
[Ada juga di setiap alam dewa Tuan]
‘OH?’
Aksesoris dewa memang benda langka yang biasanya hanya para dewa saja yang memilikinya. Tapi kenapa Nona Wolf memilikinya?
JANGAN-JANGAN BELIAU INI DEWI SERIGALA YA?
“Aku diberi tanggung jawab khusus, jadi aku memilikinya,’ jelasnya.
Yah terlepas dari statusnya, Liu percaya akan hal itu.
Tapi kenapa nona ini memberikannya padanya? Apakah ada motif dibalik semua ini?
Apa ada alasan lain selain alasan klasik ‘ingin membantu’?
White Wolf terdiam, memang biasanya ia hanya sekedar menjaga dan memberi info pada pendatang baru, namun kali ini kasusnya berbeda.
“Aku juga percaya pada Dewi Xinmu,” ujarnya sambil tersenyum.
“!” Bahkan nona ini tahu tujuan yang sedang diembannya!
Yah Liu pikir hal ini tak akan melebar pada sang dewi juga. Namun sang dewi juga berstatus sama dengan dirinya.
Keterkaitan ini tak bisa dilepaskan.
“Aku yakin Dewi Xinmu tidak salah mengambil keputusan.” Nona rambut putih itu menatapnya penuh arti.
“….” Liu bisa merasakan kepercayaan dari sorot matanya.
Akhirnya Liu menerima jam tangan dari Nona Wolf.
Tak banyak info yang diberikannya soal benda ini, namun Liu tak mau ambill pusing dengan memikirkannya jauh-jauh.
Yah it’s nice to see time right nw.
“Oh.” Kok jamnya mati? Jarumnya sama sekali nggak jalan sih.
RUSAK?
MUNGKINKAH NONA INI TAK SADAR KALAU BENDA INI SUDAH RUSAK?
“Semoga perjalananmu berhasil, anak muda.” Perempuan berambut putih itu tersenyum lembut dan setika itu juga jam tagan yang dipakainya bersinar terang seolah menelannya.
***
“UH.” Liu menutup matanya, memang adegan klise begini terkadang terjadi dan seperti biasa, menyilaukan.
Liu masih belum merasa cahaya itu akan hilang, lebih memakan waktu dibanding yang dipikirkan sih.
Tapi yah, Liu tak bisa protes juga sih, ini diluar kendalinya.
Faktanya, semakin tinggi alam dewa maka waktu perpindahan tempat pun semakin lama.
Liu terdiam, ia terlihat tenang, namun masih ada sesuatu dipikirannya.
Alasan dibalik Nona Wolf bisa tumbang setelah menyerangnya.
[Tuan lebih kuat darinya] Sistem terdengar tegas, tiba-tiba muncul.
‘Oh?’ Tapi rasanya tidak sesederhana itu sih ya.
-Tuan menggunakanku dan sistem sekaligus- Kekuatan monsternya ikut campur.
‘Aaa.’ Begitu ya, kenapa nggak bilang dari tadi? Ia pikir bakal serumit apa.
….
TUNGGU APA….?
Maksudnya gimana?
[Tch, jangan diulang lagi] Sistem terdengar tidak senang.
[Tapi demi kebaikan Tuan kita] TBT tidak setuju.
‘….’ Masa berselisih paham lagi?
__ADS_1
Itulah faktanya Liu menggunakan kombinasi dua kekuatan sekaligus, ketika bertahan tadi, sistem mengalirkan sejumlah besar tenaga yang tidak bisa ditampung makhluk itu yang akhirnya tumbang.
‘WOW.’ Liu tak meyangka sih, ia sama sekali nggak sadar sistem sudah beraksi lagi tadi.
Liu pikir sistem cuman jadi pengawas saja, namun ternyata malah sangat membantunya di situasi mendesak tadi!
Yah sistem juga tidak bisa diam saja melihat tuannya yang terdesak, dan akhirnya bisa membantu tuannya dengan menyerang diam-diam lawannya.’
‘….’ Tapi kok mereka berdua bisa akur ya? Tak terpikirkan mereka bakal kerja sama juga.
[Tch]
‘AYOLAH.’ Masa musuhan lagi?
Kalau saja situasinya tidak begitu, sistem tidak akan melakukannya.
-Sistem begitu ya Tuan-
Kekuatan monsternya undur, dan tanda tengkorak ditangannya tak lagi bersinar.
Liu menghela nafas batinnya, ia tak bisa memaksa mereka berdua untuk akur sih.
[Tuan bisa mengandalkanku] Sistem terdengar percaya diri.
Liu percaya dan tersenyum kecil, perlahan namun pasti sinar terang yang mengelilinginya akhirnya menghilang.
