
Rasa sakit yang dirasakannya pun menghilang dan ia benar-benar merasa bugar!
Liu mengecek tangan, tubuh dan wajahnya, luka goresan mengerikan dan darah mengucur tak ada lagi. Selain pakaiannya yang rusak, tubuhnya sudah pulih seperti semula.
Sungguhlah kekuatan pemulihan yang hebat, begitu cepat dan efektif.
'Sistem?'
[HMPH]
"...." OI, kenapa dia berlagak marah begitu?
AH! Liu ingat, tak bisa dipungkiri memang sistem tak terlalu akrab sama kekuatan monsternya.
Yah tanpa dijelaskan pun Liu yakin sistem tahu keadaannya seperti apa.
'AYOLAH.' Masa sistemnya tak mengerti apa yang terjadi sih?
[....] Tidak bisa dipungkiri sistem butuh waktu untuk menenangkan dirinya.
Setelah semua yang terjadi, kekuatan monster mengambil alih tuannya begitu saja dan sistem di-anak tirikan.
Tentu sistem tidak bisa langsung menganggap semuanya selesai begitu saja.
Namun di sisi lain sistem tahu memang tak ada yang bisa membantu.
Seperti yang sudah diketahui, sistem sibuk dibalik layar dan aksesoris dewa pun tak bisa membantu.
Tapi tetap saja kenapa tuannya tidak mengingatnya sama sekali di pertarungan tadi? Padahal sistem masih bisa muncul meski hanya sebentar.
"...." Liu terdiam, entah kenapa seperti ada yang cemburu, perasaannya saja kah?
"Terima kasih sistem." Liu tak tahu apa yang dipikirkan sistemnya, namun yang pasti tanpanya tak mungkin ia bisa bertahan pasca pertarungan tadi.
Efek pengunaan kekuatan monster terasa, namun tak menyiksa karena sistem sudah ada lagi bersamanya.
Sistem tak hanya memulihkannya, namun menyelamatkannya juga dari rasa sakit yang seharusnya dirasakannya.
Sistem terdiam dan bisa merasakan kehangatan tuannya. Tuannya tetap sama seperti biasanya.
"Maaf sudah membuatmu bekerja keras dibelakang sistem." Liu tak tahu apa yang sudah dilalui sistemnya, namun yang pasti jasanya tak kalah besar dengan sang kekuatan monster.
[HMPH]
'....' KEKNYA SISTEM BENARAN MARAH DEH.
Kenapa ya mereka berdua bisa tak akur begitu? Mau nanyain tapi ini bukan saat yang tepat deh.
Sistem menekan perasaannya, nyatanya ia ingin tetap ada disisi tuannya disetiap waktu, namun keadaan memaksanya berada di latar berlakang.
Namun sistem bisa merasakan tuannya serius berterima kasih padanya dan itu membuatnya merasa lebih baik.
[Memproses informasi....]
Sring.
Liu tak lagi merasa pusing, malahan kini pikirannya terasa ringan dan enak.
[Ohoho] Sistem terdengar tertarik akan sesuatu.
Tak biasanya sistem menyembunyikan sesuatu begini.
[Buku yang diberikan dewi menarik juga Tuan] Sistem menjelaskan juga kenapaia terdengar tertarik tadi.
'Oh.' Liu ingat, buku itu tiba-tiba ngilang padahal belum sempet baca juga sih.
Apa sistem tahu soal buku nyala tadi ya?
Dengan cepat sistem menjelaskan soal buku pemberian dewi matahari itu.
"OH?" Liu tak menyangka, ternyata begitu ya.
Sang dewi memberinya info berguna soal para dewa-dewi yang ada di tempat ini.
Tentulah itu sangat membantunya untuk tahu siapa yang sedang berhadapan dengannya, karena kalau hanya mengandalkan analisis, itu terlalu makan tenaga dan waktu.
