Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Xiuying


__ADS_3

"Kau dengar? Dia di sisi jahat.” Ying menatap tajam.


“….” Yin terdiam, sudah pasti terjadi hal ini, kenyataannya ia tidak mau kembali pada ibunya.


Ia sudah tahu apa yang menunggunya ketika kembali. Ia dicap pengkhianat, tak ada yang menunggunya kecuali hukuman berat. Bisa dibilang hidupnya berakhir saat orang tuanya menjemputnya kembali.


Bahkan ibunya sendiri tidak bisa melakukan apapun, ia tak berniat berurusan kembali dengan anaknya, tapi apa daya, ia butuh kekuatan belati yang dibawa anaknya.


“….” Wanita berjubah merah terdiam, dan ia menyingkapkan tudung jubahnya.


“!” Kebanyakan orang terkejut melihatnya, dia seorang wanita cantik dengan sorot mata tajam. Mirip dengan Fang Yin.


Yah tak heran sih, mengingat dia itu ibunya.


“Xiuying,” gumam Kakek An. Ia menatap tajam juga.


[Mendeteksi ancaman bahaya tingkat tinggi… akselerasi Qi… peningkatan fisik… peningkatan teknik… mengaktifkan mode bertarung super….]


HUSSHSHSHSHH!


“!” Tangan kanan Liu bersinar terang, sementara hempasan besar tercipta dari tubuhnya!


‘HEI SISTEM!?’ Liu panik, kenapa tiba-tiba begini!?


“Ah, bocah yang dulu?” Xiuying tersadar.


‘Bocah?’


[Benar Tuan, dialah pendekar sesat yang menghancurkan desa dan membuat Tuan tidur 15 tahun]


‘… A… pa?’ Liu terdiam. Tak disangka orang yang paling ia cari untuk membalas dendam adalah ibu dari rekannya sendiri.


Xiuying terdiam, bagai dapat durian runtuh, ia menemui semua targetnya sekaligus.


Pemegang Kitab Gerbang Dewa, putrinya, dan bocah berkekuatan aneh yang merusakkan senjata miliknya.


Tak perlu repot-repot mencari mereka satu per satu.


Sret.


Yin terdiam, raut wajah pucatnya perlahan sirna, dan ia tak lagi gemetaran.


Ying mengundurkan senjatanya, tahu gadis ini sudah menguatkan tekadnya, dan ancaman pun tak akan berguna.


Yang dipedulikan wanita berjubah merah itu hanyalah senjata belati saja.


Liu terdiam, sementara kekuatannya sudah siap, ia malah berpikir keras.


Kenyataan bahwa ia ditolong putri ibu yang menghancurkan desanya sendiri. Ia sama sekali tidak menyangkanya.


“Maaf Liu-ke.” Yin mengepalkan kedua tangannya, adalah salahnya tidak jujur pada rekannya sendiri.


“TIDAK USAH MINTA MAAF!” Shuwan geram, untuk apa minta maaf jika tak bersalah sama sekali!?


“ITU IBUMU KAN? JADI APA YANG MAU KAU LAKUKAN!?” Pertanyaan pamungkas langsung terdengar dari sang pendekar api.


Yin terdiam, ada dua pilihan yang bisa diambil dan itu akan menentukan alur kehidupannya juga.


“I- ini semua salahku.” Yin tertunduk, gara-garanya banyak orang yang terlibat di masalahnya sendiri, seharusnya sejak awal ia berjalan sendiri saja, maka pasti tidak terjadi hal seperti ini.

__ADS_1


Sret.


Liu maju menepuk pundak Yin, dengan bantuan sistem ia sudah lebih kuat. “Tak apa Yin-jie, ini bukan salahmu.”


“Li- Liu-ke….” Emosi Yin memuncak, ia tak tahan dan malah tersungkur ke kakinya.


“To…long… a..ku….” Suara kecil nan lemah terdengar, Yin sudah memutuskan pilihannya, ia tak akan kembali pada ibunya, ia ingin hidup tanpa bayang-bayang siapapun.


