
Ia tak tahu apapun, tak ada strategi atau rencana yang bisa menjamin keselamatannya di sini.
Bahkan sang dewa bisa saja menemuinya lebih awal juga.
Namun pada akhirnya di momen dan titik inilah beliau menemuinya.
Sekarang ia dibanjiri fakta dan kenyataan.
‘Kita bahkan belum level 100 ….’ Ada yang salah, namun Liu tak tahu dimana.
Ia sudah berusaha melakukan yang terbaik disetiap sesi pertemuan dengan para dewa, namun itu belum cukup untuk membuat pengalamannya naik dratis.
[….] Sistem tidak merasakan adanya pelampiasan kesalahan dari tuannya.
Padahal biasanya tuannya akan menyalahkan sistem soal masalah level begini.
Kenyataannya memang begitu. Liu tak menyalahkan dan menuntut sistem tentang level. Ia hanya sedikit curhat saja.
Naik levelnya memang agak random dan aneh, namun Liu yakin sistem akan menaikkan levelnya kalau sudah cukup kuat.
Namun nyatanya semakin ke sini semakin sulit.
Pastilah sistemnya punya alasan kuat kenapa tidak menaikkan levelnya.
Itu semua karena dirinya masih … lemah.
Liu sadar pengalamannya masih kurang, dan kini dihadapannya ada makhluk super kuat misterius mengerikan yang bisa melakukan apapun.
Itulah kenapa ia berpikir untuk lari dari semua ini.
[Tuan….] Suara sistem terdengar lebih lembut.
[Terkadang tidak ada jalan untuk kembali]
“….” Liu terdiam dan langsung paham.
Benar juga.
Mana mungkin sang dewa kematian akan membiarkannya begitu saja.
No going back.
Inilah kenyataannya.
“Ada apa?’ Sang dewa melihat keraguan dari pemuda ini.
Bukankah dia sudah punya banyak pengalaman?
Dewa yakin ia sudah mengulur waktu cukup lama.
Mana kepercayaan diri makhluk yang mencarinya selama ini?
Liu menarik nafas dalam, berusaha tenang.
“Oke, dewa, mana Dewi Xinmu?” Ia langsung ke intinya saja.
“Di penjara alam gelap.”
“!”
“Kau akan segera menyusulnya.” Mengakhiri semuanya secara langsung tidaklah menyenangkan.
‘Dewi sudah….’ Liu terdiam, ia pikir sang dewi masih dikejar dan ia bisa segera bertemu dengannya.
Namun sayangnya kenyataan tak berpihak padanya.
Kini pikirannya mulai melayang kemana-mana.
Apa dewi baik-baik saja? Bagaimana keadaannya?
Liu tak tahu seberapa besar kekuatan sang dewi.
Namun itu jelas menunjukkan betapa mudahnya dewa melakukan sesuatu.
Jika saja sang dewi yang memberinya kekuatan bisa dengan mudah ditumbangkan, apalagi dirinya?
Liu terdiam, kepercayaan diri dan tekadnya benar-benar terguncang.
Apa ia punya kesempatan untuk bertahan?
….
Kalau begitu, saatnya untuk mencari tahu.
SRET.
Liu berdiri dengan penuh tekad.
Sudah saatnya ia melihat dari sisi yang selama ini dipercayainya.
Inilah momen yang ia tunggu-tunggu.
Apapun hasilnya nanti….
Perjalanannya berakhir di sini….
HUSH!
Liu melesat dan melancarkan serangan super cepat nan kuat yang baru ditunjukkannya sekarang.
__ADS_1
Namun sang dewa kematian bisa menghindarinya dengan mudah, seolah sudah tahu arah serangannya.
Liu terdiam, tahu hal ini pasti terjadi dan akhirnya mundur ke belakang.
Sang dewa tak memberi celah sama sekali.
Fase ini mirip dengan yang pernah terjadi sebelumnya.
Sang dewa menahan dirinya sendiri.
Memang begitulah kenyataannya.
Dewa kematian ingin melihat seberapa jauh kemampuan pemuda ini.
Serangan tadi lumayan menunjukkan dia punya tekad yang tak biasa.
Liu melihat sekitarnya dan penasaran dengan tempat apa ini.
[Ruang Gelap, tempat khusus Dewa Kematian Tuan]
‘….’ Oke pantas saja ada kengerian yang hebat di sini.
Dewa kematian ‘menjemputnya’ dengan pintu aura gelap yang tiba-tiba muncul.
Yang seharusnya ia masih di alam dewa tinggi tingkat menengah, namun tak sulit bagi sang dewa langsung menemuinya.
Liu memegang boneka pemberian dewi lava, ia berniat melancarkan sesuatu dengan ini!
SHH….
Kini perlahan namun pasti tubuhnya dipenuhi oleh aura merah. Yang pasti bukan kekuatan monsternya.
“….” Liu bisa merasakan kekuatan perlahan muncul dari tubuhnya.
