Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tolong Dong


__ADS_3

Liu melihat ke arah pergelangan tangan kanan nona itu, diperban! Padahal sebelumnya tangannya tidak apa-apa.


‘Apa yang terjadi?’


“Sistem!”


[Menganalisa…. Fang Yin….]


[Memperoleh Informasi… memproses….]


[Fang Yin


Jenis: Manusia


Status:-


Level Kekuatan:-


Tingkat bahaya:-


Kemampuan khusus: Ahli Obat


Catatan: Punya tekad kuat untuk jadi tabib terhebat.]


“KENAPA INFORMASI PRIBADINYA BOCOR BEGITU!?”


Liu heran mengapa sistem malah tahu akan tekad orang lain segala? Sedang hal umum lain seperti level dan tingkat bahaya malah tidak tahu!?


[Sistem tidak selalu tahu Tuan]


“Ah begitu.”


Liu mengerti, tidak ada yang sempurna di dunia ini, bahkan untuk ukuran sistem.


Melihat banyak info yang kosong. Liu beramsumsi Nona Yin adalah seorang yang bukan dari aliran jahat.


Buktinya dia ingin jadi tabib hebat. Itu artinya dia ingin menolong orang banyak bukan? Apa itu bisa disebut kejahatan?


Yah kalau kemampuannya disalahgunakan juga bisa jadi jahat. Tapi tidak! Liu punya keyakinan Nona Liu ini seorang yang baik adanya!


Liu melihat pendarahan yang tidak biasa di area perban itu, seolah ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuhnya.


Liu tidak tahu apapun soal dunia herbal. Mengingat belum lama ia menapaki tanah.


“Sistem!”


[Memeriksa kondisi…. Gawat]


“YANG LAIN DONG INFONYA! YANG ITU SUDAH JELAS!”


Seperti biasa, Liu kadang tidak mengerti sistemnya sendiri.


[Memeriksa menyeluruh…. Luka parah akibat racun… harus segera ditangani]


‘Racun?’ Liu tidak mengerti, mengapa ahli obat sepertinya bisa kena racun? Seharusnya dia sudah tahu banyak seluk beluk tanaman obat bukan? Karena itulah ia mencarinya di tempat ini.


“Hm….”


[Bukan racun tanaman obat, melainkan binatang Tuan]


“… NGOMONG DARI TADI DONG!”


‘Binatang?’


“Jangan bilang karena binatang-lucu-gigitannya-mematikan?”


[Benar Tuan]


“….”


“WASTAGA!” Liu tidak menyangka apa yang dipikirkannya malah benar! Gara-gara si Māo itu!


‘Licik sekali!’


Perempuan di mana yang tidak suka kucing? Yah mungkin ada juga sih yang tak suka. Tapi! Siapa yang tidak tahan dengan kelucuan binatang berbulu itu!?


Nona Yin adalah jawabannya! Dia pasti termakan umpan dan akhirnya terserang begini….


“Astaga….”


Jikalau apa yang dikatakan sistem benar maka….


“Semoga Nona Yin tenang di alam sana….” Liu melipat kedua tangannya sembari menengadah ke langit.


[….]


Entah mengapa Liu merasa ada yang sedang memerhatikannya, tapi di sini tidak ada siapapun.


[…Tuan… tuan bisa menolongnya]


“Hah benarkah?” Liu baru tahu.


“Bukannya serangan kucing itu membuat orang meninggal?”


Sang sistem sendiri yang mengatakannya dan Liu percaya. Maka dari itu ia bisa bantu dalam doa bukan? Setidaknya agar jiwanya tenang di perjalanan.


[Coba Tuan pegang dadanya]


“Hah?”


[Kesalahan sistem… coba periksa denyut nadi di leher atau tangannya Tuan]

__ADS_1


“….” Liu terdiam curiga, apa dia salah dengar tadi?


Liu akhirnya mencoba memeriksa denyut nadi di tangan dan lehernya, dan ternyata….


“MASIH BERDENYUT!”


“SISTEM KAMU BOHONG YA!?”


Liu padahal percaya gigitan kucing itu mematikan. Namun buktinya Nona Yin masih hidup!


