Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Golem


__ADS_3

Perlahan namun pasti cahaya menyilaukan itu pun hilang, perlahan Liu membuka matanya....


“....” Liu terdiam melihat yang dilihatnya.


Ia tengah berada di area rerumputan luas lagi....


Namun dengan batu raksasa dimana-mana....


Tempatnya agak aneh sih.


Kucek mata dulu ah.


Dug....


“Oh!” Kacamatanya sudah balik lagi!


Begitupula dengan aksesorisnya yang lain!


Sudah balik lagi ke mode normal dan bukan mode sihir lagi!


Liu mengelengkan kepalanya, rasanya aneh.


Rasanya habis bukan jadi diri sendiri….


[Merepotkan saja ya Tuan]


‘HEH.’ Sejak kapan sistem jadi nggak sopan begini?


Yah sistem hanya mengatakan pendapatnya saja sih, tapi tidak bisa dipungkiri pertarungan semacam tadi memberi tuannya pengalaman, jadi tidak sia-sia juga.


Liu menutup matanya masih berusaha menenangkan dirinya, ia tak bisa lari dari rasa lelah.


Tak terbayang kalau dewi meneruskan pertarungannya, pasti ia bakal lebih tersiksa dari ini sih.


Sistem tidak bisa membantu memulihkan apapun, efek pergantian kekuatan memang harus ditanggung penggunanya sendiri.


Sistem pun sudah tahu akan risikonya yang pasti akan menyengsarakan tuannya, namun memang tidak ada pilihan lain selain itu.


‘O-oke kamu baik sekali sistem.’ Liu memegang kepalanya. Yah lebih baik nggak tahu risikonya daripada ragu-ragu di pertarungan tadi.


Ini jadi pelajaran besar baginya. Semoga tidak terulang lagi.


[Tenang saja Tuan] Kekuatan energi Qi masih dominan bahkan di alam dewa.


Jadi kemungkinannya kecil tuannya bertemu dengan pengguna kekuatan sihir lagi.


“He-he-he.”


“!” Liu membuka matanya, bersiaga!


‘BUKAN KAMU KAN SISTEM?’


[Bukan Tuan] Sistem pun mendengar suara misterius barusan.


HUSSSH!


Hempasan angin menerpanya, Liu menatap tajam sekitar, ia tak boleh lengah!


MUSUH KAH!?


Liu tak menduga bakal ada lagi yang datang, padahal ia masih memulihkan diri. Rentan nih!


Sejauh mata memandang belum ada yang aneh dan sumber suaranya pun masih belum jelas.


Halusinasi kah?


Tap.


“HI!” Ada yang mencolek punggungnya dari belakang!


Ia langsung lompat dan bersiaga!


“HYAH!”


SWUSH!


Aura kebiruan sudah memenuhi tubuhnya lagi, sudah siap!


“WUHU!” Terlihatlah seorang gadis kecil yang melompat kegirangan.


‘OIOIOI.’ Bukan musuh? Kenapa ada gadis kecil di sini?


‘SISTEM?’


[Tuan tanyakan saja langsung] Sistem tidak tahu semua hal sih.


Liu menurunkan kekuatannya, ia terlalu berlebihan…


Perlahan Liu mendekati gadis kecil itu dan tersenyum kecil. “Dik, dimana orang tuamu?”


Yah kalau dipikir-pikir keterlaluan juga orang tuanya ya sampai membiarkan putrinya sampai tersesat sejauh ini … KE ALAM DEWA.


“HMPH!”


BUG!


Gadis kecil itu memukulnya di kepala! Namun pukulannya lembut sekali!


“Heeei, jangan begitu ya… harus sopan ke yang lebih tua yaaaa~” Liu mengelus lembut kepala gadis kecil itu.


Liu menutup matanya, yah melihat gadis kecil disini membuat hatinya lebih tenang dan tak lagi tegang.


Yah belakangan ini ia selalu berurusan dengan orang dewasa, ah para dewa dewasa juga. Jadi sesekali refreshing dengan membantu gadis kecil yang tersesat.


“Hei, aku lebih tua darimu HE-HE!”


PATS!


Liu melotot, berdiri dan mundur sedikit.


“APAAA!?’


“Ha-ha-ha.” Gadis kecil itu menolak pinggang dan kelihatan bangga.


‘OIOI.’ Liu tak percaya, dia bohong kan?


[Benar Tuan] Sistem sudah meng-konfirmasinya.


Kalau dia lebih tua darinya itu artinya….


“DEWI!?”


“HA-HA-HA!” Tawa bangga gadis kecil itu makin keras.


Liu terdiam, tak percaya.


Kok bisa-bisanya dewi berwujud begini?


[Yang berwujud orang tua juga ada Tuan]


‘Oh iya.’ Baru saja ia berurusan dengan beliau ya.


