Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Kalah


__ADS_3

Di sisi lain….


DDDDDDDDDUUUUAAARRRRR!


Ledakan hebat tercipta. Aura pertahanan Kakek An hancur seketika itu juga!


“Yin!” Dengan cepat Kakek An berdiri di depannya. Terlihatlah anaknya terkapar di tanah!


“LIU!”


Kenapa bisa-bisanya dia!?


Jiwa kepahlawanan Kakek An meraung-raung. Ia ingin maju dan menghajar musuhnya. Tapi masih sadar diri dirinya sudahlah kakek-kakek!


Diumurnya yang tiga digit ini tidak mungkin berlaku seolah masih muda!


Ya bisa saja sih, tapi bisa-bisa situasi tambah buruk!


“Ada apa Pendekar An?” Xiuying menatap tajam, lagi-lagi ia menginjak lawannya, persis seperti yang dilakukannya pada gadis merah tadi.


Hawa menantang yang hebat. Sebagai orang tua, Kakek An sangat terganggu melihat anaknya diperlakukan seperti itu.


‘Li- Liu-ke….” Yin yang masih kena mental menatap tak percaya, ia makin kena mental lagi melihat rekannya tidak berdaya seperti itu.


Xiuying masih dengan sabar menunggu orang tua itu menyerang. Mari lihat sudah sberapa kuat dia setelah sekian lama tidak terlihat di dunia pendekar.


Memang dia sudah pensiun dan masa kejayaannya berakhir. Tapi ibu sesat ini yakin orang tua itu mampu melakukan sesuatu.


Beberapa saat kemudian….


‘Dia tidak bergeming.’ Xiuying heran, kenapa pendekar tingkat langit itu diam saja begitu?


Tidak adakah perlawanan heroik orang tua yangg menyelamatkan anaknya?


DUAGH!


BUAAGH!


Pemimpin sekte puncak itu menendang-nendang keras tubuh pemuda itu. Menjadikan pemandangan ini tidak layak ditonton dibawah umur.


“!”


“He- hentikan….” Yin bergetar, tatapan matanya menyiratkan permohonan yang dalam.


BUADGHH!


DUGAADGDG!


Ibunya tak menggubrisnya sama sekali. Dia tetap bersenang-senang dengan lawannya yang sudah tumbang itu.


Tidak sia-sia semua perjalanan dan usahanya mengumpulkan senjata pusaka.


Sembilan senjata pusaka sudah ada ditubuhnya, jika saja kekuatan satu senjata pusaka hampir setara dewa, apa jadinya jika punya sembilan?


Itulah alasan kenapa monster terkuat alam monster berada dipihaknya, sekaligus tumbangnya pemuda berkekuatan aneh ini.


Sepuluh senjata dewa adalah modal utamanya agar bisa menggunakan Kitab Gerbang Dewa. Dengan begitu ia selangkah lebih dekat dengan mimpinya!


Selesai menjadi yang terkuat di dunia, waktunya naik ke tingkatan selanjutnya!


‘Masih belum….’ Xiuying mulai merasakan efeknya.


HSSSSS!


Hawa dingin terasa disekitarnya. ‘Mereka….’


Tak disangka cecunguk kecil itu merepotkannya juga.


Tidak mudah mengendalikan monster terkuat alam monster. Mau bagaimanapun juga dia tidak boleh mengamuk!


‘Yah, biarlah mereka bersenang-senang disana.’ Xiuying tak ambil pusing.


Sring!


Xiuying mengeluarkan pedang aura Qi murni. Sebuah pedang transparan yang mampu memotong, menebas, menusuk apapun juga.


Kakek An merasakannya. Ia pikir teknik itu hanya mitos belaka.


“Pedang Murni….” Ibu sesat mengarahkan pedangnya pada targetnya….


Sret.


Dengan sigap Kakek An menyodorkan sebuah buku tebal usang yang tak menarik.


“Kau ingin ini?” Pendekar tingkat langit itu terlihat tenang.


“….” Xiuying terdiam, baru saja ia mau memotong-motong daging….


“Mau menipuku orang tua?” Xiuying tersenyum kecil. Strategi darurat pendekar tingkat langit ‘kah?


Sejauh yang ia tahu. Pendekar tingkat langit akan terus berjuang sampai akhir. Namun ia tidak melihatnya pada orang tua berambut putih panjang ini.


Kakek An terdiam juga, sementara itu buku tebal yang dipegangnya perlahan bersinar terang.

__ADS_1


“!” Bahkan sampai membuat pemimpin sekte sesat puncak itu terdiam tak percaya.


