Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Speedrun Alam Dewa?


__ADS_3

Yah meski meteor tadi bukan benar-benar bencana alam sih, mengingat itu adalah cara kedatangan Tuan Sun.


Beberapa saat kemudian pun getaran mereda, Liu pikir bakal dengar suara aneh di langit, namun ternyata tidak.


"Peringatan dewa," gumam Yahuan.


"YANG BENER!?" Liu pikir nggak ada hubungannya sama dewa!


Apa ini soal pertarungan yang barusan terjadi?


"Tuan Sun akan baik-baik saja?"


"...." Sun terdiam, bahkan lawannya tetap peduli meskipun sudah mengalahkannya.


Padahal dia tidak punya urusan apapun apalagi khawatir padanya.


Yah Liu pikir dewa kematian mungkin marah karena belum bisa menjemputnya tepat waktu. Tapi ia memang masih punya urusan!


"Tidak perlu khawatir, nguk." Sun sedikit tersenyum.


Liu terdiam, ia bisa melihat sebuah senyuman bijaksana, mirip seperti ilustrasi yang ia lihat di kitab yang sudah dibacanya!


Apa itu berarti Tuan Sun sudah kembali ke dirinya yang sebenarnya?


"Aku akan kembali, nguk."


HUSH!


Seketika itu juga sang kera sakti pergi dari hadapan mereka. Liu merasa bangga bisa beradu kekuatan dengan makhluk setengah dewa yang hebat.


Blugh.


"Nona Yahuan!?" Nona merah itu malah jatuh lagi.


Apa ada yang salah?


Liu percaya kekuatan penyembuh sistemnya bekerja baik tadi, apa karena beliau makhluk setengah dewa?


'KOK SENYUM?' Liu terdiam, matanya cukup jeli melihat gerak bibir seseorang, apa mungkin kemampuan analisisnya meningkat?


'Aku ingin santai sebentar,' batin Yahuan.


Dan akhirnya Liu tak punya pilihan lain selain menemani nona itu sampai fajar terbit.


***


Pagi harinya, di area yang sama.


"Nghhh~" Yahuan meregangkan badannya, sudah lama ia tidak tidur nyenyak.


'KALAU NGGAK DIBANGUNIN NGGAK BAKAL BANGUN-BANGUN KEKNYA.' Itu pun Liu sudah berusaha ngebangunin.


'Oh!' Ia lupa, nona ini kan bisa tahu pikirannya ya?


[Tenang saja Tuan]


'Tenang?' Yah kadang ia suka lupa, kebiasaan ngomong dalam hati sih.


[Nona Yahuan tidak bisa mendengar tahu apa yang Tuan pikirkan]


'Hmmm, LHO KOK?' Liu mengangguk kecil dan langsung heran seketika itu juga.


[Level Up]


'BEGITU YA!' Naik level dan kini privasinya kembali! Berita bagus!


[Kemampuan analisis+++ ... Kekuatan privasi+++ ... Kharisma+++]


'YANG TERAKHIR ITU APA?' Kok malah tiba-tiba kharisma sih?


Kadang sistemnya suka lawak juga.


[Itu bisa menguntungkan Tuan]


'....' Yah suka-suka sistem saja lah.


"Jadi apa saya harus gimana Nona?" Liu bersimpuh di bawah kaki nona berambut merah itu.


"Eh?" Yahuan tak mengerti, kenapa pemuda ini malah tiba-tiba berlutut begitu?


"Saya harus ke alam dewa...." Liu terdengar menyedihkan, jarang sekali ia merengek begini.


Tidak biasanya juga ia tidak sabaran begini, tapi apa daya, ia takut telat menghentikan ibu sesat itu.


Yahuan tersenyum kecil, ia membantu pemuda itu berdiri dan memegang dagunya. "Semangat ya."

__ADS_1


Liu terdiam, wajah mereka sangat dekat, beginikah rasanya disemangati gadis cantik?


"Ehm." Liu batuk palsu, di saat begini ia harus kuat, percuma kalau buru-buru pergi ke alam dewa tapi malah tidak bisa menghentikannya.


