
“….” Liu terdiam, ia masih kelihatan serius.
Ombak besar itu tak jadi mengarah padanya.
“WOW.” Dan sekarang terkagum dengan apa yang bisa dilakukannya.
KOK BISA-BISANYA IA MENGEMBALIKAN SERANGAN DEWI YANG SUPER KUAT ITU?
“Grrrr….” Figure tengkorak raksasanya menggeram halus, sepertinya senang dengan apa yang sudah terjadi
-Hehe- Kekuatan monsternya terdengar bangga.
[Tuan berhasil]
“….” Liu terdiam dan tersenyum kecil.
“Kita … kita berhasil ….”
Akhirnya ia bisa bertahan dari serangan mengerikan sang dewi.
Dengan kombinasi tiga kekuatannya-lah yang memungkinkan semua ini bisa terjadi.
Liu terdiam, tahu ini bukanlah akhir.
Sang dewi bisa muncul kapan saja dan melancarkan serangan lagi. Ia waspada.
SYUT!
DAN BENAR KEJADIAN.
Sang dewi muncul kembali dan menatapnya serius.
Liu tak terkejut, ia sudah siap dengan apapun yang akan terjadi.
Bisa jadi sang dewi kini akan melancarkan serangan yang lebih mengerikan lagi.
“Rumor tentangmu ternyata benar.” Dewi tersenyum kecil.
‘Eh?’ Belum ada serangan besar lain?
Dewi terdiam, ia tak menyangka dikalahkan dengan cara begini.
Kini ia mengakui sepenuhnya kekuatan sang makhluk incaran dewa kematian ini.
“….” Liu terdiam, ia masih belum percaya semua ini sudah berakhir.
Sang dewi tak lagi melayangkan pandangan tajam, melainkan sorot mata ramah dan pengakuan.
TAPI MUNGKIN DEWI SEDANG SANDIWARA KAN!?
[….]
-….-
‘OH BENER?’ Entah kenapa keheningan dalam dirinya langsung menjawab keraguannya.
Sang dewi juga sudah menurunkan kekuatannya dan itu bukti kuat lain.
Pertarungan sudah berakhir….
Padahal Liu sama sekali tak merasa sudah mengalahkannya.
Dan lagi sang dewi begitu berambisi menangkapnya dari awal.
Perubahan drastis tiba-tiba inilah yang membuatnya sulit percaya.
[Terkadang hal yang sulit dipercayalah yang terjadi Tuan]
‘… IYA…?’ Akhirnya kata-kata bijak lain.
Sang dewi memang tidak sampai kalah total dan tak berdaya.
Namun kena serangan terkuat sendiri adalah hal yang … mengejutkan.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama sang dewi lava tak mau dikejutkan lagi oleh lawannya.
Ia sudah terlalu banyak dikejutkan sih….
Sret….
Sang dewi mengarahkan tangannya memberikan sesuatu….
“?” Liu terdiam. Kok dewi megang boneka raksasa gitu sih?
“Ini figureku.” Dewi tersenyum kecil?
‘BONEKA RAKSASA?’ Liu terdiam tak menyangka.
“Terima kasih dewi….” Liu senang sang dewi mengerti dan mengakuinya.
“….” Dewi terdiam, ada yang salah sih.
__ADS_1
“Oh kebesaran ya.”
Liu tersenyum kecil, yah syukurlah dewi menyadarinya.
Syut!
Boneka sangat besar itu mengecil dratis sampai ukuran normal, dan dewi langsung memberikannya.
“Tugasku sudah selesai.” Dewi tak menyangka hal yang tak terpikirkanlah yang terjadi.
Ambisinya yang seolah mudah dicapai gagal, dan beginilah jadinya.
Namun dewi tak menyesal, sebagai gantinya ia bisa merasakan banyak kejutan yang menarik, bahkan sampai mengakui lawannya.
Dewa tengkorak tak salah mempercayakan kekuatan padanya. Dan kini sang dewi melakukan hal yang sama.
“Perjalanamu mendekati akhir, Xiao Liu.” Dewi mengingatkan.
“….” Liu terdiam dan mengangguk kecil. Entah kenapa jadi tegang.
Dewi tak mau menahannya lebih lama di sini, pemuda ini punya tugas penting yang harus segera diselesaikan.
SRING….
“Sampaikan salamku padanya.”
Seketika itu juga semuanya berubah jadi sangat terang….
***
Sementara itu di sisi lain.
Alam manusia.
Terlihatlah Kakek An yang sedang berkunjung ke tempatnya dahulu, yang kini berubah jadi hutan terlarang.
Sudah beberapa waktu semenjak anaknya pergi lagi, dan situasi di sini sudah semakin terkendali.
Namun itu tak mengobati kerinduan untuk bertemu dengannya lagi.
Kakek An yakin di titik ini Xiao Liu sudah menemukan kebenaran yang sesungguhnya.