“Kitab Gerbang Dewa….” Mulutnya bergerak sendiri. Nada suara penuh hasrat terdengar darinya.


Kakek An terdiam, dari awal pun tak ada niat menipu. Kalau ia punya cara lain tentu akan dilakukannya.


Tapi tidak ada cara lain lagi….


Mau sok-sok-an bertarung sebagai pendekar veteran tingkat langit pun tidak ada gunanya kalau tak menang, wong anaknya yang jauh lebih kuat darinya juga kalah kok.


Sudah saatnya memakai cara terakhir. Meski menyakitkan tapi harus tetap dilakukan.


“Kau tidak berbohong Pendekar An.” Xiuying tak menyangka, orang tua ini mengingkari jalan pendekar tingkat langit. Dia tidak berjuang sampai akhir.


“Kau bisa memilikinya, lepaskan dia.” Kakek An menatap serius.


‘Pertukaran?’ Xiuying mengerti, jadi semua ini demi pemuda ini.


“Kalau aku tidak mau?” Xiuying menatap serius, lebih serius orang tua itu.


‘….’ Kakek An terdiam, sementara muncul api di tangan kirinya.


“Mau membacanya dalam bentuk abu?”


“!” Ibu sesat terkejut. Apa orang tua itu serius?


Kakek An tidak berniat menyerah begitu saja. Ia tahu anaknya dalam bahaya, satu-satunya hal yang bisa dilakukannya adalah menghentikan ibu sesat itu.


Tidak dengan kekuatan, namun negoisasi.


Xiuying terdiam. Tak disangka orang tua itu segegabah itu.


Ditangannya adalah kitab tingkat langit yang sangat berharga, bahkan tak ternilai. Dan dia mau memusnahkannya begitu saja?


SSR!


Api di tangan kirinya makin membesar….


Bukan api biasa!


Xiuying tahu butuh energi Qi murni yang kuat untuk melenyapkan kitab tingkat langit.


Kitab Tingkat Langit bukan hanya buku biasa, begitu berharganya isi didalamnya sampai memusnahkannya pun bukan hal yang mudah.


Jadi orang tua itu memilih tetap bertahan dan tidak menyerang demi momen ini?


Bisa saja kekuatannya keburu habis ketika dipakai bertarung.


Xiuying terdiam, orang tua itu ternyata berpikir sejauh ini.


“Dia milikmu.” Xiuying tak lagi menyiksa pemuda yang terkapar lemah itu.


“….” Kakek An terdiam, tak menyangka negoisasinya berjalan lancar.


Ia pikir perempuan itu tetap akan mengamuk dan membahayakan anaknya sekaligus mengambil paksa kitabnya.


Swush!


‘Maafkan aku Liu.’ Kakek An melempar kitab tebal itu.


“Pendekar An, mungkin kau bisa hidup lebih lama.” Xiuying melihat buku tebal itu dengan puas. Jikalau sudah jadi dewa, ia tak keberatan memperpanjang waktu orang tua ini.


SYYUT!


Muncullah portal hitam dibelakangnya, urusannya sudah selesai di sini.


Kakek An terdiam. Ia merasa ada yang tidak beres.


Dan dia berbalik, seolah ada yang kelupaan.


“Ah, Yin, mari pulang.” Xiuying mengajak putrinya.


Sring!


Sorot mata Fang Yin berubah merah, dan dengan tatapan kosong mengikuti ibunya dan pergi.


“….” Kakek An terdiam. Sementara perlahan namun pasti ia melangkahkan kakinya melihat anaknya yang terbaring lemah.


"Liu…."


Tak lama grup yang menghadapi monster raksasa kembali….


“….” Mereka terdiam melihat orang tua sedang melihat pemuda yang tergeletak lemah.


“LIU!?” Shuwan langsung maju dan melihat keadaannya. Dan langsung tahu sangat tidak bagus!


“KEK APA YANG TERJADI!?” Gadis pirang itu tak tahan ingin tahu apa yang terjadi.


“Shuwan, jaga sopan santunmu.” Tetua Api tak setuju memberondong pertanyaan akan menyelesaikan masalah, setidaknya tunggu sampai tenang dulu.


Kakek An terdiam, dan akhirnya menceritakan semuanya.


“Wanita sesat itu… menang?” Shuwan tak percaya.

__ADS_1


Tapi tak mungkin juga pendekar tingkat langit berbohong, dan lagi pemuda ini juga terkapar begini.


“H- HEI KAU TOKOH UTAMANYA BANGUN!” Shuwan menggoyang-goyangkan tubuh Liu yang lemah.


