Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Burung


__ADS_3

Di sisi lain….


Gunung Haikou, sebuah gunung lava aktif dimana tempat tinggal Sekte Api.


Orang-orang tetap beraktivitas seperti biasanya, bahkan setelah mendengar sang putri api menghilang.


Tetua sekte lanjut usia berambut kekuningan tetap memasang wajah tenang.


“Shuwan, dia pasti kembali,” ujarnya pelan.


***


Di masa kini, Liu dan kawan-kawan.


“HACHI!”


Shuwan menggosok hidungnya, rasanya gatal, jangan-jangan ada yang lagi mikirin ya?


[….]


Liu terdiam melihat ruang gelap tak berujung, ia tak bisa melihat apapun selain orang yang bersamanya. Kok bisa begini ya?


‘SISTEM KAMU BERCANDA YA!?’ Kenapa malah berakhir di ruang gelap begini!? Tempat aneh yang tak disangka!


“….” Yin bergetar, terasa menyeramkan berada di tempat seperti ini.


[Mengecek kondisi… sistem butuh waktu Tuan]


‘…. Nunggu penjelasan nih!’


[Perpindahan alam butuh energi Qi yang besar seperti yang sudah Tuan tahu]


Jadi begitu.


Liu terdiam memang benar tadi ia menghabiskan banyak tenaga saat melawan monster kuat, bahkan tidur beberapa jam belum cukup memulihkan kekuatannya.


Jadi kasihan sama sistem, dia kerja keras. Hebat sekali.


Dengan sigap Liu memberikan penjelasan singkat pada mereka.


“Tapi kita aman ‘kan?” Ying menatap tajam, di tengah kegelapan sorot mata biru putri es terlihat lebih mengerikan.


“Te-tenang saja Nona Yin.” Liu agak mundur, wajahnya terlalu dekat.


‘TOLONG JANGAN MENIRU NONA SHUWAN.’ Andai saja bisa ia katakan langsung. Tapi nggak mau ngerusak mood sih.


Jadi yah apa boleh buat selain menunggu. Terkadang dalam kehidupan menunggu adalah satu sikap yang diremehkan, padahal kalau didalami artinya lebih dalam.


Liu duduk bersila, menutup matanya, berdiam tenang.


Entah kenapa di keheningan ini Liu bisa mikir berat begini, padahal biasanya ia anti mikir berat club.


Mungkin karena efek ruang hampa gelap yang membuat dirinya bisa merefleksikan diri? Mungki saja sih.


“AH BOSAN! LALALA~” Shuwan berlari kesana kemari sembari bernyanyi, yah dia bukan tipe orang pendiam juga sih.


‘….’ Sedang Yin dekat-dekat saja dengan Liu. Masih agak takut sh. Sedang Ying melihat tajam sekitarnya, berjaga-jaga, putri es tidak mungkin melonggarkan kewaspadaannya.


“LALALA!!!” Nyanyinya malah makin keras.


‘AH BERISIK.’ Liu terdiam, enak-enak merenung malah tidak kondusif.


Anggap saja sedang latihan pikiran. Di situasi tidak menentu inilah yang menjadi ujiannya! Bisakah ia tenang mengendalikan dirinya atau tidak!?


‘Rasanya nostalgia.’ Liu ingat lagi masa kecilnya, yah meski bukan ingatan indah, tapi tetap ada pelajaran berharga yang bisa dipetiknya.


Dulu aura Qi anti sekali masuk ke tubuhnya, tapi sekarang, ia punya energi dalam melimpah berkat bantuan sistem.


Bertemu orang hebat dan menjalankan misi diluar nalar. Liu sedikit tersenyum, ia yang dulunya sampah tak berguna bisa melakukan hal hebat begini.


“….” Yin terdiam, sedari tadi ia memerhatikan pemuda itu, wajahnya menyiratkan ketenangan dan keteduhan, jadi enak menatapnya lama-lama.

__ADS_1


Dan rasa takutnya pun perlahan sirna.


BUAHG!


“ADUYH!” Lagi enak nari sama nyanyi malah kejedug pintu!


“HEI GUYS! ADA PINTU!”


“Hm.” Ying menoleh, memang ada pintu warna biru sih di sana.


[Persiapan selesai. Tuan bisa meninggalkan tempat ini]


Pats!


Liu membuka matanya, Yin malah tidur di pangkuannya.


“Yin-jie.” Liu menepuk pundak gadis itu.


“Hmhm…” Dia malah balik badan dan lanjut tidur.


Giliran putri es yang menyentuhnya.


“Hya!” Langsung bangun dong.


“Di- dingin….” Ying bangkit, yah lagi enak mimpi tadi.


“Ma-maaf.” Yin tertunduk, ia keenakan tidur, menunjukkan sisi malasnya, duh.


Ying terdiam, ia agak iri dia bisa tidur dipangkuan pemuda itu sih.


Sret.


Liu memerhatikan pintu, nggak ada yang aneh, nampak baik-baik aja sih. Buka nggak ya?


[Ya kalau mau selamanya di sini tidak usah buka]


‘Eh.’