Yah Liu tak bisa memaksa dewa-dewi berpenampilan sama juga sih.


Tapi wujud gadis kecil? Apa nggak terlalu berlebihan ya?


“Hih, terbiasa lihat dewi cantik ya?’ Sang dewi berwujud gadis kecil itu menatap tajam.


“….” Liu tak tahu harus jawab apa.


“Aku dewi batu! Salam kenal yah!”


“….” Apa?


Liu melihat lagi bebatuan besar yang tersebar di tempat ini, jadi….?


Lho? Hah?


Dewi batu?


“Hmmm.” Dewi batu tersenyum kecil, ia terhibur dengan wajah bingung itu.


‘Pikiranku nggak sampe.’


[Sama Tuan]


‘JANGAN IKUT-IKUTAN DONG.’ Harusnya kan sistem lebih ngerti situasinya di sini.


“….” Liu terdiam berusaha mencerna situasinya.


Oke, dia berpisah dengan dewi sihir, datang ke tempat penuh batu ini, bertemu gadis kecil yang adalah dewi batu.


“HUH.” Liu menghembuskan nafasnya, yah ternyata tak serumit yang ia pikir sih.


Pasti ada alasan jelas kenapa ia ter-summon ke tempat ini.


Liu duduk dan memeluk lututnya, merenung.

__ADS_1


“Bingung? Bingung kaaaan?” Dewi batu mencubit-cubit pipi Liu.


[….] Tuannya overthingking sih ini.


Tapi yah apa mau dikata, terkadang dalam kehidupan ada masanya untuk memikirkan apa yang terjadi.


“Oke.” Liu sudah menerima fakta apa adanya, sekarang kenapa ia ada di sini?


“Aku memanggilmu.” Sang dewi tersenyum.


‘OOH.’ Begitu ya.


APA JANGAN-JANGAN….?


“BENAR! LIHAT!”


JRENG!


Sang dewi kecil itu memperlihatkan kedua tangannya.


‘OKE.’ Kenapa dewi bertingkah begitu?


“LIHAT!” Dewi memainkan tangannya ke depan mukanya.


“Sarung tangan?” Kenapa? Apa dewi mau megang yang kotor-kotor?


“Ha! Benar kamu kotor!” Dewi langsung menggelitinya.


“AHAHA!” Liu tak tahan digelitiki dan malah guling-guling di rumput.


“Ini benda yang kamu cari anak muda!”


“O-oh?” Liu mengelap matanya yang berair dan bangun, maklum saja ia tertawa terpingkal-pingkal tadi.


Dewi kecil melepaskan sarung tangannya dan memberikannya.


Liu terdiam melihat sarung tangan putih cerah itu. Ini benda yang dicarinya?


[Aksesoris dewa Tuan]


‘Aaaa….’


‘YANG BENER!?’ Liu tak menyangka! Tapi sistem jarang bohong juga sih!


[….]


Liu terdiam, masih belum menerima sarung tangan itu.


Kenapa dewi memberikannya cuma-cuma? Tak ada tantangan atau apa gitu?


“Tanganku pegal nih!” Dewi tak sabar juga sih.


Liu akhirnya menerima sarung tangan itu. Yah sarung tangan putih begini memang mencolok, kalau saja warnanya hitam.


Syut.


“EH?” Warnanya berubah!


Aksesoris dewa bersedia mengabulkan pemegangnya yang baru, itu sudah biasa sih.


“Kamu sudah melalui banyak hal ya!” Dewi menepuk-nepuk pundaknya, dan entah kenapa rasanya nyaman.


Sang dewi kecil ini berisik dan lembut di saat yang bersamaan… yah Liu benar-benar melepaskan ketegangannya di sini.


Dewi batu memang bisa merasakan apa yang sudah dilalui pemuda ini.


Mengingat dirinya adalah pemegang aksesoris dewa juga.


‘Akhirnya….’ Liu tersenyum kecil, melepaskan semua beban yang ada.


BLUGH.


Liu terbaring di tengah rerumputan dan memandang langit cerah.


Dewi batu pun berbaring disebelahnya.


“Indah ya!?”


“I-iya.” Dewi semangat banget ya.


Liu mengambil waktu sejenak, butuh istirahat sebentar lagi….


“Tahu tidak?” Dewi membuka percakapan.


“Tapi apa dew?”


“DEW!?” Bisa-bisanya pemuda ini sok akrab gitu!?


“Ow.” Pukulan dewi kerasa lebih keras sekarang.


“Kenapa kami dipercayakan dengan tugas ini?”


“….” Liu terdiam, dewi lagi main tebak-tebakan atau apa nih?


Tapi tebak-tebakan santai boleh juga sih.


“Karena para dewi tidak mencolok dari yang lain.” Liu asal ceplos aja, nggak tahu juga kenapa sih.


