Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Dewi Es


__ADS_3

"Dewi mau menangkapku ya!?" Liu langsung ke intinya. Dua percobaan pembunuhan tadi adalah buktinya!


"Fufu...." Dewi menutup mulutnya, terlihat jelas beliau ini tersenyum rupanya.


Nona Ying tak mungkin senyum seperti itu sih. Liu melihat bedanya di sini.


"...." Lagi-lagi terjadi hal seperti ini. Beginikah rasanya jadi buronan di alam dewa?


[Begitulah Tuan] Inilah yang dimaksud sistem, tuannya pasti akan mengalami kesulitan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


'HAH!' Liu sadar akan suatu hal!


Ia tidak seharusnya menyalahkan keadaan! Inilah risiko yang menantinya dan harus dihadapinya!


Pergejolakan batin adalah bagian dari hidup manusia. Liu boleh mengeluh, tapi tidak boleh menyerah!


SSHHH....


Perlahan namun pasti kekuatan mulai terkumpul dalam tubuhnya. Liu tak mau main-main. Ia harus serius dari awal!


Sh....


Lengannya berasap. Kemampuan regenerasinya berjalan lambat, padahal biasanya tidak seperti ini....


Kekuatan dewi es memang hebat....


Liu tak berencana banyak terserang olehnya. Yah pasti itu akan merepotkan sekali sih.


Dewi menatapnya penuh arti. Tidak ada sorot mata tajam yang biasa ditunjukkan sebelum baku hantam terjadi.


'HM.' Ini malah membuatnya semakin curiga. Liu tak mau termakan situasi yang seperti ini.


Jangan remehkan trik menggunakan mimik wajah!


Liu terdiam, di saat begini harusnya dewi juga bersiap menghadapinya. Namun kenapa belum dilakukan ya?


Mungkin masih persiapan?


TAPI BISA SAJA DEWI MENYEMBUNYIKAN KEKUATANNYA.


Sama kek insiden pedang es tadi!


Liu tak melonggarkan pertahanannya. Tak mau terpengaruh permainan dewi.


"Kau hebat juga."


"?"


Bukannya nyerang malah muji?


"Tujuanmu sudah terbongkar Dewi Bing!" Liu menegaskan. Ia tak akan terpengaruh oleh pengalihan isu seperti ini.


"Hm?" Dewi Bing terlihat heran. Ia tidak mengerti apa yang perkataan pemuda ini.


'Berlagak tak tahu huh?' Liu tak bisa meremehkan akting dewi.


Mudah sekali untuk lengah. Bahkan menatap wajah dewi saja adalah cobaan yang berat.


[Maksudnya Tuan?]


'YTTA'


[....] Sistem malah makin tidak paham.


'Duh kamu juga pasti tahu lah sistem.' Sistem 'kan ada dalam dirinya, masa nggak tahu sih?


Yah sistem lagi-lagi sibuk sama urusan kekuatan, jadinya tidak tahu sih.


'Jadi gini....' Liu akhirnya menjelaskannya dengan singkat.


[Begitu ya] Sistem jadi paham apa yang dirasakan tuannya.


Mungkin membuat dewi menyingkapkan tudung jubahnya bukanlah hal yang tepat.


Tapi ya mau gimana lagi. Inilah ujian fokusnya, ia harus menang melawan halangan ini!


Dewi Bing terdiam. Pemuda itu kelihatannya curiga padanya. Mungkin efek pasca bertarung dengan dewa laut?


Padahal ia benar-benar serius memujinya lho.


"Kau akan tetap di sini." Dewi Bing tersenyum kecil.


JLEB.


"UKH." Serangan pesonanya bener-bener kuat! Bisa mudah salfok!


"HAH COBA SAJA KALAU BISA!" Liu tak berencana berhenti di sini!


"?" Dewi Bing terlihat makin heran. Sekarang pemuda ini memalingkan wajahnya.


"A- Ah!" Dewi es seolah baru ingat sesuatu.


Syut.


"Sekarang sudah aman." Dewi akhirnya bicara lagi.


Liu masih memalingkan wajahnya dan mengandalkan deteksi aura pun akhirnya megintip sedikit.


