
Liu merasakan energi mengalir di tubuhnya, ia menutup matanya dan dengan sabar menunggu semuanya selesai.
SWUSH!
PATS.
Liu langsung membuka matanya, dan terdiam melihat pemandangan di depannya.
[Padang Rumput Alam Dewa Menengah Tingkat Akhir]
'OKE.' Liu melihat sekitarannya, kini mentari sudah menunjukkan wujudnya di atas, itu berarti ia menghabiskan sebagian waktunya di perjalanan.
Yah sebelumnya ia bernostalgia bersantai di padang rumput desa sewaktu kecil sih, apa mungkin keinginannya terwujud dengan melihat versi alam dewanya di sini?
[Tuan tidak bosan?] Yah pemandangannya memang tidak beda jauh sih.
Liu tersenyum kecil, kalau ia sudah suka sesuatu maka tak ada lagi kata bosan.
Pemandangan sederhana begini memang tak ada duanya. Sesekali tak perlu berada di area lava atau bukit tinggi kan?
Liu mengecek lagi petanya, dan memang ia sudah beranjak cukup jauh dari area pertarungan khusus alam dewa tingkat akhir.
Ketiga aksesoris dewanya masih bersinar, meski tak seterang tadi. Benda-benda ini bereaksi tepat setelah peta digitalnya normal lagi.
Apa peta ini ada hubungannya sama aksesoris dewa ya?
[Sepertinya tidak Tuan]
'O-oh?' Lantas kenapa aksesoris dewa tak memberi petunjuk selama petanya rusak?
Dengan cepat sistem menjelaskan alasannya.
'Aaaa.' Ternyata begitu ya, ini soal kepercayaan diri saja.
Tak bisa dipungkiri Liu merasa sangat percaya diri setelah petanya kembali normal dan karena itulah aksesoris dewa mulai merespon keinginannya.
'Oke.' Kalau begitu saatnya memulai misinya lagi!
Sejauh mata memandang hanya ada hamparan rumput hijau yang menyegarkan mata, belum ada hal aneh apapun.
Liu memandang langit cerah, berjalan ditempat tenang seperti ini memang tak ada duanya. Sewaktu kecil pun ia sering melakukannya.
Pasti enak jalan-jalan sama Kakek An di sini. Yah Liu tak banyak menghabiskan waktu bareng sang kakek juga sih. Sebagai pemimpin desa tentu banyak hal yang harus dilakukannya.
"HMMPPHHH...." Liu menarik nafas panjang, ia harus fokus pada tujuannya.
'AKU KEBANYAKAN SANTAI.' Jadilah sekarang butuh usaha lebih untuk serius lagi.
Liu melangkahkan kakinya dan terus berjalan menyusuri area padang rumput, dan tak lama kemudian ia melihat ada sekumpulan binatang tak jauh darinya.
'KAMBING?' Liu memerhatikan lebih seksama lagi, dan memang itulah yang dilihatnya.
Liu terdiam, ia ragu mau ngecek atau nggak, namun akhirnya ia berjalan perlahan juga.
Mungkin saja ada dewa yang sedang santai di sini?
DEWA GEMBALA MUNGKIN?
"MBEKK!"
DRAP! DRAP!
"Ah!" Sekumpulan kambing itu langsung lari ketakutan melihatnya.
Padahal ia tak bermaksud apapun selain bergabung dengan kawanan binatang ini.
Yah tak heran juga karena dirinya orang asing juga sih.
__ADS_1
Sekilas kelihatannya seperti kawanan biasa, namun sebetulnya masing-masing dari kambing itu memancarkan aura kekuatan yang sulit dijelaskan.
Ngeri juga yah kalau diserbu, namun untungnya nggak sih.
Liu terdiam, sejauh mata memandang hanya ada padang rumput luas juga.
Liu memicingkan matanya dan belum melihat ujung tempat ini, memang bener-bener luas sih.
'HM.' Liu mikir lagi apa yang bisa dilakukannya di situasi ini.
Ia mengecek petanya berkali-kali dan memang ada tanda penting yang lokasinya ditempatnya berada sekarang ini.
Tandanya bercampur dengan ikon orang yang menandakan dirinya sendiri.
Ini aneh sih padahal biasanya langsung ketemu hal penting kalau sudah sampai di tempat bertanda gini.
Tapi kenapa tandanya malah mengikutinya sekarang?
Kalau begini nggak bakal tahu lokasi persismya dimana dong ya.
'Kok begini sistem?' Ia butuh penjelasan sih.
[Inilah yang harus dipecahkan Tuan]
"...." Keknya sistem pernah ngomong gitu deh,
Jadi ini misteri lain yang harus diungkap?
