Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tanya jawab


__ADS_3

Selama beratus tahun terakhir ia hidup mencari cinta sejatinya, namun selalu berakhir dengan kegagalan, secara otomatis sabitnya selalu membunuh orang yang dekat dengannya.


Sabit besar itu bagaikan senjata pencabut nyawa yang bahkan tidak bisa ia kendalikan sepenuhnya. Merenggut semua hal berharga yang ada di hidupnya.


Terlalu banyak darah yang tertumpah dari senjatanya itu, yang akhirnya membuat perasaannya tumpul dan mengalihkan fokusnya untuk membuat makhluk yang bisa selamanya bersama dengannya.


Alhasil ia membangkitkan banyak tengkorak demi memenuhi keinginannya, namun makhluk ciptaannya itu tak serupa dengan yang asli dan ia jatuh ke dalam kekecewaan yang sama juga.


Menggantikan kesenangan hidupnya dengan ambisi ingin jadi penyihir terkuat di alam monster, dan berharap suatu hari menemukan seseorang yang kuat demi mewujudkan kembali mimpi yang terpendamnya.


Dan inilah saat yang ditunggu itu. Pemuda yang ditemuinya ini sudah menghancurkan ‘kutukan’ pencabut nyawanya dan sekaligus sudah mencuri hatinya.


Apakah ini yang dimaksud dengan cinta pada pandangan pertama?


Bagi makhluk yang tinggal di alam ini sepertinya, perubahan hati adalah hal yang sulit. Kebanyakan monster akan tinggal pada sifat awalnya, dan hanya sedikit saja yang merubah sifat dan jalan hidupnya.


Namun kini takdir berkata lain. Ia tahu pemuda itu berasal dari dunia lain, membawa kekuatan dashyat yang bisa merubah hati yang keras, bahkan lebih keras dari graphene sekalipun.


“Harapanku~” Sheaper memegang kedua tangan Liu.


Terasa lembut dan wangi, wewangian yang begitu nyaman dan tidak mencurigakan sama sekali, dan yang paling penting, tidak beracun.


Liu terdiam, sulit percaya namun inilah yang terjadi.


Ini di luar perkiraannya, Liu pikir ia akan terus bertarung brutal di alam monster yang keras. Namun siapa sangka terjadi momen seperti ini?


Seorang ibu cantik yang mengutarakan cintanya, entah apa masa lalunya, namun Liu bisa merasakan ketulusan hatinya.


Apa mungkin alam monster tidak seburuk yang ia kira?


Kalau begitu kenapa mereka menyerang dunianya?


[Itu tergantung pemanggilnya Tuan]


‘AH IYA!’


Liu ingat, ini masalah Kitab Gerbang Monster itu ‘kan!?


[Tuh tahu]


‘Hmmm.’ Berikutnya sistem menjelaskan kenapa pihak monster tidak bisa mengingkari panggilan Kitab Tingkat Langit itu.


‘Begitu ya….’ Tidak sembarang orang yang bisa menggunakannya, dan kaisar Cina terlalu OP bisa men-summon monster ke dunia asli.


Pihak alam monster tak punya pilihan selain menuruti perintah orang yang menggunakan varian kitab tertinggi itu.


Yah setidaknya Liu jadi tahu sisi lain dari alam monster ini.


“Terima kasih bu.” Liu tersenyum, setelah semua yang terjadi kecurigaannya berkurang drastis. Bahkan amarahnya pun mereda.


Sheaper terdiam dengan mata penuh harap.


“Tapi aku harus melakukan sesuatu.” Liu memandang dengan penuh arti, ia menerima kasih sayang hangat yang diberikan padanya.


Ibu muda itu terdiam, tatapan penuh harapnya tak hilang, namun ia terlihat lebih serius.


“Kau akan membutuhkan ini.”


Sret.

__ADS_1


“!” Belati merah Yin-jie!


Apa ini nyata? Atau hanya ilusi!?


Yah memang Liu berharap senjata dewa itu cepat bisa ditemukan. Jangan-jangan yang dilihatnya itu khayalan saja!


[Itu belati asli Tuan]


‘HAH MASA SIH!?’


Liu terdiam, jadi ibu ini yang mengambil belati Yin-jie di alam sebelumnya?


“Aku mengambilnya dari gadis coklat itu.”


‘BENAR DONG!’


Liu pikir untuk mendapatkan lagi benda itu harus melalui tantangan mengerikan super sulit, lah ini malah langsung diberikan begini.


[Jadi Tuan lebih suka kesulitan hidup?]


‘Bukan begitu juga sih.’


Melihat kembali benda paling berharga di party-nya itu membuatnya lega.


Tap.


‘EH?’ Karena terlalu lama ditatap, akhirnya ibu itu memaksanya untuk menerima belati merah itu.


“Tapi kenapa?” Apakah gerangan motif ibu ini?


“Aku tertarik saja.” Sheaper tersenyum.


Jika di dunianya saja banyak yang mengincar benda ini, apalagi di alam lain?