Bersamaan dengan perginya para monster dan dunia yang pulih kembali.
Apa Liu mau bertemu dengannya lagi setelah tahu semuanya itu?
“Kek?” Terdengarlah suara perempuan tak asing.
“Tenang saja kek. Liu-ke pasti segera pulang.” Fang Yin mendekat dan meyakinkannya.
Di usianya yang senja ini tak baik kalau banyak pikiran….
“Kau benar nak.” Kakek An setuju.
Di saat begini ia hanya bisa percaya padanya dan menanti kehadirannya kembali.
“Kau ada untuk menemaniku, tapi kalian?” Kakek An menatap heran.
“Hm?” Gadis berambut pirang yang sedang ngemil terdiam.
“….” Dan begitu pula dengan gadis biru berambut panjang.
Kakek An masih bisa menerima jika ada satu rekan Liu yang bersamanya, tapi kenapa malah tiga-tiganya?
Mana perempuan semua lagi….
“Y- yah..” Fang Yin tak bisa sok tahu apa yang para pendekar hebat ini rencanakan.
“Aku punya urusan di sini.” Xiao Ying terdengar dingin.
“O- oh.” Kakek An tak menyangka urusannya lama juga ya.
“Kami juga nunggu Liu kek.” Shuwan mengelap mulutnya.
“APA?” Bahkan orang tua ini pun dibuat terkejut.
“….” Ying berbalik dan melihat-lihat suasana sekitar.
‘Kenapa mereka menunggu di sini?’ Kenapa tak ditempat masing-masing saja?
Padahal Tetua api dan pemuda biru sudah pulang duluan.
“Pemuda itu harus tanggung jawab kek.” Shuwan menepuk pundak orang tua itu.
….
Jadi itu alasannya….
“APA!?” Tanggung jawab macam apa!?
Memangnya apa yang sudah diperbuat anaknya!?
__ADS_1
“Bukan hal besar kok kek….” Shuwan mengibaskan tangannya dan tersenyum kecil.
“….” Orang tua ini kehabisan kata-kata. Biarlah Liu sendiri yang mengklarifikasi semua ini.
Benar. Mereka menunggu Xiao Liu dengan sepenuh hati.
Tak ada jaminan akan kapan kedatangannya kembali.
Namun mereka semua percaya, pasti dia akan segera kembali.
***
Sementara itu di sisi lain….
Tempat tak dikenal.
Di sebuah tahta megah nan suram.
Terlihatlah sosok berjubah hitam dengan makhkota hitam mengerikan.
Wajahnya tak kelihatan akibat terhalang tudung jubahnya.
Tubuhnya tinggi besar, ia kelihatan sedang duduk seperti biasanya di atas kursi kehormatannya.
“Aku tak menyangka akan jadi begini….”
Terdengarlah suara berat nan mengerikan.
Suara yang membuat siapapun yang mendengarnya langsung kena mental.
“Baiklah, akan kulakukan sendiri.”
TAP.
Sang sosok berjubah hitam itu berjalan.
Setiap langkahnya terasa mencekam dan mengerikan, tak ada aura kekuatan yang lebih mengerikan lagi dibanding sosok yang sudah keluar ruangan ini.
***
“HACHI!”
Liu menggosok hidungnya, entah kenapa tiba-tiba geli.
Apa ada yang membicarakannya ya?
“….” Ia terdiam, malah ada di ruangan putih serba putih lagi….
Biasanya ia langsung pergi ke suatu tempat khusus. Tapi kenapa sekarang malah ada di sini?
Liu melangkahkan kakinya dan mengecek ruangan putih yang seolah tak berujung dan luas ini.
NAMUN NGGAK ADA APA-APA JUGA SELAIN TEMPAT SUPER PUTIH SIH.
Liu terdiam, ia tak melihat adanya pintu juga.
Jangan-jangan perjalanannya nyangkut di sini!?
‘Sistem?’
….
Tak ada jawaban apapun, dan begitupula dengan kekuatan monsternya.
Yah siapapun butuh istirahat setelah melakukan hal berat kan?
Liu terdiam, ia tak punya petunjuk apapun soal keberadaannya di tempat ini.
Blugh.
Dan langsung rebahan.
Yah daripada tegang, mending rileks aja dulu ya.
Liu menatap ke atas, tetap saja putih.
Ini bukan kali pertama ia berada di ruangan putih begini.
Entah kenapa ia malah ingat pertemuan pertamanya dengan sang dewi.
Apa karena tempat ini mirip ya?
Liu terdiam, ia merasa lebih tenang sekarang.
Ia masih tak tahu kenapa berakhir di tempat ini….
Namun tak ada lagi yang bisa dilakukannya selain tenang juga sih.
Yah nggak bakal ada gempa juga kan?
DRRTT….
__ADS_1