
Seiring dengan berjalannya waktu, sistem mulai kembali memperoleh ingatannya dan akhirnya ingat juga syarat pengumpulan aksesoris dewa demi maju ke alam dewa tingkat selanjutnya.
Liu terdiam, ia pikir masih super lama baginya buat melangkah, namun ternyata tak begitu!
MALAHAN HANYA TINGGAL SELANGKAH LAGI SAJA!
“Heh.” Kegembiraannya meluap, mau selebrasi tapi ditahan. Berusaha tenang.
Tahu kabar gembira begini tak boleh membuatnya santai-santai, tapi sebaliknya, ia harus makin semangat dengan tujuannya!
Menjalani proses bukan hal yang sia-sia!
‘Oh.’ Ada satu hal lagi, ia meliuhat kacamatanya dengan seksama, belum tahu lengkap apa kekuatannya sih.
[Menganalisis….]
[Status Barang
Eyeglasses Of Manipulation
Jenis: Kacamata
Status: Kacamata Dewi Rumput
Level Kekuatan: Tergantung kemampuan pemakainya.
Kelangkaan: Langka
Kemampuan Khusus: Memanipulasi yang tidak bisa dimanipulasi]
‘Wow.’ Cukup sederhana ya infonya.
Yah sebenarnya Liu sudah tahu kekuatan kacamata ini agaknya mirip dengan dewa, namun ternyata MEMANG BEGITU SIH.
[Lebih hebat Tuan] Jangan lupakan soal bagaimana tuannya bisa meloloskan diri dari kehancuran realita tadi.
Liu paham, sekaligus sadar ia masih ada gara-gara aksesoris dewa ini, sungguhlah bantuan yang hebat.
‘Oke.’ Liu melihat lagi sekitarnya, mengecek petanya, menunggu aksesoris dewa … dan belum ada hal yang aneh lagi….
“HM.” Apa memang selalu berjeda begini ya?
Maunya sih santai, tapi rasanya nggak tenang pengen cepet-cepet dapet satu aksesoris dewa lagi, dengan begitu ia bisa maju! YEAH!
[Terkadang ada waktunya istirahat Tuan] Sistem senang tuannya semangat, namun melakukan sesuatu dengan berlebihan bukanlah hal bagus juga.
“TENANG Saja! Aku kebal burnout! Hehe!” Liu menolak pinggangnya, tak ada yangg bisa menghentikannya di sini!
Syung~
“Eh?”
Blugh.
Tubuhnya oleng dan jatuh ke atas rerumputan….
[….]
Liu menatap langit, kini warnanya kuning dan tak kalah indah.
‘Lemas….’ Tak bisa dipungkiri itulah yang kini dirasakannya.
Aneh sih, padahal ia sangat semangat tadi….
Inilah yang sebenarnya tuannya rasakan, tekadnya menutupi semua rasa lelahnya, namun tetap tidak bisa benar-benar menghilangkannya. [Tenanglah Tuan]
Sistemnya bener … kalau dipikir-pikir tadi banyak yang terjadi sih.
Pertarungan dengan dewa ilusi memang bukan main. Berat, dan itulah kenyataannya.
Ia tidak bisa terus menipu dirinya untuk melakukan lebih banyak dari kemampuannya saat ini.
Bisa bertahan sampai sejauh ini adalah hal yang patut diapresiasi.
Nggak kebayang kalau tumbang di tengah pertarungan kek gimana, pastinya nggak bagus sama sekali sih.
Perlahan Liu menutup matanya, rebahan sejenak demi mengisi energi tidaklah salah kan?
Sementara menikmati kehangatan dan kedamaian langit senja….
***
Sementara itu….
Disebuah ruang gelap dan suram….
Terlihatlah sesosok serba hitam yang memakai pakaian penyihir sedang melihat sesuatu di wadah air, pantulannya menampilkan seorang pemuda yang sedang rebahan di padang rumput.
“Hm….” Terdengarlah suara perempuan berumur senja.
Kedua tangannya memegang wadah air itu, terlihatlah kerutan-kerutan dikulitnya.
“Aku….” Nada penuh tekad keluar dari suara serak nan lemah itu.
“Harus mendapatkannya….”
Terdengarlah suara komat-kamit dari sosok berpakaian penyihir itu.
Dan seketika itu juga muncullah sinar terang yang memenuhi ruang gelap itu.
***
Sementara itu di sisi lain lagi….
Di tempat dimana karakter utama sedang terbaring….
Terlihat jelas Liu sedang menikmati waktunya, ditemani malam penuh bintang yang indah.
Memang tidak ada yang lebih indah dari istirahat yang damai (bukan mati).