[Sistem mengatakan… kemungkinan besar meninggal… tidak mengakan SUDAH PASTI meninggal]


“….”


“Oh iya.” Liu mengartikan kemungkinan besar itu sebagai kepastian. Padahal kedua hal itu tidak sama.


“Kalau begitu kita harus tolong sistem!”


[Tuan tolong saja]


“….”


“Oh iya.”


“MAKSUDNYA AKU MINTA BANTUANMU!” Membentak sistem rasanya sudah jadi makanan sehari-hari.


Liu tahu ia tidak bisa mengandalkan kekuatannya sendiri. Dan jika ia punya seseorang- atau makhluk atau hal yang disebut ‘sistem’ ini, salahkah minta bantuan padanya?


[Ah Tentu saja, apa yang Tuan kehendaki?]


“Menyelamatkan orang yang menyelamatkanku.” Akhirnya datang saat di mana Liu mengatakan hal keren seperti ini.


[Memproses… pemulihan tidak bisa dilakukan]


“Apa?”


[Memproses informasi… tidak ada… dibutuhkan Kitab Herbal untuk melanjutkan]


“Ki- kitab lagi?” Liu sedikit bergetar. Tapi ia tidak punya banyak waktu.


Meski denyut nadinya masih ada namun tetap saja terasa lemah dan jika dibiarkan bukan tidak mungkin ia benar-benar harus mendoakannya.


“Kamu bisa tahu info makhluk lain, kenapa tidak hal lain?” Liu pikir sang sistem tahu segalanya yang ia tanyakan.


[Sistem Pendekar Terkuat punya kemampuan khusus menganalisa makhluk lain dengan efektif. Sistem tidak tahu semua hal Tuan]


“Ka- kalau begitu bagaimana statusku?” Liu jadi penasaran soal dirinya sendiri.


[ Xiao Liu


Jenis: Manusia


Status: Pemilik Sistem Pendekar Terhebat


Tingkat bahaya: Aman


Kemampuan Khusus: Menganalisa Makhluk Lain


Catatan: Penggunanya sering memarahi sistemnya]


“… Baiklah….”


“Aku lebih lemah dari Māo tadi ya… untung saja dia lari….” Liu menghadapi kenyataan yang sedikit menyakitkan.


“Sistem! Cari cara lain agar Nona Yin bisa selamat!”


Bagaimanapun juga Liu tidak mau membiarkan orang mati di tangannya. Terlebih seorang yang sudah memberikannya kesempatan ketiga!


Tidak mungkin ia ada tanpa pertolongan Nona Yin, makhluk mana lagi yang mau peduli dengan orang asing sepertinya!?


[Memproses… solusi ditemukan]


[Tuan bisa membawa Nona Yin ke desa terdekat, areanya cukup jauh dari sini]


“Tunjukkan arahnya, kita berangkat!”


Liu dengan segera merapikan tas dan barang Nona Yin, ia menggendongnya dan lari dengan kecepatan tinggi.


“HAAAH… HAAAH!” Liu menantang batas tubuhnya sendiri, ia tidak bisa berlambat-lambat atau nyawa Nona Yin dalam bahaya.


Lebih melegakan bilamana sistem bilang lokasinya dekat, tapi apa boleh buat, terkadang kenyataan tidak sesuai harapan.


Ini bukanlah salah desa Zhangkung yang terlalu di pedalaman. Liu tidak pernah berpikir akan keluar desa juga, apalagi dengan tubuh sakit-sakitannya dulu.


[Memindai area, terus lurus kemudian belok kanan]


Liu memercayakan urusan navigasi pada sistem, selama ia bisa keluar hutan dan sampai di desa terdekat. Ia mengabaikan rasa lelahnya, karena kalau dirasakan malah makin berat.


[Mendeteksi kelelahan berat… akselerasi Qi dijalankan….]


“HAAAAH!” Xiao Liu merasa hampir di ujung. Dan benar saja ia akhirnya keluar hutan! Yeeah!


***


Malam menjelang dini hari, di Desa Danbo. Sebuah desa yang cukup jauh dari Desa Zhangkung, sekaligus satu-satunya desa lain selain Desa Zhangkung.


