Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Mengesankan


__ADS_3

BUMMMM!!!


Ledakan energi besar mengakhiri kedua naga yang saling bertarung itu.


Dan tak ada satu pun di antara mereka yang berhasil memenangkannya.


Dewa makin tertarik melihat jalannya pertarungan ini.


Sementara itu di sisi lain Liu tak terlihat baik-baik saja.


Ada apakah gerangan?


Bukankah tekniknya tadi berhasil mengatasi serangan naga hitam dewa?


Ada harga yang harus dibayar dengan kesuksesannya menahan serangan dewa.


Tak lain tak bukan adalah oleh kekuatannya sendiri.


Benar, Liu tak main-main ketika mengeluarkan jurus naga birunya tadi.


Ia tak main-main dan mengeluarkan segenap tenaganya.


Liu tak merencanakan mengeluarkan kekuatannya sebanyak ini.


Namun instingnya mengatakan sebaliknya, dan untunglah ia mendengarkannya.


Setengah-setengah dalam menghadapi lawannya adalah kesalahan terbesar yang bisa dilakukan.


Liu tak bisa menyembunyikan apapun.


Bahkan dari awal pun sang dewa sudah memaksanya menunjukkan semuanya.


Sang dewa bisa mengubah alur pertarungan dengan mudah.


Kini tugasnya hanyalah bertahan dan menunjukkan seberapa besar tekadnya.


Dan ia sangat beruntung bisa bertahan dari serangan dewa.


Tak terbayang apa jadinya kalau serangan naga hitam itu mengenainya.


Yah sudah pasti bakal lebih mengerikan dari yang bisa dibayangkan.


Semuanya bisa berakhir dengan cepat.


“Haaah … haaah….” Liu terengah-engah, sementara ia terus mempertahankan ekspresi seriusnya.


Tak peduli dengan apa yang dirasakannya sekarang.


Ia harus tetap kuat!


“….” Dewa terdiam, tekad makhuk satu ini memanglah tak buruk.


Mengingat serangannya tadi akan sulit diatasi bahkan oleh dewa tingkat atas sekalipun.


Dia sudah menunjukkan apa yang dibisanya dan masih bisa berdiri di atas kakinya sendiri.


‘Gawat….’ Liu tak menyangka satu teknik saja sudah membuatnya super lelah begini.


Apa ia benar-benar tak punya kesempatan untuk bertahan?


Entah kenapa sulit sekali untuk berpikiran positif sekarang.


Ia tak bisa menunjukkan kekerenannya bertahan melawan sang dewa kematian.


Ia kembali mempertanyakan semua yang telah ia lalui sebelumnya.


Apakah tujuan yang diembannya ini realitis?


Liu sama sekali tak memikirkan itu dari awal.


Bahkan ketika sistem memperingatkannya sekalipun.


Ia tetap tak peduli.


Hasrat dan tekadnya begitu menggebu dan tak ada lagi dalam benaknya selain mengikuti kata hatinya.


Liu terdiam, ia benar-benar mempertanyakan keputusan besar yang ia buat dahulu.


Kenapa bisa-bisanya ia mengabaikan saran sistem?


Kenapa ia begitu egois dan terlalu percaya diri?


Apa jadinya kalau ia memikirkan berkali-kali soal tujuan besarnya ini?


Liu tak bisa membela diri lagi setelah semua kenyataan yang terjadi.

__ADS_1


Kenapa ia menyusahkan sistem dan kekuatannya yang lain?


Apa … semua ini … sia-sia saja?


[Tuan]


Kenapa bisa-bisanya ia merepotkan kekuatannya untuk hal yang sama sekali tak bisa dicapai?


[Tuan….]


Ia bahkan sudah jadi pengacau di alam dewa dan banyak merepotkan.


Kenapa ia tak terima saja takdirnya dan tak usah bertingkah seperti ini?


[TUAN]


“!” Liu tak bisa menahan keterkejutannya.


‘Sistem?’ Tak biasanya sistem pakai nada tinggi begitu.


[Semua ini tidak sia-sia Tuan]


“….” Aaah. Jadi semacam penghiburan ya?


‘Terima kasih sistem.’ Tapi Liu sedang tak mau dihibur sekarang….


[….] Sistem tahu apa yang dirasakan tuannya.


Memunculkan tekad memang sulit.


Tapi lebih sulit lagi mempertahankannya.


Sistem tidak bisa menyalahkan tuannya dan memintanya untuk terus bersemangat.


Kenyataan memang menyakitkan, dan tak ada yang bisa dilakukan selain menerimanya.


[Keputusan Tuan tidak salah]


Sistem hanya ingin memberi tahu kebenaran pada tuannya.


‘….’ Liu terdiam, ia senang mendengarnya.


Namun sejujurnya ia benar-benar tak perlu dihibur kok.


