Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Berusaha saja lah


__ADS_3

Menjelang pagi di gerbang keluar Desa Danbo. “Pergilah ke kota terdekat. Ada tabib yang lebih hebat di sana.”


Liu sudah menaiki kereta kuda bersama Nona Yin. Ini baru pertama kalinya ia berkuda, namun Nyonya Nuan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.


Kuda kesayangannya akan membawa Liu dan nona itu ke kota terdekat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


“Kenapa Nyonya begitu baik pada kami?” tanya Liu dengan gamblang. Ia tidak mau ada keraguan dalam hatinya soal kebaikan orang tua ini.


“Aku tidak mau sepasang kekasih berpisah dengan cepat.” Tetua Nuan tersenyum.


“HAH? Tapi kami….”


“Sudahlah pergi, waktumu tidak banyak!”


“KHIIIIHIIII!” Kuda besar coklat itu segera berjalan maju, sementara Tetua Nuan tersenyum kecil.


Matahari bisa terlihat dari ufuk timur mengantar kepergian kedua orang muda itu. Sementara Tetua Nuan masih terdiam di gerbang luar desa.


Ia mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


‘Xiao Liu… rasanya tidak asing.’ Tetua Nuan sudah tua, namun ingatannya masih cukup tajam.


‘Sama dengan nama bayi yang Pendekar An bawa padaku….’


Tapi bukankah bisa jadi kebetulan saja ada dua orang bernama sama?


‘Tanda tengkorak itu.’ Satu hal yang tidak bisa ia lupakan, yakni tanda tengkorak pada bayi kecil Xiao Liu itu.


Sudah belasan tahun lamanya. Tetua Nuan masih ingat betul kejadiannya.


Pendekar An datang ke desa ini tepat setelah tahu bayi bernama Xiao Liu itu punya tanda aneh. Dan setelah diperiksa benarlah tanda tengkorak itu bukan tanda biasa.


Melainkan tanda kutukan misterius, yang bahkan baru ia lihat seumur hidupnya. Disebut juga Kutukan Lugu misterius. Konon siapapun yang memiliki tanda aneh itu sejak lahir, maka tidak akan bisa hidup lama.


Tanda aneh dengan energi misterius tentunya, yang ada di bayi kecil Xiao Liu. Yang kebetulannya lagi sama dengan pemuda yang datang barusan.


Kegagalannya sebagai tabib lokal hebat berawal dari situ. Pendekar An begitu percaya padanya bahkan sampai memberikan kuda coklat kesayangannya meminta agar dirinya menghilangkan kutukan tengkorak itu.


Tapi apa daya, setelah mengerahkan semua pengalamannya sebagai tabib, tetap saja tidak bisa menghilangkan kutukan itu.


Kutukan itu menyedot energi pemiliknya, dan juga menimbulkan kesialan bagi sekitarnya.


Tak lama sejak ia memeriksa bayi itu, banyak penduduk desa yang mengeluh tak enak badan. Kejadian ini sudah pasti bukan tanpa alasan. Tetua Nuan menyembunyikan hal ini dari khalayak umum.


Dan sekarang ketika sudah tua bangka begini, keahliannya makin merosot, bahkan tidak bisa menolong gadis beracun tadi.


Tetua Nuan memandang matahari pagi dengan penuh arti.


Ia tidak tahu identitas sebenarnya pemuda tadi, namun yang pasti ia sudah melakukan bagiannya untuk menolong pemuda itu, sebagai penebusan karena ia tidak bisa melakukan apapun di masa lalu.


“An… apa anakmu itu berhasil mengalahkan takdirnya?”


***


“HEEEEI! PELAN-PELAAAN!” Liu berusaha menenangkan kuda yang berlari begitu cepat.


Udara menerpa terus-terusan yang akhirnya membuat mukanya jadi aneh.


“HIKHIKHIHK!” Sang kuda coklat besar itu malah makin memacu larinya, membuat Liu tidak tahan ingin buang air kecil.


Sementara itu ia melihat keadaan kereta belakang, Nona Yin terlihat masih tertidur.


Sementara ini Liu bisa merasakan pancaran energi Qi dari Nona itu, yang berarti bantuan Nyonya Nuan berhasil.


Liu terdiam, entah mengapa ia merasa tidak asing dengan orang tua yang menolongnya itu, padahal ini kali pertama bertemu dengannya.


Mungkinkah perasaan begini wajar?


Liu masih sulit menerima kenyataan akan kebaikan yang begitu besar dari Nyonya Nuan. Orang asing sepertinya diberi kuda, baju dan perlengkapan lain, tak lupa juga makanan. Apa yang bisa lebih baik dari yang sudah dilakukannya?


PLAK!


“ADUH!”


“I- Ini nyata!” Liu memastikan apa yang dialaminya bukan mimpi, dan seketika itu juga pipinya terasa panas.


Liu menunduk ke bawah, ini adalah kenyataan, perlahan namun pasti senyum kecil tercipta di wajahnya. Ia teringat akan masa kecilnya.