Liu merasakan perasaan yang begitu kuat, Yin ingin bebas dan disaat yang bersamaan tidak bisa mengingkari fakta bahwa ibunya yang sudah memberinya kebebasan diawal.


“Cukup berikan, Kitab Gerbang Dewa dan Belati Merah padaku. Dia milikmu.” Xiuying mempertegas lagi. Ia benar-benar tak ada urusan dengan anaknya, baik mau kembali atau tidak, pada kenyataannya ia tidak peduli.


Tidak ada gunanya merawat anak yang tak bisa memenuhi tujuannya.


Benar, Xiuying tak melihat potensi apapun dari anaknya sendiri, sebagai pemimpin sekte puncak, ia merasa malu. Tak ada yang cukup layak untuk menjadi penerusnya.


Karena itulah ia ‘membiarkan bebas’ anaknya, kata halus dari membuang anaknya sendiri.


Untuk mempermudah urusannya, ia membekalinya dengan belati merah tiruan, tiruan senjata pusaka terkutuk. Dengan energi yang terpancar dari senjata itu tentu akan menarik binatang buas, dan setelah dia meninggalkan dunia, ia bisa mengambil kembali senjata yang diberikannya itu.


Namun siapa sangka anaknya yang masih kecil itu bisa bertahan sampai sekarang.


“Kau menyia-nyiakan potensi anakmu sendiri.” Kakek An angkat bicara.


“Oh? Tak kusangka dia akan merepotkanmu Pendekar An.” Xiuying menatap tajam, jadi itulah alasan kenapa anaknya bisa bertahan selama ini, berada di naungan pendekar tingkat langit tentu bisa membuatnya hidupnya lebih lama.


“GROAOAOAAAA!” Monster anjing berkepala tiga itu mengaum keras.


“Jadi apa sudah selesai?” Xiuying menatap tajam.


“Hei, makhluk besar itu tidak beres!” Tetua api menatap cemas. Tidak biasanya tatapan begini ditunjukan oleh tetua sekte!


“BENAR TETUA GAWAT SEKALI!” Shuwan setuju, cepat atau lambat makhluk anjing kepala tiga itu pasti akan menghancurkan apapun dihadapannya!


“Jangan kalah,” kata Ying pelan. Liu bisa mendengarnya.


Kini hanya tersisa dirinya, Kakek An, dan Yin.


“Menurut legenda, dia bahkan tidak bisa dihentikan oleh seribu orang lho.” Xiuying menatap remeh. Tiga orang muda dan satu orang tua tidak akan bisa menghentikan monster terkuat di alam monster.


Liu terdiam, rasanya gatal ingin beraksi, tapi di saat beginilah ia tidak boleh terpancing.


“Kenapa kau ingin kitab itu?” Kakek An tidak segan bertanya.


“Apa urusannya dengamu?” Pemimpin sekte sesat puncak itu menolak memberi jawaban.


Yah sudah pasti begitu sih jawabannya.


[Menganalisis keadaaan… prediksi informasi diperoleh]


“Apa ibumu begini dari awal Yin?” Liu masih butuh sedikit informasi lagi.


Yin mengangguk kecil. Tidak dapat dipungkiri sejak dulu ibunya haus kekuatan, tak ada yang dipikirkannya selain jadi lebih kuat. Bahkan seringkali dia mengatakan rencana terbesarnya.


“Ingin jadi serupa dewa huh?” Liu menatap tajam.


“….” Xiuying terdiam, tak disangka pemuda itu tahu lebih banyak dari yang seharusnya.


‘Inikah kekuatannya?’ Xiuying berspekulasi.

__ADS_1


Hanya dengan merasakan kekuatannya saja membuatnya seolah terbawa ke masa lalu. Ia ingat betul bocah kecil yang menghancurkan senjata pusaka dengan mudah.


Ia ingin membinasakannya, tapi tak dapat, bocah kecil itu dilindungi kekuatan misterius. Sejak saat itu ia waspada dan tak berharap bertemu kembali dengan bocah ini.


