membaik,’ batin Arthur.


Ia kini lebih enjoy dan menikmati alur pertarungan dibanding sebelumnya.


‘Kelihatan.’ Liu kini bisa melihat gerakan pedang indah sang dewa.


Kini mereka berdua seolah menari diantara hidup dan mati, menunjukkan banyak teknik indah nan mematikan.


‘HEBAT!’ Inilah pengguna pedang terhebat dan paling terampil yang pernah ditemuinya!


Yah wajar saja sih mengingat beliau dewa spesialisnya ya.


Pertarungan mereka tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, jelas butuh penglihatan tingkat tinggi untuk bisa menimati pertarungan ini.


Tidak banyak ledakan yang terjadi, namun banyak bunyi pedang beradu mungkin akan mengganggu sebagian orang.


“Hmph.” Arthur melompat tinggi, hendak melakukan sesuatu!


“!”


“Kilauan Pedang Langit.”


SWUSH!


Rentetan serangan pedang super cepat langsung mengarah ke bawah!


INILAH DIA TEKNIK PEDANG KHUSUS DARI DEWA PEDANG SENDIRI!


Tak ada gunanya lagi memperpanjang pertarungan, pemuda ini layak untuk melihat tekniknya!


‘Berkilauan….’ Liu terpana, jarang-jarang ia melihat serangan seindah ini.


[Tuan]


“!”


TAPI BUKAN SAATNYA TERKESAN DI SINI!


SRET.


Liu membuat kuda-kuda ekstrim, menguatkan pegangan pedangnya, dan bernafas lembut.


Pedangnya terangkat perlahan….


“Halangan Kilauan Pedang Langit.”


SRING!


Cahaya energi menyilaukan tercipta yang bahkan membuat dewa mundur ke belakang.


“!” Arthur terdiam, ia tidak menyangka pemuda itu bisa menahan serangan pedang khususnya.


Tes…


Tes….


Terlihatlah beberapa sabetan pedang yang mengenai sekujur tubuhnya.


Darah pun mengalir dari luka-lukanya itu.


“Haaah.” Liu terengah-engah. Serangan tadi benar-benar mengerikan.


Kret.


Liu menguatkan pegangannya lagi, sementara darah mengucur dari ujung pedangnya.


Adalah sebuah keajaiban ia masih bisa berdiri.


Arthur terdiam, tekad pemuda ini lebih besar dari yang ia kira.

__ADS_1


Serangannya barusan bukanlah serangan main-main dengan nama keren saja.


Melainkan serangan mematikan yang bahkan bisa melukai dewa tingkat atas dengan mudah.


__ADS_2