‘Padahal aku tidak percaya ada orang sebaik Kakek An….’ Liu hidup dengan kenyataan itu, sampai nafasnya yang terakhir.


Kenyataan dunia ini tidak sesuai harapan. Namun Kakek An terus mendampinginya dan menyayanginya dengan caranya sendiri. Itulah yang membuat Liu bertahan.


Dan sekarang melihat kebaikan Nyonya Nuan, itu menghancurkan kepercayaannya sejak kecil.


‘Ingat Liu, jangan pernah membenci orang. Kebencian hanya menambah kesengsaraan.’ Liu terngiang omongan bijak sang kakek.

__ADS_1


Senyum kecil tergurat di wajah Liu. “Kakek An benar dunia luar tidak seburuk yang dipikirkan.”


“BAIKLAH!” Liu jadi semangat lagi. Ini adalah harapan baru yang terbuka!


Ia harus segera menolong Nona Yin dan setelah itu ia bisa melanjutkan misinya!


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, hari sudah mulai panas, sedang Liu masih saja berada di jalan setapak yang sama.


Jalanan yang dikelilingi pohon besar nan rindang, ia bahkan sudah bosan melihat pemandangan yang itu-itu saja.


“ASTAGA SAMPAI BERAPA LAMA LAGI!?” Liu tahu harus sabar tapi ini sudah terlalu lama!


[Menganalisa… jarak tersisa 100 kilometer lagi]


“SERATUS!? KAMU BERCANDA!?”


Sang surya sudah ada di atasnya, dan jaraknya masih sejauh itu!? Ya ampun!


“NGGGGIIIIHHH!”


SSSRRTTTT….


“DUH DUUH!” Sang kuda mengerem begitu keras, Liu hampir terjungkal.


“Speedy! Ada apa!?”


“NAK! TURUNLAH KAMI MAU BICARA!”


Liu melihat ada tiga orang badan besar berpakaian putih dan celana pendek hitam menghadang rute jalannya.


Ketiga orang itu berambut pendek, wajahnya sama mengerikan, badannya tinggi besar dan membuat siapapun yang melihatnya tidak berani menatap lama-lama.


“Ho, dia punya barang bagus…” Salah seorang pria mendekat ke arah kereta barang.


“….” Liu tidak nyaman. Instingnya menyuruhnya kabur, namun Speedy tidak mau menabrak orang yang menghalanginya.


Tap.


Liu turun dan melihat ke arah dua pria besar itu, sementara mereka menatapnya tajam. “Bayar uang jalan dulu sebagai jaminan.”


‘Pungli ‘kah?’ Liu tidak tahu peran tiga orang badan besar ini. Tapi yang pasti jika mereka muncul pakai seragam dan surat resmi, maka ia percaya harus bayar untuk lewat.


Duh padahal lagi buru-buru begini….


“Selamat siang tuan-tuan!” Liu memandang ramah ketiga pria itu.


“Kalau kau tidak punya uang, serahkan barang dan isinya!”


[Mendeteksi ancaman… tiga orang bandit… tidak berbahaya]


“HAH?” Liu tidak bisa menahan kekagetannya.


“?” Sementara para pria besar yang melihatnya malah heran.


“Hehe… kita bersenang-senang malam ini!” Salah satu pria besar itu mendekati gadis yang terbaring di kereta. Liu menundukkan kepalanya.


SHUSH!


Dalam satu kedipan mata Liu berada di depan pria itu tepat sebelum dia menyentuhnya. “Quánjí.”


PUK.


Liu meninju pelan perut pria besar itu, dan seketika itu juga ambruklah dia.


“HAH?” Kedua pria lain yang didepan kereta terdiam dengan mulut mengaga tidak percaya.


Tidak heran mereka terpana seperti itu. Bagaimana tidak? Pemuda itu bergerak begitu cepat dan menumbangkan rekannya dengan tinju yang… pelan!


[Pengendalian Qi meningkat… berhasil mengidentifikasi kelemahan musuh]


[Aliran Qi musuh… di stop]


“Tuan-tuan, jika tidak ingin sepertinya tolong minggir.” Liu menatap dengan sorot mata tajam.


“Uh….” Kedua pria yag menghalangi jalannya terlihat tertekan, mereka jadi keringat dingin.


“Ampuni kami!” Keduanya sujud di tanah tak kuat menatap pemuda dengan energi Qi sekuat ini.


Sebelumnya mereka menyangka akan dapat mangsa ideal. Seorang pemuda ingusan dan kereta barang yang penuh jarahan. Namun kenyataannya dia bukan ingusan!


Liu terdiam. Tidak heran ia menemukan hal seperti ini. Tempat sepi seperti ini rawan kejahatan.


Liu mendekat pada mereka dan berbisik, “Jikalau bukan aku, kalian bisa mati.”


Mereka berdua jadi makin bergetar.

__ADS_1


Liu terpaksa mengatakan kebenaran. Karena bukan tidak mungkin ada orang lain dengan kemampuan hebat yang mengeliminasi ketiga pria besar ini.


