
"Sudah berakhir bu." Liu menatap penuh arti.
Ibu sesat terdiam, ia tidak menyangka pemuda ini berhenti di tengah jalan begini.
"Kau ... ingin mengakhiriku kan?" Xiuying ingin memastikannya lagi.
Liu terdiam, memang dari awal itulah tujuannya. Namun seiring dengan berjalannya waktu, ia sadar balas dendam bukanlah jalan yang terbaik.
Ibu sesat ini sudah terbukti menghancurkan desanya, dan menurut kabar, dia mengacau, menebar teror dan ketakutan, membuat kesengsaraan bagi banyak orang.
Dan yah pada kenyataannya itulah yang diperbuat sekte sesat sih, jadi sudah bukan rahasia lagi.
Dan yang sekarang bersamanya ini adalah otak, dalang, pimpinan dari semua sekte sesat yang ada di dunianya.
Liu terdiam, pada akhirnya soal keberadaan sekte tidak lepas dari pengaruh kaisar.
Perbuatan jahat sekte sesat sukses dijalankan dibalik layar, dan kaisar seolah memutup matanya.
Liu tak mengerti, namun pada akhirnya kaisar berhasil mencegah peperangan besar antar sekte, meski tetap saja banyak kejahatan dibelakang layar.
Dengan mengakhiri pimpinan tertinggi sekte sesat maka....
Liu menggelengkan kepalanya, entah kenapa ia bisa berpikiran berat begini. Mungkinkah ia sudah tambah pintar?
Xiuying terdiam, pemuda satu ini memang benar-benar aneh.
'Aku tidak akan kalah di sini...." Xiuying menguatkan tekadnya, terlepas dari apa yang sedang terjadi padanya.
'KOK GITU AJA SIH.' Liu tak melihat perubahan yang berarti dari ibu ini, dia tetap menatap tajam dan tidak menanggapi baik maksudnya.
Yah tipikal musuh pada umumnya sih, apalagi yang ini musuh utamanya, jadi mana mungkin menyerah begitu saja?
"Hmh, kau menang anak muda."
"...." Tuh kan?
TUNGGU DULU.
"APA?" Liu terdiam, tak percaya apa yang sudah didengarnya.
HARUSNYA MUSUHNYA TAK AKAN MENYERAH DAN TERUS BERTARUNG SAMPAI AKHIR KAN?
Lah kenapa malah dia mengatakan hal itu?
'TIPUAN.' Itulah jawabannya! Sudah pasti begitu!
Musuhnya berusaha mengecohnya dan membuatnya lengah! Licik, tapi strategi yang bagus juga!
Liu tersenyum kecil, tak mau ter-perdaya dengan omongan manis musuhnya.
[Dia serius Tuan]
'....' Nah bahkan sistem sampai berkomentar begitu.
TUNGGU ... APA?
'YANG BENER SISTEM?' Bisa saja sistem bersandiwara!
-Sulit dipercaya-
'The Big Three juga!?'
[....] Sistem terdiam, kenapa tuannya sulit percaya begitu sih? Padahal sudah lama mereka bersama.
Liu terdiam, kalau begitu apa yang dikatakan sistemnya benar. Dan analisis sistem sudah tak perlu diragukan lagi.
Begitulah kenyataannya, meski sulit dipercaya Xiuying akhirnya mengambil keputusan yang berlawanan dengan kehendaknya.
Tekad dan ambisinya masihlah ada, namun ia sadar ia sudah bertekuk lutut dibawah kaki pemuda ingusan ini.
"...." Liu tak merasakan adanya perlawanan, ibu sesat itu tidak mengumpulkan kekuatan sama sekali.
Sret.
"!"
"Nona Yahuan?" Liu agak terkejut, nona rambut merah tiba-tiba ada di sini!
"...." Xiuying melihat seksama gadis merah ini, dan seketika itu juga raut wajahnya tidak tajam lagi.
"Kau pantas mendapatkannya." Yahuan menatap tajam, sementara itu tubuh ibu sesat itu bersinar terang.
Gadis merah ini seolah berbeda, tekadnya benar-benar kuat, dan tanpa ragu-ragu mendekati pertarungan berbahaya ini.
"AAAAHHHHH!" Dan ia meronta kesakitan, sungguhlah teriakan yang menyiksa siapapun yang mendengarnya.
'ADA APA!?' Liu heran energi Qi ibu sesat itu makin tak stabil!
Apa mungkin dia merencanakan sesuatu!?
Liu bersiap akan kemungkinan apapun yang terjadi!
SRING!
Aura merah Yahuan juga membesar, merespon bahaya yang bisa terjadi!