"Ah."
GIMANA KALAU SPEEDRUN PADANG RUMPUT HIJAU?
Meski tandanya terus mengikutinya, barangkali ada petunjuk lain yang bisa digali di sini!
Oke.
Tanpa panjang lebar lagi Liu langsung menghimpun kekuatannya, bersiap melakukan rencananya.
Ia memasang kuda-kudanya yang menambah kesan seriusnya.
Kali ini ia harus super cepat dan super fokus! Memanfaatkan satu momen demi hasil maksimal!
Ssshhh....
Perlahan namun pasti tubuhnya berasap, urat muncul dari wajahnya.
Jarang-jarang ia seserius ini diluar pertarungan. Liu tahu ini bakal memakan banyak tenaga, karena itulah ini kesempatan satu kali yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin!
Yah bukan berarti ia tak bisa mencobanya lagi juga sih, namun lebih kepada tak mau buang-buang tenaga saja.
Hempasan angin kecil mulai muncul, tak lama lagi Liu akan memulai aksinya.
"OKE!"
SRING!
"!?" Aksesoris dewanya tiba-tiba menyala terang! Padahal sebelumnya nyala biasa saja!
"Uh." Entah kenapa tubuhnya jadi kaku sekarang, sulit sekali digerakkan.
Kalau begini gimana ia bisa mengeksekusi rencananya dong?
'SISTEM?' Liu butuh bantuan, aksesoris dewa bertingkah aneh dan harus dihentikan.
[....] Tak ada jawaban apapun, tak biasanya sistem hening begini.
Liu terdiam, perlahan namun pasti raut wajah super seriusnya mereda, urat-urat di kepalanya mulai hilang tanda ia sudah tenang lagi.
__ADS_1
Hempasan dan aura kekuatannya pun menurun juga. Kini hanya tinggal kuda-kudanya yang keren saja.
Cahaya terang dari aksesoris dewa pun perlahan menghilang juga.
Beriringan dengan itu tubuhnya tak terasa kaku lagi, Liu langsung jatuh seolah tak punya tenaga.
Rasanya aneh saat sudah siap sedia malah macet ditengah jalan, kini ia merasakan efeknya.
Liu terbaring diantara rumput hijau yang tertiup angin.
Ia langsung sadar apa yang barusan terjadi.
[Tuan?] Sistem terdengar khawatir.
'Kenapa kita nggak bisa speedrun sistem?' Liu ingin memastikan pendapat sistemnya.
[Aksesoris dewa tidak mengijinkannya Tuan]
Ah benar begitu ya.
Liu menatap langit cerah, kenapa aksesoris dewa mencegah inisiatifnya?
Pasti ada alasan jelasnya, Liu tak tahu tak bisa ngobrol juga.
"Haaah...." Liu menghela nafas, kalau begitu tak ada pilihan lain sih.
Ia harus pakai cara manual dan tentu butuh lebih banyak waktu dari yang dikiranya.
Kalau hanya itu caranya ya apa boleh buat juga sih.
"Aaaah~"
"...." Entah kenapa terdengar suara asing.
'SISTEM?' Kok sgaya bicara sistem berubah sih?
[Bukan sistem Tuan]
'....' Oh benar juga sih, nada suara sistem kan nggak sehalus ini ya.
Dengan cepat Liu menengadahkan kepalanya, melihat darimana sumber suara itu berasal.
Dan terlihatlah sesosok perempuan berambut hijau panjang sedang menatap langit dan menoleh ke arahnya. "Indah ya?" katanya sembari tersenyum.
"Iya." Liu tersenyum kecil dan melihat langit cerah juga.
....
TUNGGU DULU....
HUSH!
Dengan cepat Liu langsung beranjak dari tempatnya!
Kenapa tiba-tiba ada sosok lain di sini!? Liu sama sekali tak merasakan ada hawa kehadiran siapapun!
"?" Perempuan berambut hijau itu terdiamm, dan menatapnya heran.
"DEWI SHU!?" Kenapa sang dewi pohon ada di sini!?
Apa mungkin beliau ngecek lagi keadaannya!?
"Aku bukan Shu!" Perempuan berambut hijau itu langsung tersinggung.
"Eh?" Liu menatap baik-baik, dan sadar juga.
Dewi Shu rambutnya panjang dan agak lebih tinggi juga, sedang dewi satu ini kebalikannya, rambutnya pendek begitupula tinggi badannya.
__ADS_1
"EH IYA." Liu baru sadar.
Tapi sekilas penampilannya cukup mirip sih.