Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Belum Selesai


__ADS_3

TIBA-TIBA GEMPA BUMI!


Eh, bukan gempa bumi, gempa alam dewa!


Padahal sebelumnya baik-baik saja pas tarung brutal tadi.


DRTTTTTT....


Liu berusaha tenang, pada akhirnya panik tidaklah membantu.


Dan getaran alam ini pun perlahan berhenti.


'Itu apaan yah?' Lagi-lagi kejadian aneh di alam ini.


Mungkinkah para dewa lain marah gara-gara ada keributan?


Yah itu bisa jadi sih, pertarungan tadi pasti menarik perhatian dewa. Tidak mungkin dewa tidak tahu apa yang terjadi di alamnya sendiri.


[Sekarang Tuan jadi top list buronan dewa]


Tuh kan.


Liu berhasil menamatkan misi utamanya, namun perjalanannya belum selesai.


Liu menarik nafas panjang, berusaha rileks.


[Misi :Menghentikan ibu sesat sukses]


[Hadiah level up + 0,5]


[Tuan Level 37,5 sekarang]


'....' Rasanya ingin marah, tapi Liu menahannya.


"UWAAAAARRGHHHHHH!" Namun nggak kuat juga sih.


"KENAPA CUMAN NAIK SETENGAH!?"


IA KAN SUDAH NGALAHIN MUSUHNYA!


[Begitulah Tuan]


'BEGITU APANYA!?' Liu protes sistemnya kurang jelas begini!


Sistem menjelaskan kenapa tuannya hanya naik level setengah.


'....' Liu terdiam, alasan sistemnya masuk akal sih.


Ia mengubah haluan tujuan awalnya, ia tidak mengakhiri musuh utamanya dan malah memberinya kesempatan, itulah alasan kenapa naik levelnya sedikit.


Yah masuk akal sih masuk akal, tapi tetap saja naik level setengah keterlaluan rasanya. Liu jadi ingat masa lalunya.


'DAH LAH.' Liu tak mau memikirkannya, yah masih untung ia bisa selamat dari pertarungan ini.


[Misi baru: Mengalahkan Dewa Kematian]


Sistem otomatis tahu kehendak tuannya. Sungguhlah pengertian.


Liu mengangguk dan tersenyum kecil, tak disangka sistem lebih tahu tujuan dalam hatinya.


TUNGGU DULU....


'KAMU YANG BENER SISTEM!?'


[Benar Tuan] Sistem menganalisis kedalam hati tuannya sendiri, yah hal ini mungkin karena hubungan mereka juga sih.


Liu terdiam, ia sama sekali tidak memikirkan itu. Jangan-jangan sistemnya rusak?


[Itulah yang Tuan inginkan] Sistem bersikeras.


'KOK NGAKU-NGAKU SIH!?' Liu nggak mikirin itu!


'....' Eh tapi itu masih sejalan sama yang ia pikirkan sih.


Berkat Nona Yuhuan di masa lalu, Liu sadar menghentikan ibu sesat bukan hal terakhir yang harus dilakukannya.


Kali ini waktunya untuk move on dan melakukan misi besar selanjutnya.


Tak lain tak bukan adalah menemukan keberadaan dewi yang sudah memberinya kesempatan kedua.


Kini ia sudah membuktikan dirinya dengan mengalahkan musuh utamanya, meski dibantu keberuntungan juga.


Tak mungkin dewa kematian akan diam saja, toh dewi harus jadi dewa pelarian dan dirinya diburu juga.


Tak heran sistem mengatakan hal itu.


Namun apa mungkin benar itu yang harus dilakukannya?


Liu terdiam, ia jadi pemikir kritis.


[Tuan akan berhadapan dengan dewa kematian, jika Tuan memilih jalan ini] Sistem meyakinkan kembali analisisnya. Liu percaya analisis sistemnya.


[Tuan tidak perlu melakukan ini] Sistem merekomendasikan jalan lain.


'Jadi aku berhenti di sini, begitu?' Liu terdengar tidak setuju, nada suaranya menandakan ia sudah memilih memilih keputusannya dari awal.


[Benar Tuan] Sistem setuju seperti itu.


Dengan berhenti di sini dan keluar alam dewa. Sistem bisa mereset dan meniadakan jejak mereka. Dengan begitu tuannya tidak perlu khawatir dikejar dewa lagi.


Lagipula dewa kematian lebih berfokus mengejar Dewi Xinmu, tuannya tak perlu repot-repot.


Meski pada akhirnya tuannya akan jadi sasaran dewa kematian selanjutnya jika sang dewi tertangkap, namun sistem percaya pada dewi.


Liu terdiam, ia bisa tahu pikiran sistem dengan jelas. Bukannya membuatnya setuju dengan sistem, malahan sebaliknya.