Semakin kuat makhluk yang ingin dianalisis semakin susah juga prosesnya, itulah alasan kenapa sistem tak selalu menampilkan info dewa-dewi dengan lengkap.
Kenapa dewi ngasih info yang valuable begini ya?
Jelas ini bukan sembarang info karena menyangkut identitas banyak dewa.
Tidak bisa dipungkiri sistemnya sendiri juga agak tidak percaya tuannya bisa membuat lawannya jadi sangat percaya padanya sampai menghadiahkan hal yang berharga.
Liu terdiam dalam kesenangan, yah tak sia-sia semua yang telah dilaluinya, kini ia punya modal besar untuk bertahan di alam dewa menengah tingkat akhir ini.
Oke.
Liu mengecek lagi peta canggihnya dan melihat apa ada yang aneh di sana.
"...."
KOK NORMAL-NORMAL AJA YAH?
Liu pikir bakal ada ancaman atau apa.
[Terkadang ada titik dimana kita harus menunggu dalam kehidupan ini Tuan]
'....' Kata-kata bijak lagi?
Yah nggak salah sih apa kata sistem juga.
Dewi Xihe nggak ngasih tahu petunjuk apapun soal aksesoris dewa....
Padahal dewi sudah memberi bantuan yang penting, tapi malah minta lebih.
Yah terkadang orang memang suka berharap lebih dari yang sudah diterimanya.
Liu terdiam, dan akhirnya rebahan juga. Sistem mendukung apa yang dilakukan tuannya itu, toh memang belum ada yang harus mereka lakukan juga.
Terkadang dalam kehidupan ini ada saatnya istirahat. Sistem tahu tuannya sudah melewati momen yang tidak mudah tadi.
Sistem sudah lebih tenang sekarang setelah tahu tuannya tidak melupakannya. Sistem pikir tuannya tidak peduli padanya selagi ia dibelakang layar.
Bisa saja tuannya melihat kekuatan monster itu dan lebih memerhatikannya, mengingat kini dia pamer kekuatan saat melawan dewi matahari.
"Nggak gitu juga dong," ujar Liu sembari mencari posisi rebahan yang enak.
Setelah semua yang mereka lalui Liu tahu betul apa yang dipikirkan sistemnya.
Tak ada yang tersembunyi di antara mereka.
Liu tak bisa memaksa sistem untuk langsung percaya padanya, namun apa yang ia katakan sebelumnya memang murni dari hatinya sendiri, rill no fek.
[A- ah] Sistem lupa tuannya bisa tahu apa yang dipikirkannya.
Dengan cepat sistem menyuruhnya melupakannya dan fokus istirahat.
Liu percaya dengan kekuatan monster yang kini jauh melebihi perkiraannya, bahkan sampai bisa membuat dewi matahari mengakuinya.
Namun soal pengetahuan alam dewa itu tak terasa wajar sama sekali.
Liu masih curiga soal TBT yang tahu soal dewa-dewi.
__ADS_1
"Kamu memberitahunya ya sistem?"
[Eh?] Sistem terdengar terkejut, tidak biasanya seperti ini.
Sistem terdiam sejenak dan akhirnya meng-iyakannya. Kenapa tuannya bisa tahu soal itu?
Memang benar sistem membocorkan sedikit info. Sistem tidak tahan ingin melakukan sesuatu untuk membantu tuannya, namun tidak bisa menghubungi langsung, jadilah perantaraannya si TBT.
'EH BENERAN?' Liu malah nggak nyangka, tebakan liarnya membuahkan hasil!
Itu berarti mereka nggak bener-bener musuhan lagi ya?
[HMPH]
'MULAI LAGI.' Ah sudahlah, ia pengen lihat indahnya langit sore di tempat ini.
Pemandangan langit beranjak petang ini entah kenapa terasa beda.
Lebih nikmat dan terasa menenangkan.
Apakah ini yang disebut kenikmatan santai setelah kerja keras?
Yah Liu mengapresiasi perasaan nyaman ini. Perasaan langka yang sayang sekali kalau dibiarkan lewat begitu saja.