Seorang tetua perempuan lansia sekaligus tabib desa itu terbangun di tengah tidurnya. Sebagian besar rambutnya sudah putih dan juga keriput menghiasi di wajah dan kulit badannya.


Energi dari luar desa sampai membuatnya bangun begini. Tidak biasanya ia bangun dini hari.


“Siapa yang ada di luar desa?” Tetua perempuan lansia itu berjalan keluar rumah, sementara seorang penjaga desa dengan sigap menghampirinya.

__ADS_1


“Nyonya Nuan ada seorang pemuda yang datang dari hutan Aokigahuru!”


“Apa?”


Mata tetua lansia itu melebar, dan melihat penjaganya menatapnya serius. “Haruskah saya usir Nyonya? Siapapun yang datang dari sana bisa berbahaya!”


Seorang nenek bernama Nuan terlihat tenang. Sebelum penjaganya melapor ia sudah merasakannya.


Seorang yang datang dari hutan terlarang? Siapa mereka yang berani masuk ke situ? Dan kenapa mereka kemari?


“Ada pemuda membawa gadis terluka! Bisa saja dia mendatangkan kutuk ke desa kita!” Penjaga desa tidak kunjung berhenti membujuk tetua desa agar mengambil keputusan yang sama.


Nyonya Nuan tahu asal usul dari Hutan Aokigahuru sebelumnya adalah dari Desa Zhangkung yang diserang secara misterius. Seluruh penduduknya tidak diketahui nasibnya, dan kemudian pihak wilayah menetapkan status terlarang di sana.


Aturan itu tidak dibuat asal-asalan, karena semenjak kejadian kehancuran Desa Zhangkung mulai banyak energi spiritual negatif yang mengganggu siapapun yang berani masuk ke sana.


Tidak jarang ada laporan soal orang hilang, penyerangan hewan buas dan lain sebagainya.


Setelah belasan tahun berlalu aturan itu ditaati, kenapa masih ada yang cukup bernyali melanggarnya?


Tak mendengar jawaban tetua, penjaga itu undur hendak melakukan urusannya, ia beranggapan tetua mengambil keputusan yang sama


“Tunggu. Biarkan mereka masuk.” Nyonya Nuan kembali masuk ke dalam rumah, menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut tamu mereka.


***


“Terima kasih banyak Nyonya!” Xiao Liu bersujud sampai ke lantai rumah. Ia pikir hanya akan tertahan di gerbang desa saja.


“Gadis ini….” Nyonya Nuan, tetua sekaligus tabib terdekat yang bisa Liu temui terdiam.


Tubuh Fang Yin sudah diletakkan di lantai tengah, sementara Liu berharap banyak Nyonya Nuan bisa membantunya.


Tidak dapat dipungkiri Liu tidak bisa sampai cepat di tempat ini, sekarang hari sudah menjelang pagi.


‘Keajaiban, kumohon keajaiban datanglah…’ Liu terus berdoa untuk kebaikan Nona Yin.


Sementara Nyonya Nuwa melihat dengan seksama bagaimana keadaan tubuh gadis ini. Ia sudah membuka luka yang diperban, dan bisa terlihat luka luarnya kecil, namun luka dalamnya sungguh fatal.


Dari penanganan luka luar yang terampil, Nyona Nuan menilai gadis bernama Fang Yin ini seorang yang handal di bidang yang sama dengannya.


Tapi di kondisi seperti ini ia tidak mungkin menyembuhkan dirinya sendiri.


Suhu tubuhnya begitu dingin, denyut nadinya makin lemah. Bisa dibilang ini adalah titik perjuangan yang sedang dia lakukan.


“Kau bilang dia digigit Māo?”


Liu mengangguk. Ia bisa melihat keheranan pada Nyonya Nuan, tapi ia sudah menjelaskan semuanya dari awal.


“Rumor hutan terlarang benar Nyonya. Saya menyesal tidak selalu bersamanya.”


Liu terpaksa mengubah sedikit alur cerita. Skenarionya begini: Xiao Liu dan Fang Yin berjalan bersama mencari tanaman obat dan tanpa sengaja ada binatang lucu, Fang Yin terperdaya dan digigit, namun Liu mengusirnya dan mereka pergi dari hutan dan sampai di desa Danbo.