"HYYYAAAAHHHH!" Pancaran cahayanya makin terang seolah menenggelamkan siapapun yang berada di area ini.
SSHHH....
Perlahan cahaya terang itu mulai meredup dan terlihat Xiuying terkapar di bawah.
"!" Liu terdiam, ia tak percaya apa yang dilihatnya!
Banyak cahaya warna-warni yang keluar dari tubuh ibu sesat itu!
Liu bisa merasakan setiap cahaya itu punya kekuatan yang besar, pasti itulah sumber kekuatan yang meng-carry ibu itu selama ini!
Sring!
Dan ada satu cahaya kemerahan yang bersinar terang, perlahan namun pasti membentuk sosok figur perempuan.
"!" Liu terbelalak, ia makin tak percaya apa yang sedang dilihatnya!
"Nona Yuhuan!?"
Kenapa nona ini tiba-tiba ada di sini!?
"Kak." Yahuan menatap saudarinya penuh arti.
"Dik." Yuhuan melakukan hal yang sama juga, dan kemudian mereka berpelukan satu sama lain.
'OH!' Liu ingat, Nona Yuhuan memang jadi 'sandera kekuatan' ibu sesat itu, dan kini dia sudah kembali!
Jadi cahaya terang warna-warni itu 'sandera kekuatan'nya yang lain!
Ibu sesat itu akhirnya dapat balasan setimpal atas perbuatannya!
__ADS_1
"Kau hebat dik." Yuhuan menatap bangga.
Liu terdiam, ia tidak tahu apa maksudnya.
[Tuan mau tahu?] Kebetulan sistemnya sudah tahu juga sih.
'....' Pengen marah tapi sistem, ya sudahlah.
Degan singkat sistem akhirnya menjelaskannya, alasan kanapa musuhnya itu tidak bisa bergerak sama sekali.
'WOH!' Liu akhirnya paham! Semuanya jadi jelas!
"Hebat Nona Yahuan!" Liu tersenyum dan menpuk pundak gadis merah itu.
Semuanya karena perasaan Yahuan sampai pada kakaknya, dan akhirnya Yuhuan pun berontak bersama dengan rekannya yang lain. Akhirnya mereka pun bisa bebas.
"Kalian saling kenal?" Yuhuan baru sadar.
Liu menjelaskannya juga, dengan sederhana dan mudah dimengerti.
"...." Yuhuan mengerti, ia tak menyangka adiknya ini mau melangkah di jalan berbahaya seperti ini.
Yuhuan sadar, tidak mungkin adiknya datang sendiri menyelamatkannya, ia tahu kemampuan adiknya dibanding yang lain.
Liu tak menyangka akan berakhir seperti ini.
[Tuan ingin berakhir dengan cara lain?]
Liu menggeleng pelan. 'Begini saja.'
Meski tidak ada kemenangan yang luar biasa dan keren, Liu sudah cukup dengan akhir seperti ini.
Terkadang akhir sederhana juga memiliki makna yang kuat.
MESKI NGGAK KEREN DAN MENGAGUMKAN SIH.
Akhir yang keren dan memuaskan juga yang dicari orang, tapi yang terjadi seperti ini ya mau gimana lagi.
"Jadi yang lainnya?" Liu heran kenapa hanya Nona Yuhuan saja yang muncul? Harusnya ada banyak lagi yang lain kan?
"Sepertinya kami terlempar." Gara-gara gejolak kekuatan yang besar tadi.
Liu menganggu kecil, itu artinya yang lain juga sudah keluar dari tubuh ibu sesat itu.
"Kaaak...." Yahuan membenamkan tubuhnya di pelukan saudarinya. Pada akhirnya emosinya tidak tertahankan.
Ikatan mereka benar-benar kuat yang bahkan mereka bisa merasakan perasaan yang kuat, yang tidak seharusnya dirasakan makhluk setengah dewa.
Liu maju dan melihat keadaan musuhnya.
'TIDAK ADA!?' Kenapa musuhnya tiba-tiba menghilang!?
[Tuan salah arah]
'O- oh?" Liu mengarahkan pandangannya lagi.
'Oh ada.'
Lokasi mereka seperti ini sih, dan lagi asap dilantai membuat sulit melihat siapapun yang terbaring.
Dan lagi aura Qi ibu sesat ini begitu lemah, sampai-sampai ia tak sadar.
Liu terdiam, entah kenapa ia ingat lagi masa lalu. Penghancuran desanya yang membuatnya terpisah dengan kakek dan warga desa lain.
Merenggut hal yang berharga dan membuatnya tidur lima belas tahun.
Tapi yah, tidur lima belas tahun itu salahnya sendiri sih.
'BENER JUGA.' Liu setuju.