[Mantap Tuan] Entah kenapa sistem terdengar semangat.


Yah, semangat tuannya menular padanya, dan itu adalah hal yang bagus.


"Alam pertengahan jadi tidak stabil." Yahuan menatap ke arah langit.


"Benar." Liu setuju, kini matahari malah terbit dari barat, sungguhlah tidak biasa.


'ALAM PERTENGAHAN PUNYA MATAHARI JUGA YA SISTEM?' Bener-bener mirip dunia nyata!


[Begitulah Tuan] Kenyataannya alam pertengahan tidak berbeda jauh juga, kecuali para penghuninya yang sebagian besar adalah makhluk setengah dewa.


'MATAHARINYA AMAN SISTEM?' Bisa saja matahari tiba-tiba jatuh karena murka dewa.


[Aman Tuan] Sistem tidak mendeteksi perubahan lain selain arah putaran matahari. Perubahan ini kemungkinan besar adalah peringatan dewa juga sih.


Liu terdiam, yah peringatan dewa membuatnya agak gugup.


Baru datang ke alam baru malah sudah mengacau begini.


"Aku sudah membuat alam ini dalam bahaya." Liu sadar diri, kalau ia tak kemari pasti matahari tidak akan bertingkah aneh begitu.


"Jangan salahkan dirimu Tuan." Yahuan memagang tangan Liu dengan lembut dan menaruhnya di dadanya.


"Nona?" Liu tak paham apa maksudnya, tapi menaruh tangan di dada perempuan itu agak....


DEG DEG DEG....


Liu bisa merasakan suatu detak dari nona berambut merah ini.


Detak jantung kah? Atau detak apa? Liu tak tahu, mengingat nona ini kan makhluk setengah dewa ya.


"Aku percaya padamu Tuan." Yahuan tersenyum lembut, kini wajahnya sedikit memerah.


Meski tidak semerah Nona Ying tapi Liu tak tahu apa maksudnya.


'MAKSUDNYA APA SISTEM?'


[Nona Yahuan percaya pada Tuan] Sistem berusaha menjelaskan sejelas mungkin.


'O- oh?' Jadi untuk menunjukkan rasa percayanya, dia boleh memegang dada- eh maksudnya merasakan detak jantungnya?


Liu mengerti, jadi ia tidak sendirian huh? Ia sadar kedatangan tak diundangnya ni membawa masalah, tidak heran kalaupun Nona Yahuan tidak percaya dan meninggalkannya. Namun sebaliknya dia malah percaya dan memberinya kekuatan baru.


"Terima kasih Nona." Liu tersenyum kecil.


Meski agak aneh harus merasakan detak jantung perempuan dengan tangannya sendiri.


[Jadi Tuan lebih suka laki-laki?]


'....' Entah kenapa sistemnya terdengar memojokkan begitu.


Yah laki-laki juga pasti sama canggungnya juga, budaya begini tidak ia temui di dunia nyata.


[Untunglah tidak perlu jadi sadboy lagi ya]


'Ahaha, benar sistem. TUNGGU APA?' Liu tak tahu itu pujian atau yang lain!


Tak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan sistemnya memang benar.


Rasanya menyedihkan kalau berjalan sendirian dan tanpa punya siapa-siapa. Di suatu titik dukungan orang akan sangat berarti.


"Tuan sudah lebih kuat dari kebanyakan makhluk setengah dewa." Yahuan memulai pembicaraan.


"Oh?" Sepertinya itu agak berlebihan deh, toh ia hanya beruntung bisa membuat Tuan Sun sadar.


[....] Sistem rasanya gatal ingin menjelaskan 'itu bukan kebetulan tuan, bahkan kalau mau tuan bisa mengakhirinya.' Namun masih bisa sistem tahan juga.


"Itu berarti ada cara yang lebih cepat untuk ke alam dewa." Yahuan memegang dagunya dan berpikir serius.


"Cara yang lebih cepat!?" Mata Liu langsung melek mendengarnya!


Liu menunggu dengan mata berbinar. Ia tak sabar mendengar cara tercepatnya!


"Tapi terlalu bahaya, janganlah." Yahuan tak jadi mengungkapkannya.


