
Dan waktu pun terus berlalu....
-Malam hari, alam pertengahan, di area padang rumput.
"Uh." Yahuan perlahan membuka matanya, pandangannya agak kabur.
"Syukurlah." Liu menatap dengan lembut.
Yahuan sadar ia sedang berada di pangkuan pemuda ini, ah lagi-lagi ia gagal memenuhi ekspektasinya.
"Ini salahku Tuan." Yahuan berusaha bangkit, kepalanya masih terasa berat. Sudah lama ia tidak mengeluarkan kekuatan sebesar ini.
Liu menggeleng kecil. "Bukan Nona, hanya saja aku belum cukup kuat." Liu tak menyalahkan siapapun.
Beberapa saat sebelum nona ini sadar, Liu sudah tahu semuanya dari sistem. Bahwa cara ini tidak akan berbuah manis.
Risikonya terlalu tinggi dan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
"Apa?" Yahuan terlihat tidak percaya. "Kita tidak bisa coba lagi?"
"Maaf Nona, tapi aku terlalu lemah hehe." Liu menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia menyambut baik cara nona merah ini, tapi kalau tidak bisa ya mau gimana lagi?
Yahuan terdiam, ini adalah kesalahannya tapi kenapa pemuda itu bisa tersenyum seperti itu?
Jelas-jelas ia membuatnya dalam bahaya karena menghentikan aliran energinya tiba-tiba.
"Maafkan aku Tuan." Yahuan menunduk dalam.
"Ah angkat kepalamu Nona." Liu tak bisa berada di situasi formal begini.
'JADI GARA-GARA KAMU YA SISTEM?' Liu tersenyum di luar tapi marah di dalam.
[Ada apa Tuan?]
'ADA APA APANYA! KOK KAMU SETUJU SIH SOAL RENCANA NONA YAHUAN?'
Jika ada yang harus disalahkan, tentu sistemnya! Dia malah membuat Nona Yahuan dalam bahaya!
[Tuan terlalu semangat, sistem tidak tega menghentikan Tuan]
'....' Wah perhatian sekali sistemnya ini ya.
'ITU BERARTI KAMU TEGA DONG!' Mana ada makhluk yang nggak ngasih peringatan padahal sudah tahu bahaya, nggak peduli namanya!
[Terkadang semangat bisa jadi jalan keluar Tuan]
'....' Malah ngasih kata-kata bijak, apa yang dikatakannya bener sih.
Liu sendiri tak tahu Nona Yahuan memaksakan diri, jadinya dia juga semangat-semangat aja sih.
'Jadi gimana dong sistem?'
[Apanya Tuan?]
'Kita nggak bisa speedrun?'
[Sayang sekali tidak bisa Tuan]
Jawaban sistemnya membuatnya kurang semangat, entah kenapa ia jadi lesu.
'Sampe kapan menunggu level 100?' Itulah syarat terendah agar bisa menguasai Kitab Immortal dan pergi ke alam dewa.
Masih kurang 64 level lagi. Ia baru level 36 sih.
'KOK LAMA SEKALI SIH NAIK LEVELNYA SISTEM!?' Ia sudah baku hantam sama Tuan Sun, kok nggak naik level juga sih!?
[Begitulah Tuan]
'BEGITU GIMANA? JELASIN DONG!' Sampe kapan sistemnya pelit penjelasan begini?
[Tadi hanya pertarungan biasa Tuan]
__ADS_1
'....' Liu terdiam, memang benar sih hanya pertarungan biasa, dan lagi ia tidak sadarkan diri.
Wajar saja kalau nggak naik level.
Yah Liu pikir naik level itu gampang, kapan naik sepuluh level lagi?
[Terkadang kenyataan tidak sesuai harapan Tuan]
'Terima kasih sudah mengingatkan.' Liu sudah biasa mendengar kata-kata itu.
"Nona jangan memaksakan diri." Liu menatap tajam, ia mengatakan hal yang penting.
"...." Yahuan terdiam, apa yang dilakukannya bukanlah apa-apa.
Sudah sewajarnya sebagai makhluk setengah dewa untuk menantang batas diri mereka, demi berdampingan layak dengan para dewa.
Kenapa pemuda dari alam lain peduli padanya seperti ini?
"Terima kasih banyak Tuan." Yahuan tersenyum manis, ia menyambut baik nasihat pemuda ini.
Liu tersenyum juga, entah kenapa ia sok menasehati.
Bisa saja nona ini tidak menerima nasihatnya dan marah, makhluk setengah dewa sih, untuk apa mendengar nasihat darinya?
Tapi syukurlah beliau menerima perkataannya.
"NGGGGH!" Liu meregangkan badannya, rasanya tidur malam di sini enak juga.
Lagi-lagi mengingatkannya ke masa kecilnya yang dulu. Tak jarang ia keluar dan tidur di pandang rumput seorang diri. Begini-begini ia juga anak alam lho!
Blugh.
Liu meregangkan badannya, ia sudah berusaha dan gagal, ah bukan, tapi belum berhasil.
Selama tidak menyerah, maka masih ada banyak kemungkinan lain!
[Benar Tuan] Sistem senang tuannya optimis.
