
“Aku mencari siapapun yang membunuh anakku.” Phoenix raksasa menatap tajam, aura Qi panas kuat begitu terasa, lebih mirip ke aura membunuh yang hebat sih.
Sret.
Liu dan Ying langsung menunjuk siapa pelakunya.
“EH KOK AKU!?” Shuwan kaget, kenapa tiba-tiba begini!?
“Eh iya benar sih.” Dan ia langsung ingat, dia bukan orang yang suka berbohong sih.
“Maaf.” Shuwan menggaruk kepalanya sembari tersenyum, yah mau bagaimana lagi, reflek sih.
Inikah definisi minta maaf tanpa penyesalan?
Sang phoenix raksasa tidak senang dengan jawabannya, dan untuk ukuran monster ekspresinya memang tidak bersahabat.
“Kau harus mati.” Mata merah monster itu menyala terang, sedang aura Qi-nya membuat siapapun yang didekatnya jad tersiksa.
“TUNGGU DULU.” Liu maju, panas sih, tapi dipaksakan aja lah.
“Tuan Phoenix, pasti ada salah paham di sini.”
“Urusanku dengan gadis itu, dan aku ini perempuan.” Nafas yang keluar dari monster ini bukan main panasnya!
“Ah Nyonya Phoenix, tolong dengarkan pembelaan rekan saya ini.” Liu mempersilahkan Shuwan menjelaskannya.
“Eh apa? Kenapa?” Shuwan bingung, harus menjelaskan apa lagi? Kan benar memang dia yang menghabisi phoenix itu.
‘PEKA DIKIT BISA NGGAK!?’
‘NGELES ATAU APA KEK BIAR NGGAK ADA BAKU HANTAM!’ Liu menahan ekspresinya, yah ini tidak sesuai apa yang diharapkannya sih.
“Saya yakin rekan saya tidak sengaja mengakhiri anak Nyonya.” Liu menunduk dalam, yah pasti ada cara baik untuk mengakhiri ini kan?
“Aku tidak berurusan dengamu anak muda.” Nyonya Phoenix api masih menahan kesabarannya.
‘Li-liu-ke.’ Yin agak khawatir, negoisasi ini sepertinya tidak berakhir baik.
‘Dia takut?’ Ying heran, kenapa pemuda itu sekarang tidak percaya diri dan malah mengajak berdamai? Kemana semangatnya saat melawan monster-monster sebelumnya?
‘Yah, aku bisa diandalkan kok.’ Ying tertunduk dan tersenyum, ia siap beraksi kapanpun juga!
‘Ya ampun! Sistem! Kamu di sana!?’
[….]
‘WADUH BELUM ADA DONG!’
Padahal ia butuh tambahan status, skill komunikasi, cuci otak atau apapun demi meyakinkan monster besar ini!
“….” Phoenix itu menatap tak senang. “Minggirlah anak muda, aku tidak akan menahan diri.”
“Oke.”
GREP!
“Li-Liu-ke!?” Liu memegang Yin dan lari secepat yang ia bisa!
‘YAH BIARIN NONA SHUWAN AJA NGELAWANNYA! LAGIAN SALAH DIA SENDIRI KAN!?’ Kenapa harus pusing akan masalah orang lain!? Gyahaha!
“….” Putri pendekar api terdiam, ditinggalin begitu rasanya tidak enak sih.
Ia pikir bakal dibela sama pemuda itu, lah malah lari.
“Hmph.” Ying melipat tangannya dan tersenyum kecil.
__ADS_1
“Ini bukan urusanmu Ying.” Shuwan mengingatkan, yah meski ingin dibela, ia masih punya harga diri sih. Apalagi Ying adalah rekan sekaligus rivalnya sendiri.
“….” Ying menutup matanya.
SRINGFGG!
Dan Phoenix itu pun langsung beku!
“Aku bukan melakukannya untukmu.”
‘HO!’ Shuwan terkejut, jadi untuk siapa dong? Heheh.
Ssssh….
Esnya meleleh sih. ‘Yah mau gimana lagi,’ pikir Shuwan.
Ying memang dingin dan keren, tapi kalau musuhnya berelemen api, yah mau gimana lagi.
“HMPH….” Monster itu mengembangkan badannya, bersiap melancarkan serangan!
BYUR!
Cairan super panas keluar dari mulutnya, Shuwan jadi teringat masa lalu nih!
“Teknik Api: Dinding Api!” Dengan cepat Shuwan bertahan, api melawan api, tidak ada yang perlu dikhawatirkan!
SSSH!
“Lho?” Kecuali aura Qi lawannaya lebih kuat!
Api lava Phoenix bisa menembus pertahanannya! Kalau begini terus mereka bisa terguyur lava hidup-hidup dong!