“KOK TAHU!?” Dewi terheran, terkesan, dan terkejut!


“EH?” BENER!?


Memang tidak bisa dipungkiri para pemegang aksesoris dewa bukanlah dewa-dewi terkenal atau dengan kekuatan hebat, melainkan para dewi sederhana yang kerap tidak dianggap.


Kenapa dewa tingkat atas memercayakan tugas sepenting ini pada dewa-dewi yang tidak terpandang? Bukankah lebih masuk akal kalau para dewa terkenal dan berkekuatan besar yang menjaga aksesoris dewa ini?


“Tidak ada yang bisa menebak rencana dewa tingkat atas.” Dewi terjun ke topik serius sekarang.


Liu mengangguk setujum, yah mungkin saja dewa tingkat tinggi tak mau para penjaga yang mencolok untuk menjaga aksesoris dewa?


“BI-BISA JADI!” Dewi langsung semangat mendengar teori ini.


Intinya dewa tingkat atas menganggap mereka layak untuk tugas penting, dan mereke menjalannya dengan sepenuh hati sampai saat ini.


Yah tak bisa dipungkiri dewa tingkat atas meminimalisir siapa yang bisa datang ke alam dewa tingkat tinggi.


Liu dipenuhi info jadinya ngantuk, tidur bentar deh ya?


“OKE WAKTUNYA BERAKSI!” Dewi langsung lompat semangat!


“OOII!” Liu juga melakukannya, semangatnya setengah. Hampir saja mau tidur.


HUSSSSH!


Hilir angin sejuk jadi saksi akan peristiwa penting ini.


Liu mengangkat kepalanya, berdiri dengan teguh untuk maju ke tahap selanjutnya!


Dengan kelima aksesoris dewa yang sudah dipakainya, ia akan mengubah dunia!


“Oke, cukup berkhayalnya.” Dewi tidak mau berlebihan di sini.


SHHH….


Perlahan namun pasti energi mulai terpancar dari sekitaran tubuhnya.


Bukan energi sistem, namun suatu energi lain!


Yang tak lain tak bukan adalah dari satu set aksesoris dewa lengkap yang dipakainya!


“Berisik!” Dewi mengorek kupingnya.


“AKU JUGA DENGAR!” Ini bukan kesalahannya sepenuhnya sih!


“SALAH NARATOR!” Liu langsung protes.


“NARA?” Dewi tidak mengerti.


“OKE GIMANA LAGI?” Liu tak tahu apa yang terjadi, namun kini tubuhnya berat.


“Ehm.” Dengan cepat sang dewi kecil menjelaskan seluk beluk aksesoris dewa dan bagaimana cara menggunakan seluruh potensinya.


“….” Liu berusaha fokus mendengar penjelasan panjang lebar itu. Namun keknya kepanjangan deh.


“MASIH?” Tubuhnya makin berat, sedang dewi malahan asyik nyerocos panjang lebar.


Yah dewi batu hanya menjalankan tugasnya sih. Ia perlu memastikan anak baru ini tidak salah melangkah.


“….” Liu berusaha menahan beratnya kekuatan lima aksesoris dewa sekaligus, urat-uratnya muncul dan ekspresinya berubah jadi tak enak dipandang.


“Oke itu saja, HI!?” Saking seramnya dewi pun kaget!


ITU SAJA GIMANA!?


Ia hampir mati ngedengerin ocehan dewi tiga puluh menit sembari nahan kekuatan aksesoris ini!


DDDRRRT….

__ADS_1


Tiba-tiba getaran hebat terasa dan itu bukan darinya!


Batu-batu ditempat ini bergerak pelan, melayang dan menyusun dirinya sendiri!


‘OIOI.’ Liu terdiam melihat ini.


“DEWI?”


“Oke selamat berjuang. Ehe~”


*Puff*


Dewi kecil menghilang begitu saja.


“….”


SWUSH!


Ledakan energi tercipta daripadanya. Liu merubah raut wajahnya.


DDRRRR!


Sementara bebatuan itu sudah jadi sosok makhluk mengerikan bermata merah. Liu baru pertama kali lihat yang begini.


‘Sistem?’


….


Tak ada jawaban, apa mungkin sistemnya lagi undur dulu?


Begitulah kenyataannya.


Sistem sedang off sementara dan memberi kendali penuh pada semua aksesoris dewa yang ada pada Tuannya.


Keberadaan sistem hanya mengganggu proses perpindahan alam ini, dan tak ada pilihan lain lagi.


“OI.” Liu terkesan melihat makhluk batu besar dengan sorot mata merah tajam itu.


‘KOK DEWI NGGAK MEMBANTU SIH?’ Seenggaknya jadi support atau apa gitu?


Dewi batu pasti lebih tahu makhluk apa yang tiba-tiba muncul ini!


….


