Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Beruang


__ADS_3

Liu yakin sistemnya paling bisa diandelin kalau soal ngegali informasi.


Namun yah Liu sadar ia tak bisa terus mengandalkan sistem dalam segala aspek. Pada akhirnya ia harus belajar mandiri.


Liu melihat ke sekitarnya, dan sejauh ini belum ada hal aneh yang terjadi.


Selain dari banyaknya pohon raksasa di tempat ini, semuanya terlihat normal. Ia bisa merasakan atmosfer ketenangan hutan yang imersif.


Tempat yang cocok untuk siapapun yang ingin melarikan diri dari kerasnya kehidupan sementara waktu.


Blugh.


[Lho] Sistem heran tuannya malah rebahan. Lagi mager kah?


Tak bisa dipungkiri Liu lagi nyari ketenangan dulu. Mikir sambil tegang bikin cepet capek sih, jadinya rileks aja dulu lah ya.


Pastilah tindakannya ini menimbulkan pro dan kontra. Namun Liu tak peduli dulu apa yang orang lain pikirkan tentangnya. Yang pasti ini adalah momennya dan ia tak mau diganggu siapapun.


[Tapi kan tidak ada orang lain Tuan]


'Oh iya.'


Liu melihat ke atas langit yang dimana sinar mentari pun sulit masuk ke area ini akibat banyaknya pepohonan raksasa, terlihat indah dan misterius disaat bersamaan.


HUP.


Liu sudah kembali mengisi energi mentalnya. Dengan begini ia siap menghadapi apapun, bahkan monster sekalipun!


BDDDUMMM!!


"WADUH!?"


Tiba-tiba ada ledakan dan hempasan angin yang kencang!


Liu tak tahu apa itu, namun jelas itu sama sekali nggak beres!


Liu terdiam dan berusaha melihat dibalik banyaknya kepulan debu tanah tebal, ia agak terbatuk.


Liu tak buru-buru mengeluarkan kekuatannya. Kini ia harus tahu dulu penyebab ledakan tadi.


HUSH!


"!"


SLASH!


Ada tangan besar berbulu berkuku panjang yang mengincarnya!


Namun untunglah Liu berhasil mengelak mundur menggunakan instingnya!


Tapi sayangnya serangannya berhasil mengenai wajahnya! Kini terlihat jelas tiga luka goresan besar di wajahnya! Kelihatannya nggak bagus!


Serangan cakaran itu mengenai mata kirinya, kini Liu hanya mengandalkan mata kanannya saja untuk melihat.


'Gitu ya.' Liu terdiam, makhluk itulah alasan kenapa ada ledakan tadi.


"GGRRR...." Seekor beruang super besar menatapnya tajam. Sorot mata tajam merahnya mengunci targetnya, gigi ekstra tajamnya terlihat dan air liur tanda hasrat menetes perlahan.


Tak disangka ada makhluk lain selain naga di alam dewa.


[Memang ada banyak makhluk Tuan]


Liu terdiam, kalau begitu alam dewa memang mirip dengan alamnya juga ya.


Di sini juga banyak terdapat variasi makhluk, dan salah satu perbedaan yang mencolok ada kekuatan.


Liu kini bisa merasakan dengan jelas bagaimana kekuatan beruang satu ini. Yah intinya setara dengan dewa.


[Menganalisis....]


[ Xiong


Jenis: Beruang


Status:  Binatang Dewa Biasa Liar


Deteksi Elemen: Agresif


Kesehatan: Sehat


Kekayaaan: -


Level kekuatan: 1005


Tingkat bahaya: Bahaya


Kemampuan Khusus: Meningkatkan kekuatan fisik 10000x lipat dari kekuatan asli


Catatan: Jangan banyak terkena serangannya]


'OIOIOI.' Liu tak suka melihat status yang begini.


KOK OP BANGET YAH? Liu tak berkedip melihat status yang tak masuk akal begini.


Masa iya kekuatan fisiknya sepuluh ribu lebih kuat? Apa nggak kelebihan?


[Terkadang kenyataan memang sulit dipercaya Tuan] Sistem terdengar bijak.


Liu paham, rasanya kelewatan kalau sistem bercanda soal status musuh.


Dan pada kenyataannya sistem tidak bercanda juga sih. Sistem hanya menampilkan data apa adanya, transparan, jelas dan tanpa ditutup-tutupi.


Faktanya sistem sudah menguatkan aura kekuatan tuannya, namun tetap saja serangan cakaran beruang itu bisa menembusnya.


Kekuatan fisik super besar itu no tipu-tipu sih.