Dan keinginannya terwujud, belasan tahun belakangan ini ia tak pernah mendengar kabar apapun mengenai bocil berkekuatan aneh.


Namun pada akhirnya ketemu juga sih.


Alis matanya turun tajam, ia tak takut lagi pada apapun, termasuk pada bocah berkekuatan aneh itu.


Makhluk terkuat alam monster sudah ada dipihaknya, dan setelah mengambil Kitab Gerbang Dewa dan Belati Merah, tidak ada yang bisa menghentikannya!


Bahkan kaisar sekalipun tak akan berkutik. Senjata terkuat kaisar sudah jatuh ke tangannya. Tidak ada yang bisa menghentikannya!


Liu terdiam sementara kekuatan mulai menuntunnya beraksi. “Yin-jie.” Liu menatap penuh arti, Yin terdiam, ia mengerti meski hanya dengan tatapan mata saja dan membalasnya dengan senyuman.


Pertemuan dengan ibunya tak terhindarkan, Yin teringat akan kasih sayang ibunya, pertemuan pertamanya ke alam dunia adalah sebuah anugerah, namun di pertemuan kedua, tidak ada hal lain selain kesedihan yang menantinya.


Sebesar apapun cintanya, ia tetap tidak bisa memihak ibunya.


Liu menatap tajam ke musuhnya. Dia adalah biang dari masalah. Ia berdiri di sini untuk menuntaskan semuanya.


Perasaan dendam dan amarah sudah menggerogotinya dari tadi. Sebuah keajaiban ia bisa menahannya sampai sekarang.


Kakek An terdiam, ia tidak menyalahkan anaknya yang marah pada pemimpin sekte sesat itu. Lagipula dia sudah merenggut banyak hal, mulai dari menghancurkan berbagai desa dan memaksa anak-anak ikut dalam alirannya.


Desa Zhangkung bukanlah satu-satunya korban. Pendekar An tahu banyak soal berbagai kejahatan yang dilakukan sekte sesat puncak.


Liu masih menahan diri, rasanya sudah diujung. Tapi ia masih memikirkan rekannya juga.


Adalah mudah baginya maju dan baku hantm langsung, mengingat dia adalah orang yang dicari-carinya selama ini. Namun kenyataannya tetap ada!


‘DIA ORANG TUANYA YIN-JIE!’ Itulah yang membuatnya bisa menahan segala emosi yang terpendam ini.


[Lantas kenapa Tuan?]


‘….’ Liu terdiam, sistem dalam dirinya seharusnya mengerti apa yang dirasakannya. Kerap kali ia curiga dia punya perasaan.


[Jadi begitu]


‘….’ Sepertinya dugaannya selama ini memang benar.


Faktanya dari awal sistem memang tidak memiliki perasaan, namun seiring dengan berjalannya waktu, ia menjadi semakin dekat dengan tuannya. Jadilah punya perasaaan deh.


BDDDUDUMMM!


“GROAAAAAAA!” Sementara itu di sisi lain mulai terdengar keramaian, yang berarti Shuwan dan yang lain sudah mulai berurusan dengan monster anjing mengerikan itu.


Xiuying menunggu mereka menyerang duluan, ia masih membuka kesempatan bagi mereka menyerahkan apa yang ia minta. Itu jalur instan yang begitu mudah.


Kakek An terdiam, jiwa pendekarnya berkobar, tapi di saat yang bersamaan ia juga sadar diri, ia sudahlah tua.


Umurnya sudah seratus lebih, sudah wajar kalau ia pensiun. Tapi selama ia masih hidup, artinya masih ada yang perlu dilakukan!


Yah, tidak perlu terlalu tegang juga. Lagipula ada anaknya di sini. Kakek An tak sabar melihat kekuatannya setelah belasan tahun berlalu!


Tap.


Liu melangkahkan kakinya. Ia tak mau perasaannya sendiri menguasainya!

__ADS_1


Yin-jie sudah memilih jalannya, meski tidak mudah, tapi ibunya harus dikalahkan!


Sring!


__ADS_2