Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Goyang


__ADS_3

“Yin-jie, boleh pinjam senjatamu?” Liu tetap tenang meski goncangan alam makin terasa.


“Ah.” Yin segera mengorek tasnya, mencari benda yang diminta.


“Tidak ada.”


“….”


“MASA SIH?” Liu terdiam, ia bantu cari di tasnya, namun tetap saja tak ada dong!


“Waktu kau tak sadar.” Ying angkat bicara.


“Yin-jie tak sadar?” Liu baru tahu sih.


Ying menjelaskan cepat. Singkatnya Fang Yin ditemukan tak sadarkan diri, ditolong jadi sadar, dan hanya dia yang bisa membuat Liu sadar dengan obat-obatannya.


‘WASTAGA YIN-JIE NGGAK DAPAT SCREEN TIME TADI!’ Liu baru sadar sekarang!


[Scren apa Tuan?]


Belatinya hilang! Misteri macam apa lagi yang menunggunya sekarang?


Liu berusaha tenang, tapi guncangan berkata sebaliknya, makin kencang!


“Kiamat ‘kah?” Ying penasaran.


“YING KALAU AKU PUNYA SALAH MAAF YA!” Shuwan bergegas berjabat tangan, bersiap akan apapun yang terjadi.


‘Yah, kesalahanmu banyak juga sih.’ Ying terdiam, tapi bersalaman juga.


‘JANGAN PASRAH BEGITU DONG!’ Situasi panik jangan hilang harapan!


‘AYO OTAK BERPIKIRLAH!’ Liu memegang kepalanya, apa yang harus ia lakukan sekarang?


“Yin-jie apa yang terakhir kali kamu lihat?”


MENGOREK INFORMASI! YAH ITULAH JAWABANNYA!


Yin tertunduk, berusaha mengingat apa yang terjadi, namun tak pula mengatakan apapun.


KELAMAAN, KALAU TIDAK TAHU BILANG SAJA. NGGAK PERLU MEMAKSAKAN DIRI!


Rasanya greget, tapi apa boleh buat, inilah ujian kesabaran.


“A- aku… tidak ingat Liu-ke.”


‘YA SUDAH KUDUGA!’


‘Oke sistem! Sebelum kiamat terjadi, apa yang harus kulakukan?’


[Tuan Yakin?]


‘Yakin? Yakin apaan?’


[Rencana cadangan akan dieksekusi]


‘Y- ya, terserah kamulah, yang penting jangan end dulu di sini!’


Misinya belum selesai. Meski ada tantangan, pastilah ada jalan keluar!


[Menginisialisasi rencana cadangan… mengambil alih]


Gret.


Gyut.


“Ha?” Dengan sekejap mata Liu memeluk ketiga gadis itu, ia tidak bisa mengendalikan tubuhnya!


“E-eh?” Yin tidak menyangka, tapi yah apa boleh buat.


“Wuhuu!” Shuwan malah semangat dan balas memeluknya erat.


“….” Ying tetap dingin, namun wajahnya kemerahan. Hm mungkin akibat terlalu banyak hawa dingin kali ya?


SRRING!


Seketika itu juga cahaya biru bersinar terang, menelan keberadaan mereka ditengah dunia yang sedang goncang ini.

__ADS_1


***


[Malam hari, Alam Monster tingkat 7]


SRING!


Blugh.


“Eh.” Liu terbaring bersama tiga perempuan sekaligus, dengan sigap ia bangkit dan menjauh!


“Pyuh, sampai?” Shuwan agak gerah, perjalanannya cepat sekaligus melelahkan juga.


“Ah.” Yin bangkit perlahan juga, ia agak lemas, tapi menguatkan dirinya!


Dengan mudahnya Ying bangkit dan membersihkan badannya, dia terdampar di tempat yang cukup kotor sih.


Sret.


“Li-liu-ke!” Yin menunjuk hidungnya. Ada apa lagi ini?


‘ANJIR DARAH!’ Liu dengan sigap mengelap hidungnya. Kenapa tiba-tiba begini.


“KAMU PASTI MIKIR ANEH-ANEH YA!? HAHA!” Shuwan malah menertawakannya. Definisi tertawa di atas penderitaan orang lain.


“YA MAAF!” Liu berusaha tenang. Sistemnya aneh-aneh saja, tiba-tiba memeluk cewek, sekaligus tiga lagi!


Ya, bukan itu sebabnya sih. ‘Sistem aku kenapa sih?’


Kejutan yang tidak bagus!


Datang-datang malah mimisan, pasti ada penjelasannya!


[Tuan dan yang lain pindah alam menggunakan kekuatan sistem]


‘Ah.’ Jadi ini yang dimaksud sistem? Dia takut tubuhnya tidak kuat lagi toh?


Iya sih ia jadi agak lemas. Astaga andai saja belati merah masih ada.


“Ma-maaf Liu-ke gara-gara aku….” Yin mendekat, ia menatap dengan penuh penyesalan, pandangan yang membuat siapapun jadi iba.


Yin-jie sudah melakukan yang terbaik, begitu pula Nona Ying dan Nona Shuwan.