Aura biru menyelimutinya, menandakan sistem sedang standby.
Yah sistem tidak mau disalahkan lagi kalau-kalau tuannya tiba-tiba terbangun di tempat lain.
SRING!
Tiba-tiba aksesoris dewa tuannya bersinar! Bahkan sistem pun belum tahu apa yang terjadi!
[TUAN]
SWUSH!
Seketika itu juga aura kebiruan makin bertambah besar, sistem berusaha membangunkan tuannya.
Namun malah tidak kunjung bangun!
Padahal jelas-jelas sistem sudah menguatkan tenaganya, sudah seharusnya tuannya bangun….
[….] Tidak ada tanda-tanda akan bangun dalam waktu dekat juga.
[HM] Sistem tahu apa yang terjadi dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Yah semoga saja tuannya tidak menyalahkannya lagi.
SRING!
Dan seluruh tubuhnya bersinar terang.
***
BRUGH!
“OW!” Liu memegang kepalanya rasanya ia mendarat di batu.
JRENG.
Dan benar saja ada batu besar di sini.
ANEH PADAHAL IA LAGI SANTAI-SANTAI KOK BISA KENA BATU SIH?
__ADS_1
“Aduduh….” Liu menggaruk kepalanya dan perlahan membuka matanya.
“….” Dan terdiam melihat apa yang dilihatnya.
‘Kenapa aku….?’ Padahal Ia jelas-jelas sedang santai di padang rumput, lah kenapa jadi ke tempat suram dan gelap gini?
Liu melayangkan pandangannya, tempat ini luas dan aneh, kek bangunan kosong berlantai tanah dan ada batu-batu.
Sulit menggambarkannya namun begitulah kenyataannya.
‘INI RUMAH KOSONG ANGKER BELUM JADI YA?’
Yah Liu bisa melihat atap di atas, mungkin saja dugaannya benar?
‘SISTEM?’ Ia menuntut penjelasan segera!
[Bukan salah sistem Tuan]
‘LHO!?’ Jelas sistemnya yang paling tahu di sini! Ada yang disembunyikannya ya!?
[….] Yah disalahin juga akhirnya. Sistem tidak punya pilihan lain selain menerimanya.
“….” Liu tak mendengar penjelasan apapun, hih sistemnya emang pelit ngejelaskan, nggak asik.
Liu bangkit dan melihat sekitarnya, lain momen lain hal yang harus dipecahkan huh?
Liu mengecek petanya dan memandangnya aneh. Kenapa bisa-bisanya tandanya tetap sama?
Biasanya tanda di petanya bakal berubah kalau ia pindah tempat, tapi kali ini nggak sih.
Liu menggoyang-goyangkan petanya namun tetep saja gitu, lagi error kah?
INI MISTERIUS.
Bahkan petanya tak bisa memberi tahu dimana dirinya sedang berada sekarang.
Bola matanya bersinar biru terang dan bisa melihat sekitarnya dengan jelas, mode malam sih.
Namun tidak bisa menghilangkan kesuraman dan kesunyian tempat ini.
Bangunan ini luas, Liu jadi ingat rumah besar ibu sheaper, mungkin beginilah versi belum jadinya.
DRAP!
Dengan instingnya, Liu tancap gas nyari pintu keluar, namun setelah muter-muter nggak ketemu juga.
“….” Aneh sih, harusnya dimana-mana di dalam bangunan ada pintu kan?
“!” Dengan cepat Liu memakai kacamatanya! Dan akhirnya pemandangan sekitar pun ikut berubah!
“Wow.” Kini ia ada disebuah ruangan luas yang indah dan banyak hal seperti meja dan kursi.
Pemandangan ini jelas mengingatkannya pada rumah merah bu sheaper sih.
Tapi kenapa tempat yang diliatnya bisa berubah pas pake kacamata ini ya?
APA JANGAN-JANGAN….?
[Benar Tuan, inilah manipulasi]
“….” Bahkan dengan mode malam pun ia tak bisa melihat kenyataaan yang asli.
“Milikku.” Terdengarlah suara lirih dari sudut ruangan, tak jauh dari tempatnya berdiri.
Liu langsung menatap tajam darimana suara itu berasal dan seketika itu juga muncullah sosok berpakaian hitam.
‘Penyihir?’ Liu langsung tahu pakaian apa yang dipakai ssosok misterius yang datang ini.
Ia tak bisa melihat langsung wajahnya, ketutupan topi panjangnya.
DEWA SIHIR?
[Menganalisis….]
[Dewi Xian
Jenis: Dewi Sihir
Deteksi Elemen: Super Sensitif
Kesehatan: ???
Kekayaaan: ???