"Pyuh~" Dan ia pun akhirnya tak lagi memalingkan wajahnya. Sekarang sudah aman, dewi kembali menundungkan jubahnya, wajahnya tak kelihatan lagi.


Nah begini kan enak.


Liu bisa fokus memandang ke depan.


TAPI TUNGGU DULU.


KENAPA DEWI BISA TAHU APA YANG DIPIKIRANNYA?


JANGAN-JANGAN DARI AWAL SUDAH BEGITU?

__ADS_1


Liu lupa kalau dewa bisa baca isi pikiran.


[Sepertinya tidak begitu Tuan]


'Eh?' Tapi dewi tahu apa yang diinginkannya lho.


[Itu hanya kebetulan Tuan] Kalau ada pihak lain yang membaca pikirn, tentu sistem sudah bisa mendeteksinya dari awal.


'Begitu ya.' Liu terdiam, kebetulan yang menguntungkannya.


SRRIINGGG!


Seketika itu juga es menjalar dari kakinya!


"Uh!" Liu tak menyangka! Dengan cepat ia memfokuskan tenaganya pada kaki dan untungnya bisa lepas!


TAP.


Liu jaga jarak. Nggak bisa kompromi dengan lengah dikit.


"Mwehe."


"...." Imut juga suaranya.


'HAH!'


SADAR XIAO LIU! DIA ITU DEWI!


"...." Lagi-lagi ia kepikiran hal aneh!


[Memang kenyataannya begitu Tuan] Sistem sih setuju.


'JANGAN TERPENGARUH TEKNIK MUSUH DONG SISTEM.' Nanti lengah lagi.


Liu tak menyangka serangan pesona begitu efektif seperti ini.


Padahal tak ada godaan atau apapun. Ini aneh sih.


Liu terdiam, raut wajahnya berubah jadi seperti orang yang bersalah. 'Sejak kapan otak gue jadi gini?'


[Sabar ya Tuan] Sistem hanya bisa menyemangati. Sistem tidak mungkin membuat tuannya kebal perasaan.


Mumpung masih belum ada serangan lain, ada hal yang terbesit di pikirannya....


Dengan cepat Liu menanyakan kegelisahan yang ada dalam batinnya itu.


Sistem terdiam, sepertinya sedang mempersiapkan jawaban untuk tuannya itu.


Dan akhirnya Liu mendengar jawaban sistemnya.


'Begitu ya.' Dan akhirnya kegelisahannya sedikit menurun.


Kemungkinan apa yang terjadi sekarang bukan karena pikirannya yang kemana-mana, namun tu adalah teknik sang dewi sendiri, yang bahkan sistem pun ikut terpengaruh.


Siapa sangka pesona sang dewi es begitu kuat sampai seperti ini?


Liu pikir dewi es akan lebih menakutkan dari Nona Ying dan tidak ada hal lain selain kengerian yang ada padanya.


'KAMU BOHONG YA SISTEM.'


[Apanya Tuan?]


'Katanya dewi sama sekali tak berbahaya, tapi kenyataannya nggak begitu sih.' Liu seharusnya tak cepat percaya apa kata sistem.


[Ancaman bahayanya rendah, kalau tuan bisa bertahan dari pesona dewi]


Tak disangka ada syaratnya juga.


Padahal ia sudah tak melihat wajah dewi, namun tetap saja sulit fokus menghadapinya.


[Kemampuan Dewi Bing: Memperdaya musuh demi tujuannya]


Semacam cuci otak kah? Liu menguatkan pikirannya, tak mau kalah adu mental.


Tap.


Perlahan sang dewi melangkahkan kakinya mendekat. Setiap langkahnya benar-benar penuh dengan aura misterius.


Bukan menakutkan, namun lebih kepada suatu hal yang sulit dijelaskan. Liu sendiri pusing ngejabarinnya gimana.


[Jangan memaksakan diri Tuan] Kalau ada sesuatu yang tidak dimengerti lebih baik mencari tahu atau belajar saja.


Ini diluar kemampuannya. Liu belum pernah membaca kitab tentang pesona atau apapun.