Ia semakin mantap dengan keputusannya.


"Aku akan lebih nakal lagi." Liu tersenyum percaya diri, di saat begini saat yang tepat untuk lebih menunjukkan eksistensinya di alam dewa.


[....] Sistem tidak menyangka tuannya tidak terpengaruh ajakannya, padahal jelas-jelas jalan yang di tawarkannya lebih mudah dari jalan ini.


'Aku tidak mau lari dari kenyataan.' Liu tahu adalah enak ketika menghindari masalah dan bersantai, namun pada akhirnya itu tidak akan membuatnya jadi lebih kuat.


Masalah dan tantangan yang dihadapilah yang membuatnya jadi kuat.


[Mantap Tuan] Sistem bangga tuannya punya mental seperti ini.


'Kita akan membantu dewi!' Inilah tujuan besarnya!


***


Sementara itu di sisi lain, Xiuying sudah dikirim kembali ke dunia asalnya.


Tepat diantara grup Kakek An. Yang berisi sang putri pendekar api dan es, dan juga Fang Yn, putrinya sendiri.


'Aku tak menyangka dia jadi seperti ini,' ujar Kakek An dalam batinnya, apa mungkin dia dewa menamparnya? Yah sudah pasti alam dewa lebih keras dibanding alam ini sih.


Pertanyaan terbesarnya bukan itu, tapi kenapa dia masih hidup?

__ADS_1


Pendekar An tidak yakin dewa semurah hati itu sampai membiarkannya tetap hidup. Namun kenyataannya dia masih hidup.


Xiao Ying hampir jadi eksekutor ketika tahu kedatangan tiba-tiba ibu sesat ini. Namun untunglah bisa dicegah sang putri api dan Kakek An juga.


"Ibu...." Kini sang ibu sesat tak sadarkan diri dengan luka luar minim, dan apa yang terjadi dalam tubuhnnya masih misteri. Fang Yin menunggu ibunya di kasur.


"Kenapa kau membiarkannya hidup?" Ying tidak terima. Sudah sewajarnya penjahat sebesar ini mati, atau setidaknya disiksa demi menebus kesalahannya.


Meski tidak ada siksaan yang sepadan dengan apa yang sudah diperbuatnya, dan lagi kematian hanyalah satu cara membuatnya tidak bertanggung jawab.


"Kita masih belum tahu apapun tentangnya." Kakek An pikir menggali informasi adalah hal paling tepat untuk dilakukan sekarang ini.


"...." Ying berbalik badan. Ia muram, selama berkelana ia sudah jadi saksi atas kekejaman sekte sesat. Dan sekarang kesempatan terbuka untuk melakukan apapun pada dalang dibalik semua ini.


"AKU TIDAK MELINDUNGINYA LHO." Shuwan mengangkat kedua tangannya ke atas, memang ia anggota sekte sesat, tapi tidak banyak berkontribusi di jalan kesesatan.


Putri pendekar api hanya setuju dengan pendapat orang tua ini. Yang pasti mengorek informasi tidak akan terlalu menyakitkan kan?


"Dia nggak bakal meledak atau apa kan?" Shuwan terlihat khawatir, yah ibu itu memancarkan energi Qi aneh sih.


"...." Ying berusaha menahan dirinya, sejauh pengamatannya, ibu sesat itu tidak bisa melakukan apapun dengan kekuatannya sekarang. Dan jika dia melakukan hal aneh, tamatlah riwayatnya.


Kakek An terdiam, pasti ada jawaban dibalik kejadian ini. Tidak mungkin ibu sesat itu dengan sengaja terdampar di bumi.


Orang tua itu berjalan ke jendela dan melihat langit cerah. Entah kenapa ia teringat pada Liu. 'Nak, dimanakah engkau?'


Sementara itu di sisi lain, masih di dunia nyata, di luar bangunan penginapan.


Terlihat Xiao Ice sedang memerhatikan kuda yang tiba-tiba datang ke kota ini, dia nampak tidak tenang.


"Hei biru, kenapa dia bertingkah aneh?" Tetua pendekar api penasaran.


"Mungkin dia mencari pemiliknya." Pendapat Ice.


"Oh? Si bocah itu ya? Dia lama juga ya." Tetua api melihat langit, sudah beberapa waktu berlalu sejak terakhir kali pemuda tanda tengkorak terliha.


"NGGGIIIKKKH!"


"!?" Ice dan tetua api terkejut. Bagaimana tidak? Kuda itu tiba-tba terbakar dan menghilang begitu saja! Sungguhlah fenomena yang aneh!


***


[Alam Dewa Awal Tingkat Akhir]


Beberapa saat telah lalu.


