
Padahal ia punya rencana tersendiri dan memang mengharuskan tuannya memanfaatkan momen kekalahannya ini.
Namun setelah dipikir lebih lanjut, rencana itu memang kurang cocok dan bahkan sampai memancing kemarahan kekuatan monster.
Rencana sistem kurang cocok dan bisa gagal.
Sistem lebih khawatir dengan keadaan tubuh tuannya, karena itulah ia ingin tuannya berhenti.
Tapi sekarang sudah terlambat.
Tuannya sudah memustuskan jalan terbaik menurutnya, dan sistem akan menemaninya sampai kapanpun.
SRING!
Sorot mata Liu bersinar biru terang, keren sih.
‘Ho.’ Dewi merasakan kekuatan lain dari pemuda ini.
Tak disangka dia masih bisa mengejutkannya dan menyimpan rahasianya sebaik ini.
Begitulah kenyataannya. Kekuatan monster dalam dirinya bisa berkamuflase dan bahkan tidak terdeteksi sama sekali.
Yah Liu sendiri juga tak merencanakan ini sih, namun jelas inilah yang dibutuhkannya.
‘OKE KAWAN-KAWAN WAKTUNYA KICK SOME ***.’ Liu mengadukan tinjunya, tekadnya lebih membara lagi.
SWUSSSH!
Liu melesat dengan kepercayaan dirinya! Sungguhlah mantap sekali ini!
KBUMMM!!!
Dalam waktu sangat sekejap mata dentuman keras langsung terjadi, dan membuat area tanah sedikit retak.
SWWUSSSH!
Liu melancarkan tinju kosongnya, namun sayang tepat tertahan di depan wajah sang dewi.
Aura pertahanan angin sang dewilah yang menghentikan serangannya.
“….” Dewi Feng berdiri diam saja tak memasang pose bertahan atau apapun.
“!” Sang dewi tersenyum kecil seolah menikmati momen ini!
‘HMH.’ Liu pun melakukan hal yang sama, mengarahkan tangan kirinya ke belakang dan muncullah palu api!
“!” Dewi tak menyangka dan langsung menghilang!
SWSWWUSH!
Serangan palu apinya tak kena, namun hempasannya merusakkan lebih banyak lagi area arena pertarungan.
SYUT.
Dewi muncul di sisi arena, tepat setelah kondisi lebih kondusif.
Ia tak menyangka pemuda itu melakukan serangan tambahan, padahal serangan pukulannya tadi sudah membuatnya puas.
Yah terkadang dewi tak suka juka hal berlebihan yang akhirnya ia pun mundur.
Apa itu berarti ia lari dari serangan lawannya?
Sama sekali tidak, dewi hanya tak mau kepuasannya rusak oleh hal berlebihan saja.
‘CEPET SIH.’ Liu pikir kena, ya sudahlah.
Tangannya berasap, kini ia tahu apa yang harus dilakukannya.
MENGHANCURKAN AURA PERTAHANANNYA!
HUSH!
LIU LANGSUNG MAJU LAGI! KINI DENGAN SEBUAH PALU BERAPI BERKUATAN MONSTER!
“!”
DBUM!!!
Getaran yang menggetarkan jiwa kembali terjadi. Liu tak menahan dirinya.
__ADS_1
Kepulan debu langsung menyelimutinya, dan sulit melihat apa yang terjadi.
Sekilas info, debu di tempat ini bukanlah debu biasa, debu yang sangat padat sampai mata setajam apapun akan sulit melihat kalau terpapar benda ini.
APAKAH SERANGANNYA KENA!?
SWUSH!
“!” TIDAK SAMA SEKALI!
Padahal ia sudah bergerak secepat mungkin yang ia bisa!
SYUT!
Dewi muncul dihadapannya dan menendang kepalanya!
BUAAAGHHH!!!
KENA TELAK!
Liu terhempas kencang, namun berhenti dengan cepat juga dengan kedua kakinya.
Biasanya serangan dewi membuatnya menghantam sisi arena, namun kali ini ternyata tidak.
“….” Dewi terdiam, ia terkesan pemuda itu bisa menahan serangan fisik seriusnya.
Temdangannya sama sekali tak melukainya, bahkan hanya kena aura kekuatan merahnya saja.
‘HM.’ Liu penasaran bagaimana keadaan kepalanya sekarang.
-Aman Tuan- TBT percaya diri.
‘HUH….’ Ia bernafas lega, tadi ia nggak bertahan sama sekali sih, hanya ngandelin aura pertahanan saja.
Kini kedua makhluk ini terdiam dengan pemikirannya masing-masing.
Dewi Feng tak menyangka kekuatan monster bisa sekuat ini.
