Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Malu


__ADS_3

Di sisi lain.


Malam semakin dingin, dan teerlihat siluet hitam berlari cepat, yang tak lain tak bukan adalah Liu sendiri.


"Nona Yahuan!" Liu akhirnya menemukan gadis rambut merah ini, cukup jauh dari area pertarungan awal mereka.


Namun mengingat betapa luas dan besarnya area padang rumput, dampak pertarungan tadi tidak sampai ke desa terdekat tempat Liu singgah pertama kali.


"N- Nona?" Liu bisa melihat energi Qi yang melindunginya masih ada, namun entah mengapa nona berambut merah ini masih terlihat lemas dan belum juga sadar.


'APA JANGAN -JANGAN!?' Beliau terkena efek pertarungan dan perlindungan Qi-nya tidak berjalan sebagaimana mestinya!?


Ia terlalu yakin Nona Yahuan bisa bertahan, padahal seharusnya bisa melakukan sesuatu!


Tapi pada kenyataannya tidak semudah itu. Sia-sia saja membawa nona ini ke tempat aman kalau musuh tetap mengikutinya.


Liu tak punya pilihan lain.


'AKU MEMANG KEJAM.' Liu mengaku, pada kenyataannya sulit memikirkan orrang atau makhluk lain saat bertarung.


Bahkan ia tidak memikirkan apa-apa juga sih. Tahu-tahu lawannya sudah terpojok begitu.


"H- hei Nona....?" Liu menggoyang-goyangkan tubuh nona itu.


'Sistem?' Biasanya sistem paling tahu kalau soal ini.


[....]


'HEI JAWAB DONG?' Perasaan Liu tak enak.


"UHUK!"


"!" Tanpa diduga gadis merah itu terbatuk dan membuka matanya!


"NONA!" Ini seharusnya adalah hal yang bagus!


Jadi perlindungan Qi-nya bekerja dengan baik? Itu melegakan!


"...." Yahuan terdiam, pandangannya samar-samar dan tubuhnya lemas. Ia seharusnya sedang berhadapan dengan rekannya, tapi kenapa malah sedang ditatap pemuda yang ia lindungi?


"Syukurlah." Liu tersenyum kecil. Nggak lucu kalau ada apa-apa sih.


Gadis merah itu menutup matanya lagi.


'KOK MALAH TUTUP MATA?' Diman-mana kalau sudah sadar ya bangun, lah ini?


"NONA?" Liu malah was-was, takut kenapa-napa.


Perlahan namun pasti senyum kecil terukir diwajahnya. Yahuan tak menyangka ia yang berniat melindungi malah jadi yang dilindungi.


'KOK SENYUM.' Liu terdiam.


Tak lama kondisi Yahuan akhirnya benar-benar membaik. Liu menjelaskan apa yang terjadi.


"...." Yahuan tak menyangka pemuda ini lebih kuat dari yang kelihatannya.


Gadis merah itu melihat ke arah lain, dimana lokasi pertarungan berlangsung dan memang kehancuran yang berarti terlihat jelas di sana.


Namun tidak berhenti di situ, ia heran kenapa pemuda ini bisa menghentikan rekannya yang sangat kuat.


Efek pertarungan yang dilihatnya lebih kecil dari perkiraannya.


Jadi bagaimana bisa pemuda ini mengalahkannya dengan kerusakan yang minimal seperti ini?

__ADS_1


Liu terdiam, entah kenapa Nona Yahuan terlihat lebih tenang dan diam. Mungkinkah beliau memikirkan rekannya?


"Tuan Sun baik-baik saja Nona." Liu menegaskan.


Yahuan menatap serius, tidak perlu diberi tahu pun ia bisa merasakan kekuatan rekannya dengan jelas.


"Tuan tidak mengakhirinya?"


"MENGAKHIRI?" Apa tidak salah dengar? Liu pikir Nona Yahuan khawatir akan keselamatannya!


"Dia bisa mengejarmu kapanpun." Entah kenapa perkataan seriusnya membuat Liu berpikir.


'ITU MASALAH YA SISTEM?' Liu butuh pendapat sistemnya.


[Tidak masalah Tuan] Tuannya hanya perlu menghentikannya lagi, tidak ada masalah besar di sini.


"Bukan masalah nona." Liu tersenyum kecil.


Yahuan terdiam, ia bisa melihat kepercayaan diri yang hebat. Dia tetap membiarkan musuhnya hidup meski kemenangan sudah ada di tangannya.


Dan ia pun menutup mukanya.


'SEKARANG APA LAGI?' Liu tak tahu apa yang dipikirkan nona ini, namun semoga saja tidak ada efek samping atau hal buruk yang terjadi padanya.


"Nona?"


