Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Apaan Tuh?


__ADS_3

Liu berusaha menenangkan dirinya.


'Ja- jadi sistem?' Liu belum mendengar jawaban dari pertanyaannya.


[Bertahan sajalah Tuan] Sistem tidak mau menjawab pertanyaannya.


'YAHHH.' Liu makin curiga apa yang dikhawatirkannya malah kejadian.


Liu menutup matanya, ia tidak punya pilihan selain bersabar dan menyerahkan urusan ini pada kedua makhluk ini.


***


SSSHHH....


Hilir angin dingin menerpa tubuh, membuat siapapun yang merasakannya merasa ingin bangun.


Dan Liu pun perlahan membuka matanya.


"Uh." Kepalanya terasa berat, tapi entah kenapa ia bersandar di sesuatu yang empuk.


Liu melihat ke samping, entah kenapa ada gundukan di depan matanya.


Yang pasti bukan gundukan tanah ya guys ya.


Liu perlahan bangkit dan melihat gundukan apa itu.


WADUH!


Ternyata Nona Yahuan!


Sudah berapa lama ia tidur di atas perutnya!?


Bukannya itu sesak ya?


Liu melihat keadaan sekitar, namun disambut dengan hempasan angin yang kencang.


'UH.' Udara dingin dan hempasan angin kencang, apakah?


Liu bangkit dan seketika itu juga bisa melihat awan terbang di bawah.


'SUDAH SAMPAI?' Liu sama sekali tidak sadar.


Bulan bersinar terang di atas, tak disangka sudah malam lagi saja ya boy.


"Nggh...." Yahuan pun bangun dan mengucek matanya, pemuda itu ternyata sudah sadar.


"Tuan Sun sudah pergi Nona?"


Yahuan mengangguk dan sedikit menguap. Matanya sayu dan tubuhnya lunglai. Ia terlihat begitu kelalahan.


Apa mungkin terjadi sesuatu saat ia tidak sadar?


Pertarungan atau apalah begitu?


[Sistem tidak mendeteksi hal itu Tuan]


'Oh.'


Jadi kenapa nona ini terlihat begitu lelah ya?


"Hm?" Yahuan menyadari pemuda itu menatapnya terus-terusan, dan Liu pun segera memalingkan mukanya.


Yah terkadang orang di dunianya suka marah kalau diperhatikan lama-lama, mungkinkah penduduk alam pertengahan juga begitu?


Liu mengamati area sekitarnya lebih seksama.


Jadi ia sudah berada di atas gunung sekarang....


'SISTEM KAMU NAKUT-NAKUTIN AJA TADI.' Dan ia langsung emosi.


[Apanya Tuan?]


'Katanya lokasi gunungnya jauh, padahal deket begini!'


Liu tahu karena tadi siang terus sekarang malam! Itu berarti cuman beberapa jam saja!

__ADS_1


[Iya Tuan, untunglah cepat, genap tiga puluh hari] Sistem terdengar lega.


'....'


TUNGGU APA?


'Sistem kamu yang bener?' Liu tertegun, masa sih selama itu?


[Ah, satu bulan kan tiga puluh satu hari ya Tuan?]


[Berarti hampir sebulan Tuan]


Bukan itu masalahnya....


Yah beda sehari nggak terlalu mencolok juga sih.


Tapi masa sampai selama itu sih?


"Syukurlah." Yahuan tersenyum.


"Nona apa kita?" Liu ingin mendengarnya lebih lanjut, dan gadis merah ini akhirnya menceritakan semuanya.


'....' Liu terdiam, ternyata benar apa kata sistemnya.


"Ukh."


Blugh.


Yahuan terjatuh namun dengan sigap Liu menahannya.


"Kaki nona...." Kaki gadis berambut merah ini membiru, kondisinya tidak terlihat baik.


"Ah bukan apa-apa." Yahuan berusaha berdiri lagi, dan tersenyum kecil.


Liu bisa melihat kesakitan dibalik senyumannya itu.


Pada kenyataannya Yahuan bertahan selama ini dengan kekuatan yang dipinjamnya. Yang tak disangka begitu besar dan hebat.


Satu-satunya alasan kenapa kakinya lemas dan terluka adalah karena tidak bisa mengendalikan kekuatannya.


"Eh?" Yahuan agak kaget, namun tidak berontak mengingat kakinya memang lemas.


Shhhh....


Perlahan namun pasti muncullah aura Qi hijau, menyelimuti kakinya. Dan berlangsung beberapa saat.


"Oke sip." Liu bangkit lagi dan tersenyum.


"Eh?" Yahuan merasa ada yang berbeda dengan kakinya. Kakinya lebih ringan dan bahkan rasa lemas dan sakitnya pun hilang!


