
Liu mengerti apa yang dimaksud dewa sekarang.
Ia terlalu gampang meremehkan, dan setelah kejadian hal besar, malah panik sendiri.
Liu belajar menghargai waktu tenang dalam hidupnya. Tak mungkin ia terus biisa mengatasi hal besar dalam hidup ini.
Nah sekarang, gimana?
Gulungan lava panas makin mendekat, kalau kena, jelas ngeri sih.
Liu menutup matanya. Di saat begini rasanya enak kalau panik, namun itu takkan membantu apapun.
Tenang adalah sikap terbaik yang bisa dilakukan.
“….” Liu bisa merasakan kedamaian, terlepas dari apa yang sedang terjadi sekarang.
Pikirannya begitu ringan dan tak ada beban, rasa khawatir atau apapun.
Sementara ombak sudah tak jauh lagi….
Kalau begini terus, nanti bakal ada adegan yang tidak cocok dilihat anak-anak….
Perlahan Liu membuka matanya, terlihatlah raut wajah percaya diri darinya.
Menghadapi masalah dengan senyuman! Saatnya beraksi!
“LET’S GO SKELETON!”
“GRRRA!”
Tengkorak raksasa langsung meompat sangat tinggi, bahkan lebih tinggi dari gelombagn ombak lava panas itu!
SRAHS!
Dan kini ia berlari di atasnya!
Sungguhlah momen yang lumayan keren!
KOK BISA-BISANYA SANG KARAKTER UTAMA TAHU DIRINYA BISA MENGENDALIKAN ACTION FIGURE RAKSASANYA SENDIRI!?
“Heh.” Senyum kecil terukir di wajahnya, akhirnya suara asing itu tak menyebalkan juga ya.
[….] Sistem terkesan tuannya bisa menghadapi scene tadi dengan tenang.
Tuannya berhasil menemukan alasan kenapa sang dewa memberinya ‘mainan’ kecil itu.
Tidak lain tidak bukan adalah untuk membantunya berada di tempat unik ini.
DUAR!!
BUMM!
“!”
KINI LEDAKAN DEMI DELAKAN MISTERIUS TERJADI SERAYA MEREKA SEDANG BERLARI!
‘INI DIA.’ Apa lagi kalau bukan perbuatan sang dewi?
Dengan lihat tengkorak raksasa itu menghindari ledakan yang terus terjadi itu, dan terus berlari.
“!”
[Dewi sudah dekat Tuan]
‘YA.’ Ia pun bisa merasakannya!
[Level up +10]
‘EH?’ Kok naik level?
[Karena Tuan percaya pada sistem]
‘….’ Oke, itu agak aneh.
Dimana-mana level up sesudah melawan musuh atau apa, ini malah peracaya?
Yah dari dulu alasan naik levelnya emang aneh sih, jadi bukan hal baru juga.
YANG PENTING NAIK LEVEL!
‘OKE. MARI KITA BERJUANG SISTEM!’
BUAGGGHHH!!!
Ada tangan besar misterius dan langsung memukul sang tengkorak raksasa!
“WAA!”
__ADS_1
BRUGH.
Sang tengkorak besar itu pun ambruk, namun tak tenggelam dan Liu masih berdiri di atas tubuhnya.
‘MA- MASIH HIDUP!’ Detak jantungnya berdebar kencang, tadi itu apa!?
“Xiao Liu….”
“!”
Tedengarlah suara perempuan bergema.
“WHAT THE-“ Liu tak percaya apa yang dilihatnya.
AD DEWI RAKSASA BERJUBAH MERAH YANG TERSENYUM KE ARAHNYA!
‘DEWI RAKSASA!?’ Ini kali pertama melihat dewi yang sebesar ini!
Bahkan agak lebih besar dari tengkorak raksasanya!
Jadi beliau ini dewi lava? Wow.
Liu tak mengerti kenapa penampilannya begitu besar, tapi yah ia tak punya urusan apapun dengan itu sih.
“Enaknya kuapakan buronan dewa kematian?” Dewi memegang dagunya seolah berpikir.
“….” Liu terdiam, ia masih terheran dengan dewi satu ini.
Rambut dan sorot matanya merah, begitupula dengan bibirnya.
Rasanya ia tengah melihat perempuan cantik, tapi di zoom.
“….” Dewi terdiam, ia sadar dengan mata jelalatan itu.
“Kagumilah sepuasnya sebelum kematianmu! Ha!”
OKE SIFATNYA TAK MENYENANGKAN.
Para dewi cantik belum tentu bakal baik semua sih.
“OKE DEWI AKU MENGAGUMINYA TANPA AKAN MATI!”
“Bagus juga bicaramu ya.” Dewi terkesan dengan kepercayaan diri makhluk satu ini.
“!” Sang tengkorak memegangnya, berdiri, dan menempatkannya kembali di kepalanya.