“Teknik Es: Musim Dingin.”
Seketika itu juga suhu turun drastis, dan membuat sang monster tak bisa terus menyemburkan lavanya.
‘PINTAR JUGA!’ Shuwan senang rekannya begitu lihai menghadapi situasi ini!
“Putri es.” Phoenix itu menatapnya tajam.
“Kau kenal aku?” Ying tidak tahu ia dikenal di alam lain.
“Julukan yang cocok.” Sebagian informasi di dunia nyata telah bocor ke alam monster. Kini para monster juga sudah tahu daftar pendekar hebat dari alam lain.
“KALAU BEGITU KAU KENAL AKU KAN!?” Shuwan semangat, kalau saja putri es terkenal, tentu dia juga sama bukan!?
“Tidak.”
“HAH!?” Bukannya tidak adil ya!?
Yah setidaknya belum semua informasi pendekar terkuat bocor.
‘Dia bahaya.’ Siapapun yang tahu informasi lawannya tentu diuntungkan. Ying meningkatkan kewaspadaannya.
‘Kenapa aku kalah pamor darinya!?’ Shuwan malah protes dirinya tidak terkenal di alam lain.
***
DRAP!
“Li-liu-ke, bukannya kita harus membantu ya?” Yin agak khawatir.
“Tenang saja Yin-jie, mereka pendekar hebat, kita percayakan saja pada mereka ya.” Liu tersenyum. Ia merasa aneh sih meninggalkan rekannya sendirian. Tapi apa boleh buat! Ia juga tidak bisa melakukan apa-apa di sana.
Toh sistemnya lagi menghilang entah kemana dan ia tak punya senjata pula.
__ADS_1
JADI YANG PALING TEPAT YA LARI SAJA.
“LI-Liu-ke.” Ying berusaha menghentikan laju lari mereka.
“….” Liu terdiam, penasaran kenapa Yin-jie malah berhenti, padahal mereka harus menjauh sejauh mungkin agar tidak kena dampak pertarungan.
“Liu-ke yakin tidak mau tanggung jawab?”
‘Eh?’ Entah kenapa konotasinya terdengar negatif ya?
“Liu-ke sudah membawa kita ke alam ini. Kita harus kerja sama bukan?”
‘….’ Liu terdiam, memang benar sih, kerja sama perlu, kalau saja sistemnya tidak ngilang tentu dia nggak bakal lari sih.
Liu menarik nafas, tidak mungkin mengatakan yang sesungguhnya, tapi setidaknya ia bisa beralasan sedikit.
“Yin-jie-“
BUM!
SSSH!
Ledakan dan aura api panas seketika itu juga menyebar! Dengan sigap Liu maju ke depan dan menahan aura panas ini!
‘Sial!’ Dengan susah payah Liu berusaha mengumpulkan energi Qi-nya, lebih sulit dari yang diduga, tapi setidaknya ia bisa melakukannya!
SHHHH!
Liu menahan aura panas itu dengan lengannya, tak butuh waktu lama lengannya melepuh tidak kuat menahan panasnya aura kekuatan yang tersebar.
Blugh.
“UKH.” Rasanya tidak karuan, Liu berusaha menahannya.
“Li-Liu-ke!?” Yin melihat keadaannya dan segera memberi pertolongan pertama.
‘Memalukan huh?’ Liu terdiam, ia sadar akan ketidakmampuannya . Untuk bertahan dari dampak serangan saja sudah seperti ini, apalagi membantu langsung?
‘Yah off screen dulu aja lah.’
***
‘Dia lihai!’ Ying berusaha membekukan lawannya, namun kini dia terbang kesana kemari dan hanya mengincar Shuwan.
BUAGH!
BRAGH!
Shwuwan dan sang burung raksasa bertukar serangan, sejauh ini mereka imbang.
“MATILAH!” Monster itu berkelit dan mencakarnya, namun Shuwan menghindar cepat dan lepas dari kuku tajam burung itu!
‘….’ Dalam benaknya tak ada sedikitpun rasa bersalah, mengingat monster itu duluan yang menyerangnya, namun ia bertarung bukan untuk membela diri.
Ia hanya menerima tantangan dari sang burung, sesederhana itu.
“Maaf ibu! Tapi anakmu yang mengacau di dunia kami!”
Shuwan berkelit dan jual beli serangan berlangsung lagi, hempasan dan aura panasnya lebih terasa dari waktu ke waktu.
Ying menunggu saat yang tepat, namun di situasi begini serangan esnya tak berpengaruh banyak.
“GRRAAAKK!” Monster itu berhasil menyerang Shuwan dan ia terhempas cepat ke bawah!
BUM!
__ADS_1