
‘Rasa sakit ini tak ada apa-apanya, dibanding keabadian yang menungguku.’ Xiuying tetap bisa menatap tajam meski tubuhnya tidak baik-baik saja.
Tak disangka menggunakan sedikit kekuatannya bisa semenyakitkan ini. Yah, namun itu tidak sia-sia mengingat gadis merah itu pun sudah lunglai.
Yuhuan menatap dengan penuh semangat, tak mempedulikan tubuhnya yang lemas.
“Sudah cukup Nona.” Liu maju ke depan, sementara gadis merah itu terkejut
“Kenapa Tuan?” Ia belum menuntaskan tugasnya sampai akhir.
“Aku memintamu melindungi pemilikmu ‘kan? Kembalilah bersamanya.” Liu menatap tajam ke depan.
Yuhuan terdiam, tak percaya dengan apa yang dikatakan pemuda itu.
Ia tak beranjak juga, masih tak yakin dengan perintah yang didengarnya.
Barangkali dia menyuruhnya tetap diam di sini?
“Kembalilah ke wujud asalmu Nona.” Liu memperjelasnya.
“!” Yuhuan terdiam dan terkejut.
Tidak biasa ia disuruh mundur saat ditengah pertarungan begini. Sudah hal lumrah bilamana para dewa menggunakan senjatanya sampai akhir.
Tapi kenapa pemuda itu….?
[Nona dengar perkataan Tuan?]
“….” Yuhuan sadar, tidak peduli sebesar apapun tekadnya ia tetap tidak akan bisa menang melawan perempuan sesat itu.
Alasannya sederhana, perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh.
Meski ia hanyalah alat, namun pemuda itu tetap mempedulikannya.
Dia tidak membiarkannya mati dengan bangga.
“Sesuai permintaanmu Tuan.”
SRING!
Yuhuan kembali lagi berubah jadi belati merah dan langsung menyembunyikan dirinya di tas Fang Yin lagi.
Sret.
Liu menatap tajam lawannya. Dia adalah musuh utamanya selama ini!
Sudahlah sepantasnya ibu sesat itu sekuat ini, kalau tak kuat itu berarti bukan musuh utamanya!
‘BENER NGGAK SISTEM!?’
[Tuan pandai] Sistem terkesan. Tuannya jadi lebih percaya diri sekarang.
Xiuying memasang kuda-kudanya. Yah ia bisa mengambil belati merah setelah berurusan dengan pemuda ini.
HUHS!
Dia maju!
Dan Liu pun maju juga!
[Menganalisis pola serangan musuh… sukses….]
BUGFAH!
DUADGHH!
Baku hantam pun tak terhindarkan, setiap gerakan mereka menimbulkan hempasan yang kuat!
‘Biarlah orang tua berjuang dibelakang….’ Kakek An menguatkan pertahanan area Qi-nya. Ia tak mau melayang-layang akibat pertarungan yang sedang berlangsung.
“IBU TIDAK PEDULI PADA YIN-JIE!?” Liu geram, tak peduli di tengah pertarungan ia ngobrol juga!
Dia membiarkan anaknya seorang diri ditengah kerasnya kehidupan!
‘Dia membuang Yin-jie.’ Liu mengerti kenapa rekannya kena mental begitu.
__ADS_1
“Hmph.” Xiuying tertawa kecil. Tak ada gunanya membicarakan urusan pribadi di sini.
Malahan sang pemimpin sekte sesat itu heran, kenapa pemuda itu tidak membicarakan dendamnya di masa lalu? Ia sudah menghancurkan desanya dan membubarkan para penduduknya.
“Urus saja urusanmu sendiri.” Xiuying menasihati.
“KAMI AKAN MENGHENTIKAN KEJAHATANMU INI!” Liu menatap tajam. Ia tak mungkin lupa kekejaman ibu sesat ini!
***
Di sisi lain….
“HEI KOK DIA KUAT BANGET!” Shuwan protes musuh raksasa yang dilawannya tidak kalah-kalah juga!
“MENGELUH TAK MEMBERIKAN SOLUSI!” Tetua Api geram, yah meski ia juga kesal juga sih.
Ying terdiam, kini mereka berada di sisi lain menghadapi monster anjing raksasa mengerikan.
Sedari tadi mereka sudah menyerang dengan serangan elemen dan fisik, namun belum juga membuahkan hasil.
Yang ada malah monster besar itu makin murka.
“Tenang saja, tak ada siapapun lagi di sini.” Ice terlihat dingin.
“OKE….” Shuwan tak masalah dengan sikap dingin itu, lagipula ia sudah terbiasa melihatnya dari adiknya yang biru juga.
“GRROAAAA!”
“WOW DIA DATANG GUYS!” Shuwan menunjuk ke depan.
DBUM!
DDBBUMMM!
Area sekitar bergetar hebat, hempasan kuat tercipta dan debu tanah menutupi pandangan siapapun yang berada di sini.
“GGRRR….” Monster anjing kepala tiga terlihat segar bugar, meski raut wajahnya terlihat kesal dengan mata tajam dan gigi taring lengkap dengan air liur ganas. Ia sebenarnya bersenang-senang dengan para makhluk kecil ini.
Sudah lama ia hanya berjaga di alam monster, kini saatnya untuk mengusir kebosanannya!
“DIA MIRIP SERIGALA JUGA YA!” komentar gadis pirang.
