
'Hmmmm.' Tak bisa dipungkiri situasi makin memanas, Liu bisa merasakannya.
Jadi ini yang dimaksud sistem?
Kalau ia bersikap seenaknya tentu akan merusak suasana pertarungan yang sangat serius ini.
Liu merubah raut wajahnya, ia kini kelihatan garang dan berbanding terbalik dengan tindakannya sebelumnya.
"...." Dewa pun menyadarinya. Ia baru tahu targetnya punya dua kepribadian.
'HM.' Liu tahu dibalik keheningan malam ini sang dewa sedang merencanakan suatu hal, dan bisa jadi itu adalah kejutan yang tidak menyenangkan.
Liu bersiap dengan kekuatan sistem bersama dengan tiga kekuatan aksesoris dewa. Kombinasi yang tak main-main.
Yah, Liu tak punya pilihan lain selain mengeluarkan semua yang ia bisa, atau dewa bisa mengalahkannya dengan mudah.
Dewa berkekuatan besar satu ini pastilah tak akan menahan diri, dan begitupula dengannya, kini ia sudah siap dengan kekuatan full power-nya.
Sejauh ini masih belum ada pergerakan dewa....
'KOK LAMA SIH.' Liu tak menyangka dewa menghabiskan banyak waktu dibagian memikirkan strategi untuk melawannya.
Yah mungkin saja sang dewa ingin memastikan semuanya lancar tanpa kendala dan bisa langsung menumbangkannya.
[Tuan menunggu apa?] Sistem terdengar heran. Kenapa tuannya tidak maju menyerang saja?
'Oh iya.' Saking waspadanya malah lupa nyerang.
Tapi bukannya ia perlu waspada dan hati-hati ya?
Liu bukan penganut serangan counter, namun tetap saja teknik counter attack cukup ampuh untuk menangani menangani lawan kuat.
HUSH!
Dan dewa akhirnya maju juga!
Liu tersenyum kecil dan melakukan hal yang sama juga!
BUMMMM!!
Kedua makhluk itu beradu satu sama lain dan menimbulkan hempasan dan getaran yang kuat.
Terlihat jelas dewa beruhaha meninjunya dibagian wajah namun Liu bisa menahannya hanya dengan satu tangannya saja.
Dewa menatapnya tajam, seolah sudah tahu serangannya akan diatasi dengan mudah.
Shh....
'KOK RINGAN BANGET YA?' Liu terdiam, ia pikir serangan dewa bakal lebih bertenaga lagi.
Kini kedua tangannya dipenuhi aura kemerahan membara, kekautan gelang dewanya jelas aktif.
KREK!
"!" Liu bisa dengan mudah meremas tangan dewa, bahkan sampai ada suaranya!
SYUT!
Dengan cepat Liu melepaskannya dan sang dewa pun bersegera mundur.
'OIOI.' Liu terdiam, ia jelas tak percaya apa yang barusan terjadi.
Kini terlihat jelas tangan kanan dewa tak baik-baik saja. Terlihat lemas dan tak sekuat sebelumnya.
'Sistem tadi kenapa?' Liu butuh penjelasan.
[Tuan meremas tangan dewa sampai hancur]
'ASTAGA.' Masa sampai sebegitunya sih?
Padahal niatnya cuman ingin membuat dewa mundur dengan menekan kekuatan, lah malah jadi seperti ini.
Dewa meteor terdiam, ia masih kelihatan serius, tidak peduli kondisi lengan kanannya yang kurang bagus.
Niat menyerang malah jadi seperti ini.
Sudah sepatutnya dewa menunjukkan ekspresi tak percayanya, namun pada akhirnya ia tetap bisa terlihat profesional di sini.
'....' Liu bisa merasakan bukti dari pernyataan sistem, lengan kanan dewa memang hanya memancarkan sedikit kekuatan, berbeda dari aura kekuatan seluruh tubuhnya.
Itu jadi bukti kuat ia sudah melakukan hal mengerikan.
'Eh turunin kekuatannya dong.' Liu tak mau terlalu berlebihan di sini.
[Tidak bisa Tuan]
'Apa?'
Dengan cepat sistem menjelaskan alasannnya.
'....' Liu tak menyangka ia tak bisa menurunkan kekuatannya. Pilihannya hanyalah dua, tetap lanjut atau menghentikan sepenuhnya kekuatannya.
Jelas pilihan kedua tak bisa diambil mengingat ia masih ditengah pertarungan.