Padahal kekuatan monster bukanlah hal langka, namun mengejutkan juga kekuatan seperti ini bisa terpakai di alam dewa atas begini.
Sedang Liu tak mengerti kenapa dewi bisa bergerak secepat itu, kalau begini instingnya kurang berguna dong?
Kesalahan masa lalu bukan untuk diulang lagi!
Begitulah strateginya, dan yang mengejutkannya, dewi angin melakukannya.
Sang dewi menghemat energinya dan tak mau menyerang kalau tak berefek apapun pada lawannya, ia menunggu kesempatan sempurna yang bisa datang kapan saja.
….
Dan apa yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak.
Hanyalah keheningan yang ditemani dengan teriknya cuaca dan kencangnya angin.
LHO, KOK BELUM ADA HAL SERU LAIN!?
‘Sistem?’ Entah kenapa kek ada yang ngomong.
[Bukan sistem Tuan] Kenapa sistem selalu jadi kambing hitam tiap kali ada suara asing?
Tapi tak bisa dipungkiri suara asing itu benar, sejauh ini belum ada yang terjadi.
Sang dewi belum melakukan hal aneh.
Semuanya tenang seolah tak ada yang terjadi.
PADAHAL INI DI TENGAH PERTARUNGAN YA.
Kok gini sih?
Ini tak sesuai perkiraannya.
Liu pikir sang dewi akan cepat-cepat menyerangnya setelah memikirkan strategi, tapi kok masih belum juga ya?
APA MUNGKIN INI STRATEGINYA JUGA?
Bisa jadi begitu!
Dewi ingin membuatnya bingung dan memancingnya menyerang duluan.
__ADS_1
‘HMH, GITU YA.’ Liu tak mau terbawa strategi lawannya.
Apa dewi pikir dirinya adalah orang yang tak sabaran?
Terkadang memang begitu, tapi ia punya pengalaman tidur lima belas tahun!
Bukankah itu sabar yang lumayan lama!?
[….]
Liu menenangkan dirinya, menyerang sama dengan menguntungkan lawannya, dan itu adalah hal yang tak bijak dilakukan.
“….” Dewi terkesan pemuda ini bisa menahan kebosanannya.
Kini ajang adu kekuatan malah berubah jadi ajang berdiam diri paling lama.
….
SRING!
Kini pedang aura merah muncul di tangannya.
Ia tak tahan dengan semua ini.
Pengennya sih nunggu dewi nyerang duluan, tapi yah kelamaan juga.
Kalaub begini terus nggak bakal selesai-selesai.
Nyatanya pertarungan belum berakhir
Mindset masa bodoh sudah siap, Liu tak peduli dengan trik dewi atau apapun, tak mau ambil pusing.
HUSH!
AKHIRNYA LIU MAJU JUGA!
TRAAANGGG!!
Dewi siap dengan pedang aura anginnya, dan adu pedang pun berlangsung sangat cepat.
Hasilnya sudah bisa ditebak, sang dewi lebih unggul, namun Liu tak berhenti mencoba.
DAN HASILNYA MASIH TETAP SAMA JUGA SIH.
Liu banyak terpukul mundur, namun tak kunjung tumbang setelah sekian lama juga.
“….” Dewi terkesan, pemuda ini jauh lebih menghibur dari dugaannya.
Tak banyak yang bisa dijelaskan dari pertarungan super cepat ini, dan akhirnya keduanya lagi-lagi terhempas ke masing-masing sisi arena.
Keduanya tampak bugar dan hanya sedikit kotor, tak ada luka luar mengerikan, dan entah berapa lama lagi semua ini akan berlanjut.
“YAP.” Dewi langsung duduk begitu saja.
“?” Liu tak paham dan heran.
BLUGH.
DAN MALAH REBAHAN!
“???” Liu makin heran, raut wajah seriusnya hilang begitu saja.
‘Sistem?’
[Sistem tidak tahu semua Tuan] Akhir-akhir ini tuannya malas nanya.
Yah bukannya nggak mau nanya sih, nemun lebih ke waspada.
BISA JADI INI AKAL-AKALAN LAWAN UNTUK MEMBUATNYA LENGAH.
Liu tak mau terpancing, ia kan sudah termakan di momen kediaman sebelumnya!
Liu agak susah mempertahankan keseriusannya, yah jarang-jarang juga ada momen begini sih.
Dewi yang tiba-tiba rebahan di tengah pertarungan, how that’s even possible?
Terlepas dari keheranannya, masih belum ada yang terjadi lagi.
Sang dewi jelas menunjukkan celah lebar.
__ADS_1
‘APA YANG KUPIKIRKAN!?’