
Sang dewi tidak merasa terancam dengan keseriusan dewa laut.
Pada kenyataannya memang benar, dirinya lebih rendah daripada sang dewa laut.
Sang dewa laut seharusnya tidak berada di alam dewa menengah awal, namun dia repot-repot datang ke sini juga.
Senjata legendaris tombak bertusuk tiga itu memancarkan hawa teror tersendiri.
'Inilah yang dihadapi pemuda ini sebelumnya,' pikir dewi. Jelas-jelas dia langsung menghadapi bahaya tepat setelah datang ke alam dewa menengah awal.
Wajara saja sebelumnya pemuda itu terlihat begitu waspada.
"Kau akan mati." Sang dewa laut masih memberi kesempatan agar dewi pantai ini menyerah.
Dewi tetap menatap tajam, kia sama sekali tidak terpengaruh dengan perkataan dewa, sekalipun terdengar tegas dan lebih mengerikan.
Sudah sepantasnya dewa tingkat rendah segan dengan dewa tingkat atas.
'Dewi Xinmu....' Menyerahkan pemuda ini tentu akan langsung membuatnya keluar dari situasi sulit ini.
Sang dewi bisa kembali ke tempatnya dengan tenang tanpa gangguan lagi.
Namun sampai saat ini sang dewi masih terdiam.
"Kau tidak layak." Dewa Long geram, dewa yang memberontak sama dengan sampah yang harus dimusnahkan.
Dewi terdiam, dan sedikit tersenyum. "Dia milikku."
HUSH!
Dengan cepat dewi naik ke permukaan. Tetap di dalam air tidak menguntungkannya.
Tap.
Kini dewi berdiri di atas air, masih menggendong pemuda yang tertidur pulas.
Dewi meletakkannya di atas air. Pemuda ini bisa terkena serangan dewa kalau tetap bersamanya.
Sh....
Dan kini dewa juga muncul di permukaan. Pusaran air tadi tidak lebih dari sekadar pamer saja.
Sayang sekali kalau semuanya berakhir cepat, sang dewa ingin membuat dewi rendahan ini sadar akan kesalahannya.
Shhh....
Dewi Hai Tian dipenuhi aura kekuatan hijau. Ia jelas-jelas makin serius sih.
'Aku harus melindunginya.' Sekilas terdengar klise, namun itulah yang benar-benar ingin dilakukannya.
HUSH!
Tanpa pikir panjang dewa langsung maju menggunakan senjata andalannya yang sangat kuat!
"!" Dewi terkejut namun ia maju juga sih!
Tidak ada waktu untuk ragu di saat begini!
DBUM!
Seketika itu juga cahaya hijau dan biru bersinar terang, menelan siapapun yang berada di laut itu.
***
"UH." Liu membuka matanya, entah kenapa ia ngantuk brutal.
Alasannya tak lain tak bukan adalah karena kelelahan sih, simple saja.
Pertarungannya dengan dewa tengkorak menguras banyak tenaga, dan efeknya masih terasa sampai sekarang.
Liu terdiam, entah kenapa tubuhnya terombang-ambing begini. Bukannya ia harusnya lagi digendong dewi ya?
Pandangannya masih agak kabur, jadi Liu tak punya pilihan selain menunggu dan tidak berpikiran macam-macam.
Toh terombang-ambing di laut adalah hal yang wajar bukan?
Yang jadi masalah kalau ia terombang-ambing sendiri. Dan itu mengerikan sih.
"De ... wi?" Liu terdiam, pandangannya sudah jelas namun ia tak melihat dewi dimanapun.
'WADUH BENERAN SENDIRI!' Kenapa malah dugaannya kejadian!?
"Eh?" Liu melihat ke sekitarnya, hamparan laut luas tidak kelihatan ujungnya sama sekali.
'KOK NGGAK TENGGELEM!?' Bisa tiduran di air jelas-jelas aneh sih.
'SISTEM?' Mungkin berkat kekuatan sistem?
[Bukan Tuan]
Liu melihat tangannya, bersinar kehijauan, memancarkan energi yang tak asing.
