
Semakin tinggi alam dewa, maka semakin luas juga pandangan dewa.
Kini para dewa tak hanya melihatnya sebagai buronan dewa kematian saja.
“….” Liu terdiam, entah kenapa rasanya tersanjung.
‘Apa aku boleh bangga sistem?’
[Jangan Tuan]
‘Oh.’
Bukan tanpa alasan sistem mengatakan itu. Ini agar tuannya tidak lengah dan terus waspada mengingat apapun bisa terjadi.
[Tapi sedikit boleh] Asal kembali waspada sih.
‘YEAH.’ Liu mengepalkan tangannya, ia senang melupkan kebanggannya.
Rasa percaya dirinya meningkat drastis, dan itulah yang ia butuhkan sebagai bahan bakar melangkah maju!
“Selamat, aku turut berbahagia.” Sang dewa tengkorak terlihat ramah.
“Makasih dewa, saya tahu.” Liu mengelap matanya saking gembiranya.
“Tahu dari mana?” Dewa terdengar serius.
‘EH?’ WADUH! IA LUPA NGGAK BISA LIHAT EKSPRESINYA!
“Y- yah tentu saja dari suara dewa yang merdu bak ombak pantai di pagi hari…. Ahaha.” Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
[….] Bagus juga ngelesnya.
“Ohoho.” Sang dewa tersanjung.
Sang dewa mendekat dan memberinya sesuatu.
“?” Liu terdiam dan menatap penuh pertanyaan.
“APA INI?” Dewa memberinya tengkorak kecil polos.
“Figure-ku.”
“….” BUAT APA?
Liu masih tak mengerti, kenapa dewa ngasih mainan begini?
Yah Liu tak yakin ada anak kecil yang mau main beginian sih.
[Itu penting Tuan]
‘EH?’
“Dengarlah kata sistem-mu nak.”
‘Woh!’ JADI INI SERIUS!?
“Kau harus mengoleksi action figure dari dewa lain demi melangkah ke tahap selanjutnya.”
“Mengoleksi … action figure?” Jadi maksudnya benda kecil kek mainan gini?
KOK KEKANAK-KANAKAN SIH?
Pluk.
Dewa tengkorak menepuk pundaknya. “Nak, jangan mudah meremehkan sesuatu.”
“!” Liu lupa dewa bisa tahu pikirannya!
Ini tidak masuk akal, Liu jadi ingat masa kecilnya.
[Mau flashback Tuan?]
‘Emangnya boleh?’
[Jangan lah Tuan, kelamaan]
‘YA JANGAN NANYA KALO GITU.’
“Kalian akrab juga ya.” Sang dewa makin yakin Dewi Xinmu tidak salah mempercayakan kekuatannya pada pemuda ini.
“Haaaaah….” Liu menghela nafas. Ini kenyataan.
“Kau tidak suka?”
“Ah. Ini keren, anak-anak pasti takut.” Pasti menyenangkan membuat orang takut.
“Heh.” Dewa terdengar bangga.
SRING.
“WOWH!” Matanya figure tengkoraknya nyala!
__ADS_1
Anak-anak bisa lari terbirit-birit dong kalau begini, yeah!
Kekagumannya ini hanya bertahan sementara, sang dewa bisa melihat sorot mata keberatan dari pemuda ini.
“Ada apa nak?” Sang dewa terdengar peduli.
“Ah? Tak ada dew.” Liu tersenyum kecil.
“Nak, kau tidak bisa membohongi mata dewa.”
“….” MATA YANG MANANYA?
[Mata dewa bisa melihat yang tidak kelihatan, Tuan tidak bisa menyembunyikan apapun]
‘….’ Liu terdiam, ia yakin begitu.
Liu tak suka menceritakan masalah pribadinya sih.
“Kau boleh tak mempercayaiku tapi katakanlah semua.”
“….” BIASANYA KAN CERITANYA SAMA YANG DIPERCAYA AJA YA
“HAAAH….” Tak ada yang bisa disembunyikan ya? Ya sudahlah ia katakan saja semua … here goes nothing….
“Nak….” Sang dewa bersimpati setelah mendengar cerita pemuda ini.
OKE, BARU SAJA IA MENCERITAKAN MASA LALUNYA YANG MEMALUKAN PADA DEWA.
Dewa mengerti, itulah sebabnya pemuda ini tak bergairah.
Masa lalunya berkontribusi besar akan keengganannya mengoleksi action figur.
Mainan begini sempat populer dikalangan anak-anak desa demi memotivasi mereka berlatih jadi pendekar.
Namun Liu tak pernah mempunyainya, hujatan dan pengalaman pahit lainnya yang mewarnai hari-harinya dulu.
Jadi yang beda sendiri terkadang tidak mudah.