"Ayo kemarilah." Sang dewi mengangkat kedua tangannya, mengajaknya masuk ke dalam pelukannya.


LIU BELUM MAU JADI PATUNG ES SIH.


"BICARA SESUKAMU BU! TAPI AKU MAU KALAH!" Liu sudah berpengalaman dalam momen seperti ini!


Tapi jelas ia lebih sulit fokus dibanding saat melawan Ibu Sheaper sih.


Situasinya sebelas dua belas. Namun kali ini ia sendirian dan tak ada siapapun yang bisa membantu!


Tingkat kesulitannya juga bertambah konyol!


Dewi Bing terdiam. Padahal ia hanya ingin dekat dengan pemuda itu, tapi kenapa sampai waspada sebegitunya?


Pemuda itu terlalu banyak mentransferkan kekuatan ke luar. Alhasil reaksi alam berbalik padanya. Dewi es sama sekali tidak melakukan apapun.


Memang dua hal tadi adalah perbuatannya. Sebelumnya ia hanya menguji siapa yang datang ke alamnya. Mengingat pemuda itu menyembunyikan kekuatannya.


Namun setelah dua percobaan itu akhirnya dewi tahu pemuda itu adalah Xiao Liu, buronan dewa kematian.


"Kenapa menjauh?" Dewi Bing terdengar heran. Tidak ada ujian apapun, lagipula ia sudah tahu identitasnya.


Liu terdiam. Telinganya sedikit lebih kebal dari sandiwara dewi.


Sampai sistem pun kena efeknya. Sudah jelas dewi ini bukan sembarang lawan!

__ADS_1


HUSH!


"!"


Tiba-tiba ada pedang es dari belakangnya!


"****!" Liu sama sekali tak sadar, pedang es yang tadi menancap! Dan kini melesat ke arahnya!


Di jarak sedekat ini tak mungkin bertahan, apalagi menghindar!


Kemampuan instingnya menurun parah akibat hilang fokus, dan lagi ia tak bisa mengandalkan aura kekuatan luarnya!


Berkaca dari serangan dewi sebelumnya. Dan kini pedang es dengan aura kekuatan yang lebih hebat datang ke arahnya....


Kalau sudah begini, bukan tidak mungkin lagi....


JLEB!


Pedang es menusuk tepat perut sang karakter utama dari belakang.


'Si ... al...." Liu langsung terjatuh ke depan, pandangannya jadi buram dan kemudian gelap.


*


"Hei!" Sementara itu sang dewi es tak menyangka malah hal beginian yang terjadi.


'Kenapa dia seceroboh itu!?' Jelas-jelas ini akibat dia terlalu banyak mengeluarkan aura kekuatan. Sama seperti sebelumnya, akhirnya kekuatannya menarik hal lain di alam ini....


Dengan cepat dewi melihat kondisi pemuda itu, kini dia sudah bersimbah darah dan kondisinya kelihatan tidak bagus.


"Padahal aku sudah menudungkan jubahku...." Dewi heran kenapa pemuda ini tak percaya padanya.


Dewi sudah biasa mendapat reaksi seperti itu dari para makhluk yang berkunjung ke alamnya. Kebanyakan makhluk bahkan sampai dewa sekalipun seringkali bertingkah aneh.


Dan kebanyakan diantara mereka terkena gejala sulit fokus, wajah memerah, memalingkan wajah, dan banyak lagi lainnya. Itulah sebabnya sang dewi memakai jubah biru dari awal.


Mungkinkah pemuda ini terlalu curiga pada dewa akibat pengalamannya? Alasan itulah yang bisa dipikirkan dewi saat ini.


Dewi Bing memegang pedang es berkekuatan besar yang menancap itu, dan seketika itu juga pedang itu menguap dan hilang dengan cepat.


'Aku tidak menguasai kemampuan pemulihan.' Dewi terdiam. Para dewa tidak diciptakan sempurna dan bisa menguasai segala sesuatu. Kebanyakan diantara mereka sangat ahli di satu hal dan itulah yang ditugaskan pada mereka. Dan di kasus ini Dewi Bing spesialis pembekuan.


Ia bisa mengalahkan musuhnya dengan muda, hanya dengan membekukannya, maka masalah pun beres.