Liu terdiam, ia harus tenang dan berpikir jernih. Meski ketegangannya benar-benar naik pesat.


'Saatnya untuk teknik pamungkas.' Liu terdengar mau mengambil risiko.


Pamungkas? Sistem tidak menyangka tuannya sudah memikirkannya sampai ke sana.


Bahkan pertarungan sebetulnya masih belum benar-benar dimulai.


[Apa Tuan yakin?] Sistem perlu kepastian di sini.


Liu terdiam, seharusnya itu sudah jadi jawaban yang keras dan jelas.


Liu sadar tak selamanya ia harus menahan diri ketika berhadapan dengan musuh kuat.


Pada akhirnya Liu jadi ingat momen adu pengumpulan kekuatan yang cukup epik sebelumnya.


Apakah melakukan hal sama akan berhasil kali ini?


Sistem terdiam, permintaan tuannya terlalu besar. Memang sebelumnya tuannya bisa menang dalam mengumpulkan aura kekuatan, namun kali ini....


[....] Sistem merasa ada ketidakstabilan dalam tubuh tuannya. Jelas ini tidak bisa diacuhkan.


Untuk mengulang strategi sebelumnya butuh lebih dari persiapan dan tekad yang matang.


Sistem tidak bisa melakukannya. Atau nyawa tuannya bisa terancam.


Masih bisa berjalan bebas adalah hal yang luar biasa. Padahal sistem menyangka tuannya akan sangat kelelahan dan bahkan tidak berdaya pasca bertarung dengan dewa racun.


'Sistem?' Liu terdengar makin serius. Di titik ini beruang itu bisa menyerangnya kapanpun dan mengakhirinya dengan instan.


Apa itu yang sistemnya inginkan?

__ADS_1


[........] Sistem dilema. Baik mengumpulkan kekuatan atau tidak, keduanya sama bahaya.


[Tuan....] Sistem terdengar lemah.


'....' Liu bisa merasakan suatu perasaan kuat lain dalam dirinya. Yang tentunya bukan dirinya sendiri.


"Hm." Senyum kecil tergurat di wajahnya. Sistemnya memang punya perasaan.


TAP!


Tanpa pikir panjang Liu langsung lari!


Kali ini bukan kabur, namun malah mengarah langsung pada sang ancaman itu sendiri!


[!] Bahkan sistem tidak bisa menahan kekagetannya. Kenapa bisa-bisanya tuannya segegabah ini!?


Kalau kabur tentu sistem akan sangat mendukung, karena itulah jalan yang paling masuk akal!


Namun kenapa!?


Liu makin merasakan perasannnya bergejolak. Namun ia masih menanggapinya dengan tersenyum.


Setiap langkah yang dibuat kakinya terasa berat. Namun Liu tak ambil pusing dan tetap maju. Karena terkadang terlalu banyak berpikir bisa membuatnya lebih susah lagi.


Sudah cukup dengan renungan. Liu tahu apa yang dilakukannya. Ia tak berusaha dramatis atau apa. Yang ia lakukan hanyalah tipikal seorang yang akan bertarung seperti biasa.


Terlihat jelas bagaimana tubuhnya terhuyung. Liu masih bisa mempertahankan raut seriusnya, meski luka di wajahnya tak bertambah baik.


Malahan dengan darah yang mengucur itu ia kelihatan lebih sangar dari biasanya. Tentu menambah efek keren dan siapapun yang melihatnya pasti tak akan meremehkannya.


Dan begitulah kenyataannya. Beruang raksasa itu tak ikut maju, hanya diam saja ditempatnya.


Seolah apa yang dilakukannya adalah sebuah penghormatan pada makhluk yang memilih untuk tidak lari.


Situasi makin intens, tuannya tetap berjalan dijalan yang diyakininya. Sistem tidak punya banyak waktu.


Shh....


Perlahan namun pasti tubuh Liu mulai berasap.


Setiap langkah kakinya menciptakan dentuman kekuatan dalam yang hebat. Liu makin tajam melihat sang musuhnya.


[Tuan....] Sistem terdengar sedih, untuk pertama kalinya setelah sekian lama. Sistem sudah memilih percaya tuannya sampai akhir.


SRRIINGGGG!!!


Tiba-tiba ada cahaya bersinar terang! Mengejutkan siapapun yang melihatnya!


Lonjakan energi super luar biasa terasa.


[!] Bahkan sistem sendiri sampai terkejut! Sungguhlah momen yang tidak disangkanya!


Kini terlihat jelas Liu sedang beradu pose sumo dengan sang beruang mengerikan itu.


Bagaimana mungkin? Padahal sistem yakin tadi adalah akhirnya.