"Ma- maaf aku malu, tunggu sebentar." Yahuan membalikkan badannya.


Malu? Kenapa malu? Liu tidak paham.


'Ah- aku yang dilindungi....' Yahuan berusaha mengendalikan dirinya. Faktanya ia sudah merisikokan semuanya ketika memutuskan melindunginya.


Ia tidak memedulikan nyawanya sendiri, asal ia bisa melindungi seorang yang penting maka itu sudah cukup.


Pemuda itu tidak punya alasan menolongnya dan lagipula inilah pertemuan pertama mereka.


Yahuan tak keberatan kehilangan nyawanya demi sesuatu yang sangat berharga.


Yakni melindungi harapan yang akan menghentikan kejahatan.


Seperti yang sudah diketahui, Yahuan saling terhubung dengan kakaknya, dan meski baru pertama kali bertemu dengan pemuda ini, tetap saja ia sudah tahu banyak soal pemuda ini dari pertemuan kakaknya.


'EMANG MIRIP YIN-JIE SIH.' Liu terdiam, Yin-jie juga kadang suka malu juga.


'Makhluk setengah dewa bisa malu juga sistem?' Saatnya mengulik informasi lagi.


[Begitulah Tuan] Makhluk setengah dewa memang kerap tidak memedulikan perasaan.


Namun ada kalanya perasaan mereka begitu kuat dan akhirnya emosinya keluar juga.


'....' Liu terdiam, yah untunglah tidak ada hal mengkhawatirkan, kalau malu nanti juga hilang sendiri 'kan?


Beberapa saat kemudian...


Entah kenapa nona berambut merah masih menutup mukanya.


'KOK NGGAK HILANG-HILANG MALUNYA.' Mau sampai kapan lagi menunggu?


Sret.


Yahuan akhirnya berbalik, selama ini ia tidak pernah dilindungi siapapun. Hidup makhluk setengah dewa memang keras, jadi diperlakukan seperti ini membuatnya agak malu.


Liu menghela nafas, syukurlah tidak ada hal buruk yang terjadi.

__ADS_1


Sret.


"!" Yahuan mengubah ekspresinya, kini ia tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Hm?" Kenapa Nona Yahuan kek kaget begitu?


Liu akhirnya menoleh ke arah yang dilihat gadis merah itu, dan ia terdiam juga sih.


"Tuan Sun." Liu menatap seksama.


Terlihatlah sosok Sun dengan raut wajah serius, namun aura kekuatannya masih belum stabil.


Sret.


Yahuan memasang pose bertarung. Tidak peduli keadaannya, ia harus siap menghadapi situasi apapun!


'Tuan Sun hebat," batin Liu, tak bisa dipungkiri kekuatannya besar, bukan sewajarnya beliau bisa cepat sadar.


"Aku mengerti, nguk." Sang kera sakti menatapnya seksama, suaranya terdengar lebih pelan, namun ketegasan terdengar dalam suaranya itu.


'Mengerti?' Liu terdiam, apa maksudnya ya?


Sun tak menyangka ia akan mengakuinya, pada akhirnya tinjuan dan tendangan pemuda itu menyadarkannya.


"Aku kalah, nguk." Sun tetap terlihat serius.


"...." Liu terdiam, kok serius begitu ya?


Kayak yang mau lanjut baku hantam lagi.


Yah yang Liu tahu seorang yang mengakui kekalahan tentunya datang dengan baik-baik 'kan?


Tapi kenapa raut wajah Tuan Sun seolah berkata 'semua ini belum selesai?'


"Aku tidak percaya." Yahuan tetap bersiaga dan menatap tajam.


'PASTI ADA MAKSUD TERSEMBUNYI.' Liu setuju, bisa saja beliau pura-pura dan menusuknya dari belakang!


Liu tetap bersiaga, ia tidak mau tertipu dengan perkataan makhluk hebat!


[Dia serius Tuan]


'Nah kan... apa?' Liu terdiam.


Lalu ekspresi seriusnya itu apa?


[Itu sudah ciri khasnya Tuan] Tidak ada yang salah dengan tatapan serius, semua makhluk punya caranya masing-masing untuk mengakui suatu hal.


Liu terdiam, jadi ekspresi serius itu malah menipunya? Aslinya Tuan Sun benar-benar sadar sekarang?


Tak ada rencana rahasia atau apa?


[Tidak ada Tuan]


Liu memerhatikan dengan seksama pula, raut wajahnya masih serius, namun sistemnya jarang bohong juga sih.


DDDMMMMMM!


Tiba-tiba getaran kencang terjadi!


"!" Liu bersiaga dan berusaha bertahan dari goncangan ini.


'BENCANA ALAM LAIN?' Setelah meteor kini gempa!?

__ADS_1


__ADS_2