PASTI IBU INI TAHU LEBIH BANYAK BENDA INI DARIPADA DIRINYA.


Kalau Liu jadi ibu itu pasti tidak mau memberikan benda yang sangat berharga ini.


Tapi itu hanya pengandaian saja. Pertanyaannya adalah kenapa dia memberikannya lagi?


Faktanya ini bukan benar-benar ‘kali pertama mereka bertemu’ juga sih.


Sheaper baru sadar tepatnya ketika pemuda itu bangkit dari pengaruh ‘mandi susunya’


Ia tidak peduli akan pertarungan yang terjadi saat itu, dan hanya mengambil belati merah itu diam-diam.


Tepat sebelum ia menggunakannya sebelum eksperimennya, eh akhirnya mereka berjumpa muka dengan muka.


‘Jadi ibu ini juga bisa pindah alam?’ Liu terdiam.


[Kebanyakan anggota assosiasi monster bisa melakukannya Tuan]


‘BEGITU YA.’ Yah tak heran juga sih, lagipula level kekuatannya tinggi.


Di sisi lain Yin-jie benar-benar tak mengingat apapun, apa itu berarti dia melakukan sesuatu padannya?


“Aku menghilangkan ingatannya, tak perlu khawatir~” Ibu muda itu menjawab rasa penasarannya.


‘MENGHILANGKAN INGATAN!?’ Bukannya itu gawat ya?

__ADS_1


“Hanya sementara kok, ehe~” Ibu muda itu mengetuk kepalanya sendiri. Terlihat lucu dong!


“….” Ibu itu musuh dan tidak membahayakan rekannya sama sekali…. ‘Hmmm….’


Liu pikir anggota assosiasi monster adalah sekumpulan makhluk brutal yang akan mengeliminasi siapapun yang terlibat dan hanya peduli pada rencananya sendiri.


Tapi ternyata tidak begitu, buktinya Yin-jie tetap ada sampai sekarang meski pernah bertemu dengannya.


‘HM.’


JADI IBU INI JAHAT ATAU TIDAK?


BUKANNYA DIA INI MENGUBAH ORANG JADI TENGKORAK ABADI YA? KENAPA DIA TIDAK SEKALIAN MENCULIK YIN-JIE DAN BELATI ITU?


Bukannya ingin hal buruk terjadi sih hanya saja kali ini Liu ingin semuanya terang benderang.


“Aku menculik yang berpotensi saja~” Sheaper dengan lembut menjawab rasa penasaran Liu.


“Dan soal belati, kupikir kau akan memerlukannya lagi, jadi kukembalikan~”


‘BEGITU YA.’ Jawaban yang sederhana dan langsung ke inti.


“Jangan khawatir, kita akan memulai hidup bersama~” Ibu muda itu memegang kedua pundaknya dengan lembut. Menandakan pensiunnya ia dari aliran penyihir monster spesialis tengkorak abadi.


Bahkan ibu itu mau mengembalikan lagi barang berharga itu padanya.


[Itu karena cintanya pada Tuan sungguh besar] Perasaan yang sangat tulus!


‘… OKE….’ Agak aneh melihat makhluk yang memupuk cintanya secepat ini, tapi yah sistem juga jarang berbohong.


“Ada lagi?~” Apapun pertanyaannya ia pasti akan menjawabnya.


YAH INI BISA-BISA JADI SESI TANYA JAWAB YANG PANJANG SIH.


Rasanya sudah cukup info yang ia tahu, kini hanya tinggal bagian akhir….


‘YO LIU KAMU BISA!’ Liu menyemangati dirinya sendiri, yah ia tidak mau merusak momen ini, musuhnya sedang bahagia namun pada akhrinya ia harus menanyakannya!


“Kami ingin menemui pemimpin Asosiasi Monster.” Liu jadi serius, sudah pasti tidak akan mudah mengulik informasi, apalagi langsung bertanya pada anggotanya, mereka pasti punya kode etik rahasia.


“Kenapa tidak bilang dari tadi~” Sheaper heran.


‘LHO.’


BUKANNYA ITU RAHASIA YA?


Dengan penuh kelembutan ibu muda itu menjelaskan soal asosiasi monster, Liu memerhatikannya dengan seksama.


MENDENGARKANNYA MEMBUATNYA SEPERTI DI NEGERI DONGENG.


Jadi inikah rasanya mendengar orang tua bercerita? Yah meski ibu penyihir ini masih muda sih.


“Begitu~” Penjelasan akhirnya selesai juga,


Tak disangka ibu ini menjelaskannya panjang lebar, sesuatu yang tak mungkin dilakukan oleh musuh.


Jadi pemimpin asosiasi monster adalah pria tua yang bertindak sebagai raja, dialah yang mengatur semua alam monster yang ada.


Liu ingin cepat-cepat menemuinya dan berdiskusi. Dunianya lagi dalam bahaya sih!

__ADS_1


__ADS_2