Dewasa ini terlalu banyak perasaan negatif yang kerap kali singgah di pikirannya, dan itu jelas sangat mengganggu. Liu tak mau dikalahkan oleh perasaan dan pikiran yang tak berguna.
"Eh." Apa boleh ia santai-santai di tempat penting ini?
Yah kerusakan akibat pertarungannya tadi memang sudah lenyap, kini area kembali seperti semula seolah tak ada kejadian apa-apa.
Tapi apa ia boleh terus-terusan ada di tempat ini? Bisa saja ini tempat penting yang tak boleh ditempati lama-lama kan?
[Tenang saja Tuan] Tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Sejauh ini sistem belum mendeteksi aura mencurigakan juga.
Oh. Kalau begitu nyantai sebentar lagi aja yah? Liu masih menikmati ketenangan tempat yang sedang disinggahinya.
Yah tak ada makhluk apapun selain dirinya di sini, sangat tenang sampai membuatnya bernostalgia. Mengingat momen indah semasa kecil tidaklah salah kan?
"Hmh~ hmh~" Liu tenggelam dalam kesantaian yang luar biasa, ia lupa segalanya dan tinggal dalam ketenangan dan kenyamanan.
Bulan bulat sempurna nan indah pun kini hadir menambah suasana jadi makin menenangkan.
[....] Sistem tidak komen apapun, ia ikut senang tuannya bisa mengesampingkan dulu tanggung jawabnya yang besar dan jujur dengan perasaannya sendiri.
Tiba-tiba muncullah cahaya terang tak jauh dari tempatnya rebahan, cukup aneh.
Yang pasti bukan sang dewi matahari yang datang lagi, sistem mendeteksi adanya kekuatan lain.
[Tuan?]
"HMH~ HMH~" Liu tak menggubris dan sepertinya tidak akan mudah sadar.
Sistem tidak tega mengganggu quality time tuannya, jadi yah biar saja sadar sendiri.
Terlihatlah cahaya itu bergerak perlahan dan berhenti di samping pemuda itu.
Perlahan namun pasti cahaya itu berubah wujud jadi sosok perempuan cantik berambut panjang.
Rambutnya tergerai indah tertiup angin malam, matanya bercahaya di kegelapan bak bulan menerangi gelapnya malam, senyum lembut penuh kasih terlihat daripadanya.
Perempuan bercahaya itu sekilas mirip dewi matahari, namun tidak dengan gaya rambut dan raut wajahnya.
[TUAN] Sistem berusaha membangunkan tuannya, jelas ada tamu yang datang dan tuannya masih belum sadar.
"Biarkan saja." Suara lembut memecah keheningan terdengar, sosok yang datang ini ternyata tak masalah dengan hal ini.
PATS.
Liu melotot, keknya barusan ada yang ngomong deh.
Liu menggulirkan bola matanya dan terlihatlah sesosok wanita cantik yang tersenyum ke arahnya. "Ah sudah bangun?"
"WAGH!" Liu terperanjat dan langsung jaga jarak. Kenapa bisa-bisanya ada makhluk lain selain dirinya di sini!?
KENAPA SISTEM NGGAK MEMBERITAHUNYA SAMA SEKALI!?
[....]
"Tenang saja, aku tidak gigit kok." Dewi terlihat santai, memang tak ada tekanan apapun darinya.
"...." Liu terdiam, ia mengucek matanya demi memastikan tidak salah lihat. Dan mau dikucek sebanyak apapun yang dilihatnya tak berubah juga sih.
"DEWI XIHE?" Kenapa dewi matahari datang lagi dan merubah potongan rambutnya begitu?
Perempuan cantik itu tersenyum kecil. "Aku Chang'e."
"Chang- Chang'e?" Jadi beda dewi ya? Pakaiannya mirip jadinya salah sangka deh.
[Menampilkan status....]
