Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Fans?


__ADS_3

Seketika itu juga tendangan Liu terhenti tepat di samping wajah Xiao Yin, disertai hempasan angin keras, kalau tidak dihentikan sudah pasti mengenainya!


“Haaaaa!” Penonton menghela nafas. Banyak wajah-wajah tegang melihat pertarungan, wajar saja mereka pikir serangan itu bakal kena!


‘Sistem!’ Liu tidak habis pikir, kenapa sistemnya ini malah seenaknya mengontrol saraf-nya? Serangannya hampir kena lho!


“….” Xiao Ying melirik ke arah tendangan yang akan mengenainya itu dan lanjut menatap tajam lawannya.


“Hehe- URGGGHHH!” Seketika itu juga Xiao Ying menendang ************ pemuda itu, ia terlempar ke belakang dan terjatuh ke tanah.


“URGGH!” Sensasi menyakitkan ini tidak biasa! Perutnya makin mules tidak karuan!


[Mengaktifkan pertahanan sensitif….]


Sret…


Sret…


Liu masih tergeletak mendalami rasa sakit yang dialaminya, serangan keras di area rapuh benar-benar mengerikan.


‘HAH!’ Dengan segera Liu kembali berdiri dengan ekspresi kesakitan yang memalukan. Sementara Xiao Ying masih saja menatapnya dingin.


Liu agak cemas di bagian bawahnya, tapi apa boleh buat pertarungan masih berlanjut, ia tidak boleh rebahan saja!


“Uh.” Bahkan Zi Xin bergidik ngeri melihat pemandangan tadi, berharap masa depan anak muda itu tidak hancur.


‘Aduduh, HAH aku bisa!’ Menerima serangan lawan sudah biasa, ia harus berdamai dengan ras sakitnya ini.


Lawannya benar-benar pintar, dengan sedikit tenaga atau… mungkin banyak? Dia bisa membuatnya kewalahan begini.


‘Mati rasa nih, aku harus ke tabib!’ Liu malah sudah berencana saking takutnya, tapi semoga saja sembuh sendiri. Kalau kalah ia tidak mendapat apa-apa, tidak bisa bayar nantinya.


Benar, meski kompetisi terbuka ini punya hadiah besar, namun hanya ada satu pemenang saja, tidak ada hadiah apapun bagi yang kalah.


“Bagus juga nona!” Liu menunjuk ke depan, air terjun percaya dirinya tak berhenti mengalir. Ia tidak mau membuat lawannya bosan!


Xiao Ying lagi-lagi memainkan kakinya, Liu bersiap sedia, tidak mungkin membiarkan kejadian serupa lagi.


Namun kali ini gadis itu tidak melesat ke depan, malahan berjalan pelan ke arahnya. Liu malah makin curiga kalau begini.


Sampai di titik dimana mereka berhadapan dekat satu sama lain.


‘Apa ini? Dia mau mengalahkanku dengan pesonanya!? Tidak mungkin!’ Liu menatap tajam musuhnya, meski lawannya cantik tapi ia tidak akan lengah!


Banyak pria jatuh karena wanita. Liu tidak mau jadi seperti mereka. Ia adalah pria independen yang tidak terpengaruh pesona wanita!


Atau setidaknya ia hanya mengakui saja. ‘NGGAK! Kakek An bilang nggak hanya lelaki yang buaya!’ Liu jadi ingat nasihat orang tuanya.


‘Jangan terbuai akan penampilan seseorang sebelum tahu dirinya yang sesungguhnya.’ Apa yang tidak terlihat di mata sama pentingnya juga!


Wanita cantik punya kelebihan, ya tentunya cantik! Apa lagi? Tidak semua orang menggunakannya dengan bijak!


Xiao Liu bukan pembenci wanita, ia hanya tidak mau diperalat dengan mudah. Bahkan pria juga punya hati!


“Xiao Liu.” Suara dingin bak es terdengar seketika itu juga, membuat Liu terdiam di tempat.


‘Kenapa dia….?’ Mata Liu melebar, ia pikir tidak ada yang tahu identitasnya selain sang pengacara itu.

__ADS_1


Kenapa gadis ini bisa tahu namanya? Siapa sebenarnya dia?


Liu baru pertama kali bertemu dengannya, tidak salah lagi ia tidak kenal dengannya. Kalau begitu pasti ada kemungkinan lain.


‘Jangan-jangan….!?’


‘Dia penggemar rahasiaku!?’ Liu tidak percaya akan hal ini. Kapan lagi ada gadis cantik yang tiba-tiba mengenalmu? Mungkin saja dia kagum dan menguntitmu bukan?


‘Aduduh.’ Liu belum siap. Baru kali ini ada fans mendatanginya!


“Mau tanda tangan di mana?” Liu dengan ramah menatap Xiao Ying. Ia harus meninggalkan kesan baik pada pengagum rahasianya ini.


“Ada drama?” Zi Xin malah penasaran apa yang mereka bicarakan. Kapan lagi di tengah pertarungan ada obrolan santai?


BUAAAGH!


“HNNNN!” Lagi-lagi hal yang sama dilakukan Xiao Ying, kemudian langsung mundur lagi ke belakang.


“Dua kali!?” Penonton makin merasa miris melihatnya.


Liu ambruk ke depan. Lagi-lagi ia lengah dan malah kena jebakan betmen lagi, haduh.