Hawa kehidupan masih terasa padanya, namun sangat kecil, bukan tidak mungkin dia bisa….


Sret.


Ying maju mendekat. Shuwan terdiam dan mundur, barangkali rekannya mau mengucapkan salam-salam juga.


“….” Seperti yang bisa diduga. Putri es terdiam dengan ekspresi dingin. Tak disangka nasihatnya tidak berjalan baik.


Pemuda itu terkapar ditanah, sungguh menyedihkan.


Kenapa dia kalah?


Xiao Ice terdiam. Ia bisa merasakan kekuatan saudaranya makin besar.


“Kenapa di saat monster itu mundur?” gumam Tetua Api. Faktanya memang monster besar itu tidak dikalahkan mereka juga.


Namun sang putri es berhasil melawannya dan monster itu membeku sepenuhnya sebelum benar-benar menghilang.


Ying melihat lagi kondisinya dengan seksama. Mata birunya bersinar. Ia bisa melihat aliran Qi kacau balau didalam tubuh pemuda ini.


Padahal biasanya tidak ada yang salah dengan energinya.


Kali ini pemuda ini tidak mengejutkannya.


Tap.


Ying menyentuh tangan pemuda itu.


“HIIII!” Dan dia bangun.


“LIUU!” Shuwan langsung memeluknya dan Ying mundur.


“NAK!?” Kakek An tak percaya apa yang dilihatnya! Apa ini mimpi!?


“Se-sesak.” Tubuhnya rasanya diremas putri api deh.


“Dia sadar?” Bahkan Tetua Api pun sampai berkomentar.


Tidak banyak kasus makhluk dengan aliran Qi lemah dan kacau bisa kembali lagi seperti semula. Kebanyakan di antara mereka kalau tidak mati ya pasti mati.


Tapi pemuda ini….


Shuwan pun tenang dan mundur. Kakek An mengecek lagi keadaan anaknya.


‘Ini nyata!’ Dan ia pun terkesan!


[Elemen dingin ekstrim terdeteksi… menetralkan Qi…. menstabilkan Qi….]


‘A- apa yang terjadi?’ Liu bingung, tiba-tiba banyak orang berkumpul di sini.


‘Ibu sesat!?’ Liu terperanjat.


“Kita kalah nak,” ucap Kakek An seolah tahu apa yang dikhawatirkan anaknya.


“….” Liu terdiam.


“Kalah?” Suaranya parau dan masih terdengar lemah, terdengar juga nada ketidakpercayaan darinya.


Dengan cepat Kakek An menjelaskan apa yang terjadi, dan Liu terlihat tidak baik-baik saja mendengarnnya.


‘Yin-jie….’


Liu melihat ke arah energi Qi jahat yang masih terasa. Tempat dimana monster besar berada.


“Monsternya kabur,” ujar tetua api. Pandangan anak muda itu jelas heran, jadi orang tua ini hanya perlu memperjelasnya saja.


“….” Liu terdiam, itu berarti kemunculan monster besar itu ada hubungannya dengan sang pemimpin sekte sesat puncak.


“Nona Ying?” Liu akhirnya punya kekuatan untuk berdiri, dan ia pun berdiri.


Ying sedang melihat ke arah lain. ‘D-dia sadar?’ Dan masih terheran kenapa pemuda itu tiba-tiba sadar. Padahal ia hanya sedikit menyentuhnya saja.


Xiao Ice terdiam. Mulanya ia duga saudaranya itu akan mengubah pemuda lemah itu jadi es abadi, yang akan jadi peristirahatannya terakhirnya.


Namun siapa sangka pemuda itu malah bangun? Pria biru ini terkesan dengan apa yang dilakukannya.


Sret.


Ying masih berdebar, ia tak tahu apa yang dilakukannya. Namun untunglah tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.


Yah, ia masih terbawa suasana pertarungan dengan monster besar tadi. Alhasil kekuatanya tak kunjung menurun sampai sekarang.


“Terima kasih Nona Ying.” Liu menunduk dalam, ia juga tak tahu apa yang terjadi, namun yang ia tahu, Nona Ying melakukan sesuatu padanya.


‘E-eh?’ Ying terdiam, pemuda itu menunduk hormat. Ini tidak terduga!


Selama ini Liu hanya takut jadi patung es ketika berurusan dengan Nona Ying. Namun tak disangka beliau punya teknik rahasia ajaib yang menolongnya!


Ying mengarahkan tangannya, dan wajahnya terlihat sedikit memerah.

__ADS_1


“Eh?” Liu terheran.


__ADS_2