Sistem memaksakan kekuatan pada tubuh tuannya yang artinya kemungkinan besar tuannya tak akan kuat menahannya dan tumbang.


Namun kenapa ... kenapa tuannya seolah baik-baik saja dan malah beradu kekuatan dengan sang beruang dewa?


HUSSSSHHHHH!!!


Hempasan angin super kencang tercipta saat itu juga! Bahkan sampai membuat pohon besar kokoh agak bergoyang! Sungguhlah kekuatan di luar nalar!


Terlihat jelas bagaimana ekspresi wajah super serius versi terbaru sang karakter utama. Tak ada ketakutan ataupun keraguan darinya. Yang ada hanyalah tekad kuat untuk terus maju apapun yang terjadi.


'Gimana sistem?'


[!] Bahkan tuannya bisa mengajak ngobrol di situasi begini!


[KENAPA TUAN!?] Sistem penasaran.


SRING!


Cincin Liu bersinar terang, seketika itu juga langsung menyita perhatian sistem.


[Jangan-jangan!?] Sistem langsung konek.


Liu menyiratkan raut wajah percaya dirinya dibalik keseriusan brutalnya ini.


Sistem paham, lagi-lagi tuannya sudah melihat apa yang akan terjadi di depannya.


Siapa sangka cincin yang diberika dewi ternyata bisa berguna di saat ini?


Sistem terdiam, seharusnya ia menyadari ini dari awal dan tidak meragukan tuannya....


'SISTEM?'


[!?] Dengan sigap sistem kembali fokus, tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain. Sistem harus mendampingi Tuannya!


SSHHHH....


Kini disekitaran tubuhnya tak hanya ada aura kebiruan, namun lebih terlihat seperti api kebiruan.


Akselerasi Qi yang lebih mutakhir dibanding saat berhadapan dengan dewa racun.


Inilah keseriusan yang sesungguhnya.


Sang beruang terdiam dan masih menahan targetnya dengan pose sumo.


"GGRRAAAHHHH!" Teriakan keras beruang itu membuat hempasan angin kencang sekaligus tajam, namun belum berhasil membuat luka tambahan pada tubuh mangsanya itu.


'JADI AKU NGGAK HANYA DIINCAR DEWA?' Namun binatang juga!? Liu baru tahu fakta ini.


[Sepertinya bukan begitu Tuan] Sistem kurang setuju.


Sistem tidak merasakan hasrat lain dari binatang dewa selain mengakhiri mangsanya.


Patut diketahui bahwa meski ada binatang di alam dewa namun bukan berarti binatang tersebut benar-benar mirip dewa bisa bicara dan berpikir logis.


Jelas hanya kekuatan saja yang bisa disandingkan, sedangkan yang lainnya tidak.


Begitu ya. Liu pikir binatang dewa adalah binatang ajaib yang bener-bener mirip dewa namun berbentuk binatang saja, namun ternyata tak begitu ya.


TAPI IA MASIH INGAT BICARA SAMA NAGA.


[Itu pengecualian Tuan]


Liu terdiam, jadi kesimpulan dari pembahasan rumit itu yakni ada binatang dewa biasa dan binatang dewa khusus.


TAPI MAU BISA BICARA ATAU ENGGAK PUN KALAU KEKUATANNYA BESAR YA SAMA BAHAYANYA JUGA YA.


[....] Tuannya mengatakan kenyataan, sistem tidak bisa membantahnya.


SWWUSH!


Hempasan angin kencang tercipta dan perlahan namun pasti Liu mulai terseret mundur.


Sang beruang terus menguatkan tenaganya....


BDUM!


Terciptalah ledakan energi hebat dan Liu terhempas.


Tak bisa dipungkiri perfoma makhluk berbulu ini benar-benar bagus. Liu tak bisa kekeh memaksakan posisinya.


SWUSH!

__ADS_1


SRING!


Liu menatap tajam, sang beruang tak memberinya nafas sama sekali!


Serangan klasik!


"BRING IT!" Liu mengepalkan tinjunya. Kali ini ia tak akan membiarkan hal yang sama!


SLASH!


SLASH!


Beruang dewa mencakarnya brutal, lebih kuat dan cepat dari sebelumnya!


Sorot mata kebiruan Liu bergerak cepat, ia bisa melihat serangannya dengan jelas, bahkan arah udara tajamnya juga!


Padahal dijarak sedekat ini seharusnya serangan musuh mengenainya. NAMUN TERNYATA MASIH BELUM!


Liu tak peduli soal jarak atau apapun, selama ia benar-benar tahu pasti arah serangan musuhnya. Tidak masalah!


