Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Beruntung


__ADS_3

Belum selesai perkataannya langsung keburu dihajar!


"Heh." Rasanya enak menghajar setelah dihajar.


"Ukh." Bahkan sang dewa sampai mengeluarkan suara begitu.


Artinya memang ada sesuatu yang dalam sih.


Padahal dewa tidak terhempas jauh dan pukulan Liu tak terlihat sekeras itu.


Yah, kenyataannya satu pukulan sederhana ini lebih kuat dari pukulan kerennya tadi.


Liu sudah memperhitungkannya, tak sia-sia menunggu saat yang tepat, menyerang celah adalah satu-satunya jalan.


Meskipun dibayar dengan harga mahal, namun tidak sia-sia.


"Hehe." Liu masih tersenyum, padahal wajahnya babak belur dan penuh luka begitu.


Di sisi lain, sang dewa terdiam, dari penampilan luarnya terlihat tidak ada yang berubah sih.


Namun tidak ada yang bisa menipu aura kekuatan.


Aura kekuatan Qi sang dewa tengkorak tidak baik-baik saja.


"...." Tidak semestinya aura kekuatan dewa sekacau ini, namun begitulah kenyataannya.


Inilah akibatnya kalau tetap melawannya, sistem tertarik melihat sampai mana dewa itu menantangnya.


Luka yang tidak kelihatan sama bahayanya dengan luka yang kelihatan, atau mungkin bisa lebih bahaya lagi.


[Tuan baik?] Sistem tak bisa memulihkan kondisi fisik tuannya, energinya terpakai untuk serangan tadi.


'Tak pernah sebaik ini.' Liu tak mementingkan perasaannya lagi, yang ia lihat sekarang hanyalah tujuannya untuk membuktikan diri pada dewa.


'Eh tapi sistem bukannya kita curang ya?' Liu sadar akan suatu hal.


[Curang bagaimana Tuan?]


'Entah kenapa aku merasa bisa melakukan apapun.' Liu tak sadar kekuatannya sekarang sudah jauh di atas dewa, dan merasa bersalah karena tak terdesak oleh dewa.


Yah ia seharusnya terdesak terus dalam pertarungan ini kan? Tapi kok langsung bisa counter attack sih.


Tinjuan tadi tidak dihitung? Sistem tidak ingat tuannya masokis.


[Tuan tidak perlu menyiksa diri] Sistem tidak setuju soal pendapat tuannya ini.


Kenyataannya tuannya memang lebih kuat, jadi mau bagaimana lagi?


Dewa tengkorak tersinggung dengan perlakuan pemuda ini. Ekspresi wajahnya terlalu memprovokasi.


Namun tidak bisa dipungkiri serangan pemuda tadi mengacaukan kekuatannya, dewa tidak bisa langsung menyerang lagi sekarang, setidaknya sebelum energinya stabil kembali.


Sistem sudah memberi peringatan, seharusnya sang dewa sudah sadar.


"Kau...." Kata-kata khas muncul kembali dari mulut sang dewa.


"Apa dewa tahu dimana Dewi Xinmu?" Liu langsung mengutarakan maksudnya.


Sang dewa tengkorak terdiam, ia tidak terlihat mau menjawab pertanyaan pemuda ini.


'EH.' Liu sadar sesuatu. Status sang dewi kan buronan ya, yang berarti tidak ada makhluk lain yang tahu.

__ADS_1


Jadi bertanya pun tak ada gunanya ya.


SSWWUUSHH!


Seketika itu juga sang dewa tengkorak diselimuti api, persis seperti kejadian teknik duplikatnya sebelumnya.


Dan bersamaan dengan itu pula getaran dan hempasan angin yang kuat tercipta juga.


[....] Sistem sudah menduga hal ini, dewa tengkorak tidak juga sadar dan malah meningkatkan kekuatannya lagi.


Dengan kekuatannya yang sekarang sulit bagi dewa tengkorak menumbangkan targetnya.


Pilihannya hanyalah meningkatkan kekuatan ditengah kondisinya yang tidak bagus.


HUSH!


Tanpa pikir panjang Liu maju ke depan! Sorot mata birunya bersinar tajam, keren sekali!


HUUSSHH!


Liu terhenti tepat sebelum melancarkan serangan apapun!


Aura kekuatan dewa bener-bener beda dari sebelumnya!


Aura kekuatan transparan yang sangat kuat menahannya mendekatinya.


Sistem terkesan dia bisa mengumpulkan tenaga padahal lagi kacau begitu.


TAP!


Liu menempelkan kedua tangannya, kini ia juga mau melakukan sesuatu!


HUSH!