"Istirahatlah tuan, mungkin seribu tahun lagi kita bisa melakukannya." Yahuan tersenyum keciil sembari duduk dan melihat langit. Tidak ada salahnya menunggu kok.
....
Tunggu apa?
Mata Liu terbuka lebar, rasanya ada yang salah deh.
"Tadi nona bilang apa?" Liu bangkit dan duduk, ia perlu mendengar lagi perkataan nona itu deh.
"Eh?" Yahuan terdiam, memangnya perlu diulang ya?
"Yah kita harus berlatih dulu." Yahuan tersenyum.
"...." Itu nggak salah sih.
Liu sadar ia harus grinding, dan untuk sampe ke level seratus tidak semudah membalikkan telapak kaki.
Apa di alam ini ada tempat misi, quest, atau apalah yang bisa meningkatkan poin pengalaman?
"Tidak ada Tuan." Yahuan tidak pernah menemui hal itu selama tinggal di sini.
Liu terdiam, memegang dagunya, tipe orang berpikir.
Yah sudah pasti tidak ada ancaman, hal buruk atau apapun yang terjadi di alam ini.
Penghuninya makhluk setengah dewa sih, jadi sudah pasti kebanyakan waktu mereka habiskan dengan tentram.
Meski tidak menutup kemungkinan ada hal seperti meteor dan gempa bumi sih.
Tapi itu hal minor yang tidak mengganggu keamanan dunia. Dan kedua hal itu berhubungan pula dengannya.
'Jadi alam pertengahan seaman itu sistem?'
__ADS_1
[Benar Tuan, tepat sampai Tuan datang ke mari]
'....' Itu berarti ia pembawa masalah dong?
"Kalau monster atau apapun?"
"Tidak ada Tuan."
'LAH GIMANA MAU GRINDING KALAU BEGINI?' Liu terdiam, kalau begitu naik levelnya GIMANA?
"Tapi kita bisa berlatih Tuan." Yahuan tersenyum, ia tidak sabar berlatih dengan makhluk yang lebih kuat darinya.
"Be- berapa lama?" Liu bergetar, setidaknya ia perlu perkiraannya.
"Paling lama seribu tahun Tuan." Yahuan menaruh tangannya di dagu, berpikir.
'SELAMA ITU!?' Keburu ibu sesat itu menang dong!
'SISTEM YANG BENER AJA?'
[Makhluk setengah dewa sangat jarang ada yang berbohong Tuan]
'....' Liu terdiam, bagus sih ada cara buat naik level. TAPI KELAMAAN!
Bukannya nggak sabaran atau gimana, Liu sendiri tak yakin umurnya bisa nyampe segitu!
"Kalau kita mulai sekarang, mungkin bisa sembilan ratus sembilan puluh sembilan tahun lagi." Yahuan tersenyum, rajin berlatih membuat latihannya cepat tuntas.
"CUMAN BEDA SETAHUN.' Tetep aja lama dong.
"Apa bisa dipersingkat nona?" Jangan sampai seribu tahun juga dong, astaga.
Liu mengelap matanya, sampe terharu mendengar ini.
"Tidak bisa Tuan." Yahuan tersenyum, entah kenapa ia terlihat bahagia saja.
Yahuan memang sama sekali tidak keberatan, malahan ia tidak sabar menjalani seribu tahun berikutnya bersama dengan pemuda ini.
'ASTAGA.' Liu menutup wajah dengan tangannya, entah ini masuknya berita bagus atau tidak. Bagusnya ia masih bisa naik level, dan tidak bagusnya terlalu lama prosesnya.
[Bukannya proses itu lama Tuan?]
'....' Liu terdiam, yah dimana-mana proses membutuhkan waktu, tidak ada proses yang instan.
Sistemnya benar, tapi Liu yakin ibu sesat tak akan menunggu seribu tahun dalam menjalankan rencananya.
[Apa Tuan tidak tahu?]
'Tidak tahu apaan sistem?'
[Jadi Tuan tidak yahu ya]
'YA APAAN? AKU NGGAK NGERTI!' Sistemnya ini kadang-kadang!
[Waktu berjalan berbeda di alam ini Tuan]
'Oh begitukah?' Liu baru tahu, kalau nggak dikasih tahu ya nggak bakal tahu sih.
'JADI MAKSUDNYA MASIH ADA HARAPAN?' Entah kenapa Liu jadi semangat, dan tentunya ini hal yang bagus.
[Sebenarnya waktu di alam ini lebih lambat dari yang dunia nyata Tuan]
'Lebih lambat?' Liu pikir lebih cepat. Bisa begitu yah?
[Jadi seribu tahun di sini kira-kira sepuluh ribu tahun Tuan]
'Wah begitu ya.' Dapet info baru nih! Harus senang? Pesta-pesta? Atau gimana nih?
'BUSET MALAH MAKIN LAMA!' Semangatnya malah makin kendor dong!
"No-nona pakai perhitungan dari tempatku?" Liu ingin memastikannya sendiri.
__ADS_1
"Eh iya?" Yahuan tahu dari alam mana pemuda ini berasal, jadi biar tidak susah ia langsung pakai perhitungannya langsung.
'....' Liu memegang wajah dengan tangannya, tipikal orang pusing. Kalau begini sih bukan lama lagi namanya.