“YA TERSERAH DIA JUGA LAH!” Tetua api tak ambil pusing.
‘….’ Ying terdiam, kalau begini terus tak akan ada habisnya. Monster kali ini benar-benar kuat, lebih merepotkan dari tengkorak abadi yang pernah mereka hadapi.
Ying mengarahkan pandangannya, tak sadar jarak mereka dengan pemuda itu sudah jauh. Terlihat hempasan dan sinar pancaran kekuatan dari sana.
‘Aku ingin membantunya.’ Ying terdiam. Yah daripada tak ada habisnya menghadapi monster yang tak bisa dikalahkan mending yang pasti-pasti saja.
Tak biasanya ia berpikiran begini. Dulu ia hanya fokus pada satu hal dan berusaha melakukan yang terbaik, namun kali ini tidak sama lagi.
“YING!?”
“?” Tanpa sadar sang putri es malah tetap ditempatnya, sedang monster raksasa itu sudah siap menginjaknya!
YANG LAIN SUDAH MENJAUH DARI SANA!
HUSSSSSHHHH!
DDBUUUMMMMM!
“YYIIINGGG!?” Shuwan tak percaya akan apa yang dilihatnya!
“HEI KAU SAUDARANYA KENAPA TIDAK MENOLONGNYA!?” Shuwan menggoyang-goyangkan pakaian Ice.
“Biasanya Nona Ying tidak mau ditolong.” Ice menatap dingin.
“HAH!?” Nggak salah sih kalau tidak mau ditolong.
TAPI EMANGNYA DISAAT BEGINI PERLU DIDENGERIN YA?
Bahkan sang putri api tahu temannya lebih penting dari peraturan!
“Aku tidak mau jadi patung es.” Pemuda biru itu menatap serius.
__ADS_1
“BEGITU YA.” Shuwan mengerti, memang kalau sudah jadi patung es bakal susah lagi balik ke awal sih.
Bahkan Xiao Ice sendiri tahu tidak mudah melepaskan diri dari pengaruh es adiknya sendiri. Perlu energi besar yang sayang sekali kalau disia-siakan di sini.
“Ya sudah, berdoa saja semoga tenang di alam sana.” Shuwan tak lagi cemas.
Dia diinjak monster raksasa sih.
“ITU BUKAN TATAKRAMA YANG BAGUS!” Tetua api tak setuju dengan sikap putri api itu.
Yah mau gimana lagi coba.
SSSHHHHHH!
Tiba-tiba udara dingin yang menusuk muncul!
“HO!” Shuwan tahu apa artinya!
ZZZZRRASSSSHHH!
Kaki monster raksasa itu dipenuhi oleh es! Sama sekali tidak disangka, namun begitulah kenyataannya!
“SERANGAN ELEMEN BERHASIL!?” Tetua Api dibuat tercengang.
“GRRRROOOOA!” Monster anjing besar itu mundur, sedang satu kakinya kaku karena beku jadi es.
Shhh….
Terlihat dari kepulan es dingin, seorang gadis cantik berambut biru dengan sorot mata tajam, matanya bersinar biru terang.
“Kekuatan Putri Es.” Xiao Ice terdiam. Ia terlihat serius, wajah dinginnya semakin dingin.
“KOK YING KUAT BEGITU SIH!?” Shuwan tak terima dengan kenyataan ini!
“BUKAN SAATNYA IRI!” Tak bisa dipungkiri tetua api kagum juga sih.
Sret.
‘….’ Ying terdiam, kini ia dipenuhi kekuatan. Akhirnya tiba juga saatnya ia menggunakan kekuatannya.
“GRRRRRRR!” The big Three tak senang salah satu kakinya jadi beku begitu. Ia tetap menatap tajam dan menggeram.
“Nggak nyerang?” Shuwan terdiam, biasanya musuh bakal nyerang balik kalau terdesak.
Ying kembali ke formasi grup. Dan seketika itu juga yang lain menjauh.
“?” Ia heran.
“JANGAN DEKAT-DEKAT!” Shuwan terlihat tak senang.
“Kami tidak mau jadi patung es,” jelas Ice.
“….” Ying terdiam. Memang kekuatanya jadi melimpah sih sekarang.
HUSH!
Dengan cepat Ying maju dan melancarkan rentetan serangan es, hempasan udara super dingin langsung menerpa.
Shuwan dengan sigap membuat pelindung aura api yang mengelilingi timnya.
“Hei, pria biru. Kamu ‘kan dari sekte es. Kok nggak tahan dingin sih?” Shuwan penasaran.
Dengan wajah dingin Ice menjelaskannya dengan singkat, padat, dan jelas.
“JADI BEGITU.” Shuwan paham sekarang. Ada hal yang tak ia ketahui meski sudah berteman lama dengan Ying.
Faktanya kekuatan Xiao Ying akan berubah jadi elemen es murni ketika ia menyadari perannya sebagai putri es. Dan sekaranglah saatnya!
Di saat situasinya hampir diujung tanduk, dia berhasil mengeluarkan potensi Qi murni speasialis elemen es. Jadilah kekuatan es-nya jauh lebih kuat dan bisa mempan terhadap monster besar itu.
“TETUA AKU JUGA PUNYA KEKUATAN RAHASIA KAN!?” Shuwan jadi semangat nih!
“YA CARI TAHU SAJA SENDIRI!” Tetua api tak peduli.
***
__ADS_1