'Yaaaaah....'


Padahal baru saja ia semangat begini....


Ia tak tahu apa-apa soal alam pertengahan, dari beragam kitab yang sudah dibacanya juga hanya ada sedikit info saja.

__ADS_1


'Sistem?'


[Tidak semua hal sistem tahu Tuan]


Begitulah. Liu paham sistem hanya tahu soal apa yang mereka tahu bersama saja, atau mungkin lebih banyak, tapi dia ini nggak bisa diandelin sekarang.


Sring!


Tiba-tiba tangan Liu bersinar terang!


'ASTAGA ADA APA INI!?' SIlau! Ini bukan perbuatannya!


"SISTEM!?" Kenapa malah bertindak seenaknya!?


Tidak butuh waktu lama sinar itu pun menghilang dan Liu memegang sebuah buku tebal.


[Mungkin Nona Yahuan tahu soal ini]


"I- Itu!?" Yahuan terkejut melihat apa yang tiba-tiba muncul itu.


"Oh?" Liu melihat seksama buku yang tiba-tiba muncul ini.


'Kitab ini ... yang waktu di alam monster.' Liu ingat sekarang.


Kitab immo- rtal?


Sret.


Yahuan melihat buku itu dari dekat, sampai memepet Liu.


"Eee- Nona bisa melihatnya langsung." Tidak perlu mepet-mepet juga kan?


"Oh! Darimana Tuan dapat kitab ini?" Yahuan penasaran.


"Alam monster, memangnya kenapa Nona?" Apa ada yang salah dengan kitab tingkat langit? Bukannya makhluk setengah dewa sudah biasa melihat kitab begini?


Yah tentunya mereka familiar, tapi kenapa Nona Yahuan sampai terkaget begitu?


Yahuan terdiam, ia tidak menyangka pemuda ini sudah pergi ke alam monster juga dan mendapatkan salah satu kitab tingkat langit yang hebat, atau bisa dibilang terhebat.


Gadis merah ini juga tahu fakta bahwa kitab tingkat langit akan menjadi satu dengan makhluk yang sudah menguasainya. Yang itu berarti....


"Aku tak tahu apa-apa soal kitab ini, ahaha." Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Yah lebih baik jujur dari awal daripada malu di saat terakhir.


"Oh?" Yahuan terdiam, kalau begitu bagaimana bisa kitab ini bisa ada di dalam tubuhnya?


Liu melihat raut wajah bingung nona ini, kalau begitu, saatnya untuk menjelaskan!


Dengan perlahan Liu menjelaskan dengan singkat dan dengan bahasa yang mudah dimengerti.


Yahuan terdiam dan sejujurnya ia baru tahu hal begini bisa terjadi.


Pemuda ini 'menipu' kitab tingkat langit. Apa hal itu mungkin ya?


'NONA INI KEKNYA NGGAK PERCAYA SISTEM.' Apa kemampuan penjelasannya belum berkembang juga ya?


Shhh....


"Itu benar." Seketika itu juga suara Liu jadi agak berat dan kedua matanya berwarna biru terang.


"Tuan?" Yahuan tahu ada yang berbeda dari pemuda ini.


"Tolong bimbing Tuanku ini menguasai kekuatannya." Liu terlihat serius, dan Yahuan langsung paham dengan siapa ia bicara.


"Dengan senang hati Tuan." Yahuan menunduk hormat.


Shhhh....


Perubahan hawa kembali terjadi..


"HAH!"


"APA YANG!?" Liu merasa ada yang aneh, ia tiba-tiba hilang kesadaran lagi!


Apa mungkin ini akibat pertarungannya sebelumnya yang melelahkan?


Yahuan tersenyum kecil, kini ia tahu pemuda itu bisa melakukan apapun, mengingat dia adalah 'dewa' itu sendiri.


"Nona?" Liu terdiam, melihat gadis cantik tersenyum adalah menyenangkan, tapi ia tidak paham konteksnya.


"Tuan sepertinya benar-benar bisa cepat ke alam dewa."


"FOR REAL!?" Liu langsung semangat lagi dong!

__ADS_1


***


__ADS_2