Liu terlihat masih diam saja menatap ruangan luas putih dengan sedikit asap di lantai.


'JADI AKU HARUS GIMANA?' Liu terdiam, ekpresi percaya dirinya lenyap begitu saja.


'SISTEM KAMU TOLONGIN DONG.'


SWWWUUSSHH!


Tanda tengkorak biru-nya bercahaya terang, dan hempasan angin kuat tercipta seketika itu juga.


[Oke, sudah selesai] Sistem akhirnya selesai dengan pemulihan tubuh tuannya, yah butuh waktu lama sih, tapi untunglah mereka tidak bertemu musuh lain.


[Dia tidak akan bisa seenaknya bicara lagi] Sistem terdengar kesal.


Liu terdiam, entah kenapa sistemnya marah begitu.


[Apa Tuan?] Sistem tidak dengar kata tuannya tadi.


'Kamu benci aku sistem?' Liu tak menyangka sistem ternyata benar-benar dendam padanya. Apa selama ini ia terlalu keras padanya?


'TBT?' Liu tak paham.


[The Big Three Tuan]


'OH!' Liu pikir sistem ngomongin dirinya!


Yah sistem agak malas menyebut nama panjang-panjang.


Oke, jadi itu artinya ia tak akan mendengar suara berat selain sistemnya? Itu melegakan sih, Liu tak terbiasa denger suara seram beigtu sih.


Suara yang mengintimidasi dan tegas, namun di sisi lain Liu sangat terbantu dengan kehadiran TBT.


'Jadi gimana sistem?' Liu balik ke topik.


[Ini akan sulit Tuan] Sistem mengingatkan lagi.


Sudah terlambat untuk mengatakan itu, Liu tak akan mundur, apapun yang terjadi.


[....] Sistem bisa merasakan tekad kuat tuannya, jawaban yang lebih meyakinkan dari kata-kata.


[Tuan butuh kendaraan]


'Oh?' Liu terdiam, jadi sekarang nggak ada pintu yang membawanya pergi dari alam ini?


[Tidak ada Tuan]


'Hm, jadi pakai metode yang lain ya.' Liu memegang dagunya, tipikal orang berpikir.


'KITA NGGAK PUNYA KENDARAAN SIH.' Jelas-jelas sudah seperti itu dari awal!


Kenapa jadi ribet begini?


SEHARUSNYA DI ALAM DEWA SEMUANYA DIPERMUDAH KAN?


Yah apa yang tak bisa dilakukan para dewa sih?


[Itulah persyaratannya Tuan] Sudah tidak bisa nego lagi.


Liu terdiam, ia benar-benar jadi petualang solo sekarang, dan sejauh mata memandang tidak ada apapun kecuali dirinya.


Nggak bisa farming atau looting sih di sini.


'BALIK LAGI YA SISTEM?' Barangkali ia bisa minta bantuan di alam lain!


[Tidak bisa Tuan]


'Loh?'


[Ini kesempatan satu kali Tuan] Sistem tak bisa pindah alam kecuali ke tingkatan alam selanjutnya, atau pasti akan butuh waktu lama dan susah lagi kembali ke tempat ini.


Liu terdiam, tidak bisa dipungkiri ia ada di sini berkat bantuan dewa.


Jadi ia tidak bisa minta bantuan ke alam lain?


Kalau gitu gimana dong?


Liu termenung, tak disangka persyaratan ke alam dewa tingkat lanjut seperti ini.


Sistem baru sadar setelah pertama kali datang ke tempat ini, jadi secara teknis mereka datang tanpa persiapan sama sekali.


'Mungkin bisa pakai jurus, atau teknik lain?' Barangkali ada cara lain yang bisa dicobanya!


[Tdak bisa Tuan]

__ADS_1


'HMMM....' Liu berusaha nyari solusi lain....


Liu tak tahu definisi 'lama' sistem bagaimana, tapi mengingat ia mengatakannya di alam dewa, tidak bisa dibandingkan dengan alamnya sih.


Sistem terdiam, tidak masalah kalaupun tuannya berhenti di sini. Lagipula sang dewi juga sama sekali tidak butuh diselamatkan. Dewi tulus dan itu sudah cukup.


Meskipun begitu tetap saja tuannya ingin ikut campur dengan urusan ini.


Di sisi lain, sistem benar-benar serius soal 'lama' yang dibutuhkan kalau mundur ke alam lain, kalau tuannya melakukannya, kemungkinan bertemu sang dewi bertambah kecil.


SWWWUURRSHSH!


"WHAH!" Tiba-tiba ada kobaran api di depan matanya! Sungguhlah momen yang tidak terduga!


TAP!


Dengan sigap Liu mundur dan mempersiapkan pose terkerennya! Jangan-jangan dewa datang!?