Perlahan namun pasti Liu membuka matanya.
Angin kencang menerpa tubuhnya dan suara air terdengar jelas.
‘OI.’ Liu tak percaya dengan apa yang dilihatnya ini.
‘SISTEM?’
[Ya Tuan?]
‘Kenapa kita ada di sini?’ Liu terdengar tak percaya.
[Memangnya kenapa Tuan?] Sistem tidak melihat ada yang aneh di sini.
“Haaah….” Liu menghela nafas, memang ia bisa berakhir dimana saja sih.
[Di sini tenang ya Tuan]
‘Hm.’ Liu setuju, yah tidak bisa dipungkiri memang begitulah kenyataannya.
Suasana laut biru indah dengan langit cerah dan angin kencang, ini lebih menenangkan dari yang ia duga.
Tapi kenapa ia bisa ada di sin? Nona Wolf tak mengatakan apapun soal tujuannya selanjutnya sih.
Ia pikir bakal berakhir ditempat ramai, setelah mampir di hutan berkabut, namun tak sesuai dugaannya juga sih.
[Kadang kenya-]
‘OKE.’ Lama-lama muak juga ngedengernya, Liu sudah tahu.
Liu melihat sekitarnya, sejauh mata memandang ia tak melihat apapun selain air.
‘OI.’ Apa artinya ia terjebak disini?
Yah ia punya pengalaman naik kapal di laut sih, tapi kali ini versi sederhananya dan tak ada yang menemaninya.
[….]
KECUALI SISTEM TENTUNYA.
Sret.
Liu melihat jam tangannya dan masih belum jalan juga.
APA JANGAN-JANGAN USELESS YA!?
Buang aja kali? Liu tak butuh benda rusak sih.
[Jangan Tuan]
Kenapa? Ia beneran bisa lihat waktu dari keadaan alamnya kok.
__ADS_1
“!”
Dalam sekejap mata langit cerah berubah jadi kekuningan.
Liu mengucek matanya, namun yang dilihatnya tak berubah juga.
Apa ini halusinasi ya?
Mungkinkah akibat kebanyakan ngeliat yang terang-terang?
Liu terdiam, yah itu bisa jadi, tapi ia sering nutup mata juga pas cahaya terang muncul.
‘HM.’ Aneh.
Liu sudah melepas jam tangannya.
‘….’ Dan langit sudah jadi gelap.
‘OIOIOI.’ Liu tak senang melihat ini.
KOK BISA BEGINI SIH!?
‘SISTEM!?
[Aneh ya Tuan] Sistem pun sama herannya.
“….” Liu berusaha tenang, namun tak bisa dipungkiri rasa cemas mulai hadir.
Mana ada waktu berubah dalam hitungan detik.
[Memang begitu Tuan] Waktu kan selalu berjalan dan tidak bisa dijeda.
EH MAKSUDNYA, Kok bisa waktu berubah sangat cepat dan nggak wajar gini?
Liu memakai jamnya lagi, ia jadi nggak fokus.
Kedamaian tempat ini sirna sekejap mata, dan kini aura misterius langsung jelas terasa.
Liu terdiam, dibanding kedatangan makhluk, ini lebih aneh.
Sistemnya pun sadar, yang seharusnya bukanlah halusinasi.
Aura kekuatan biru mulai menyelimutinya, Liu tak punya pilihan lain selain waspada.
APAKAH YANG TERJADI, DIMANA DIRINYA SEKARANG?
Yah pertanyaan kedua sudah bisa dijawab sih, namun pastinya bisa lebih jelas lagi!
Liu terdiam, belum ada keanehan lain selain waktu yang berjalan sangat cepat.
Namun bukan berarti ia bisa melonggarkan kewaspadaannya juga.
Liu sadar apapun bisa terjadi dan tak ada pilihan lain selain tenang.
Liu melihat langit yang ditaburi bintang, entah kenapa kelihatannya indah.
[Jangan terpancing Tuan]
‘OH.’ Liu menggelengkan kepalanya, ia harus fokus!
Menunggu memang bukan hal mudah, namun hanya inilah yang bisa dilakukannya!
“TUNJUKKANLAH DIRIMU WAHAI DEWA!”
Liu mencurahkan unek-uneknya, siapapun yang melakukan ini jangan jadi pengecut!
HUSSSSH!
Hempasan angin kencang disertai aura misterius pun terasa, Liu makin waspada.
Sret.
Terlihatlah sosok berjubah merah dengan sorot mata tajam merah juga.
“….” Itu dia, akhirnya datang.
Alasan kenapa semua ini bisa terjadi.
__ADS_1
Aura dan tenaga misterius terasa jelas dari sosok itu.
TUNGGU DULU.