Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Semangat Dong!


__ADS_3

"Apa ada yang salah Tuan?" Kenapa pemuda ini tiba-tiba terlihat seperti tidak enak badan gitu ya?


"Ah, tidak, ahaha." Liu menggelengkan kepalanya, mengusir segala beban yang datang ke benaknya.


"Haah...."


Blugh.


Liu tak punya kekuatan lagi, entah kenapa tubuhnya lemas setelah tahu kenyataan memilukan begini.


[Apanya yang memilukan Tuan?]


'....' Liu menutup matanya, wajah masa bodoh terpampang jelas, ia tak habis pikir sistemnya malah nanya lagi.


Yahuan terdiam, sementara ia bisa melihat ada sesuatu yang disembunyikan pemuda itu.


Apa dia tidak mau menghabiskan waktu bersamanya? Padahal ia sudah bersemangat lho.


Lagipula butuh persiapan yang sangat matang untuk pergi ke alam dewa, dan latihan yang akan dijalani pasti seru dan tidak membosankan! Yahuan bahkan sudah memikirkan apa-apa saja yang bakal mereka lakukan, semuanya tidak akan sia-sia kok!


Apa yang mereka berdua pikirkan tidak nyambung satu sama lain, Liu tidak tahu definisi persiapan begitu ekstrim seperti ini dan Yahuan pikir pemuda itu tidak mau berlatih bersamanya.


Yah bukannya Liu nggak mau berlatih sih....


'Apa mungkin....?' Yahuan terpikir suatu hal, mungkinkah sepuluh ribu tahun terlalu lama baginya?


'Tuan Liu tidak setuju?' Padahal ia sudah puluhan ribuan tahun lamanya itu cuman sebentar sih.


"Tuan tidak mau berlatih?" Yahuan ingin memastikan.


Liu menutup matanya, entah kenapa ia tidak mau mikirin masalah lagi.


Yah, ia masih kena mental habis denger lama waktu latihannya sih.


Hening, seolah itu sudah menjawab apa yang ditanyakannya. Yahuan melihat lagi ke langit malam.


Kalau begitu cara apa lagi yang bisa mereka lakukan?


Yahuan sudah mengecewakan tadi, jadi apa lagi yang bisa diperbuatnya?


Entah kenapa ia jadi tidak percaya diri, ia bukannya memberi solusi malah sebaliknya.


Padahal ia sudah memantapkan tekadnya, apa semua itu belum cukup?


"Jangan terlalu dipikirkan Nona." Tiba-tiba terdengar suara lelaki yang membuyarkan lamunannya.


Yahuan melihat ke arah pemuda yang sedang berbaring itu, dia terlihat tenang dan sama sekali tidak terlihat marah.


Pemuda itu sudah bilang dari awal sih, ini bukan salahnya, tapi tetap saja Yahuan merasa bertanggung jawab.


'Eh bisa tahu?' Kok pemuda itu tahu apa yang dipikirkannya sih? Sebaliknya, ia kini tidak bisa tahu apa yang ada di pikiran pemuda itu.


Yah mungkin sebelumnya ia hanya beruntung bisa mendengar apa yang dipikirkan pemuda itu. Faktanya dia lebih kuat darinya kok.


Entah kenapa Liu merasakan hawa menyalahkan, jadi ia berkata begitu deh.


Jadi ia tidak punya pilihan selain ada di alam pertengahan dalam jangka waktu yang lama?


Liu tidak mengerti dan dipikir lama-lama pusing juga sih.


Bebasin aja ya lah.


Bukan saatnya jadi sadboy, sudah sejauh ini harus menghadapainya dengan laki!


Sring!


Yahuan terdiam, ia tidak merasa tertekan lagi, padahal perasaan begini sudah jadi makanan sehari-harinya selama menjadi makhluk setengah dewa.


Wajar saja karena berada di bawa bimbingan langsung dewa, dan terlebih lagi harus memenuhi ekspektasi dan membuktikan diri agar layak bersanding dengan dewa.


Tapi kenapa pemuda ini berbeda? Bukannya dia sama saja dengan dewa yang lain?


Kenapa dia begitu baik padanya?


Yahuan terdiam, kali ini ia melihat langit malam bersih tanpa bintang-bintang.


Rasanya tenang, biasanya ia hanya sendirian melihat pemandangan ini.


Sring!


Dan tiba-tiba ada bintang jatuh! Begitu indah dan menarik!


Yahuan tidak bisa memalingkan pandangannya dari pemandangan indah ini.