"Dewi?" Akhirnya terungkap, ia diselimuti energi sang dewi pantai.
Liu berusaha mengingat apa yang terjadi, namun sayangnya ia tidak begitu ingat.
Liu tak ingat apapun setelah digendong sang dewi, kek nge-blank aja gitu.
[....] Tidak bisa dipungkiri sistem melakukan shutdown sementara begitu agar tuannya bisa memulihkan diri lebih efektif. Dan sekarang sistem pun belum tahu apa yang terjadi di sini.
Kekuatan dewi benar-benar membuat tuannya dan bahkan sistem terlelap. Kini tidak ada pilihan lain selain harus mencari tahu sendiri.
Liu terdiam, ia melihat sekitar dan tak tahu harus kemana.
Yah dirinya terbangun ditengah laut sih, tanpa petunjuk apapun.
Hanya aura dewi inilah yang menegaskan sebelumnya ia bersama dewi. Namun kenapa bisa terpisah seperti ini?
MUNGKIN DEWI MALAS DAN NINGGALIN BEGITU SAJA?
Yah itu bisa terjadi sih, mungkin dewi berubah pikiran dan tak mau berurusan dengannya lagi.
Jadi dewi meninggalkannya dan memberinya aura kekuatan sebagai salam perpisahan?
[Sepertinya begitu Tuan] Sistem sendiri tidak menganalisis seperti biasanya, dia masih memulihkan kekuatan tuannya.
Liu terdiam, beginikah rasanya ditinggalkan? Rasanya tak enak.
Tapi ya sudahlah, mau gimana lagi?
Liu melihat sekitarnya lagi, berusaha mencari petunjuk lain lagi.
__ADS_1
Clak.
"?" Liu terdiam, tadi air laut dibawah kakinya bergetar.
[Bukannya hanya gelombang biasa Tuan?]
"...." Kalau hanya gelombang biasa tentu nggak bakal di-notice begini sih.
'Kek ada energi....' Liu menutup matanya, memastikan apa yang dirasakannya tidak salah.
"!"
HUSSSHH!
Seketika itu juga hempasan angin kencang tiba-tiba menerpanya!
Liu berusaha bertahan, dibalik hempasan ini ada energi dewi dan energi asing lain!
Dan akhirnya hempasan pun mereda.
'Sitstem? ' Liu ingin memastikan apa yang terjadi barusan.
[Ada pertarungan yang sedang terjadi Tuan]
Liu terdiam, jadi benarlah apa yang dirasakannya.
Kekuatan dewi terpancar begitu kuat tadi, namun hanya sekelebat lewat saja.
[Menganalisis ... dewi sedang bertarung Tuan] Sistem terlambat sadar. Efek dari pasca istirahat.
"Bertarung?" Berarti dewi ternyata nggak ninggalin dong ya.
Liu berusaha fokus lagi, entah kenapa ia tak bisa mendeteksi dari mana hempasan angin itu berasal.
Shh....
Hempasan angin kecil mulai tercipta disekitarnya, Liu berusaha mengeluarkan kekuatannya.
Namun sayangnya agak tersendat juga sih.
Sistem akhirnya menjelaskan apa yang sedang terjadi.
"...." Liu mengerti, inilah akibat menantang batas dirinya ketika berhadapan dengan dewa tengkorak. Namun ia tak punya pilihan lain juga sih.
Mana bisa setengah-setengah lawan dewa? Yang ada malah keburu kalah duluan nantinya.
Liu terdiam, ia hanya bisa menunggu dan menganalisis mandiri.
Liu tahu mereka belum pindah alam, namun tiba-tiba ada musuh yang menyerang.
Dewi melawannya sendirian dan akhirnya meninggalkannya di sini.
Itulah analisisnya. Entah kenapa Liu yakin banget soal ini.
[....] Sistem terkesan tuannya bisa berpikir sejernih ini, memang tuannya sudah sedikit lebih pintar.
'AKU TAHU SISTEM.' Entah kenapa Liu ngerasa tersinggung.
Soalnya tak ada alasan masuk akal lain yang bisa ngejelasin situasinya sih.