Sistem dan kekuatan aksesoris dewa tidak hanya asal mengumpulkan kekuatan, namun juga berusaha menjawab tekad tuannya, yakni Xiao Liu sendiri.
Kekuatan inilah yang jadi perwujudan tekadnya, tidak bisa dikompromi dengan cara apapun juga.
'Seharusnya aku bisa mengalahkannya dari awal,' batin Dewa Meteor, jelas ia tak terima dengan apa yang terjadi padanya sekarang.
Sebuah kenyataan yang sama sekali tak ada dalam bayangannya. Bagaimana mungkin dewa sekuat dirinya bisa kalah hanya oleh bocah begini?
Untuk apa semua pengalamannya sebagai dewa selama tak terhitung ribuan tahun lamanya?
Dewa merasakan penghinaan yang luar biasa di sini.
Ia tak terima dan hanya bisa menatap tajam targetnya saja.
Liu terdiam menerima apa adanya tatapan dewa yang super serius itu.
Tak bisa dipungkiri ia sudah membuat dewa marah, tapi yah mau gimana lagi nggak sengaja juga sih.
Sejauh ini masih belum ada pergerakan apapun dari sang dewa. Pasti merencanakan strategi yang lain.
'Oke.' Kalau begitu biar adil Liu tak akan beranjak dari tempatnya sebelum luka di tangan dewa pulih.
....
Beberapa saat pun berlalu, Liu terdiam dan dewa pun terdiam juga. Sama-sama terdiam.
'KOK?' Liu tak menyangka dewa masih belum kunjung pulih juga.
Bukankah mudah bagi dewa memulihkan luka sendiri? Kenapa sampai sekarang masih sama saja ya?
[Tidak juga Tuan]
'HAH?' Masa sih?
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa kekuatan tuannya terlalu besar sampai pemulihan dewa pun berlangsung sangat lambat.
__ADS_1
'OI.' Liu tak menyangka ini yang terjadi.
Menunggu dewa pulih kembali bisa menguji kesabarannya dong ya.
Remasan kecil yang tak terlihat berarti ternyata berdampak besar bagi jalannya pertarungan ini.
Itu menunjukkan hal kecil pun bisa berarti besar.
Sret.
"Dewa! Sebaiknya kita damai!" Liu serius mengatakannya. Ia berusaha sesopan mungkin dan tak ada niatan merendahkan dewa.
Dewa terdiam, sedari tadi ia menunggu ditumbangkan dengan hormat oleh pemuda ini, sekarang malahan ditawari perdamaian.
Liu tak melihat makna dari pertarungan ini.
'....' Dewa terdiam, ini tak seperti yang ia harapkan.
Sret.
'Lho?' Sang dewa malah masang kuda-kuda lagi dan siap nyerang!
Liu terdiam dan langsung paham soal apa yang dewa putuskan di sini.
Dewa tetap percaya pada idealisme-nya dan tak mau didikte oleh orang lain, sungguhlah tekad yang kuat.
Liu paham dan masih belajar soal itu. Ia terdiam dan melihat dewa mengumpulkan sejumlah besar kekuatan.
Perlahan namun pasti hempasan tenaga mulai terlihat.
Getaran pun terasa dan berangsur-angsur makin kuat.
Liu terdiam dalam keseriusan. Ia melihat ke atas, sementara itu terlihat bintang bersinar yang lebih besar di malam hari mirip bulan nampak.
[Tuan] Sistem langsung merasa ada yang tidak beres.
"Bintang Kematian."
DBUM!
Ledakan dashyat tercipta seketika itu juga.
Teknik yang sama kah?
Liu tak menyangka dewa pakai serangan meteor lagi.
SYUT!
"!?" Bintang besar hancur itu hilang! Kok bisa begitu yah!?
SWWUSH!
Sang dewa langsung melancarkan tinjuan lagi!
'PENGALIHAN!?' Gerakan dewa terlalu cepat!
NGGAK BAKAL SEMPAT MENGHINDAR!
Ternyata dewa bukan mau ngejatuhin meteor!
BDBDUMMM!!!
Seketika itu juga ledakan energi kuat tercipta dan muncullah cahaya yang sangat terang.
Ditahap ini jelas serangan dewa mengenai sang karakter utama.
Dan tak lama kemudian terlihat jelas apa yang sudah terjadi di sini.
"!" Sang dewa tak percaya akan apa yang dilihatnya.