[ Chang'e
Jenis: Dewi Alam Menengah Tingkat Akhir
Status: Dewi Bulan
Deteksi Elemen: Infinite
Kesehatan: Rahasia
Kekayaaan: Tidak diketahui
Level kekuatan: 2500
Tingkat bahaya: Baik
Kemampuan Khusus: Manipulasi ruang dan waktu, mengubah dunia asli jadi dunia khayalan, memerangkap musuhnya dan menyiksanya selamanya
Catatan: Dewi Bulan baik, tenang saja Tuan]
'....'
GLEK.
Liu menelan ludah melihat status kekuatan yang ngeri begitu.
"Tenang saja." Tidak perlu membuang tenaga hanya untuk menganalisis dirinya.
Liu terdiam, sang dewi langsung tahu apa yang dilakukannya. Jadinya nggak enak ya.
"Maaf atas kelancangannya dewi...." Liu menundukkan kepala, ia tak bermaksud tidak sopan begitu, itu salah sistem yang langsung nganalisis gitu aja.
[....]
Dewi tersenyum kecil lagi, bukan menertawakan tingkahnya namun lebih kepada sadar bahwa pemuda satu ini punya kehangatan yang sama dengan Dewi Xinmu.
"Xihe lebih kuat dariku, jadi tidak usah terlalu formal." Dewi menatap langit malam indah.
'APA?' YANG BENER?
Ah, mungkin dewi bulan hanya merendah?
[Benar Tuan, mau lihat statusnya?]
__ADS_1
'NGGAK USAH.' Yang lalu biarlah berlalu, kini fokus saja ke apa yang terjadi sekarang.
Dewi dan sistem nggak mungkin bercanda juga sih.
Sekarang Liu malah tak menyangka bisa bertahan melawan dewi yang levelnya dua ribuan atau mungkin lebih.
"DEWI MAU MENANGKAPKU?" Tak panjang kali lebar Liu langsung ke intinya.
BISA JADI DEWI MAU MENJEMPUTNYA PAKAI CARA TAK BIASA.
Bukan dengan kekerasan namun dengan kelembutan! Bisa saja begitu kan!?
Lagipula karena alasan apa lagi sang dewi bulan menemuinya kalau bukan karena ini? Beliau nggak mungkin iseng dan gabut menemuinya kan!?
Dewi terdiam dan masih menatap langit malam, ia memaklumi pemuda itu berpikiran seperti itu.
"Aku bosan."
'MASA SIH?' Jadi dewi beneran iseng datang ke sini!?
Kok bisa-bisanya begitu yah? Bukannya dewi punya tugas dan tanggung jawab yang lebih besar daripada menemuinya di sini?
"Menemui buronan dewa kematian bukan hal yang mudah lho." Dewi mengingatkan.
"?" Bukannya sang dewi langsung ketemu dengannya ya? Apa susahnya?
Liu yakin dewi bisa melihat banyak hal di atas dan melakukan banyak hal pula, seharusnya bukan hal yang sulit sih untuk menemuinya.
[Maksud dewi lain Tuan]
'Eh?'
Dengan cepat sistem menjelaskan maksud dewi.
'Aaaa....' Liu paham, ternyata itu yang maksudnya toh.
Dewi bicara soal betapa banyaknya dewa-dewi yang mengincarnya dan membuat dirinya sulit ditemui.
Kali ini kebetulan saja lagi mudah ditemui.
Yah kalau bagian itunya nggak salah sih.
Baru pertama kali ia ditemui dewi karena lagi iseng, yah bukannya tak mau atau tak senang, cuman rasanya aneh aja sih.
[Terkadang ada hal yang tidak terduga terjadi dalam kehidupan ini Tuan]
"Nah." Dewi bulan setuju, tugasnya tidak pernah berakhir, karena itulah ia mengambil waktu rehat menemui buronan dewa kematian.
Liu terdiam. Ia tak enak ngebuat dewi ngehabisin waktu bersamanya.
"Kemarilah." Sang dewi mengajaknya duduk disampingnya.
