
“?” Entah kenapa rasanya ada yang goyang.
Liu terdiam, ekspresinya langsung tegang.
“HM, THAT’S NEW.” Liu melihat keadaan sekitarnya. Sudah kembali normal.
Baru kali ini ia merasa ada getaran di tempat ini.
Apa yang terjadi ya?
Liu penasaran, tapi tak ada yang bisa dilakukannya selain menduga saja.
Yah yang penting bukan hal buruk kan?
Nyantai lagi ah.
BLIP.
“….”
“EH!?” KOK JADI GELAP!?
BLIP.
“!” Nyala lagi!
Liu terdiam, lagi-lagi hal aneh terjadi.
Baru pertama kali ruang putih ini mati lampu.
Tapi yah untunglah cuman sebentar.
Shhh….
“!” Liu beranjak berdiri, entah kenapa ia merasa ada yang aneh.
Seolah semua ketenangan dan kedamaiannya tiba-tiba hilang.
SYUT!
“!” Tiba-tiba ada sebuah pintu hitam yang tiba-tiba muncul di sana.
KEANEHAN LAIN DONG.
Liu terdiam, ia tak menyangka, namun pada akhirnya apapun bisa terjadi juga sih.
Aura misterius tak menyenangkan terpancar dari pintu itu….
TAP.
Perlahan Liu melangkahkan kakinya.
Bukan maju, tapi mundur….
Disaat orang lain penasaran dengan apa yang terjadi, Liu sebaliknya.
Entah kenapa instingnya berkata ia tak boleh main-main dengan pintu yang tiba-tiba muncul itu.
SHUWSH!
Dan ia langsung tancap gas menjauh!
“HAH!” Liu lari kencang seolah lari dari marabahaya.
Memang itulah yang dirasakannya.
Entah kenapa kekuatan mentalnya menurun drastis setelah melihat pintu itu!
TAP!
Liu terus berlari tanpa tujuan yang jelas.
Yang pasti ia harus menjauh dari pintu menakutkan itu!
SYUT!
BRUGH!
“OW!” IA MENABRAK SESUATU DONG!
“Uh.” Liu memegang kepalanya.
Ia sama sekali tak melihat apapun di depannya tadi.
Kenapa dindingnya nggak kelihatan jelas ya?
Perlahan Liu bangkit berdiri.
“!”
Malah ada pintu misterius itu!
KOK BISA PINDAH BEGITU?
Liu terdiam dalam heran.
Seolah ia dipaksa masuk ke pintu ini.
Ssshhh….
Aura tidak menyenangkan malah menyebar ke seluruh tempat ini.
Seolah tak ada gunanya kemanapun ia berlari. Toh ujung-ujungnya pintu ini akan mengikutinya juga.
__ADS_1
“….” Tak bisa dipungkiri ada keraguan dalam dirinya.
Dipaksa berhadapan dengan situasi yang seperti ini membuatnya tak yakin.
Tapi apa ia punya pilihan lain?
Terlalu banyak mikir tak membuat semuanya jadi lebih baik juga sih.
Liu menarik nafas dalam, tak berekspektasi apapun, memegang gagang pintu itu.
Dan seketika itu juga aura gelap menyambutnya.
***
Semuanya begitu gelap, berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat sebelumnya.
Yang ada hanyalah kehampaan dan kengerian belaka.
Liu pernah ada di ruang gelap sebelumnya, namun kali ini benar-benar berbeda….
‘Apa aku … mati?’
Apa membuka pintu beraura hitam tadi adalah ide buruk?
Tapi pilihan apa yang dipunyainya selain itu?
“Xiao Liu….”
“!”
ADA SUARA ASING!
Liu berusaha tenang, sementara tubuhnya mulai gemetaran.
Ini pertama kalinya ia mendengar suara berat nan mengerikan.
“SIAPA!?” Liu memasang pose bertarung.
Jangan-jangan ini jebakan musuh!?
CLEK!
Sebuah lampu sorot bundar tiba-tiba muncul.
Sangat terang sampai Liu sulit melihatnya, namun ia tetap memaksakan untuk melihatnya juga.
“!” Sosok berjubah hitam tiba-tiba muncul di tengah lampu sorot yang bercahaya ini, yang memang satu-satunya sumber cahaya ditengah tempat gelap pekat ini.
‘OIOIOI.’ Entah kenapa Liu tak suka ini mengarah kemana.
Ia belum siap untuk menghadapi musuh….
Bahkan jeda saat di ruangan serba putih tak membantu sama sekali….
Siapa beliau ini? Dewa lampu?
“Tempat yang nyaman bukan?” Sosok dengan suara berat itu mengajaknya ngobrol.
“UGH.” Liu memegang perutnya. Entah kenapa tiba-tiba mual.
‘Ke- kenapa ini…?’ Kenapa aura yang sangat memuakkan tiba-tiba terasa?
Wajahnya langsung berubah pucat.
“Aaaah….” Sosok berjubah hitam itu malah mengerang keenakan.