***


Shhhh….


Hilir angin sejuk terasa, Liu perlahan membuka matanya.


‘Eh?’ Kenapa awan terasa dekat dengannya ya?


“WUAAH!” Putri api sudah heboh duluan lagi, ia nampak senang melihat pemandangan indah begini.


[Bukit Langit, Alam Monster tingkat 5]


‘Nama tempatnya sederhana sekali….’ Jadi sekarang mereka berada di atas bukit?


[Menjelang sore….]


‘YA INFONYA LANGSUNG DI DIAWAL DONG.’ Kenapa sistemnya setengah-setengah begitu sih!?


Pantas saja angin berhembus kencang dan awan terasa dekat. Yah untunglah mereka cepat sampai ke tempat ini.


Yin melihat kesekelilingnya, pemandangannya indah, ia yang menghabiskan banyak waktu bertualang tidak habis-habisnya kagum dengan apa yang ditawarkan alam. Jadi tidak sadar lagi ada di alam monster, hehe.


Yah tidak bisa dipungkiri pemandangan seperti ini bahkan membuat Ying terdiam, mata birunya melihat pantulan awan cerah yang menenangkan hati.


Jadi sekarang pertanyaannya, kenapa mereka berada di atas bukit?


‘HM.’ Liu terdiam, apakah ini saatnya memakai otak jeniusnya?


Mau nanya sistem tapi nanti malah bilang, ‘pikirkan sendiri tuan, jangan manja.’ Jadi nggak usah nanya deh.


“KEK ADA YANG TERBANG DEH.” Shuwan memicingkan matanya, ada objek tak dikenal yang melayang.


‘Apaan?’ Liu melihat posisi yang ditunjuk putri api itu, tapi nggak kelihatan apa-apa dong.

__ADS_1


CUMAN ADA AWAN CERAH AJA SIH.


Apa dia kurang makan wortel jadi nggak kelihatan begini?


“Eh iya.” Yin sadar juga, jauh di sana ada yang terbang sih.


“Hm.” Ying terdiam. Ia melihat apa yang mereka lihat, bahkan aura makhluk itu sudah terasa.


‘Eh? Eh?’ Kenapa cuman dirinya saja yang tidak sadar?


‘Sistem?’


[….]


‘JANGAN BILANG ISTIRAHAT LAGI!?’


‘YA AMPUN SAAT TAK MENENTU GINI JANGAN NGILANG DONG!’ Liu protes, ada kalanya situasi damai bisa berubah jadi gawat!


“AWAS!” Shuwan berteriak. Liu penasaran!


BUM!


HUSH!


Shuwan dengan sigap menggendong Yin, sedang Liu digendong putri es.


‘APA-APAAN?’ Liu tak bisa melihat apapun selain kepulan tanah dan hempasan hebat.


‘Kenapa dia?’ Ying melihat Liu tajam, tak biasanya pemuda ini lengah seperti itu.


Tap.


Ying menurunkannya. “Te- terima kasih Nona.” Tadi sangat tidak laki, ia bukannya menolong tapi malah ditolong!


“Bukan apa-apa.” Ying memalingkan mukanya.


‘Dia rela menolongku atau apa?’ Yah sedingin-dinginnya putri es, dia tidak akan membiarakan rekannya mati begitu saja ‘kan?


KAN?


DEG.. DEG…


‘A-aku menolongnya!’ Ying malah memerah.


‘BAGUS JUGA!’ Shuwan suka adegan begini!


“I- itu apa?” Yin terdiam, sorot matanya menunjukkan ketakutan yang terlihat.


HUSH!


Hempasan angin dan energi Qi yang besar menerpa mereka! Shuwan memusatkan Qi-nya ke kaki sambil menahan Yin. Begitupula dengan Ying!


“Waaa! Terbang nih!’


‘Kenapa….’ Ying dibuat heran lagi, kenapa pemuda itu malah membiarkan dirinya terbang begitu? Padahal tinggal memusatkan energi Qi saja maka semuanya beres (nggak bakal kehempas).


Apa dia lagi pura-pura biar ditolong begini?


“NONA YING JANGAN DILEPASIN DONG!” Liu panik, Nona Ying malah ngelonggarin pegangannya!


‘….’ Yah Ying sendiri ngetes saja, barangkali dia bisa melakukannya sendiri, namun kalau begini ya apa boleh buat.


‘D-dia ingin berpegangan tangan denganku?’ Putri es berdebar-debar lagi deh.


Tak lama hempasan angin pun mereda, dan biang masalah dari hempasan angin tiba-tiba ini pun terungkap.


“BURUNG!?” Liu bisa lihat jelas sekarang, jadi burung raksasa itu yang tadi dilihat mereka!?


Burung raksasa berapi, burung phoenix yang jauh lebih besar dari yang mereka temui di kota.


“Hm, kalian baru.”

__ADS_1


“BISA BICARA!?” Liu kaget lagi, sudah agak lama mereka tidak mendengar monster yang bicara selain di desa kelinci!


__ADS_2