Sebuah kobaran api yang besar dan tak terduga. MUNGKIN DEWA API?


Liu menunggu siapa dan apa dibalik kobaran api yang besar itu.


'KOK LAMA.' Liu berusaha sabar, bisa saja dewa sedang menguji kesabarannya! Ia tidak boleh lengah, langkah yang salah bisa sangat merugikannya!


"NGGIKHH!"


"?" Entah kenapa terdengar suara kuda.


Liu tak yakin ada dewa yang bersuara begitu.


ATAU MUNGKIN ADA? DEWA KUDA 'KAH?


[Tuan jangan bercanda]


'Oh.' Berarti cuman kuda biasa ya.


SWWUUSH!


"NGGIKH!" Kuda itu langsung datang ke arahnya!


"!" MUNGKINKAH DEWA MENGUTUS KUDA DEMI MENANGKAPNYA!?


HUSH!


Dengan sigap Liu berkelit dan menjauh, ia tak berniat diculik dulu!


Yah ia pasti bakal bertemu para dewa sih, tapi jangan ketemu yang kuat dulu dong!


Atau nanti kejadiannya sama kayak tadi, ia tidak bisa terus mengandalkan keberuntungan.


"...." Liu menatap tajam, kuda berapi itu pasti cepat, namun ia bisa mengandalkan kelincahannya.


"Ngiikh?" Kuda berapi itu diam, dibalik penampilannya yang sangar, ia terlihat tidak mengerti, heran dan bertanya-tanya.


Liu terdiam juga, setelah lari sprint, kuda itu tiba-tiba diam, tambah mencurigakan saja.


Liu bukan ahli binatang, namun ia tahu kuda itu seolah memikirkan sesuatu dan hanya menatapnya saja. Apa mungkin dia sedang menyusun rencana untuk mengalahkannya?


Ia tidak bisa menganggap remeh binatang di alam dewa. Dan sejujurnya baru tahu juga ada binatang di alam ini.


Selain senjata pusaka, para dewa juga menggunakan binatang? Menarik, Liu tak sabar ingin mengulik lebih dalam.


"Nggikh...." Kuda berapi itu tertunduk, sepertinya ia sedang emosi.


'KOK KEK SEDIH?" Liu pikir binatang itu sedang bersiap nyerang.


"...." Liu memicingkan matanya, entah kenapa rasanya tak asing.


TUNGGU DULU....


"KAMU? SPEEDY?"


"NGIKH!?" Kuda itu langsung mengangkat kepalanya, dan berlari, ia terlihat senang!


"WAAAH!" Liu menyambut dan memeluknya hangat.


Tak ada angin tak ada hujan kudanya tiba-tiba datang! Aneh, namun ia gembira melihat rekan lamanya!


"Kenapa kamu ada di sini Speedy?" Liu mengelus lembut, ia sampai lupa kudanya sendiri, saking terlalu serius tadi.


"Ngikh."


'Oh iya, dia 'kan kuda.' Liu tak mengerti bahasanya.


Sring.


"!" Tanda tengkorak merah di tangannya bersinar!


KOK TANDA TBT BERSINAR?


[Hm] Sistem terdiam, TBT tetap berulah juga.


Tapi kali ini benar-benar membantu tuannya.


Patut diakui sistem memang tidak peduli dengan kekuatan monster itu. Namun tak disangka aksinya itu sangat berguna.


Dengan cepat sistem menjelaskan apa yang terjadi.


'Oh!?' Jadi itu yang sebenarnya terjadi?


Liu paham sekarang, ternyata tanpa sepengetahuannya TBT mengalirkan kekuatan dan mencocokkannya tepat ketika Nona Shuwan merubah kudanya.


Jadilah ia bisa memanggil kudanya ke alam ini!


Sungguhlah trik yang mantap!


[....] Sistem tak mau mengakuinya, tapi ya sudahlah.


'PAKE KUDA BISA SISTEM?' Kuda juga termasuk kendaraan atau ... alat transportasi?


JANGAN BILANG HARUS PAKE KERETA ATAU APA?


[Speedy sudah cukup Tuan]


'OH YEAH!'


Dengan cepat Liu menaiki kudanya, kudanya keren, Liu juga jadi kebagian kerennya!


"Ngikh." Speedy mendengus pelan, kegelisahannya sirna, ia senang bertemu dengan tuannya kembali.


Shhhh....


Perlahan namun pasti Liu dipenuhi kekuatan aura Qi biru, auranya juga menyebar sampai ke kuda-kudanya.


Kini Liu dan kudanya bersinar biru dan merah, makin terlihat keren saja sih.


[Pemberhentian selanjutnya....]


SSWUUUSSSHHH!

__ADS_1


__ADS_2