
Yah teknik kitab langit pada dasarnya butuh lebih dari sekedar kekuatan. Percuma saja jika tidak memenuhi syarat melakukan teknik itu.
Putri pendekar es dan api pun tahu akan hal ini. Mereka tidak mau membebani diri mereka dengan teknik kitab yang tak bisa mereka kuasai.
SRING!
Buku tadi malah bercahaya terang.
‘Sistem!?’ Bukunya nggak berubah jadi bom kan? Jangan dong!
Syut.
Buku tadi hilang begitu saja.
[Kitab Tingkat Langit akan kembali ke alam dewa setelah orang menguasainya]
‘Oh begitu….’
‘Orang yang menguasainya ya….’ Ia dapat pengetahuan berharga nih.
‘EH.’
‘AKU KAN CUMAN BACA TADI!’
‘Sistem! Kamu salah info ya!?’
[Tidak tuan, sistem sudah menyerap semua intisari pengetahuan Kitab Immortal, jadi jika Tuan siap, tuan bisa menggunakan kekuatan kitab itu]
‘Ah begitu.’ Jadi semacam investasi ilmu di kepala ya? Itu cerdas sih.
Tapi itu tak menjelaskan kenapa buku tadi hilang, ia tentu perlu praktek dan menguasai penuh ilmu ini, baru kitab itu hilang.
LAH CUMAN BACA TERUS HILANG.
‘Kalau begitu buku Kitab Tingkat Langit tadi belum pernah dibaca orang?’
[Sudah banyak yang baca Tuan]
‘Lah, KENAPA PAS AKU BACA JADI HILANG?’
[Kemampuan Khusus Sistem.]
‘Gitu ya.’
‘….’
‘MANA NGERTI!’ Lagi-lagi sistem pelit ngejelasin.
[Sistem mengubah status buku yang Tuan baca jadi ‘Sudah Dipelajari’. Meski Tuan hanya baca tapi Buku itu menganggap Tuan sudah menguasainya]
‘Hmmmm.’ Penjelasan yang sederhana. Liu mengerti sekarang.
Jadi sistemnya nggak hanya tahu status manusia dan benda saja, bahkan buku sekalipun!
Keren sih ini.
Liu terdiam, kalau begitu kitab ini seharusnya sudah hilang dong.
[Teknik Kitab Langit tergantung pada pribadi masing-masing. Kitab Tingkat Langit akan hilang kalau seseorang sudah benar-benar menguasainya. Kitab Tingkat Langit memerlukan kesempurnaan seorang penggunanya, tanpa itu kitab itu tidak akan kembali ke alam dewa]
‘Begitu ya.’
Bisa melakukan teknik kitab langit belum tentu disebut menguasainya. Begitu beratnya!
‘Uh. Migren nih.’ Liu memegang kepalanya sementara berjalan menjauh dari lubang besar itu.
“Eh?” Ketiga gadis itu malah menatapnya tak percaya.
“Ahaha, tadi kebetulan saja kok.” Liu menggaruk kepalanya.
‘MEREKA CURIGA!?’
Yah orang-orang hebat sudah pasti tahu soal ini. Soal kitab tingkat langit yang menghilang!
‘He-hebat….’ Yin terdiam, baru kali ini melihat hal yang seperti ini!
“HEHE KAU MEMANG MENARIK!” Shuwan maju ke depan melingkarkan tangannya ke leher pemuda itu. kayak sudah dekat saja.
“….” Ying terdiam, lagi-lagi pemuda itu mengejutkannya.
‘YAH, AKU BUTUH KITAB GERBANG ALAM MONSTER SIH.’
Tidak buruk dapat Kitab Immortal tadi, tapi tolonglah! Ia butuh pindah-pindah alam, sungguhlah melelahkan boy.
[Tuan takut sistem istirahat?]
‘… TIDAK…’
[….]
__ADS_1
‘IYA….’
‘Jangan kemana-mana! Kalau muncul musuh di luar nalar gimana?’
Sistem terdiam, baru kali ini tuannya ngomong begitu.
Tak lama berjalan, ada sebuah liang kubur besar bertuliskan -Pintu keluar Alam Monster Tingkat 7-
‘ITU KAN KUBURAN KOSONG, BUKAN PINTU KELUAR.’
“Aku tidak mau ke sana.” Shuwan bergetar, masih teringat momen terkubur hidup-hidup sih.
“Curiga.” Ying mendekat, melihat setiap sisi liang kuburan itu, dan memang terasa aneh.
“Li-Liu-ke….” Yin tidak percaya tulisan papan itu juga sih.
[Itu pintu keluarnya Tuan]
‘Eh masa sih?’
Jadi semacam portal pindah tempat begitu?
[Benar Tuan]
“Kita masuk.” Liu loncat ke bawah tanpa keraguan sedikitpun!
“Hah!?” Shuwan terdiam, keluhannya tidak didengarkan sama sekali.
‘Aku percaya Liu-ke.’
Hup!
Yin menjatuhkan dirinya juga di lubang kubur itu.
“….” Hanya tersisa putri pendekar es dan api sih.
“Kau tidak loncat?” Ying menatap dingin. Biasanya dia semangat soal adu nyali begini.
Brrr…
“Si-siapa takut!” Shuwan loncat juga dan diikuti Ying.
