Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Situasi Panas!


__ADS_3

Liu memiringkan kepalanya, sementara kapak melesat dekat batang hidungnya, dan menendang keras kapak lain yang mengarah ke dadanya.


BUAGH!!!


Pendekar sesat itu lagi-lagi terhempas ke belakang. Ia tidak menyangka kemampuan fisik pemuda itu hebat juga!


Liu menamakan teknik tadi, ‘tarian anti kapak’ tapi rasanya memalukan jika dikatakan, jadi jangan saja deh.


“….” Pendekar sesat itu terdiam, seperti sedang memikirkan sesuatu. Dugaannya salah, kemampuan fisiknya hebat boleh-lah diterima, tapi soal membaca sempurna serangannya, itu lain cerita.


‘Tanda tengkorak itu,’ pikir sang pendekar sesat, tidak dapat dipungkiri dari sana terasa kekuatan aneh. Nasihat pemimpin sekte soal pemuda bertanda tengkorak memanglah benar.


Ia harus waspada, bisa-bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Namun ia tetap harus merebut belati merah itu. Itulah tugas utamanya dari pemimpin sekte, tidak mungkin kembali dengan tangan hampa!


Sebelumnya ia pikir hanya pemuda itu yang tahu lokasi keberadaan belati merah, namun ternyata malah putri sekte es juga.


Apa jangan-jangan mereka ini berteman? Pendekar sesat terdiam, ia tidak membawa rekan atau bala bantuan apapun demi keamanan. Meminimalisir keributan agar tidak diciduk pihak kota.


Tapi itu tidak mungkin ketika ada putri sekte es di sini. Kemungkinannya berhasil malah kecil!


‘Apa aku berhasil menyadarkannya?’ Di sisi lain Liu melihat musuhnya melamun, sebaiknya pertanda bagus karena ia tidak mau melihat patung siapapun di sini.


Ini belum saatnya berhadapan dengan sekte puncak. Dimana-mana ia harus meningkatkan diri dulu, baru menghadapi musuh kuat. Lah ini?


Liu tahu Nona Ying bisa mengatasi bahaya dengan kekuatan hebatnya itu. Tapi tetap saja tidak boleh meremehkan seorang dari sekte puncak. Pasti dia itu punya teknik tersembunyi.


“Teknik tersembunyi….” Pendekar sesat itu menyatukan kedua tangannya, energi Qi-nya memuncak seketika itu juga!


‘NAH KAN BENAR!’


“Nona Ying!” Seketika itu juga Liu mundur cepat, Nona Ying dalam bahaya!


[Darurat… tidak direkomendasikan]


‘BODO! AKU MAU KESANA!’ Melangkahkan kaki terasa begitu berat. Tapi Liu tidak berhenti, ini urusannya tidak mungkin berhenti di sini!


HUSH!


Sistem menjawab pertanyaannya, dalam sekejap mata Liu ada di depan Nona Ying lagi!


JLEB!


“Hei Jian.” Pedang panjang besar tercipta seketika itu juga, namun Liu berhasil menahannya, meski dengan tubuhnya sendiri.


Pedang gelap itu menusuk sempurna dadanya, menghentikannya tepat sebelum mengenai gadis itu.


‘DUH.’ Darah segar mengalir dari mulut Liu, sementara itu pendekar sekte sesat tidak menyangka akan dihentikan begini. Ia sudah mengeluarkan segenap Qi-nya agar bisa menusuk musuhnya, namun tanpa disangka pemuda ini lebih cepat!


DEG!


Mata Xiao Ying terbuka lebar, ia bisa melihat pedang aura gelap di depannya, berlumuran darah, hanya sedikit lagi saja pasti mengenainya.


Slasrh!


Pendekar sesat mencabut pedangnya dan mundur ke belakang, menyisakan luka mendalam bagi Xiao Liu.


“Ugh.” Liu malah menunjukkan sisi lemahnya begini. Padahal ia ingin terlihat keren dengan melindunginya, lah malah ia sendiri yang kena serangannya.