"Sembuh?" Yahuan tidak menyangka sebegitu mudahnya pemuda ini memulihkan luka.


'WOW KAMU SUDAH BALIK SISTEM?'


[Hehe]


Akhirnya sistem sudah balik lagi yeyy!


Penantian lama terbayarkan, sistem sudah benar-benar pulih sekarang dan siap beraksi lagi.


Sret.


Dengan cepat Liu berdiskusi ringan, dan hasilnya tidak terlalu menyenangkan.


Nona Yahuan juga tidak tahu apa-apa soal tempat yang ditunjuk dewa ini.


"Aku tidak berguna." Yahuan menunduk terlihat sedih.


"JANGAN SEDIH NONA." Dengan cepat Liu menenangkannya.


Yah Liu bukannya mau menyudutkan atau bagaiman sih. Ia hanya perlu info mengenai tempat ini meskipun hanya sedikit.


Nona Yahuan juga baru tahu soal tempat ini.


Liu pikir Nona Yahuan tahu banyak sebagai makhluk setengah dewa. Namun ternyata tidak seperti itu.

__ADS_1


Hanya yang sudah layak saja yang bisa mengetahui lebih lanjut mengenai alam dewa ini.


Hmmm, ketat juga ya alam dewa ini.


[Misi: Mencari Kitab Immortal yang ketiga]


Liu mengangguk kecil, itulah tujuannya datang ke tempat ini.


Eh ngomong-ngomong soal misi, terbesit pertanyaan di benaknya.


'Kok nggak naik level sih sistem?' Padahal sudah bertarung dengan dewa lho.


Lawannya bukan main-main lho, bisalah ia naik dua puluh atau tiga puluh level?


[....] Sistem terdiam, malah ngemis level.


[Tuan akan naik level kalau sudah waktunya]


'....' Entah kenapa jawaban sistem tidak memuaskan sama sekli.


Jadi level up-nya suka-suka sistem saja begitu?


Apa mungkin sistem malas menaikkannya level karena sudah di-carry tadi?


Yah tanpa tekad kuat sistem Liu tidak mungkin bisa berhadapan dengan dewa sih.


Dan kalau dipikir-pikir itulah kali pertama ia sadar ketika dikuasai sistem. Yah biasanya ia bener-bener diambil alih sih.


Apa itu artinya sistem sudah percaya mentalnya? Jadi tidak perlu mengambil alih tubuhnya sepenuhnya?


Mau nanya sistem tapi takut, 'cari tahu saja sendiri, harus mandiri.'


Dan memang sistem menghendaki agar tuannya mandiri sih.


'CUKUP BAHAS SOAL LEVEL.' Tak ada gunanya protes, di kasus ini tidak menyelesaikan masalah sih.


Kini tujuannya hanya satu, mencari kitab tingkat langit yang tersisa. Dengan begitu ia bisa melangkah lebih jauh!


Liu terdiam. Smentara tidak banyak hal yang bisa dilihat selain pemandangan langit malam indah dan udara dingin.


DIMANA LOKASI KITABNYA?


Datang ke tempat yang ditunjuk dewa tidak langsung membuat tujuannya langsung tercapai.


Gyut.


Yahuan menarik baju Liu, sepertinya ada sesuatu yang ingin ditunjukkannya.


Entah kenapa ia merasakan suatu energi unik tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Liu mengikuti langkahnya, langkah demi langkah mereka lalui, Area puncak gunung tidaklah terlalu luas, ada cekungan kawah berasap yang terjal.


Kalau terpeleset dan jatuh ke bawah sih tidak akan family friendly.


'Apa yang?' Liu penasaran apa yang dirasakan nona ini sih.


Namun semuanya akan terjawan ketika beliau sudah berhenti.


Tap.


Dan berhenti.


Liu terdiam sementara di depan mereka adalah kawah lava inti gunung ini. Begitu luas, panas, berasap, dan mengerikan.


Kenapa nona ini membawanya kemari?


Liu berusaha memikirkan apa alasannya, tapi yang pasti bukan menikmati pemandangannya sih.


Yahuan terdiam, pandangan matanya terarah pada kawah lava super panas, yang secara kasat mata memang merah, panas dan berbahaya.


Apa Nona Yahuan suka melihat dalaman gunung? Yah itu tidak salah sih.


Liu bisa merasakan panasnya sampai ke sini. Bukan panas biasa sih ini, rasanya tidak nyaman.


Yahuan menunjuk ke tengah kawah lava super panas itu.

__ADS_1


Liu memicingkan matanya dan berkata, "APAAN TUH?'


__ADS_2