***
“WHOAA!” Liu panik!
BRUG!
“Waaa!” Yin datang tepat di atasnya dan diikuti dua orang lain dong!
BrRUG!
BRGH BRUK!
‘Pu-punggungku….’ Beginikah rasanya tertimpa tiga orang sekaligus?
Mereka pun bangkit dan akhirnya sadar sudah berada di tempat yangg berbeda.
‘Kenapa kesini?’ Liu terdiam, ia penasaran kenapa bisa terdampar di sini.
KOK MASUK KE BAWAH TANAH KELUAR-KELUAR DI ALAM TERBUKA BEGINI.
[Padang Rumput Malam Hari, Alam Monster tingkat 6]
‘Rasanya tak jauh beda sama tingkat 9 tadi.’ Hanya beda waktu saja sih.
‘Sistem kita dimana nih?’
[Alam Monster Tingkat 6 Tuan]
‘Oke.’
NGGAK ADA PENJELASAN LAIN LAGI APA?
Sejauh mata memandang hanya ada padang rumput luas dengan suasana malam dingin yang cukup menyejukkan.
“Heh- tempat yang bagus buat berkencan.” Shuwan menolak pinggangnya.
‘Rasanya pernah dengar deh.’
“Tempatnya mirip.” Ying mengutarakan pendapatnya.
“Benar ‘kan!?” Ada yang sependapat juga lho! Tapi sudah jelas juga sih.
“Li- Liu-ke….” Yin menunjuk sesuatu diantara semak yang tinggi.
SRAK….
Liu mendekat. Yah binatang di semak bukan hal baru, tidak mungkin hewan bahaya ‘kan?
__ADS_1
SLASH!
Kelinci hitam loncat dan mencakar pipinya!
“!” Liu berusaha menangkapnya tapi kalah cepat!
“….” Darah pun menetes dari pipinya, sedang kelinci hitam mata merah terang itu menatap dari jauh.
‘Kelinci lagi… AGAK MIRIP YA.’ Liu berusaha tenang, tak ada gunanya panik. Ia belum tahu banyak soal alam monster yang satu ini.
Ada dua hal yang sama, padang rumput dan kelinci…. Pasti ada penjelasannya!
[Racun terdeteksi… menetralisir…..]
[Menganalisis musuh….]
[ Evil Tuzi
Jenis: Kelinci Raksasa Hitam
Status: Ketua Monster Hutan Ras Kelinci
Deteksi Elemen: Aktif
Kesehatan: Sehat
Kekayaaan: Biasa
Level kekuatan: ???
Tingkat bahaya: Bahaya.
Kemampuan Khusus:-
Catatan: Sangat cepat, sangat beringas dan sangat kuat]
‘STATUSNYA JUGA MIRIP.’ Liu ingat jelas musuh pertamanya di alam ini!
[Dia monster kelinci hitam yang asli Tuan]
SSHSHH!
Semerbak aura Qi hitam tercium, membuat putri es tak nyaman.
SSRRRING!
Muncullah es runcing dari bawah, kelinci kecil itu menghindar!
“Binatang kecil!” Shuwan mengejar kelinci itu, bahkan dengan kecepatan dan kecekatan putri sekte api. Makhluk itu masih saja bisa kabur!
“GRRRR!” Aura Qi kelinci itu membludak, dan kini perlahan namun pasti dia menunjukkan taringnya!
‘Yah, sudah pasti jadi besar sih.’ Liu tidak kaget, penampilannya tidak jauh beda dari yang pernah ia lihat. Hanya saja energi Qi-nya lebih memuakkan!
“GGRRAAA!” Sulit ngebayangin makhluk lucu seperti kelinci seperti monster mengerikan, tapi sayangnya itulah yang terjadi!
SRIIING!
Rantai es muncul dan langsung menahan pergerakan monster besar itu.
‘Dia bahaya.’ Ying bisa merasakannya. Penampilannya bisa lucu, namun dibalik itu kekuatannya tidak main-main.
KRAK!
Rantai es pun tak bisa menahan lama sang kelinci itu!
“Teknik Api: Tinjuan Api!” Dengan sigap Shuwan datang dan menghadiahkan tinjuan panas. Makhluk itu pasti kepanasan dan tak berdaya!
“GRAW!”
SLASH!
“UKH!” Yang terjadi malah sebaliknya! Kelinci itu kebal panas dan putri api terpaksa mundur!
“HATI-HATI GUYS! CAKARNYA TAJAM!” Shuwan memperingatkan, wajahnya berdarah terkena cakaran dong!
Yah tak heran cakarannya tajam, dia monster besar sih.
“No- Nona Shuwan!” Yin panik, ia ingin maju dan mengobati lukanya, tapi mana mungkin juga, ini di tengah pertarungan!
“Tenang saja teman, aku agak kebal racun!” Shuwan mengacungkan jempolnya, sedang pengakuannya itu kurang meyakinkan!
Yah tak perlu khawatir berlebihan juga. “Percaya saja.” Liu tersenyum meyakinkan, MESKI AGAK KHAWATIR JUGA SIH.
[Menganalisis… mengambil data….]
SRING!
Liu mengeluarkan pedangnya, memasang kuda-kuda, dan melesat ke depan!
__ADS_1
Swush!