Level kekuatan: 2498
Tingkat bahaya: Berbahaya
Kemampuan Khusus: Ahli Sihir
Catatan: Bersiaplah untuk banyak hal tentang sihir]
‘WAH.’ Tak disangka ketemu dewi sihir.
Sring.
Aksesoris yang dipakainya tiba-tiba bersinar….
Padahal ia sama sekali tak memanggil kekuatan ini….
APA JANGAN-JANGAN….?
Ini bukan salah sistem namun gara-gara aksesoris ini1?
[….]
‘WAH MAAF SUDAH MENUDUH SISTEM!’
Yah yang penting tuannya sadar, sistem tidak masalah sih.
Kok bisa-bisanya aksesoris dewa membawanya ke tempat ini?
[Sepertinya bukan begitu Tuan]
‘EH?’
Dengan cepat sistem menjelaskan analisisnya.
‘HM.’ Liu jadi lebih paham.
Bukan aksesoris dewa yang membawanya ke tempat ini, melainkan sang dewi sendiri….
Memang masih dugaan, namun persentase kebenarannya tinggi. Lagipula sistem tidak mendeteksi adanya tujuan apapun dari aksesoris dewa selain memaksa tuannya berpindah tempat.
Dan kini ada sosok misterius yang menghalangi tuannya yang jelas-jelas berlawanan dengan tujuannya.
‘JANGAN-JANGAN?’
[Bukan Tuan] Sistem tidak merasakan ada sangkut paut apapun, sosok dewi ini murni lawan tuannya.
‘Yah.’ Liu pikir bisa langsung ketemu sama pemegang aksesoris dewa lainnya.
Namun yah terkadang realita tak sesuai ekspektasi.
Sret.
Liu menatap tajam, jadi kini ada dewi lain yang punya urusan dengannya?
“Serahkan … dirimu ….” Suara pelan nan parau kembali terdengar.
‘OI.’ Liu terdiam, ia mendengar suara yang nggak biasa di sini.
Suara seorang perempuan tua … kenapa dewi mengeluarkan suara begitu?
[Mungkin karakteristiknya begitu Tuan]
“….” Bener juga sih, Liu tak bisa mendikte semua suara dewa-dewi harus selalu sama juga sih.
Tapi masih saja rasanya aneh dengar suara dewi yang begini.
__ADS_1
MUNGKINKAH BELIAU DEWI SENIOR?
Dewi dari segala dewi begitu!?
[Sepertinya bukan begitu Tuan] Sistem yakin hanya karakteristik suaranya saja yang beda, tidak lebih.
OKE.
Liu sudah tahu banyak info, ini jadi modal untuk mengungkap lebih jauh kenapa dewi men-summonnya ke sini!
“ADA URUSAN APA WAHAI DEWI XIAN!?” Liu langsung ke inti! Tanpa basa-basi, whatsoever!
“….” Sosok dengan baju penyihir hitam panjang yang menutupi sebagian besar tubuhnya bahkan wajahnya terdiam.
Situasinya jadi hening….
“….” Yah jelas sang dewi tak akan mengatakan rencananya dengan gamblang sih.
Yang jelas beliau punya urusan dengannya dan bahkan bisa mengendalikan kekuatan aksesoris dewa dari jauh, dan membawanya ke tempat ini.
Sret.
Sang dewi menunjukkan wajahnya.
“….” Dan Liu pun terdiam, ia tak percaya, namun apa yang dilihatnya tidak mungkin membohonginya. Apalagi sesudah pakai kacamata dewa, ia jadi yakin seyakin-yakinnya.
Raut wajah berkeriput terlihat jelas dari dewi satu ini.
“….” Sang dewi menunjukkan ekspresi penuh arti seolah tahu lawan matanya akan bereaksi begitu.
‘Ini beneran sistem?’ Bahkan meski sudah yakin sekalipun, pendapat dari yang lain tidaklah merugikan.
[Benar Tuan] Apa yang dilihat tuannya, itulah kenyataannya.
Kini dengan kacamata dewa tidak ada yang bisa disembunyikan.
Faktanya sejak dari awal sang karakter utama datang ke tempat ini pun, sang dewi sudah membuat sihir.
Skenarionya sederhana, sang dewi akan menyamar jadi perempuan cantik nan menawan, menawarkan bantuan dan menggoda targetnya, mengeksekusinya dan voila, rencananya sukses.
Namun semua itu harus kandas ketika pemuda ini pakai kacamata dewa yang notabene meng-counter semua sihir sang dewi.
‘JADI MIRIP SAMA DEWA MANIPULASI?’ Yah Dewa Jue bisa mengubah tempat sesukanya juga sih.