“Lepaskanlah masa lalumu, nak.” Hanya itulah satu-satunya nasihat yang berguna bagi masalahnya itu.
Liu mengangguk pelan, tak ada gunanya membawa kenangan buruk.
Waktunya untuk memulai yang baru dan melepaskan semua beban itu!
“OKE AKU SIAP!” Liu langsung semangat. Kini ia tak alergi lagi lihat action figure.
Berapa banyak lagi yang harus dikumpulkannya?
“Tetaplah bertahan nak, dan jangan menyerah.”
SRINGG!!
Seketika itu juga action figure yang dipegangnya bersinar sangat terang sekali….
***
SRING….
Perlahan namun pasti sinar terang itu mulai menghilang dan Liu membuka matanya.
‘OIOIOI.’ Liu terdiam, ia tak percaya dengan yang dilihatnya.
KENAPA IA BISA ADA DI TENGAH LAVA DAN DI ATAS TENGKORAK RAKSASA!?
Liu melihat sekitarnya, namun tak ada hal lain selain lautan lava panas dan langit suram mengerikan.
‘APA INI?’ AKHIR DUNIA ATAU SEMACAMNYA?
SRET.
“WHOA!” Tengkorak raksasanya jalan!
Apa ini….?
[Benar Tuan, kini Tuan sedang ada di Daerah Kekuasaan Dewi Lava]
APA?
Oh! JADI DEWA TENGKORAK MENGIRIMNYA KE SINI YA!
[Dan tengkorak raksasa yang tuan naiki ini….]
‘Action figurenya?’
[Yup]
DRR….
Liu bisa merasakan getaran dari bawah, uh pemadangan yang cukup mencekam.
Ini bukan kali pertama Liu melihat area lava.
__ADS_1
Area Tuan Ghost Radar pun kelihatan begini.
Tapi tetap ada bedanya. Sebelumnya area lava yang dilihatnya masih ada dataran tanah, namun sekarang polosan, hanya hamparan lava panas mengerikan saja.
Tak ada tempat pijakan lagi kecuali di tempatnya berada sekarang.
‘Dewi Lava….’ Kok sistem bisa tahu sih? Dewa tak men-spoiler apapun tadi sih.
[Heheh] Terima kasih pada ingatannya yang sudah mulai kembali. Kini sistem bisa tahu dimana tuannya sedang berada.
Kini yang ada di hamparan lautan lava tak berujung ini hanya tengkorak raksasa dengan satu makhluk kecil di atasnya.
[Bersiaplah Tuan]
“Huh.” Liu menepuk pipinya, ia sudah siap!
….
“MANA!?” Sistem bohong ya!?
Dari tadi nggak ada apa-apa kok!
DBUM!!
“!?” Ada suara ledakan dari jauh!
ITUKAH SANG DEWI!?
Tengkorak raksasa berhenti bergerak dan diam ditempat.
“LHO.” Kok diem, nggak ngecek ledakan misterius tadi?
[Percayalah pada action figure Tuan]
‘….’ OKE, SISTEMNYA BENAR.
Liu dengan sabar menunggu kejadian aneh lain, dan kesabarannya kini diuji lagi.
Sejauh ini belum ada hal menarik lain. Namun Liu terilhat lebih tenang dan waspada.
Apapun bisa terjadi dan disitulah dirinya harus siap.
DDDR…
‘NAH.’
Getaran hebat kembali terjadi, Liu menunduk dan berpegangan.
Jatuh ke bawah jelas tak menyenangkan.
Lava super panas bisa menenggelamkannya kapan saja dan mengakhiri semua ini.
SSRRRR!
“WHOA!” Dan kini angin sangat kencang menerpanya!
Tengkorak raksasa sampai oleng dan hampir jatuh!
Namun untunglah dia bisa menyeimbangkan diri lagi.
——————
Ini dia tanda aneh berikutnya!
“UKH.” Tak disangka anginnya begitu kencang….
‘NGGAK ADA PEGANGAN APAPUN YA?’ Kalau begini terus bisa-bisa melorot jatuh nih!
Bahkan dengan aura kekuatan birunya Liu masih kesulitan bertahan di atas sini.
Ini jelas bukan hempasan angin biasa!
Memang belum terasa ada energi asing, tapi tetap saja sih.
SRRR….
Tiba-tiba terdengarlah suara air dari kejauhan….
‘OI.’ Jangan bilang….
SSRRRR!!!
‘WADUH!’ Ombak lava besar besar sedang mengarah padanya!
‘Sistem!?’
[Inilah yang Tuan tunggu-tunggu] Sistem bisa tenang setelah tahu tuannya tidak bosan lagi.
YA INI MEMANG MENEGANGKAN SIH.
Kapan lagi ia bisa melihat ombak besar lava yang akan menghantamnya?
__ADS_1
“Haaah….” Ia dapat apa yang ia inginkan ya?