“Hm.” Dewa terdiam, dia sempat meneroma kekuatan dari dewa lain ya.
Liu perlahan mengangkat tangannya, sorot matanya berubah merah dan terlihat keren.
BYUUR!!
“!” Lava sangat panas tiba-tiba muncul dan mengarah dengan cepat pada sang dewa!
SYUT!
Sang dewa menghindarinya begitu saja.
‘INI?’
Kekuatan dewi lava?
Liu tak menyangka.
Padahal tadinya Liu hanya ingin menggunakan benda ini sebagai pengalih perhatian saja.
Namun ternyata ada kekuatan tersembunyi!
SWUSH!
Sang dewa muncul di belakangnya dan melancarkan rentetan serangan!
“!” Liu sadar dan berusaha bertahan juga!
DBUMM!!!
Namun pada akhirnya ia terhempasnya kencang juga sih.
SHWUSH!!!
INIKAH KEKUATAN FISIK SANG DEWA?
Liu tak menyangka! Sekarang satu-satunya yang harus ia lakukan adalah berhenti terhempas!
*
Dewa Kematian terdiam, ia jelas menahan diri agar pertarungan tak berlangsung cepat.
Sayang sekali kalau ia tak melihat potensi makhluk incarannya yang masih bisa bertahan sampai saat ini.
Ya, dewa terkesan dengan kemampuan bertahan hidup pemuda ini, dan ingin melihatnya lebih lanjut.
Mulanya dewa menyangka targetnya akan kabur, namun malah sebaliknya.
Dia malah memilih untuk menyerahkan dirinya langsung dengan pergi ke alam dewa.
Tak banyak makhluk yang bisa bertahan dengan mudah di alam dewa, apalagi harus berpindah alam dengan cepat.
Tidak banyak makhluk pula yang bisa bertahan setelah menjadi targetnya.
Dewa kematian punya banyak koneksi dengan dewa kuat yang memungkinkan ia bisa dapat apa yang diinginkannya hanya dengan menunggu santai.
Namun dugaannya meleset.
Kenyataannya dia bisa bertahan sampai sekarang.
Apa ada sesuatu yang tak ia tahu? Dewa terdiam.
Dari awal ia hanya menuntut apa yang jadi miliknya, yakni jiwa pemuda itu sebagai ganti dari perjanjian yang telah diadakan dengan seorang manusia.
BLIZT!
__ADS_1
Kini pemuda itu sudah kembali hadir dihadapannya.
Cepat juga dia menangani energi kegelapannya.
“Kau milikku Xiao Liu.” Dewa terdengar serius.
Belum terlambat untuk menyerahkan diri sekarang.
Malahan dengan begitu dewa tak perlu repot mengeluarkan kekuatannya.
“….” Liu terdiam, ia hanya memasang raut wajah serius saja sih.
Itulah kenyataannya.
Hak hidupnya sudah hilang….
Namun dewi rela berkorban demi dirinya, agar supaya ia bisa ada, sampai detik ini.
“Maaf dewa.” Liu membuka mulutnya.
“Aku sudah ada yang punya.”
“….” Dewa terdiam.
Keheningan ini menandakan ia tak senang dengan responnya.
“Baiklah.” Sang dewa takkan meminta lagi.
“Tunjukkan padaku apa yang kau bisa.”
“….” Tantangan terasa dari sang dewa.
Liu tak berkata-kata lagi, sudah pasti dewa akan kecewa tapi….
Here goes nothing….
HUSH!
BUAAAGHH!!!
WUSSSH!~
Satu pukulan solid kena telak dan dewa terhempas jauh!
“HOLY MOLY!” KOK BISA KENA SIH!?
Liu tak bisa menahan keterkejutannya.
Tapi yah ini memang nyata juga sih.
Krkkk….
“!”
Entah kenapa ada armor tengkorak yang kini menyelimuti tubuhnya!
Apa jangan-jangan?
Kekuatan dewa tengkorak!?
[Benar Tuan]
Liu pikir kekuatannya hanya jadi figure besar saja, namun ternyata bisa jadi armor juga ya?
Liu terdiam.
Ini mencurigakan.
Dewa membiarkan dirinya terserang…
Kenapa?
Apa untuk membuatnya lengah?
Liu tetap memasang wajah serius.
Sang dewa bisa muncul kapan pun dan melancarkan serangan counter attack yang mengerikan.
SYUT!
Nah kan.
Tak lama dewa sudah muncul lagi.
Situasi langsung hening lagi….
Dewa belum melancarkan serangan balasan.
Liu yakin beliau masih menahan diri.
‘Dia bisa menyerangku….’ Dewa terdiam.
Ia cukup terkesan dengan serangan tadi,
Sudah lama sejak ia terakhir kali serangan bisa mengenainya.
“Tak perlu menahan diri dewa.” Liu menatap serius.
[….] Itu cukup berisiko.
__ADS_1
Sistem tidak menyangka tuannya akan mengatakan hal itu.