"GGRAAAAHH!" Teriakan brutal dewa membuat getaran dataran dan udara yang hebat, membuat Liu tak stabil dan menyulitkannya menghindar.


"Pukulan Beruang Nakal."


BUAAAAAAGHHH!!!


Bukannya kena serangan malah counter attack!


Satu pukulan solid menghantam wajah sang beruang!


Liu bisa memanfaatkan keterdesakannya sebagai keuntungannya!


Disaat musuhnya menyerangnya membabi buta maka artinya dia mengeluarkan banyak kekuatan.


Tidak peduli seberapa kuat binatang itu, pasti ada saatnya dimana dia harus 'men-cas' kekuatannya!


Dan inilah momennya! Tepat dimana musuhnya yakin sudah memojokkannya. Kesempatan emas itu datang!


SSSWWUUUSHSHHH!!!


Beruang besar itu terhempas kencang dan sangat jauh!


Satu pukulan tadi memang terlihat seperti pukulan reguler. Namun sebenarnya lebih dari itu.


Ada alasannya kenapa Liu menamakannya 'pukulan beruang nakal'. Dan sudah jelas itu pukulan khusus dan sfesifik untuk beruang brutal nakal.


Liu menambahkan sejumlah besar kekuatannya di pukulannya itu. Demi membuat satu serangan yang bisa diingat lawannya.


[....] Sistem terkesan dengan strategi tuannya. Meski kekuatannya sudah melimpah ruah, namun tuannya masih menahan diri dengan hanya melancarkan satu pukulan saja.


Benar sekali. Sebenarnya Liu masih bisa melancarkan serangan lain di satu waktu tadi. Namun ia tahu sesuatu yang berlebihan tidak baik, jadi mengurungkan niatnya deh.


DBAM!


DBUM!


KKREEKKK!


Banyak pepohonan raksasa yang jadi korban akibat terhempasnya sang beruang.


Pohon besar yang bukan pohon biasa. Liu bahkan bisa merasakan energi pada setiap pohon di hutan ini.


Namun tetap tak bisa menghentikan beruang malang yang terhempas itu.


DBAAAAMM!


DBBUMMM!!


"...." Liu terdiam, sedari tadi ia mendengar banyak suara tubrukan dan pohon tumbang.


'OIOIOI.' Mau sampai kapan? Padahal sudah dari tadi lho.


Sistem tidak menyangka tuannya sendiri malah tidak menyangka.


Jadi sama-sama tidak menyangka dong ya.


Yah kalau begini sih Liu bisa rebahan dulu sembari menunggu semua dentuman ini selesai.


.....


....


Liu menutup matanya, berusaha rileks ditengah keributan suara lantang ini.


DDBBUMMM!!


KREEEETT!


BDBUMMM!


PATS!


Liu melotot lagi. Ia jelas nggak bisa rebahan santai sih.


Semua indranya sangat sensitif mengikuti tingkat kekuatannya sekarang, dan sejauh ini masih belum berhenti juga.


"MAU SAMPE KAPAN?" Liu geram sendiri.


[....] Yah sistem tidak bisa komen apa-apa.


Satu pukulan tuannya saja sudah seperti ini apalagi lebih?


Liu menutup matanya berusaha fokus dan ia langsung menghilang, menyisakan aura kebiruan seperti api.


SYUT!


Liu langsung muncul di belakang beruang itu dan menhentikannya dari belakang.


BDAAK!


Dan akhirnya berhenti juga.


"Pyuh." Liu mengelap keringatnya.


Berpindah tempat jarak jauh dan menghentikan hempasan makhluk lain cukup menguras tenaga juga.


[....] Bahkan harus tuannya yang menghentikan serangannya sendiri.


"...." Liu langsung bengong liat perubahan lingkungan dratis.


Yah, kini ada jalan lurus besar membentang sejauh mata memandang. Hutannya botak di tengah.


Dengan cepat Liu melihat lagi makhluk yang menyebabkan ini semua.


[....] Bukannya itu tuannya sendiri ya?


"!"


"LHO!?" Beruang besarnya ngilang!


Liu men-scan area hutan dengan teliti, namun nggak kelihatan dimana keberadannya!


[Sepertinya kabur Tuan]


"...." Liu mengusap wajahnya. Beruang itu memanfaatkan kelengahannya dan pergi begitu saja.


Cepet juga kaburnya ya.

__ADS_1


Liu terlalu meremehkannya. Meski sudah jadi penumbang pohon, tapi tetap saja beruang itu masih punya kekuatan.


__ADS_2