'Dewi....' Kenapa dewi sampai repot-repot menangangi musuh sendiri? Padahal dewi sama sekali tak ada hubungannya dengan urusan ini.
Liu sebenarnya sudah percaya meski hanya dengan perkataan saja. Dan itu sudah lebih dari cukup, namun pada akhirnya dewi benar-benar membuktikan lewat aksinya.
Perlahan namun pasti hempasan yang ada disekitar tubuhnya tambah besar. Dan aura kekuatan biru juga mulai menyelimuti tubuhnya.
[Menganalisis ... lokasi pertarungan ditemukan]
Liu tersenyum kecil, tidak mungki perjalanannya mudah, namun dengan ini ia bisa membuktikan dirinya!
SSWWUUSHHH!
Liu melesat kencang, bak menghilang berteleportasi (padahal sebetulnya dia hanya bergerak cepat saja sih).
***
Di sebuah tempat, masih di laut alam dewa awal. Tempat yang dijaga Dewi Pantai, Hai Tian.
Terlihat dewa Long memegang leher dewi yang tidak berdaya.
Tangan kanannya yang kekar itu meremas erat leher sang dewi yang tidak bisa melawan balik.
Inilah akibat menentang dewa tingkat tinggi.
Pertarungan yang terjadi berat sebelah dan dari awal sang dewi pantai tidak punya kesempatan menang.
Meskipun begitu dewi tetap melakukan yang terbaik meski sudah tahu apa yang akan terjadi.
Kini dewi tidak punya kekuatan lagi untuk melawan....
'Aku ... sudah mengulur waktu....' Dewi yakin pemuda itu sudah meninggalkan tempat ini dengan cara lain. Ia bangga sudah menunjukkan rasa percayanya.
Kreet.
Dewa laut menikmati momen ini. Ia sudah membuang waktu berharganya berhadapan dengan dewi rendahan. Saatnya untuk bersenang-senang.
Tubuh sang dewi bergetar, situasinya tidak bagus sama sekali!
INILAH SAAT YANG TEPAT DIMANA PROTAGONIS MUNCUL!
Sret.
"?" Dewa menyadari sesuatu, energi yang sangat besar tiba-tiba dirasakannya.
"Hari yang indah ya dewa?" DAN BENARLAH KEJADIAN!
SAMBUTLAH KARAKTER UTAMA KITA, XIAO LIU!
HUSH!
"!" Dengan cepat Liu melesat ke depan dengan kecepatan diluar nalar! Bahkan sampai dewa laut dibuat terkejut olehnya!
SWUSH!
Dengan kecepatan ekstra cepatnya Liu berhasil menggendong dewi yang sebelumnya berada di situasi yang mengerikan!
"Uhuk." Dewi terbatuk, wajahnya pucat dan tubuhnya begitu lemas.
Sebagian besar tenaganya sudah tidak ada. 'Aku terlambat.' Liu terdiam.
Kalau saja ia datang lebih cepat mungkin dewi tidak seharusnya jadi seperti ini.
__ADS_1
Liu meletakkan sang dewi dibawah sesudah mengalirkan kekuatannya, dan kini menatap sang pria berpakaian biru.
Dewa Long terdiam, ia tidak menyadari kedatangannya sama sekali.
Dewa tidak sadar akan keberadaan pemuda itu sebelumnya, mengingat urusannya dengan dewi rendahan ini.
Membiarkan targetnya di saat terakhir bukan rencana buruk, ia bisa dengan mudah melacak keberadaannya.
Namun kenyataan berkata lain, pemuda itu tiba-tiba datang dan mengganggu kesenangannya.
"Aku yang dewa cari bukan?" Liu tersenyum, ia tak menyangka akan bertemu dewa lain di sini.
Dewa terdiam, bisa-bisanya pemuda itu tersenyum ke arahnya. Tidak ada tatakrama sama sekali.
[Hati-hati Tuan, kekuatannya lebih besar dibanding dewa yang pernah Tuan lawan] Sistem mengingatkan.
Liu sudah tahu info dasar dewa satu ini. Seolah aura kekuatan dewi memberitahunya.
Mungkinkah ini kemampuan aura kekuatan sang dewi?