....
AMAN?
[Aman Tuan] Sistem bisa menjaminnya.
Bukannya tak percaya, Liu harus double check dulu hehe.
Liu pun duduk disamping dewi bulan.
"Indah?" Dewi menatap bulan terang yang menerangi gelapnya malam. Tak ada bintang lain yang lebih bercahaya lagi.
Liu mengangguk kecil dan malah ingat insiden meteor jatuh, semoga saja tak terulang. Dan yah Liu yakin dewi berkuasa di area ini.
"Bagaimana pengumpulan aksesoris dewa?"
"!" DATANG JUGA PEMBICARAAN YANG SERIUS!
"Ehm, masih berjalan dewi, sedang menunggu ilham lagi." Liu berusaha terdengar serius. Ini topik serius sih.
Tapi kenapa dewi nanya soal ini?
APA JANGAN-JANGAN?
"Tidak, aku bukan pemegang aksesoris dewa." Dewi langsung menjawabnya sebelum pemuda itu bertanya.
'Oalah.'
Tapi Liu yakin dewi tahu banyak soal aksesoris ini sih.
"Membuang waktu saja ya?" Dewi menoleh dan tersenyum kecil.
'Eh?' Apa maksudnya?
Dengan kekuatannya yang sekarang pemuda ini tak perlu menghabiskan waktunya mencari aksesoris dewa, toh dia sudah kuat tanpa itu juga.
Perjalanan mencari aksesoris dewa hanyalah formalitas belaka.
"...." Liu tak menyangka dewi berpendapat begitu. Rasanya beliau terlalu berlebihan menilainya deh.
Yah bukan berarti dewi melarangnya juga sih. Lagipula hanya itulah satu-satunya cara agar bisa naik ke alam dewa tingkat selanjutnya.
Liu tak menyangka ada yang percaya padanya sampai sejauh itu, dan lagi yang percaya padanya bukanlah sembarang makhluk, namun dewi bulan sendiri.
Yah ia pikir semakin tinggi alam dewa maka semakin banyak dewa yang mengincarnya dan sedikit yang mendukungnya.
Namun ia beruntung bisa bertemu dewi bulan yang memberinya semangat.
OKE KALAU BEGITU IA HARUS BALIK LAGI KE RUTE UTAMA.
Liu sadar ia kelewat rileks, jangan sampe lupa tujuan utamanya kenapa ia datang ke alam ini.
"Oh, bendamu rusak." Dewi melihat tablet peta canggih milik pemuda itu.
"Ah?" Benarkah? Tapi kelihatannya masih normal, gambarnya masih bagus dan jelas kok.
Tapi apa salahnya juga kalau diperiksa?
Dengan cepat dewi melihat tablet peta itu dan benda itu pun bersinar. Dewi menyerahkannya lagi.
CUMAN DIPEGANG?
Liu memeriksa lagi petanya dan seketika itu juga terdiam.
Sekarang ada banyak notifikasi di petanya dan berbagai petunjuk tersedia. Jelas sangat berbeda dari yang sebelumnya sih.
Pantas saja petanya tadi kosong dan sepi, rusak toh ya?
Tapi kenapa bisa rusak ya?
Dewi bulan terkesan benda itu bisa tetap utuh setelah pertarungan besar yang terjadi.
"Semoga perjalananmu lancar, sampaikan salamku pada Dewi Xinmu." Dewi Chang'e menyudahi kunjungannya dan kembali ke pangkalan tugasnya.
Liu terdiam, lagi-lagi dewi menolongnya di saat yang tepat dan kini problemnya selesai.
"ALRIGHT." Liu jadi semangat, kini dengan peta lengkap di tangannya ia bisa pergi ke lokasi selanjutnya!
Sring!
Ketiga aksesoris dewa merespon keinginannya dan mulai bercahaya.
__ADS_1
Dan perlahan namun pasti tubuh Liu dipenuhi cahaya terang juga.
***