Lantas salah siapa dong?


‘SALAHKU.’ Liu terdiam, ia dengan semena-mena menginggalkan Yin, tanpa memberi strategi atau apapun. Blunder yang tidak disadari!


‘Duh.’ Tak terpikirkan bakal ada ancaman lain selain kaki seribu raksasa itu.


Hush!


Hempasan hawa dingin menerpa mereka. Belum lama mereka melihat matahari cerah, eh situasi berubah seratus delapan puluh derajat.


Sekarang suasana nampak sudah larut malam, dan kini mereka sedang berada di….


“Hei, tempat ini tidak indah.” Shuwan tidak melihat apapun selain banyaknya kuburan luas.


‘Setuju.’ Liu sendiri tidak nyangka bakal sampai di tempat ini sih.


‘KENAPA MALAH DIKUBURAN SISTEM?’


[Tingkatan alam selanjutnya. Tuan perlu mendaki sampai puncak agar bisa bertemu Asosiasi Monster]


‘OH!’ Akhirnya misteri terungkap juga! Alam monster ada tingkatannya begini!


Jadi setiap tingkatannya mereka akan berpindah tempat? Hm mengesankan! Dan mengherankan juga!


‘Kenapa tidak sekalian saja musuh-musuhnya di satu tingkatan?’ Itu lebih menghemat waktu dan tenaga.


[Sudah begitu dari dulunya Tuan, itulah keunikan Alam Monster]


‘Jadi begitu ya. UNIK JUGA SIH.’


[Kuburan, Alam Monster tingkat 7]


“….” Ying sedikit tersenyum, ia suka ketenangan begini. Yah semasa kecilnya juga selalu menyendiri sih.


KROK!

__ADS_1


KROOK!


Suara burung gagak terdengar, entah kenapa suasananya tidak terasa bersahabat.


Ying duduk dan mulai meditasi.


‘OKE TENANG ADALAH PILIHAN TEPAT!’ Tidak perlu takut, semua pasti akan baik-baik saja.


“LI- Liu-ke.” Yin tahu ini tidak sopan tapi ia mendekat dan memegang tangan Liu.


“Tenang saja Yin-jie.” Yah suara burung gagak, hempasan angin dingin, itu fenomena biasa ‘kan? Bukan pertanda buruk… iya… kan?


‘Sistem?’


[….]


‘Oh.’ Sistemnya istirahat lagi kah? Yah setelah ganti alam, tentu dia perlu rileks. Semoga saja tak ada hal buruk, seperti mayat hidup atau apa gitu.


Gret.


“Hei, nisannya gerak-gerak lho.” Shuwan mendekat, jarang sekali melihat kejadian begini.


‘Aduh.’


“Benerin ah.” Shuwan bergegas membenarkan nisan yang goyang itu, yah setidaknya agar rapi lagi kelihatannya.


Srugh.


“Oh. Hei teman-teman! Ada tengkorak memegangku!” Shuwan terkagum, benar-benar mirip sama drama horor sih.


“Hiii!” Yin-jie makin panik dan malah membenamkan tubuhnya pada Liu.


‘Se-sesak….’


“YAH NONA JANGAN DISANA TERUS DONG.” Putri pendekar api itu malah bermain-main sama tengkorak yang mencuat itu!


Ada baiknya jaga jarak sama hal diluar nalar yang sekarang terjadi.


“Ini bohongan ‘kan? Aku bukan anak-anak yang mudah tertipu! Haha!” Shuwan menarik paksa tangan tengkorak itu.


“WADUH!”


JREENG!


Tubuh polos tengkorak pun terlihat jelas, ini bukan pemandangan indah sih.


“Oh masih utuh.” Shuwan menyeret tubuh tengkorak polos itu mendekat!


“Trik anak-anaknya lumayan! Liu! Mau coba pegang!?”


“AGAK MENCURIGAKAN, TERIMA KASIH TAPI TIDAK NONA.” Liu tidak biasa melihat tengkorak utuh begitu, ia mengelap wajahnya, agak berkeringat, adrenalinnya terpacu.


“Kau takut?” Shuwan menyeringai.


“YAH, SEBAIKNYA JANGAN DIBAWA KESINI YA.” Liu berjalan mundur, sudah sesak dipeluk Yin-jie, malah diancam Nona Shuwan!


“He-he” Shuwan malah makin mendekat.


Sret.


Ying bangkit dan membuka matanya. “Jangan main-main dengan tubuh orang.” Sorot matanya tajam.


“Kenapa? Dia ‘kan sudah mati.” Selera humor putri es seperti apa emangnya ya?


Krek.


“!”


‘AKU SALAH LIHAT ‘KAN?’ Liu terdiam, jelas-jelas tangan tengkorak itu bergerak tadi.


‘Ah mungkin cuman tertiup angin.’ Hembusan angin malam memang biasanya kencang. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Toh tengkorak itu nggak mungkin memeluk Nona Shuwan ‘kan?


GREP.


‘DIPELUK DONG!’

__ADS_1


__ADS_2