Tidak hanya dialamnya sendiri, namun juga dialam laim.
-Bunuh saja Tuan, apa susahnya?- The Big Three terdengar gregetan.
'....' SEKARANG ADA SUARA LAIN SELAIN SISTEM, LIU MASIH BELUM TERBIASA.
'Tolong jangan katakan itu.' Liu tidak senang.
-Maaf Tuan- The Big Three mengalah.
[....] Yah sistem sependapat sama kekuatan monster itu sih.
Musuh tuannya itu pantas mendapat hukuman seberat-beratnya.
Apakah kematian masih belum cukup untuk membalas perbuatannya?
[....] Sistem mengerti, tuannya bisa saja sedang memikirkan siksaan paling meyakitkan bagi sang musuhnya.
Tuannya sadis juga ternyata.
'KAMU JANGAN MIKIR ANEH-ANEH.' Sistemnya ini kadang-kadang.
Kalau mau melakukannya inilah saatnya...
Mengakhiri semua akar masalah dan mengk-klaim kemenangannya.
Liu tahu hal itu, namun ia masih tetap saja berdiri di situ.
Kesempatan terbaik untuk mengakhiri semuanya sebelum ibu sesat ini sadar kembali.
Liu terdiam, ia tak punya pilihan lain selain mikir brutal.
Keputusannya akan menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya.
The Big Three dan Sistem tidak menyangka tuan mereka berpikir selama ini, tapi yah, mereka hanya bisa menunggu keputusan saja sih.
Liu berjongkok, dan memegang bahu musuh utamanya itu.
Shh....
Perlahan namun pasti ia mengalirkan suatu kekuatan.
[Tuan yakin?] Sistem memastikan untuk terakhir kalinya. Keputusan tuannya tidak bisa dibatalkan.
Liu mengangguk pelan, yakin dengan keputusan yang dibuatnya.
Shhh....
Kekuatan mulai keluar dari tubuhnya dengan drastis, dan seketika itu juga ibu sesat itu bersinar terang.
SRING!
Dengan cepat Yahuan dan Yuhuan maju untuk melihat apa yang terjadi, mereka terdiam tahu musuh berbahaya itu sudah tak ada di sana.
"...." Yuhuan terlihat serius, ia punya banyak pertanyaan dibenaknya.
Di sisi lain, Yahuan, lega karena makhluk mengerikan itu akhirnya menghilang juga.
__ADS_1
Liu terdiam sejenak dan menjelaskan pada kedua nona berambut merah ini.
Yuhuan tetap terlihat tegang, ia tidak bisa menganggap apa yang dilakukan pemua itu tepat. "Kau bisa membahayakan duniamu sendiri."
"...." Liu tahu sudah pasti ia akan mendengar komentar begitu. Tidak mungkin apa yang dilakukan adalah hal yang seratus persen benar.
"Kami manusia makhluk unik, tenang saja nona." Liu tersenyum kecil. Ia tak menyesali keputusannya sama sekali.
Yuhuan tidak bisa menerima ini, ia sudah jadi korban dan tahu betul bagaimana kekejaman sang ibu sesat itu.
Kini pemuda itu dengan mudahnya melepaskannya bahkan mengirimnya kembali ke dunia asalnya ... itu hal terbodoh yang pernah ia dengar.
Melepaskan singa ke dalam kawanan domba bukanlah ide bagus,
Ibu sesat itu bisa saja kembali menggila dan melanjutkan kekacauan yang dibuatnya.
"Te- tenanglah kak." Yahuan berusaha merendam emosi saudarinya.
"Dik. Itulah sebabnya kau tidak bisa seperti kakak." Yuhuan berbalik dan menatap tajam.
"!" Yahuan tertegun, tubuhnya mematung dengan raut wajah ketidakpercayaannya.
Bukan pertama kali ia mengalami teguran keras, dari dulu pun sikap kakaknya seperti ini.
'KOK MALAH BERANTEM.' Liu terdiam, gara-gara dirinya malah terjadi keributan di sini.
Mempertahankan kedamaian bukan hal mudah, lebih mudah mengundang keributan.
SSSHHHHHH!
DDDRRTTTT.....
Seketika itu juga hempasan angin tercipta, dan aura merah menyelimuti tubuh Liu lagi.
Lengkap dengan tanda merah seperti tato lava, sungguhlah penampilan yang keren dan badass.
"Saya tidak peduli pendapat nona." Liu melipat tangan di dada, biarlah keputusannya ia tanggung sendiri. Ia tidak akan minta tanggung jawab makhluk lain.
"HI!" Yahuan langsung bersembunyi dibalik kakaknya, yah reflek karena takut sih.