[Bisa dibilang begitu Tuan]
Jadi apa bedanya manipulasi biasa sama sihir manipulasi ya? Liu penasaran, tapi yah ini bukan saatnya belajar sih.
Biarlah waktu yang menjawabnya, kini satu hal yag terpenting, survive.
Dewi Xian tidak bisa pakai strategi tipu daya lagi. Waktunya untuk strategi lain….
*ENDUS*
Liu mencium bau-bau pengaturan strategi….
Nggak mau kalah dia juga menyebarkan bau yang sama dong!
Sret.
“Serahkan dirimu, Xiao Liu.”
‘….’ Kata-kata klasik, Liu tak bosan, tapi menghargai dewi mengatakannya!
“Langkahi dulu mayat sistem!”
[Lho???] Kok sistem dibawa-bawa sih?
Sang dewi sudah menduga, kalau begitu cara kasarlah yang paling tepat.
Sret.
Dewi mengangkat tangannya dan seketika itu juga lingkaran sihir coklat tercipta!
“!” Liu pernah lihat yang beginian! Namun kali ini jelas beda kelas!
SYUT…
Tubuhnya tenggelam dalam lumpur yang tiba-tiba tercipta! Gawat!
Liu kehilangan kendali atas tubuhnya sendiri, bahkan kekuatan sistem pun ditekan sekuat ini!
KRAK!
Tiba-tiba realita pecah begitu saja dan Liu menghilang!
“….” Dewi terdiam, ia tidak terkejut seolah tahu ini akan terjadi.
HUSH!
Liu muncul di belakang sang dewi; dewi langsung berkelit dan menendangnya! Liu terhempas ke belakang!
[Kenapa Tuan tidak menyerang?] Sistem heran, padahal tuannya sudah ada di sweet spot, lawan pasti akan terpukul mundur!
Sret.
Liu masih sempat bertahan dengan menyilangkan tangannya. Perlahan ia bangun lagi.
Memang benar apa kata sistemya, ia bisa nyerang dengan mudah tadi, namun Liu punya agenda sendiri.
Ia ingin tahu jelas apa rencana dewi sihir ini.
Memang sudah jelas-jelas beliau mau menangkapnya juga sih, namun Liu yakin ada yang lebih lagi.
Dewi Xian terdiam, tadi itu sungguh lengah.
Dari sini dewi tahu pemuda ini bisa menggunakan kekuatan asli kacamata dewa.
Agak mengejutkan, pasalnya aksesoris dewa bukanlah sembarang benda.
Aksesoris dewa akan sangat bergantung pada pemakainya dan dewi tidak menyangka pemuda ini bisa langsung mengeluarkan potensial terbaiknya.
SRING!
Seketika itu juga rantai berapi muncul dan mengikatnya! Liu sama sekali tak menduganya!
‘Kapan!?’ Ia tak melihat dewi megeluarkan lingkaran sihir deh!
Tanpa diduga dewi mengeluarkan lingkaran sihir kecil di ujung kelingkingnya, sebuah spot yang memang harus teliti melihatnya.
Sebuah teknik rantai berapi yang mengerikan, bukan sembarang rantai dan bukan sembarang api pula.
Serangan yang kelihatan sederhana itu mengandung energi jelas melebihi perkiraan siapapun, termasuk sang karakter utama sendiri.
[Bahaya Tuan]
‘YUP.’ Liu bisa merasakannya.
Sedari tadi ia mengerahkan kekuatannya namun rantai api dewi benar-benar serangan yang beda level.
‘RASANYA ANEH.’ Padahal Liu sudah menyelimuti dirinya dengan aura kekuatan kebiruan yang efektif terhadap serangan apapun, namun pada akhirnya masih belum bisa melepaskan diri juga.
[Inilah aura kekuatan sihir Tuan]
‘Oh iya.’ Pantas saja rasanya aneh, ini kekuatan sihir bukan kekuatan Qi ya.
Terdapat perbedaan dari kedua kekuatan itu, namun yang pasti dan yang umum digunakan bahkan oleh para dewa sekalipun adalah energi Qi.
Liu tak datang dengan persiapan apapun untuk menghadapi lawan dengan jenis kekuatan yang beda!
Tapi apa boleh buat juga ia memang tak punya banyak waktu untuk bersiap juga sih.
Kapanpun dan apapun bisa terjadi di alam ini, apalagi dengan statusnya sekarang. Liu tak bisa protes.
[Mengubah Qi jadi Energi Sihir….]
‘EMANGNYA BISA?’ Liu baru tahu sih.
SWUSRSH!
__ADS_1
Tubuh Liu mulai dilalap si jago merah, memang inilah rencana dewi untuk melumpuhkannya.