‘ADDDDUUHHH!’ Liu mengerang dalam hatinya, harga dirinya sebagai pria diuji di sini. Ia malah tidak belajar dari masa lalu!


[Tuan, jangan drama]


‘Apa sih!? Kamu nggak tahu rasanya- eh… nggak sakit.’ Liu tidak merasa tersiksa. Dia tidak sakit lagi!


Padahal jelas-jelas ia kena serangan yang sama, malahan terasa makin keras, tapi kenapa malah….?


‘Kenapa bisa?’ Liu heran sembari terbaring. Ia harus memastikan semua sebelum berdiri lagi, atau orang-orang curiga.


‘Wah terima kasih sistem! Kamu peduli masa depanku ya!?’ Tidak terbayang ia harus menderita sakit yang sama dua kali.


Padahal Liu pikir ia benar-benar sakit, namun ternyata itu hanya pikirannya saja, itu hanya ketakutan tanpa alasan, tidak ada gunanya selain hanya melemahkan.


Liu ingat salah satu buku yang dibacanya sekaligus nasihat Kakek An, ‘jangan remehkan kekuatan pikiran, dia bisa menguatkan atau melemahkanmu.’ Dan itu terbukti ketika ia percaya pada pikirannya sendiri.


Setelah berakting sebentar Liu perlahan bangkit juga, menerima serangan fatal dua kali tidaklah bagus. Tapi ia tidak akan menyerah di sini!


Tidak ketika ia harus menang!


Seorang fans tidak akan menyakiti pujaannya, Liu serius sekarang. ‘Dia bahaya, penguntit bahaya.’


Liu tidak merasakan aura sesat darinya, tapi tetap saja ia harus waspada. Dia bisa membocorkan identitasnya.


‘Apa hanya dia, atau ada lagi?’ Mata Liu bergerak ke sekitarnya untuk kedua kalinya. Dan hasilnya sama, tidak ada yang mencurigakan.


Sekarang hanya satu orang yang perlu diwaspadai, Xiao Ying. Siapa sebenarnya dia?


“Bagus juga anak muda itu bisa bertahan.” Zi Xin sampai rela menonton pertarungan ini, padahal adalah lebih baik baginya istirahat di rumah, memulihkan lengannya.


Banyak hiburan yang tersedia di kota besar ini, tapi tidak ada yang lebih menarik selain melihat potensi kekuatan pendekar yang tergerus waktu.


Liu menatap tajam pada lawannya, matahari mulai enggan menunjukkan sinarnya, ia tidak boleh membuang waktu lagi!


[Mengumpulkan Qi… memproses… menginialisasi serangan pamungas….]

__ADS_1


[Serangan siap….]


HHUUUSH!


Seketika itu juga Liu maju ke depan bersamaan dengan musuhnya juga.


“Pukulan Seribu Padi!”


“Tendangan Seratus Penjuru.”


BUAGH!


BRAGG!


Seketika itu juga aduan pukulan dan tendangan tidak terhindarkan, jual beli serangan tanpa ampun berlangsung beberapa saat.


Xiao Ying menyerang dengan lihai menggunakan kedua kakinya seolah sedang menari, sedang Liu juga sama tenangnya menyerang dan bertahan disaat bersamaan.


Kedua jenis serangan berbeda ini terlihat senada dan membuat mereka seolah sedang berlatih satu sama lain, padahal kenyataannya sedang bertarung.


[Meningkatkan kecepatan….]


SYAT! SYUT!


Gerakan Liu jadi semakin lihai dan cepat, pola serangannya jadi makin sulit terbaca namun musuhnya tetap tidak mundur.


Grep!


Dengan cepat Liu memegang leher gadis itu dan menghempaskannya ke bawah!


Semua orang yang melihat tahu ini akan jadi akhirnya! Pemuda itu akan menghempaskan gadis itu dengan keras, kemenangan sudah di depan mata!


Pluk.


Kenyataannya tidak keras sama sekali! Cepat dan kuat di awal saja, terakhirnya malah lemah!


Liu mengarahkan tinju dengan energi Qi besar ke depan, ia merasa sangat keren ketika melakukan ini.


Situasi jadi hening, hanya tinggal selangkah lagi saja ia menang!


Kalahkan dia! Ayo! Kurang lebih begitulah ekspresi gatal kebanyakan orang.


‘….’ Liu menatap tajam, kedua pasang mata bertatapan satu sama lain.


“Oke- No-UURGGHH!” Tanpa disangka siapapun Xiao Ying lagi-lagi menendang bagian yang sama!


“Tiga kali!?” Bahkan para penonton tidak percaya apa yang dilihatnya. Zi Xin bahkan sampai tertunduk berduka.


[Pertahanan sensitif hancur… memulai pemulihan….]


Blugh.


Liu jatuh ke samping, terkapar lemas sedang Xiao Ying perlahan bangun.


Jatuh tiga kali ditambah tidak bangun lagi, ini artinya… “Xiao Liu KALAH!”


“Wuuuhhuuu!” Sorak sorai orang-orang terdengar saat itu juga. Pertarungan aneh ini cukup menghibur dan ditambah yang menang adalah gadis cantik!

__ADS_1


Xiao Liu akhirnya dievakuasi oleh petugas, dia tumbang terkena serangan brutal pada selangkangannya. Cara kalah yang memalukan, tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi.


__ADS_2