Seolah tak mau kalah dari sang dewa! Yang pada keyataannya memang begitu adanya!


Sedikit saja perbedaan kekuatan akan berperngaruh banyak pada pertarungan. Liu sadar betul akan hal ini.


Sang dewa tetap fokus pada urusannya. Seharusnya dewa bisa mudah mengumpulkan kekuatan dengan cepat, namun di kondisinya yang sekarang itu tidak memungkinkan!


Keduanya tidak mau kalah, dan kegiatan yang mereka lakukan sekarang adalah adu mengumpulkan kekuatan.


Mungkin terdengar membosankan, tapi hal ini sangat vital dalam menentukan alur pertarungan!


Siapapun yang sedang bertarung pasti akan memberikan yang terbaik, kecuali jika tidak ingin menang.


Liu dengan kekuatan aura biru yang makin brutal, dan dewa tengkorak dengan aura transparan misterius.


Dan waktu pun berlalu begitu saja, setelah bosan menunggu akhirnya saat yang ditunggu-tunggu pun tiba!


SWWUSH.


Sang Dewa Tengkorak, Ghost Radar tampil dengan nuansa yang berbeda. Kini api pada tengkorak kepalanya berubah jadi biru, meninggalkan kesan dingin dan misterius.


Di sisi lain, Liu sebagai protagonis tampil nge-jreng dengan aura biru yang mengelilingi tubuhnya, terlihat sederhana, namun kenyataannya kekuatannya jauh lebih besar dari yang sebelumnya.


'KOK BIASA AJA BEGINI?' Liu protes penampilannya tak sekeren lawannya.


[Oh?] Sistem pikir tuannya suka yang minimalis.


SWUSH.

__ADS_1


Dengan sekejap aura birunya berubah jadi bentuk jubah!


"NAH.' Liu suka yang begini.


Srert.


Liu berdiri dengan penuh keseriusan, tak perlu memasang kuda-kuda pun ia sudah keren.


BLAR.


Dewa tengkorak mengadu kedua tinjunya, yang kini muncul api biru juga.


HUSH!


Tanpa pikir panjang lagi mereka langsung maju bersamaan!


"Teknik Fisik: Pukulan Dewa 1000 x 1000."


BLAR!!


Tak tanggung-tanggung Liu langsung melancarkan serangan terhebat sekaligus improvisasinya!


Dengan kekuatan luar biasa sebelumnya dipadukan dengan banyaknya jumlah serangan. Sebuah kombinasi yang MUACH!


Dewa tengkorak tak diam, ia terlihat serius juga!


"Pukulan Kematian Ekstra." Ia membalas dengan serangan yang sama! Teknik pukulan dewa yang kekuatannya tidak bisa diragukan!


BLAAAR


Seketika itu juga cahaya terang menyinari seluruh tempat ini, membuat sipapun tidak bisa melihat apa yang terjadi, kecuali yang sedang bertarung tentunya.


Langit-langit tanah mulai retak dan perlahan namun pasti reruntuhan mulai berjatuhan.


Energi yang sangat kuat yang bahkan membuat salah satu tempat di alam dewa jadi seperti ini.


Dan akhirnya cahaya terang itu pun meredup.


Terlihat keduanya terdiam, kini posisi mereka jadi jauh.


Tidak ada kerusakan brutal apapun, padahal energi yang mereka pancarkan sudah cukup untuk membuat kekacauan yang besar.


Liu sedikit tersenyum, ia tak menyangka dewa ternyata melakukan sesuatu yang lain.


"Kau...." Sang dewa konsisten dengan perkataannya. Kini api ungu yang ada pada kepalanya mengecil.


Bukan tanpa alasan tempat ini masih bisa bertahan, namun semuanya karena perbuatan sang dewa.


Dia meladeni serangan pemuda ini sekaligus menahan dampak serangannya, yang mengakibatkan lebih banyak energi yang terkuras padanya.


Sang dewa tahu tempat ini tidak akan bertahan kalau hanya mengandalkan statusnya sebagai tempat alam dewa saja, harus ada pencegahan yang dilakukan.


Mungkinkah ini sisi lain dewa yang jarang terekpos? Yaitu bahwa mereka juga peduli pada alamnya sendiri?


Yah meski hal itu bisa langsung dijawab sih.


Namun tetap Liu respect akan apa yang dilakukan sang dewa.


Kalau saja dewa tak menahan diri sudah pasti ia kalah tadi.


Kekuatan dewa yang terbagi, itulah yang membuatnya masih bisa berdiri.

__ADS_1


Liu terdiam, mungkinkah ini keberuntungannya?


__ADS_2