Yuhuan terdiam, energi yang sama seperti tadi, begitu mengerikan dan kuat. Mempertahankan argumen dan pendapatnya tidak akan berguna. Toh pemuda itu sangat kuat juga.
"Hmh." Yuhuan mendengus dan tak mengatakan pendapatnya lagi.
-Gadis menyebalkan- The Big Three ingin menjitak perempuan rambut merah panjang itu, wajah cantik tak jadi nilai kalau sikapnya seperti itu.
'....' Liu terdiam, sepertinya ia terbiasa mendengar suara lain selain sistem.
Jadi apa dia punya dua sistem sekarang?
[Tidak Tuan, The Big Three hanya kekuatan Tuan saja]
'Oh?' Lantas apa sistem bukan kekuatannya?
Liu bingung tapi malas nanyain, jadi biar jadi misteri saja deh.
Liu menekan kekuatannya, tak disangka emosi sedikit tubuhnya jadi merah begini.
"...." Kedua bersaudari itu menatapnya tegang. Bahkan Yuhuan pun tak bisa menyembunyikannya.
'KENAPA?' Liu tak berniat menakut-nakuti mereka, ia hanya mengatakan perasaannya saja!
Jiitt....
Yahuan mengintip dari balik tubuh saudarinya, jelas-jelas ia ketakutan sih.
"Nona Yahuan?" Liu tersenyum kecil, yah ia harus menunjukkan ketegasannya agar semuanya jelas. Tak ada lagi yang meragukannya.
Akhirnya Liu mengobrol sejenak dengan kedua nona ini, dan akhirnya mereka berpisah satu sama lain.
Yuhuan tahu akses alam dewa awal, pulang kembali ke alam pertengahan tidak akan sulit.
Jadi ini akhirnya ya.
[Ini belum akhirnya Tuan]
'YA MAKSUDKU BERPISAH SAMA MEREKA BERDUA.' Masa sistemnya nggak paham sih?
[Oh] Sistem pikir akhir yang lain. Tapi bukannya perpisahan adalah hal yang biasa ya?
Liu tersenyum kecil, ada benarnya juga apa yang dikatakan sistem.
Kini ia berhasil mengalahkan musuh utamanya dan menyelamatkan 'tawanan' ibu sesat itu.
"Terima kasih ... Tuan Liu." Yahuan menunduk dalam, ia sangat beryukur atas pengalaman berharga ini.
Ia bisa meyaksikan setiap hal hebat yang tidak mungkin bisa ia saksikan, dan semua ini berkat pemuda yang telah mengajaknya ini.
Liu tersenyum kecil, Nona Yahuan juga sangat membantunya bahkan merubah jalannya pertarungan, entah apa yang terjadi kalau nona ini tidak ikut.
Pastinya pertarungan akan berakhir berbeda.
"Kau akan kembali ke dunia asalmu?" Yuhuan ingin tahu apa yang akan dilakukan pemuda ini.
Liu menjelaskan singkat ia masih punya urusan di sini.
Yahuan tahu urusan itu, namun dengan segera Liu mengedipkan matanya.
"Dengan ini para dewa akan mencurigaimu." Yuhuan terlihat serius.
Yah dari awalpun ia sudah buronan dewa, berita seperti ini tidak terlalu mengejutkan baginya.
Lagipula ini berkaitan dengan tujuannya selanjutnya kok.
Dengan begini Yuhuan tak punya apapun untuk dikatakan lagi selain kalimat perpisahannya. Ia tidak mungkin terus memborbardir pemuda ini dengan pertanyaan, meski masih banyak hal yang ingin diketahuinya sih.
"Semoga berhasil." Yuhuan menatap penuh arti.
Yahuan mengangkat kepalan tangannya dan tersenyum percaya diri.
SRING!
Tubuh keduanya bercahaya terang dan akhirnya meninggalkan tempat ini.
Liu terdiam, akhirnya ia benar-benar jadi petualang solo.
[Sudah tamat Tuan?]
'....' Liu terdiam, memang di kebanyakan cerita saat tokoh utama sudah mengalahkan musuh utamanya, maka cerita berakhir, entah dengan jenis ending apa.
Namun sayangnya itu tidak berlaku baginya saat ini.
'Siapkan dirimu sistem, kita masuk ke babak selanjutnya.' Liu memasang wajah seriusnya.
DDRTTTT....
Dan seketika itu juga seluruh area ini bergetar hebat, tentulah hal yang benar-benar tak biasa.
__ADS_1
'WADUH INI KENAPA SISTEM!?' Liu panik, entah kenapa getaran ini membuatnya takut!
[....] Menyuruh siap, tapi dirinya sendiri belum siap, tuannya ini kadang-kadang.