Serangan tinjuannya jelas mengenai pemuda ini, namun ia hanya menyentuh pipinya tanpa melukainya. Bagaimana mungkin?
"...." Liu terdiam, ia agak akward melihat dewa sedekat ini, namun ya sudahlah lagipula ia tak sempat menahan serangannya sih.
TUNGGU DULU....
Kok serangan dewa nggak berasa ya?
Clack.
Dewa langsung tersungkur dengan raut wajah kebingungan dan frustasi yang sulit dijelaskan.
"Dewa....?" Liu langsung menanyakan keadaannya, namun sepertinya sang dewa akan tetap seperti ini untuk sementara waktu.
[Kena mental Tuan]
"...." Liu tak menyangka bahkan sang dewa pun bisa terkena perasaan yang tak menyenangkan ini.
Bukan tanpa alasan sang dewa merasakan hal ini, namun karena memang beliau ini sudah melihat kenyataan yang benar-benar sulit diterima akal sehat (akal sehat di dunia dewa).
"Kenapa?" Dewa hanya tertunduk dengan nada suara tak terima dan emosinya yang memuncak. Tak ada lagi kepercayaan dirinya yang di awal tadi.
Liu terdiam, ia terlihat tenang dan seolah sudah tahu apa yang terjadi, namun kenyataannya tidaklah begitu.
Ia sendiri tak menyangka kok bisa dirinya bertahan dari serangan tinjuan super kuat sang dewa meteor?
Padahal disaat terakhir Liu sadar sang dewa ternyata memakai strategi yang jauh berbeda dari yang bisa ia bayangkan.
Dewa mengambil paksa kekuatan bintang di langit dan menjadikannya miliknya, dan langsung pula menghantamkannya padanya.
Yang seharusnya terjadi tentulah kehancuran masif yang mengerikan, mengingat energi sang dewa begitu besar dan tak terbendung.
Namun sayang beribu sayang, bukan itu yang terjadi. Malahan Liu tak perlu repot-repot bertahan atau apapun, ia hanya diam dan menerima serangan itu mentah-mentah.
Tak ada kehancuran sedikit pun, tak ada luka, serangan dewa benar-benar tidak berefek sama sekali.
Dengan sigap Liu langsung menanyakannya.
[Tuan menetralkan kekuatan dewa]
'....' Eh? Emangnya bisa ya? Bukankah kemampuan ekslusif dewa bajak?
Sistem pun menjelaskannya dengan rinci dan detil, dan bukannya mengerti Liu malah makin tak paham.
Terkadang hal sederhana yang sering diremehkanlah yang penting.
'....' Semua ini mungkin karena sistem dibantu dengan kekuatan aksesoris dewa.
Kombinasi sistem dan ketiga kekuatan itu menghasilkan kemampuan baru dimana Liu bisa menetralkan dan menghilangkan efek serangan sang dewa.
'....' Liu tak menyangka ia se-OP ini, entah ia harus senang atau takut sekarang.
"Dewa...." Liu menepuk pundak dewa yang kelihatannya sedang merenung.
Sang dewa kini lebih tenang, bisa terasa dari aura kekuatannya yang mulai stabil lagi.
Dewa tetap tersungkur dan tak berencana berdiri, namun Liu memaksanya dan akhirnya mereka berdiri.
"...." Dewa kehilangan kehormatannya. Kepercayaan dirinya menurun dratis.
__ADS_1
'YAH GIMANA YA.' Liu tak mengira dewa yang sangat percaya diri bisa jadi seperti ini.
[Hayo Tuan]
'KAMU MALAH BEGITU.' Liu tak ada niatan mengubah kepribadian dewa juga.
Liu menunggu lagi sang dewa supaya lebih tenang.
Dan tanpa terasa sinar pun mulai terlihat, perlahan mengakhiri era malam hening yang sudah berlalu.
"Tuan Liu." Sang dewa tak lagi memedulikan kehormatannya, kini ia menunduk dalam dan mengakui sosok yang lebih kuat darinya.
Sang dewa meminta hukuman atas kelancangan yang telah dibuatnya namun sudah jelas Liu menolaknya.
Apa enaknya menghukum orang, eh dewa lain?
[Tuan bisa lebih ditakuti dan banyak dewa yang akan pikir panjang sebelum mengincar Tuan]
'Oho.' Kedengarannya menarik, tapi tidak terima kasih.
Liu ingin dewa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya dan menjadi dirinya sendiri. Biarlah apa yang terjadi, terjadilah dan tak perlu dipikirkan lagi.