‘Cepat!’ Kalau ia bisa tentu masih bisa ditahan, tapi tidak sempat!


[Luka parah terdeteksi… memulai pemulihan….]


BLUGH.


Liu bertumpu dengan lututnya sendiri. Tubuhnya terasa lemas.


Mau terlihat kuat juga percuma, rasanya sakit sekali, tanpa sadar Liu sudah banyak kehilangan darah.

__ADS_1


Siapa juga yang tertusuk pedang terus tidak kesakitan?


Rasa sakit itu menusiawi! Liu tahu akan hal itu.


Xiao Ying terdiam, ekspresinya berubah drastis, alis matanya turun tajam menatap pendekar sesat.


Sebuah kesalahan ia menahan diri sampai sekarang.


Sedang pendekar sesat membersihkan pedang aura gelap itu dari darah. Gagal melenyapkan putri sekte es, pemuda itu mengganggu saja.


HUSH!


Lagi-lagi sang pendekar sesat itu melesat ke depan, kali ini memastikan targetnya benar-benar binasa!


Sret.


“Ah.” Ying baru saja bersiap, namun Liu sudah kembali berdiri.


“Tenang saja Nona, pastikan belati itu aman ya hehe. HUEEK!” Belum selesai terlihat keren ia malah muntah darah.


[Akselerasi regenerasi…  Eksekusi pemulihan maksimal]


[Menstabikan tubuh… mengecilkan luka… menghentikan pendarahan….]


SRING!


Seketika itu juga sinar biru terang memancar ke seluruh jalan gang.


‘INI URUSAN ANTAR LELAKI!’


“BAIKLAH TUAN! MAJU ATAU AKU YANG MAJU!” Liu dengan semangat menantang pendekar sekte tinggi. Level rendah tidak jadi masalah, yang penting tekadnya!


‘Tandanya itu….’ pikir pendekar sesat. Ia terlihat berpikir meski sudah ditantang.


“Jangan harap ini yang terakhir anak muda!” Pendekar sesat itu menghilang di antara kegelapan.


“Haaah.. Haah….” Liu mengatur nafasnya, gertakannya berhasil, tapi entah kenapa ia lelah sekali.


‘Untung dia kabur lagi! HAAAH!’ Batinnya terasa lega. Memang menegangkan bertarung dengan sekte puncak, tapi ini belum saatnya, ia belum grinding!


Liu berbalik dan melihat Ying, dia langsung memalingkan wajahnya begitu melihat tatapannya.


‘Dia menghindari kontak mata? Kenapa ya?’ Sorot mata gadis itu malah terlihat lemah.


‘Hei, pedangnya tidak menusuknya ‘kan?’ Liu memerhatikan tajam tubuh Xiao Ying, dan sejauh pengamatannya… tubuhnya ideal sekali!


PLAK.


‘BUKAN ITU!’


Liu menampar dahinya sendiri, bukannya memastikan tiada luka, malah kagum akan tubuhnya!


“Hehe Nona Ying tidak apa kini sudah aman, jadi tolong belatinya.” Liu mengarahkan tangannya ke depan, inilah saatnya!


Ying terdiam dia terlihat salah tingkah. Segera menunjukkan kantong coklat yang tadi.


“Lho, kantongnya sobek lho Nona.” Liu tersenyum, kalau kantong sobek begitu bisa ia dapat di tempat sampah.


“Ah?” Ying melihat sendiri, dan memang sobek.


“Diambil ya.” Ying terdiam dan terlihat heran.


‘Oh begitu ya….” Liu masih tersenyum, jujur sekali gadis muda satu ini.


“….”


“MANA MUNGKIIIN!?” Liu tidak percaya, kenapa bisa-bisanya hanya sisa kantongnya saja!?

__ADS_1


“No-nona bercanda ‘kan?” Suara Liu bergetar, pasti dia ini bercanda!


Xiao Ying menggeleng pelan, raut wajahnya tidak terlihat bercanda.


Mana mungkin putri sekte es bercanda!? Dia ini aslinya dingin, namun gara-gara sistem malah jadi begini!