Kekuatan pembekuan yang sangat hebat, bukan sembarang membekukan saja.


Tidak hanya itu, dengan penampilannya, Dewi Bing juga bisa membuat siapapun jadi tidak fokus, dan sejujurnya faktor itulah yang mempermudah musuhnya tumbang.


Pemuda ini adalah salah satu korbannya juga.


"Ah!" Dewi Bing tersentak. Ia malah melamun, padahal ia harus segera memulihkannya!


Kemampuan pemulihan tidak dikuasainya, namun bukan berarti tidak ada cara lain!


Dewi menatap tubuh pria itu, membalikkannya karena sebelumnya dia mencium lantai es.


Tubuhnya tidak dalam kondisi yang baik. Meski dewi bukan ahli pemulihan, namun tidak sulit untuk menganalisis kekuatan tenaga dalam.


Tidak heran mengingat apa yang sudah dialami pemuda ini. Dewi tidak serba tahu, namun kemampuan analisisnya tidak perlu diragukan lagi.


Dewi sudah tahu semua tepat setelah pemuda ini mengatasi ujiannya yang pertama, menghancurkan bongkahan es.


Dewi melihat luka pada perutnya, cukup besar dan darah jadi leluasa keluar dari tempat itu.


Tidak ada waktu lagi untuk ragu, bisa gawat kalau dibiarkan saja. Dewi bisa saja berhatap pemuda itu akan pulih dengan sendirinya, namun sayangnya tidak semudah itu.


Hal itu bisa terjadi, namun kecil kemungkinannya. Lebih mudah cepat gawat di kondisinya yang seperti ini.


Sang dewi tidak meragukan kekuatan makhluk yang sudah mengalahkan dewa laut. Namun jelas-jelas pemuda ini butuh bantuan dari luar....


Dewi Bing akhirnya menyentuh dahi pemuda yang terbaring lemah itu, dan seketika itu juga aura kekuatan misteriusnya mulai menguat.


Butiran putih-putih seperti salju tercipta disekitarannya, dan berlangsung beberapa saat.


Tidak ada aura kehijauan tipikal sihir pemulihan, karena memang bukan itu yang dilakukannya.


"Ah." Dewi melihat luka perut pemuda ini mulai tertutup. Seharusnya ini jadi pertanda baik.


Namun pemuda ini tak kunjung membuka matanya juga.


Dan aura kekuatannya masih terasa kacau.


"...." Dewi terdiam, ia sudah melakukan urusannya. Kini hanya tergantung pemuda ini saja.


Dewi Bing tidak menyangka yang datang adalah makhluk buronan dewi kematian sendiri. Dari awalpun ia sama sekali tidak berniat bertarung.


Lagipula sudah jelas siapa yang akan menang nantinya.


Namun yang terjadi malah hal begini....


"UAH!" Pemuda itu melotot dan terperajat begitu saja.


"HAH!?" Dia terlihat bingung,menatapnya was-was, dan langsung menjauh.


"Bajuku!?" Pemuda itu makin heran bajunya tiba-tiba tidak ada di tubuhnya.


"Oh ini." Dewi mendekat hendak memberikannya.


"JANGAN DEKAT-DEKAT!" Pemuda itu masih histeris, dan dewi memilih melemparkan pakaiannya itu.


Yah, ia harus membukanya demi melihat kondisinya lebih lanjut sih. Dewi tidak bisa memastikan tekniknya berhasil atau tidak mengingat tidak ahli soal kemampuan pemulihan.


Tapi mengejutkan juga pemuda ini bisa sadar dan aura kekuatannya pun perlahan normal kembali.


Pemuda yang tak lain tak bukan Liu sendiri memakai pakaiannya, ia sadar lukanya sudah tertutup.


Celingak-celinguk melihat siapa yang menolongnya, namun tak ada siapapun selain dirinya dengan sang dewi.


"...." Liu terdiam, raut wajahnya perlahan berubah seolah tak percaya.

__ADS_1


"Dewi!?"


"Syukurlah kamu masih hidup." Dewi Bing tersenyum kecil.


__ADS_2