Liu tersenyum kecil, di saat sistem tak bisa diandalkan, masih ada cara lain.
[....]
Sring.
Tubuh dewi bercahaya biru, tanda pemulihan sedang bekerja padanya.
Dewa tidak senang melihat ini. Pemuda itu bisa dengan mudah mentransferkan kekuatannya seperti itu.
"Serahkan dirimu." Dewa laut terdengar serius, namun raut wajahnya terlihat santai.
Liu terdiam. Ia tak menyangka penampilan dewa laut seperti ini. Ia pikir bakal melihat bapak tua berjanggut panjang memegang senjata tusuk tiga.
Sring.
Tombak tusuk tiga tiba-tiba muncul di tangan sang dewa.
YAH BAGIAN SENJATANYA MEMANG SESUAI DENGAN DUGAANNYA SIH.
Liu terdiam, tak ada gunanya juga mengomentari penampilan dewa. Yah tidak semua hal sesuai dengan dugaannya juga kan?
[Meningkatkan energi Qi....]
Liu makin dipenuhi kekuatan. Ia tak mau setengah-setengah melawan dewa.
Dewa akhirnya tertarik melihat kemampuan pemuda ini. Senjata tombak tiga tusuknya memancarkan energi yang hebat.
HUSH!
Dan sang dewa langsung melesat!
"Tusukan Air."
SWURSH!
Seketika itu juga dari senjata tombaknya muncul air berbentuk pedang!
LAH KALAU GITU UNTUK APA SENJATA TOMBAKNYA DONG?
Liu protes, tapi apa boleh buat. Ia nggak bisa ngatur serangan lawannya juga sih.
"...." Dalam gerak lambat terlihat serangan pedang air dari tombak itu berbahaya.
Liu bisa melihat serangannya, inilah keuntungan akselerasi Qi lebih awal!
'OKE.' Mungkin terlihat keren kalau ia menahan dan langsung men-counternya.
'Serangan dua arah?' Bisa saja pedang air yang tercipta itu hanya untuk mengalihkannya saja.
SERANGAN YANG SEBENARNYA ADA DI TOMBAK TUSUK TIGA ITU!
SYUT!
Dengan sigap Liu berkelit. Tidak sulit menghindari serangan pedang air itu, Liu hanya peduli pada senjata mencolok sang dewa saja!
[Menyiapkan serangan balasan....]
JLEB!
"!?" Pedang air menusuknya dari belakang!
'Kenapa....?' Liu tak percaya, jelas-jelas ia sudah menghindari serangan pedang air itu!
APA JANGAN-JANGAN!?
Serangan pedang air itu mengikutinya kemanapun?
"...." Dewa tersenyum. Targetnya terbuka lebar untuk diserang, senjata andalannya siap untuk mengakhiri semuanya.
"!"
SWWUSH!
Liu menghilang begitu saja!
Yang pada kenyataannya, ia sama sekali tidak menghilang, melainkan menghindar!
Akselerasi Qi-nya berlipat ganda di saat momen krusial tadi!
SWURSH!
Seketika itu gelombang laut dahsyat tercipta, ombak sangat tinggi yang mengejutkan siapapun yang melihatnya.
Bersamaan dengan hempasan angin yang sama brutalnya.
SRING.
Aura kekuatan Liu membesar, membuatnya bisa bertahan dari ombak dan hempasan angin yang menyapunya.
Sementara itu di sisi lain dewa langsung menyerangnya lagi!
TRANG!
Dengan sigap Liu menahan serangan tombak dewa dengan pedang aura biru miliknya!
Sayang sekali aura pertahanan Liu tak berefek apapun pada dewa, dan hanya bereksi pada gelombang air disekitarnya saja!
TRUNG!
Liu meladeni serangan dewa. Gerakan mereka sangat cepat!
__ADS_1
"Menyerahlah!" Dewa tertawa dan terus menggempur targetnya. Ia sangat diuntungkan dengan perbuatan lawannya.
Kini targetnya itu harus fokus bertahan dari gelombang air dan mengatasi serangannya. Ini akan jadi kemenangan yang mudah!