Lantas untuk apa pengorbanannya? Yah memang tidak sampai mati sih, tapi tetap saja!


Kantong coklat robek itu tidak berguna tanpa isinya! Harus bagaimana dong?


‘Kalau begini tidak ada cara lain.’ Liu tahu apa yang harus dilakukan.


“Nona Ying, sampai disinilah perjumpaan kita. Jaga dirimu dan tetaplah semangat!” Liu meninggalkan gadis itu begitu saja.


***


Pagi harinya.


Sret.


Liu kini berada di depan bangunan kantor besar Kota Liuzhou. Setelah upaya kerasnya ia menemukannya juga.


‘Aku tidak punya waktu.’ Liu memakai setelan serba putih, masker putih yang menutupi wajah kecuali matanya, dia terlihat seperti seorang ninja.


“Kau mau apa?” Terdengar suara gadis sedikit dingin.


“EH?” Liu melihat ke belakangnya, dia bukan orang asing!


“Nona Ying!? Kenapa mengikutiku!?” Liu jelas-jelas sudah mengucapkan salam perpisahan!


Xiao Ying terdiam. Mana mungkin ia membiarkan orang yang sudah menyelamatkannya? Meski ia bisa selamat sendiri sih… tapi tetap saja dia melindunginya.


‘JANGAN-JANGAN DIA MARAH KARENA KEJADIAN KEMARIN?’ Liu ingat, sekte pendekar es terkenal sangat dingin dan tidak membiarkan kehormatannya dinodai! Jelas-jelas ia sudah melanggarnya! Ia menganggap Nona Ying lemah dan melindunginya!


Padahal ia sudah memastikan tidak ada yang tahu rencananya! Bahaya kalau ketahuan.


Xiao Ying menunjuk ke arahnya.


‘Aku?’ Liu heran, belum mengerti.


“Ah! Pakaianku? Tenang saja aku ingin menyamar biar nggak ada yang tahu.” Meski ada juga yang tahu sih.


“Curiga.” Ying menurunkan alisnya, bukan marah, melainkan memperhatikannya serius.


Kenapa dia tiba-tiba menyamar? Bukannya sudah telat? Harusnya dari kemarin sebelum masuk kota ini.


Sekarang mah orang-orang kota pasti sudah melihatnya meski hanya sekilas.


‘Mau gimana lagi.’ Tidak sengaja ada orang tua kota memberinya pakaian ini, entah terdengar masuk akal atau tidak, akhirnya ia pakai dan sangat membantu akan rencananya.


“Kemari.” Liu segera menggenggam tangan gadis itu ke sisi bangunan kantor itu. Dekat tembok.


“Nona Ying, aku bukan dari aliran sesat, kenapa masih mengejarku?” Liu me-mepet Xiao Ying sampai ke tembok, keduanya berdekatan sekali.


“….” Xiao Ying terdiam, entah kenapa ada orang yang begitu dekat dengannya, padahal ia memancarkan aura dingin yang kuat.


'AYO JAWAB DONG AKU BISA BEKU NIH!’ batin Liu berteriak. Ia ingin mendapat jawaban segera! Maka dari itu ia harus mengancamnya dari dekat!


Bukannya Liu keberatan diikuti gadis cantik, tapi tetap saja! Ia merasa nyawanya dalam bahaya diikuti terus begini.


Sebelumnya pendekar sesat, sekarang pendekar es, sampai kapan hidupnya dibuntuti begini? Oleh siapa lagi? Penjual es?


“ES KRIM GRATIS?” Penjual es tiba-tiba lewat dekat situ.


“MAU DONG!” Dua porsi es krim besar sudah ada di tangannya.


Semoga para penjual es gratis ini diberikan rejeki berlimpah. Amin.

__ADS_1


“Es?” Liu menyodorkan satu es besar, Ying terdiam namun diambil juga akhirnya.


Situasi akan jadi panas, tidak ada salahnya mendinginkan tubuh dulu dengan es.


__ADS_2