[Inilah akhirnya, ada pertemuan ada juga perpisahan]
'Kan udah biasa.' Entah kenapa sistem kek narator.
Bukan kebetulan ia bertemu dewa satu ini.
Dewa pun memberinya sebuah batu kecil sebelum akhirnya pergi meninggalkannya.
'BATU?' Liu terdiam, ia belum sempat menanyakannya dewa sudah keburu pergi.
Yah tipikal dewa sibuk pada umumnya.
Mungkin oleh-oleh?
Yah baru kali ini ia dapat batu, sekilas benda yang jarang dilihat dan diabaikan.
Liu memerhatikan dengan saksama batu hitam kecil itu, dan rasanya ada yang beda. Apa karena yang memberikannya sang dewa ya?
Liu terdiam dan masih menganalisis batu ini, mau dilihat di sisi manapun ini tetaplah batu sih.
Tapi Liu ragu juga sang dewa iseng ngasih batu random begini. Pasti ada alasan dan tujuan dibalik pemberiannya ini.
Sring!
Batunya tiba-tiba bercahaya!
'I KNEW IT!' Sudah pasti bukan batu biasa!
Sret.
Entah kenapa rasanya sedang memegang sesuatu. Liu membuka kepalan tangannya dan seketika itu juga terdiam dengan apa yang dilihatnya.
Tablet tipis hitam ada dalam genggamannya sekarang, seperti ada layar dan memantulkan bayangan.
"Wah." Bisa ngaca, Liu langsung merapikan rambutnya yang agak acak-acakan pasca pertarungan tadi.
Tapi kenapa batunya hilang dan jadi tablet?
How? Liu terdiam dan heran.
[Terkadang hal mengejutkan bisa terjadi Tuan] Sistem mengingatkan.
'Oh iya.' Ini kan alam dewa yah, hal-hal diluar nalar sudah jadi makanan sehari-hari.
Yah, entahlah Liu tak mau mikir keras, batu dewa meteor berubah jadi tablet, titik.
Dengan cepat Liu memeriksa lagi tablet itu, dan terdiam.
"EH NYALA." Sinar terang muncul dan benda itu langsung menampilkan sesuatu.
'Peta?' Liu terdiam, jelas ada gambar peta sih.
Biasanya kan peta ada dikertas ya? Tapi kenapa sekarang di benda seperti ini?
[Sepertinya dewa memberikan peta digital Tuan]
'Peta digital?' Liu terdiam, mungkinkah itu versi selanjutnya dari peta konvensional?
[Benar Tuan]
'WOW.' Liu terdiam, ia bisa mengusap layar itu dan petanya langsung gerak. Ini keren sih.
Tak disangka sang dewa meteor memberinya peta canggih begini.
Kok bisa-bisanya dewa meteor punya benda secanggih ini ya?
[Dewa tidak kesulitan melihat semuanya dari atas Tuan]
'Woah.' Liu baru sadar, bener juga kata sistemnya.
APA MUNGKIN DEWA METEOR MERANGKAP JADI DEWA TEKNOLOGI?
Siapa tahu?
Sring.
Tiba-tiba ada tanda aneh yang muncul di petanya.
Liu terdiam, entah kenapa ada yang gerak-gerak di petanya itu.
[Itu animasi Tuan]
'O- oh.' Animasi? Kelihatannya keren sih.
Liu belum terbiasa melihat peta secanggih ini, namun yah ia tak punya pilihan lain juga sih. Peta biasanyakan sudah tak ada di tangannya ya.
Liu memerhatikan tanda merah berkedip-kedip itu, ada tulisan 'danger'.
"Bahaya?" Liu terdiam, tandanya tak jauh dari ikon tempatnya berdiri.
[Alam dewa tingkat ini lebih luas Tuan]
'OH!' Berarti tak peduli tandanya deket, nyata nya mah jauh ya.
'Ini beneran?' Apa ia bisa percaya pada peta canggih ini?
[Sistem tidak mendeteksi ada hal aneh Tuan] Sistem sendiri tidak tahu pasti, jadi ia netral di sini.
Liu terdiam, kemungkinan dewa menipunya dengan peta kecil, mengingat beliau sudah mundur dan mengakui kemampuannya.
Liu tak punya pilihan selain percaya juga sih.
Sring.
"!" Tiba-tiba ada hologram tanda panah muncul di depannya!
Dan lagi gelangnya bercahaya merah! Ada apakah gerangan?
__ADS_1