Cukup jarang ada bintang jatuh di alam ini, kecuali menandakan sesuatu yang baik akan terjadi.


Yahuan terdiam, ia sadar dengan membantu pemuda ini maka ia sudah melawan dewa.


Itu bertentangan dengan jalan hidup yang ia emban selama ini.


Namun ia sudah memikirkannya matang-matang dan tidak berniat mundur kembali.

__ADS_1


Ia harus membantu pemuda ini menemukan musuh yang sudah menyegel kakaknya. Tidak peduli apapun tantangannya, ia harus tetap maju!


"Ah!" Bola inspirasi terang muncul tiba-tiba! Yahuan tidak buntu lagi sekarang!


"Tu-"


"Ah." Baru saja mau mengutarakan apa yang ada dipikirannya, pemuda itu sudah tertidur lelap.


Yah wajar saja mengingat tadi dia memakai banyak kekuatan sih.


'Kalau begitu harus kucoba!' Yahuan kembali semangat, ia mengumpulkan kekuatannya bersiap melancarkan kembali rencananya!


***


"Uh." Entah kenapa pandangannya jadi terang, begitu silau.


'Sudah pagi kah?' Liu masih belum melihat apa-apa selain sesuatu yang putih-putih.


Aneh sekali, padahal sebelumnya ia bersandar di rerumputan empuk yang enak, tapi kenapa sekarang rasanya beda ya?


Ah mungkin cuman perasaannya, Liu akhirnya bangkit, tetep aja yang dilihatnya sesuatu yang putih-putih, mirip tembok putih bersih.


'TUNGGU DULU.' Ini jelas-jelas bukan tempat terakhir kali ia tidur!


"Hah!?" Liu melihat sekitarnya, lah bener-bener pindah tempat dong!


'SISTEM!?' Jangan-jangan sistemnya aneh-aneh lagi ya!?


Sudah pasti ini ulah sistem! Ayo ngaku!


[....] Sistem tidak merespon sama sekali.


'....' Liu terdiam, kok sistemnya diem gitu sih?


JANGAN-JANGAN NGELES!?


Alesan apa lagi selain itu!?


"Uh." Liu memegang kepalanya, perasaannya jadi nggak enak.


Mungkinkah ia alergi melihat yang putih-putih? Liu tidak tahu.


Yah ia punya pengalaman tak menyenangkan dengan ruangan gelap, dan kini malah sama ruangan putih.


Liu mengatur nafasnya, ia tidak boleh terbawa perasaan dan suasana. Ia mulai melihat sekitarnya dengan serius.


Sama seperti ketika ia pertama kali datang ke alam pertengahan.


....


Tidak ada respon sama sekali.


'Aduh aku kenapa ya?' Liu terdiam, sementara ia berjongkok dan meringkuk. Tidak ada siapapun, kecuali dirinya bahkan sistem pun mengabaikannya.


Tekad yang ia himpun tadi menghilang bagai uap yang mengembang.


SYUT!


Blugh!


"...." Entah kenapa tubuhnya seperti tertimpa sesuatu. Liu tidak bereaksi normal, ia malah bener-bener terbawa perasaan dan terkesan tidak peduli


"Uuh." Terlihat seorang gadis berambut merah yang beranjak dari pemuda yang sudah ditimpanya.


"Ah! Tuan Liu!?" Gadis berambut merah ini nampak terkejut.


"Ma- maaf Tuan!" Gadis itu langsung menunduk hormat, tidak menyangka cara datangnya tidak sopan begitu.


"Tuan?" Gadis merah itu terdiam melihat pemuda itu diam dengan pandangan kosong.


"TUAN!?" Langsung digoyang-goyang biar sadar dong!


"Uwew." Perlahan namun pasti Liu sadar! Cara yang efektif!


"NONA!?" Liu terdiam, ternyata Nona Yahuan!


Kok beliau bisa ada di sini sih!?


"A- apa yang terjadi Nona?" Liu langsung mendekat dan memegang tangannya dengan ekpresi bukan pria sejati.


Singkatnya, dia ketakutan sih.


"Eh?" Yahuan tidak menyangka pemuda ini malah memepetnya, fokusnya jadi keganggu.


'Tuan Liu takut?' Kebanyakan orang atau makhluk takut sama hal mengerikan, lah ini cuma ruangan putih kok.


Yahuan akhirnya menceritakan apa yang terjadi, alasan dibalik keberadaan mereka berdua di sini.


"Rencana baru?" Liu baru tahu sih.


"Maaf tidak memberi tahu Tuan sebelumnya." Yahuan tidak tega membangunkan yang lagi istirahat, jadi ia langsung tancap gas aja deh.