“Serahkan dirimu.” Sang dewi menatapnya tajam, dari balik sorot matanya terlihat semangat membara bak lava panas.
BUM!!
“!” Lagi-lagi ledakan besar!
Sang dewi mengontrol area sesuka hatinya!
Tengkoraknya melompat dan berkutik demi menghindari ledakan ini!
‘APA CUMAN INI!?” Liu menatap tajam, serangan begini belum cukup untuk menghentikannya!
[….] Sejak kapan tuannya jadi tukang provokasi begini?
“….” Dewi terdiam, raut wajahnya agak berubah.
Yang jelas sedikit terlihat serius.
‘APA BERHASIL?’ Liu yakin perkataan barusan takkan berpengaruh banyak, dewi pasti masa bodo dan lanjut nyerang lagi
….
Belum ada serangan ledakan lagi sih.
‘MASA BERHASIL!?’ Liu tak menyangka.
Padahal ia tak berharap banyak lho.
Sudah pasti makhluk kuat takkan mudah terprovokasi kan?
SHUWSH!!
Hempasan yang lebih kencang tercipta!
“Baiklah.” Dewi menatapnya serius.
Akhirnya energinya bisa terasa juga, dan membuat merinding siapapun yang merasanya.
‘OI OI.’ Termasuk sang karakter utama kita.
Liu tak menyangka sebegini besarnya kekuatan sang dewi lava.
__ADS_1
Sulit membandingkan kekuatan para dewa, namun jelas kekuatan dewi satu ini melebihi perkiraannya.
‘Ini beneran?’
[Benar Tuan]
Aura kekuatannya sangat besar sampai tak bisa diukur. Ini memang mengerikan.
Dibanding menghindari serangan ledakan, apa ini worth it?
Serangan ledakan memang membuatnya repot dan Liu tak bisa berbuat banyak selain menghindar dengan bantuan figure raksasanya.
Namun membiarkan dewi menggunakan kekuatan aslinya? Apa itu pilihan terbaik?
Dewi tak mau pamer, tapi makhluk incarannya memaksanya, jadi apa boleh buat.
“BOLEH JUGA.” Liu tersenyum tertantang.
“….” Dewi mengharapkan pujian atau keterkejutan dari lawannya, sepertinya harus ia tunjukan sendiri bagaimana kemampuannya.
Sang mengangkat tangannya ke depan, dan seketika itu juga gelombang lava yang lebih tinggi lagi tercipta!
BAHAYA SEKALI!
SWUSH!
Figurenya memakai cara yang sama, namun sayang sekali lompatannya tak cukup tinggi untuk melampaui gelombang itu!
Kalau begini bisa keguyuran dong ya!
Liu mengangkat tangannya ke depan dengan raut wajah serius.
Sring!
Aura kebiruan tercipta, menyelimutinya dan fogurenya!
BYUR!!
Keduanya dilalap si lava merah panas nan mengerikan.
Dewi terdiam. Gelombang pun perlahan tenang.
Itulah akibat meremehkan kekuatannya, sekaligus balasan bagi makhluk terlalu percaya diri itu.
Seharusnya dia bertekuk lutut dari awal dan menyerahkan dirinya.
Dewi dengan kemurahan hatinya pasti menerimanya dan dia tak perlu berakhir seperti ini.
Sang dewi memejamkan matanya, hendak mengambil jiwa dari pemuda itu.
Dan langsung menyerahkannya pada dewa kematian. Dengan begitu hadiah terbesar pun jadi miliknya!
….
“?” Dewi membuka mata, ia tak merasa ada jiwa melayang di sini.
Padahal jelas-jelas pemuda itu sudah musnah, tenggelam, tak bersisa dibawah kekuatannya yang hebat ini.
Tapi kenapa jiwanya belum pula terasa?
Kenapa ya?
BYYUURR!
“!”
Sang tengkorak besar muncul dari dalam lava!
Dewi terdiam, ia tidak menyangka targetnya masih hidup.
Terlihatlah aura kebiruan besar menyelimuti seluruh bagian tubuh sang tengkorak.
‘Pemuda itu mentransferkan aura kekuatannya….’ Itulah alasan kenapa dia masih hidup.
Dewi terdiam, ia mengakui kecerdikan lawannya.
Jadi, seberapa jauh lagi dia bisa bertahan?
‘MASIH HIDUP!’ Dibalik keseriusan wajahnya, Liu benar-benar panik.
Tenggelam di lava tidaklah menyenangkan.
Adrenalinnya masih terpacu, dewi benar-benar bisa mengakhirinya kapanpun dia mau.
[Jangan tenggelam lagi Tuan] Sistem terdengar serius.
Bukan tanpa alasan sistem mengatakannya.
__ADS_1
Sekali tenggelam saja sudah menguras banyak energi.
‘….’ Liu terdiam dan paham, namun tak bisa memastikan apakah ia benar-benar bisa melakukannya.