Tapi yah, ia tak merasakan aura kehadirannya juga sih, dewi benar-benar pergi.


SRET.


KALAU GITU NGGAK ADA PILIHAN LAIN, SAATNYA ONE ON ONE!


“GOLEM! RIWAYATMU BERAKHIR DI SINI!” Liu menunjuk tegas, ini peringatan awal1


Yah Liu tak bisa tanggung jawab soal apa yang akan terjadi selanjutnya.


HUSH!


Golem batu raksasa melesat dan melancarkan serangan brutal!


BUAAAGHH!!!


BRAAK!!!


“UGH!”


SWUSH!!


Semua serangannya masuk dan Liu terhempas jauh!


‘KE- NAPA!?’ Liu bisa melihat semua serangannya tapi kenapa tak bisa menahannya?


BDUM!!


Tabrakan dengan batu besar pun tak terhentikan!


Hempasan kencang langsung tercipta dan terlihatlah sang karakter utama sudah terhempas begitu jauh.


Debu tanah mulai tersebar juga, menyelimuti area ini dengan luas.


“UHUK!” Liu tertunduk bersandar pada batu besar yang retak.


Entah sampai mana lagi ia terhempas kalau tak dihentikan batu ini.


Sret.


Liu berusaha bangkit, perlahan namun pasti ia bisa berdiri juga di atas tanah.


“Uh.” Rasanya lemas, tapi ia harus bangun juga sih.


Liu mengecek tubuhnya, yah tak heran kalau penuh darah sekarang.


….


‘LHO?’ NGGAK ADA LUKA LUAR YANG BERARTI SIH.


Kok bisa ya?


Padahal ia sudah kena serangan brutal tadi….


Ia nggak dipenuhi aura kekuatan besar atau apapun sih, penampilannya biasa saja dengan aksesoris dewa yang menyala semua.


SRET.


Liu menatap tajam dibalik kepulan debu tanah tebal ini, inikah kekuatan aksesoris dewa?


WUSH!!


BUM!!


Tangan Golem mengerikan itu mengincarnya! Namun Liu berhasil menghindar!


‘Instingku nggak cukup….’ Liu langsung sadar, ia hanya iseng lompat, eh makhluk batu itu juga nyerang.


HUSH!


Sang golem lompat juga dan siap dengan serangannya lagi!


“Haaah….” Liu berusaha tenang, entah kenapa rasanya bakal jadi samsak lagi.


DUAAGHHH!!!


DBUM!!!


Sebuha dentuman keras tak masuk akal langsung menggetarkan tempat itu, bahkan banyak batu besar yang hancur disaat bersamaan.


Lebih banyak debu tanah yang mengepul, sang golem mendarat dan melihat lubang besar yang tercipta.


Inilah buah dari serangannya, kini targetnya tak kelihatan saking dalamnya lubang itu.


Sang golem terlihat menyeramkan seperti biasa dan tak terlihat akan menyerang lagi.


Sementara itu disisi lain, di dasar lubang.


‘Gelap….’ Liu tak paham kenapa ia hanya melihat setitik cahaya, jauh sekali.


Liu terbaring diantara bebatuan tanah, rasanya sumpek dan sulit bernafas.


‘Tadi itu…?’


‘Ah.’ Liu langsung sadar apa yang terjadi. Benar saja dugaannya.


‘Dia kelewat OP….’ Disaat hening dan sendiri begini saat yang tepat untuk merenung.


Yah itulah kenyataannya, ia tak paham kenapa ia tak bisa menahan serangan makhluk batu mengerikan itu?


Seolah pengalaman bertarungnya selama ini jadi sia-sia, padahal ia sudah banyak baku hantam dengan dewa. Tapi kok lawan batu gini susah amat?


Liu mengangkat tangannya, sarung tangannya bersinar. Membuatnya makin tak paham.


Ritual tadi buat apa dong? Ia sudah pakai aksesoris dewa lengkap tapi kenapa lawannya tetep di atas angin gitu ya?


Liu tak bisa menahan kefrustasiannya.


Tapi yah lelaki tak boleh terus berada di kubangan perasaan begini. Masih ada tujuan yang harus dicapainya!


Liu tak peduli dengan yang terjadi pada badannya, perlahan namun pasti ia kembali bangkit.


Ia memicingkan matanya. ‘EH JAUH BANGET.’ Dan sadar ia cukup jauh dari permukaan tanah.


Gimana naiknya nih?


Tubuhnya lemes, kejebak disini pula, hadeh.


Liu menarik nafas panjang, ia harus tenang.


Segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya, ia hanya perlu menemukan caranya saja.


Liu melihat-lihat sekitar barangkali ada hal yang bisa membantunya.

__ADS_1


TAPI NGGAK ADA TANGGA ATAU APAPUN SIH.


__ADS_2