Terkadang hal menyakitkan harus diungkapkan demi kebaikan. Liu tidak mungkin diam tidak peduli.


Ternyata sistem tidak bohong. Mereka bertiga tidak berbahaya. Liu pikir mereka tidak akan berhenti sebelum darah tertumpah.


“….” Liu terus menatap tajam seraya aura Qi-nya meningkat drastis, membuat siapapun yang didekatnya merasa terancam.


Liu menanyakan satu pertanyaan pada mereka, dan mereka menjawab dengan perlahan dan gemetar.


“Ini baru pertama kalinya kami melakukan ini percayalah NAK!” Salah seorang pria besar memegang tangan Liu begitu keras.


“BARU PERTAMA KALI!? AKU TIDAK AKAN TERTIPU TUAN!” Liu menolak mentah-mentah alasan tidak masuk akal itu.


Aksi mereka begitu natural seolah sudah berpengalaman! Itu yang terlihat!


Tidak ada orang jahat yang mengaku! Itulah kenyataannya. Meski Liu baru menemukan yang begini, ia tidak akan tertipu!


“Percayalah NAK! HARI INI ADALAH DEBUT KAMI SEBAGAI PENJAHAT! KAMI DATANG DARI KOTA DAN INGIN MULAI HIDUP BARU!”


“HIDUP BARU JANGAN JADI PENJAHAT DONG! JANGAN BERJALAN DI JALAN SETAN!” Liu tidak habis pikir mendengar ini.


“Kami pikir hidup akan lebih mudah dengan jalan pintas….” Salah satu pria lainnya tertunduk. Dia tidak memaksakan Liu agar mengerti.


‘Jalan pintas….’


Liu sependapat dengannya.


Jalan pintas terdengar menarik, sedikit usaha namun hasil banyak, siapa yang tidak mau hal itu?


Namun terkadang yang membuat sesuatu bernilai bukan hanya hasil, namun proses yang harus dilalui. Tidak sedikit orang yang tidak mau mengalami proses.


“Kami bersalah… kau boleh melakukan apapun pada kami.” Salah seorang pria besar itu menatap Liu dengan penuh arti.


“….” Pria tadi yang berisik pun pada akhirnya menundukkan kepalanya, ia tidak punya pembelaan lagi.


Liu bangkit berdiri, menatap ke depan, ia tidak bisa menghabiskan waktu banyak di sini.


Motif ketiga pria besar alias bapak-bapak ini sudah ia tahu. “Sistem…,” gumam Liu.


[Menganalisa… tiga bandit ini kemungkinan besar bertobat]


“Itu sudah lebih dari cukup.”


Liu berjalan dan naik ke kereta barang. Menggendong Nona Yin dan tas pribadinya, turun dan mengelus kuda coklat besarnya.


“Speedy, terima kasih atas usahamu.” Kuda itu menggerakkan kepalanya senang.


“Angkat wajah kalian Tuan.”


Kedua pria besar itu kemudian mengangkat kepalanya, dan raut wajahnya benar-benar ketakutan seolah merasakan kematian begitu dekat dengan mereka.


Rencana mereka gagal di percobaan pertama. Siapa sangka pemuda biasa ini punya ilmu tinggi?


Kini nasib mereka tergantung dari keputusan pemuda di hadapannya.


Mereka sadar pantas mendapat hukuman dari perbuatan jahat ini.


Pikiran bapak-bapak ini terbuka. Padahal dengan fisik mereka yang kuat, mereka bisa bekerja dengan jujur dan mendapatkan upah. Dengan begitu mereka tidak perlu merugikan orang lain.


Namun terlambat, begitulah pikir mereka. Pemuda ini begitu serius menentang perbuatan mereka… bukan tidak mungkin dia akan….


“Tuan-tuan, ambillah kuda dan kereta barang ini. Anggap saja modal usaha, tolong jujurlah dan tinggalkan jalan setan.”


“….” Mata kedua pria besar ini sama-sama melebar tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


“HAAAH!?”


“Ah, tuan yang kupukul itu hanya tidur. Dia akan bangun 86.400 detik lagi. Tolong bawa dia di jalan yang benar. Sampai jumpa Tuan!”


[Qi terkumpul… eksekusi kemampuan Sprint+]


SSSHHHH!


Tubuh Liu diselimuti oleh energi Qi yang hebat, bahkan sampai membuat hempasan kecil di sekitarnya.


HUSH!


Dalam satu kedipan mata Liu sudah tidak ada lagi di sini, melesat cepat ke depan.


Kedua pria besar ini terdiam tidak percaya. Padahal mereka pikir ini hari terakhir mereka di alam bebas.


Namun yang terjadi sebaliknya, pemuda asing itu malah memberi mereka modal cuma-cuma.


“TERIMA KASIH NAAAK! KAMI AKAN BERJALAN DI JALAN BENAAR!” Kedua pria itu sujud syukur. Mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan pemuda asing itu.

__ADS_1


***


__ADS_2