“Tu- tunggu….” Liu mundur beberapa langkah, dan rasa mualnya sedikit mereda.
“Huek.” Liu berusaha menahannya, dan untunglah berhasil.
“HUH!” Dan kini ia terlihat lebih kuat.
“Mengesankan.” Sosok misterius itu terdengar sedikit terkejut.
“Biasanya makhluk di dekatku langsung mati.”
“….” Liu terdiam. Raut wajahnya serius.
….
“Ahaha! Boleh juga….” Liu jarang mendengar candaan seperti ini.
“….”
Sang sosok misterius itu terdiam, respon makhluk satu ini memang beda.
Liu mengelap matanya yang berair.
Yah tak ada salahnya sesekali mendengar hiburan.
“Jadi kenapa kita ada di sini dewa?” tanya Liu santai.
“Untuk mengakhirimu.”
“….” Oke itu singkat, padat, dan jelas.
Memang itulah alasan klise ketika bertemu dengan para dewa.
Liu terdiam, sang dewa belum melancarkan serangan apapun.
Katanya mau mengakhirinya?
“Kau tak bisa menghiburku?” Sang dewa jubah hitam terdengar penasaran.
__ADS_1
“Maaf dewa, terkadang ada mengecewakan terjadi.”
Liu tak bisa beralasan apapun, yah memang kekuatannya habis juga sih.
“Lucu sekali, padahal akulah lawan terakhirmu.”
“Hmmm.” Liu mengangguk pelan. Yah sangat disayangkan juga ya.
….
TUNGGU DULU….
APA KATANYA?
“LAWAN TERAKHIR?” Liu tak bisa menahan kekagetannya.
Maksudnya lawan terakhir dari alam dewa tinggi tingkat menengah?
SRET.
Liu menunjukkan dua figur yang sudah ia dapat.
“Tolong kasihani saya dewa….” Liu memasang ekspresi memelasnya.
“….” Dewa jubah hitam tak menyangka makhluk ini malah memintanya menyerah.
Yah hanya tinggal beberapa langkah lagi ia bisa menginjakkan kakinya di alam dewa tingkat atas akhir. Dengan begitu semakin dekat pula dengan tujuannya.
“Kau tak memerlukannya.”
“Apa yang kau lihat sekarang benar-benar lawan terakhirmu.” Dewa kedengaran memaksakan diri bicara panjang lebar.
“Aaaa….” Liu paham.
TUNGGU….
ITU ARTINYA….?
“HOLY MOLY!”
“DEWA!?” Liu tak bisa meneruskan kata-katanya saking terkejutnya.
“Berlututlah dan akuilah kesalahanmu.” Sang dewa terdengar bangga dan berwibawa.
….
Liu belum bisa menerima fakta yang baru saja terungkap.
Kenapa bisa-bisanya ia malah ketemu lawan terakhir?
Padahal ia masih di alam dewa menengah kan?
Lah kenapa malah tiba-tiba bertemu dengan musuh terakhirnya?
“Tunggu dulu dewa, ini tidak masuk akal.” Mau dipikir bagaimanapun juga ini tetap sulit dipercaya.
“Aku sudah tak sabar menemuimu.” Sang dewa terdengar serius.
Liu terdiam, ia tak merasakan hawa kebohongan atau apapun.
Ini benar-benar mengejutkan.
Liu sadar sang dewa terkuat bisa melakukan apapun sesukanya.
Dan termasuk menemuinya lebih awal….
Tak ada pertemuan heroik super keren, yang ada malah pertemuan menyedihkan begini.
“Jiwamu milikku, Xiao Liu.”
DRRR….
Seluruh tempat ini bergetar hebat….
Kenapa … kenapa cepat begini?
Liu memang kerap berharap semua ini cepat selesai, namun pada kenyataannya tak seperti yang ia pikirkan.
[Sepertinya Dewa Kematian bosan Tuan]
‘WEH!’
Tanpa sadar Liu melompat ke belakang.
‘SISTEM!?’ Kok ngejutin begitu sih!?
“Aaaa, kekuatan ini….” Sang dewa terdengar familiar.
Pastilah dewa kematian sadar akan kekuatan yang muncul dari pemuda ini.
‘SISTEM GIMANA CARANYA KABUR!?’ Ia tak boleh buang waktu!
[Lho] Sistem heran dengan kelakuan tuannya.
Bukannya tujuannya dari awla untuk berurusan dengan dewa kematian? Kenapa malah berubah?
‘Baca situasinya dong sistem!’ Tak ada persiapan sama sekali.
Liu yakin sistem lebih mengerti kondisi yang sekarang mereka alami.
Mundur sementara adalah satu-satunya jalan sementara ia mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapinya.
[Tapi Tuan sudah mengharapkannya] Sistem berusaha mengingatkan.
__ADS_1
‘Aku salah….’ Tak bisa dipungkiri Liu terlalu percaya diri sampai mengabaikan kenyataan sesungguhnya.