Skenario itu bisa saja terjadi jikalau Liu mengikuti Nona Yin. Namun karena banyaknya pikiran dalam kepalanya ia malah lupa tempat tadi adalah hutan terlarang dan berpisah satu sama lain begitu mudahnya.


Tapi apa yang sudah terjadi tidak bisa diulang lagi. Liu pikir Nona Yin akan baik-baik saja seorang diri.


Tetua Nuan bisa menerima cerita yang didengarnya. Tidak berlebihan bilamana luka seperti ini didapat dari binatang di hutan terlarang itu.


Tetua Nuan sudah berpengalaman sebagai tabib lokal, ia banyak diandalkan warga desa ketika ada yang sakit. Dan alasan ia terbangun tiba-tiba adalah karena ia perlu melakukan sesuatu.


Menolong dua orang asing yang tak sengaja singgah tentunya. Nona Nuan segera mengambil resep obat di ruangan lain dan kembali dengan cepat.


Ramuan obat itu ia taruh di mangkuk kecil dan kemudian perlahan diminumkan ke mulut gadis itu.


Sementara itu belum ada reaksi apapun yang terjadi pada Fan Yin. Liu terpacu ketika melihat ini. Rasanya ia begitu tegang dan pikirannya jadi liar.


“Hanya itu yang bisa kulakukan.” Tetua Nuan beranjak ke belakang, membereskan obat dan peralatan pemeriksaan.


‘….’


“Nyo- nyonya apa tidak ada cara lain?” Liu segera menghampiri perempuan lansia itu, dan hanya dijawab oleh anggukkan kecil saja.


Setelah berlari keluar hutan dengan harapan bisa dapat pertolongan, pada akhirnya seperti ini.


Namun bisa diterima sebagai orang asing di desa, itu sudah bagus sekali. Liu tahu bisa saja setelah ini ada kegaduhan di desa yang disebabkan olehnya.


Penjaga desa yang ditemuinya di depan gerbang sangat tidak menerimanya. Namun Nyonya atau Tetua Nuan tetap memberikan kesempatan padanya.


Liu segera kembali dan duduk di samping Nona Yin, sementara ia menatapnya dengan lemah.


‘Apa sudah berakhir….?’


Entah mengapa Liu jadi sedikit hampa, rasanya ia tidak semangat lagi. Ia diselamatkan olehnya dan sekarang… apa ia bisa….?


Pandangan Liu tak sengaja terarah pada kumpulan kitab yang tak jauh darinya. Nyonya Nuan mengeluarkan banyak buku itu untuk referensi dan masih belum dirapikan.


“….” Sorot mata Liu yang putus asa perlahan berubah menjadi kuat kembali.


‘Baiklah!’


Liu segera membuka buku kitab itu, dan memerhatikan setiap kata yan terulis di sana.


[Kitab Herbal terdeteksi… meningkatkan kecepatan baca….]


[Meningkatkan fokus… menajamkan pengertian… akselerasi baca berhasil….]


Dalam waktu kurang dari satu menit, Liu sudah tamat membaca Kitab Herbal yang tebalnya ratusan halaman, dan juga kitab-kitab lain yang berhubungan dengan ilmu obat-obatan dan ramuan herbal.


Sementara itu berdasarkan rekomendasi dari Nyonya Nuan, lebih baik membawanya ke tabib yang lebih hebat lagi di kota. Liu menghargai nasihat sang tetua desa, namun ia tidak yakin bisa sampai cepat di tujuan karena Nona Yin sudah begitu lemah.


“Ada kereta barang berserta kuda milikku yang tak dipakai. Pakailah itu untuk ke kota.”

__ADS_1


“Jangan khawatir soal gadis itu, aku tidak menyembuhkannya tapi sedikit meringankan bebannya. Dia seharusnya bisa bertahan beberapa hari.”


“….” Liu terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa. Apakah ini mimpi atau apa? Mengapa Nyonya Nuan begitu baik pada orang asing sepertinya?


__ADS_2