Ia sudah banyak membuat masalah. Biarlah dirinya sendiri yang menanggungnya.


“!”


Tunggu dulu, apa yang dia katakan?


Kenapa? Kenapa sistemnya tidak menyalahkannya dengan apa yang sekarang terjadi?


Padahal Liu sudah bersiap untuk mendengar kenyataan menyakitkan lainnya.


Sistem benar-benar jujur, ia hanya mengungkapkan apa yang ia pikirkan tentang tuannya.


Tidak ada niatan untuk menghibur tuannya.


Dengan cepat sistem menjelaskan semuanya.


Liu terdiam dan sedikit banyak mengerti dengan apa yang dikatakan sistem.


Kenyataannya mau ia datang langsung ke alam dewa ataupun lari, ujung-ujungnya ia akan tetap berhadapan dengan sang dewa kematian.


Memang lari kelihatannya pilihan yang terbaik, namun setelah berjuang bersama tuannya, sistem sadar akan suatu hal.


Bahwa tidak ada salahnya berjuang untuk sesuatu yang diyakini.


Tidak peduli seberapa sulit jalan yang harus ditempuh, namun selama masih ada tekad dan kepercayaan, itu sudah lebih dari cukup.


“….” Liu terdiam, ia tak menyangka sistem kini malah percaya padanya.


[Tuan sudah mengambil pilihan terbaik]


“….” Entah kenapa perasaannya jauh lebih baik setelah mendengarnya.


Liu ingin meragukan semua perkataan indah sistem, namun entah kenapa ia tak bisa melakukannya.


Ia bisa merasakan kesungguhan dari perkataan sistem, jarang-jarang begini sih.


SISTEM BENAR-BENAR SERIUS.


Entah kenapa seperti ada kekuatan bangkit dalam dirinya.


Liu tak lagi merasa lemah.

__ADS_1


Kenapa ia bisa-bisanya berhenti percaya begini?


Memangnya sudah berapa banyak hal yang ia alami?


Sudah berapa banyak kesulitan yang harus dihadapinya demi menghadapi momen sekarang?


Liu ingat ini memang bukan kali pertama ia merasakan hal seperti ini.


Meski kesulitan yang sekarang tak bisa dibandingkan dengan yang sudah-sudah sih.


Pada akhirnya ini hanyalah awal, dan tak bisa diekspektasikan.


Liu sadar, selama ia masih bernafas, maka semuanya belum berakhir.


“….” Dewa dengan sabar menanti pemuda itu merenung.


Apa dia sudah sadar?


“Heh.” Liu memasang senyum kecilnya.


Tekad dan kepercayaan dirinya meningkat lagi, tak peduli dengan keadaannya.


“….” Ternyata belum sadar.


Namun dewa cukup terkesan.


Perlahan energi gelap mulai merasuk ke dalam dirinya.


Liu bisa merasakannya, namun tak begitu peduli juga sih.


SWUSH!


Liu kembali meningkatkan tenaganya.


Namun itu tak cukup untuk menghilangkan efek energi hitam yang sudah masuk ke tubuhnya itu.


Liu menarik nafas panjang, membiarkan dirinya tenang.


HUSH!


Dan langsung melesat maju!


DUAAAARRR!!!


Ledakan energi super besar tercipta, dan adu jotos pun tak terhindarkan.


Liu tak menahan dirinya dan terus menyerang membabi buta.


Tak peduli dengan apa yang terjadi ia tetap melakukan yang terbaik.


Dan memang hal yang tak menyenangkanlah yang terjadi.


Sang dewa bisa menghindari setiap serangannya dengan mudah.


Tak peduli tekadnya kembali dan kekuatannya meningkat pesat sekalipun.


Tetap saja tak banyak memberi perubahan.


Dewa bisa melihat lebih awal apapun yang dilakukan lawannya.


Apa itu berarti dewa punya kendali atas waktu?


Bisa dibilang begitu, namun hanya minor jika dibandingkan dengan kekuatan dewi waktu.


Jadi serangan secepat dan sekuat apapun yang dilancarkan padanya takkan jadi masalah besar.


DBAM!!!


DBUM!!!


Sekalipun serangannya belum membuahkan hasil, namun Liu tak berhenti sama sekali.


Ia tetap stay true dan melakukan yang terbaik.


Di sisi lain dewa belum melancarkan serangan balasan apapun dan hanya masih menghindari serangan lawannya.


Ada apakah gerangan?


Tentu sang dewa punya alasan tersendiri.


Ia ingin melihat sampai mana kekuatan pemuda ini.


Dan waktu terus berlalu, dentuman energi terus terjadi dan tak kelihatan akan segera berhenti.


Dewa tahu makhluk ini tak lagi menahan diri dan mengerahkan segenap kekuatannya.

__ADS_1


Namun bisa bertahan sampai saat ini cukuplah mengesankan.


__ADS_2