__ADS_1


"...." Rencananya itu pergi ke tempat ini?


Agak aneh sih, tapi Liu senang nona ini peduli padanya.


"Seharusnya tidak ke sini sih," gumam Yahuan sembari menurunkan alisnya, ia nampak serius dan heran kenapa semua ini bisa terjadi.


'LHO?' Jadi pergi ke sini bukan rencananya? Jadi apa dong?


'JANGAN BILANG RENCANANYA GAGAL?' Liu terdiam, sementara ia tidak bisa menyembunyikan raut wajah paniknya.


Yahuan berusaha tetap tenang sembari melihat sekitar, tempat ini memang bukan tujuan rencananya.


"Seharusnya Sun yang berjaga di sini," komentarnya.


Liu mengangguk setuju, tapi tadi tuan kera itu memang bener-bener nggak ada di sini sekarang.


Seharusnya ilmu-nya masih belum cukup untuk bisa pergi ke tempat ini, gadis rambut merah ini masih terdiam memikirkannya.


'NGGAK TERLALU GAWAT KAN?' Entah kenapa nona yang satu ini terlihat serius.


"Te- tenang saja Tuan." Yahuan bergetar, sorot matanya tidak meyakinkankan.


"O-oh?" Bukannya tenang malah tegang.


Liu berusaha mempertahankan profesionalismenya. Ia tidak boleh pesimis!


Liu menutup mata, berusaha fokus demi mencari tahu misteri dibalik ruangan putih mengerikan satu ini.


'....'


"Haaah... haah...." Liu tersengal-sengal, ia tidak bisa mengorek informasi sama sekali. Ia benar-benar hampa tanpa sistem.


Kalau begini ia tidak bisa mengandalkan siapapun selain nona ini sendiri.


Klek.


'SUARA ITU!?' Liu familiar, suara pintu!


"Kalian, nguk?' Dan sesosok berbulu muncul!


"TUAN SUN!?" Tak disangka muncul juga!


"Kau tidak perlu menyebutku Tuan." Sun belum mengingatkan. Makhluk yang lebih lemah tidak pantas dengan panggilan itu.


"Sun." Yahuan tidak menyangka juga, dengan cepat ia menjelaskan situasinya.


"Gegebah sekali, nguk." Sun menggelengkan kepalanya, ia terlihat tegas.


Yahuan terdiam, kesal sih, tapi ya mau bagaimana lagi.


"Mau bantu kami Sun?" Yahuan menatap tajam, ia tidak mengemis bantuan, hanya ingin kepastian saja.


Kalau tidak niat mending tidak usah.


Sun terdiam, ia sebelumnya punya urusan dan terpanggi ke ruang putih khusus alam pertengahan, eh ternyata ada dua kenalannya di sini.


"...." Sun menatap Liu seksama. Seolah ada sesuatu yang ingin dibicarakannya.


'TUAN SUN CURIGA!' Dengan kemampuan analisisnya sekarang Liu tahu maksud tatapan itu!


Pasti sang kera sakti ini curiga 'kenapa tidak pakai kekuatan sendiri saja?'


Mengingat ia sudah menumbangkannya sebelumnya, pasti kecurigaan begini naik ke permukaan!


Liu terdiam, ia hanya bisa menerima tatapan itu apa adanya.


"Baiklah, kau mau pergi ke alam dewa awal bukan?"


Yahuan mengangguk.


"Alam dewa awal?" Itu artinya mereka benar-benar bisa pergi ke alam dewa sekarang?


"Ehm. Terima kasih atas bantuanmu Tuan."


'KECEPLOSAN!' Bukan saatnya heran di sini, atau tuan kera itu bsa lebih curiga lagi,


Liu menyimpan rasa penasarannya, ia harus terlihat pro di sini!


"Baiklah, silahkan lewat pintu ini."


Sring!


Tiba-tiba muncullah pintu putih bersinar tak jauh dari hadapan mereka!


'Ini dia.' Yahuan menunggu momen ini, seharusnya ia pakai portal dari alam pertengahan, namun kini ia langsung berangkat dari ruang putih akam pertengahan!


Tentu keduanya berbeda, memakai portal akan jauh lebih lama sampai, yang adalah rencana awalnya. Kini dengan keajaiban ia bisa sampai di ruang putih alam pertengahan dan bahkan dibantu sang kera sakti!


Akhirnya Liu dan Yahuan pun masuk ke dalam pintu itu.


***

__ADS_1


__ADS_2