Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Penguasa Alam Monster


__ADS_3

“GADIS BARU LAGI!? KAMU MEMANG MAU BIKIN HAREM YA!” Shuwan menunjuk semangat.


“BUKAN BEGITU NONA!” Liu berusaha menepisnya. Yah siapa sangka juga senjata dewa bisa berubah wujud!?


“Ah.” Tanpa sadar Yuhuan sudah melepaskan pengaruh kekuatan pada mereka.


Wajar saja, kekuatannya hilang dan ia hampir mati, yah otomatis mereka yang terpengaruh juga sadar kembali.


“Dia.” Ying menurunkan alisnya tajam, ia merasakan kekuatan Qi jahat, kekuatan gelap yang memuakkan. Lebih kuat dari semua monster yang mereka temui dahulu.


DUG.


Ying dan Shuwan maju, sementara putri api meninju telapak tangannya. “Jadi dia lawab kita?” Sementara raut wajah percaya diri mulai tercipta.


Ying sadar sebagian besar bajunya kotor, entah kenapa. Mungkin akibat gadis merah itu yang bertarung dengan Liu tadi.


“….” Tidak berhenti di situ kekuatannya juga seolah sudah terpakai, padahal ia bangun tidak sadarkan diri tadi. Hal aneh ini putri es simpan dalam hati, jawabannya ada pada gadis merah itu!


“SALAH PAHAM!” Liu berusaha menghentikan ini.


HUSH!


Tapi apa daya kedua pendekar kuat itu sudah melesat cepat dan baku hantam pun tak terhindarkan!


ZZZZUUUUNGGGG!


“EH!” Liu mendengar suara aneh, dan lagi pandangannya berubah jadi kemerahan!


‘EH SISTEM ADA APA NIH!?’ Ia panik dong.


“Aku tidak mau menghambiskan waktu.”


Sret.


“Nona Yuhuan?” Liu memerhatikan sekelilingnya lagi, entah kenapa semua yang terjadi begitu lambat dari yang seharusnya.


‘KAYAK SLOW-MOTION.’ Jadi ini perbuatan Nona Yuhuan?


“Terima kasih, sudah menyadarkanku Tuan Liu.” Yuhuan berjalan, maju melewati kedua pendekar yang bergerak begitu lambat.


Begitu di depan Fang Yin yang terdiam, ia menoleh dan tersenyum kecil. ‘Aku akan melakukan yang terbaik.’


“!” Liu terdiam, makhluk setengah dewa bisa tersenyum juga ternyata, out of character!


ZZZUUUNG!


Waktu pun kembali normal.


Zrssh!


“Eeh!?” Yin terkaget, muncul api di tangannya!


Dan perlahan api itu membentuk sebuah belati merah, senjata yang selalu bersamanya!


“DIA MENGHILANG!” Shuwan bersiaga, perasaannya tak enak.


“….” Ying terdiam juga, gadis merah itu menghilang begitupula dengan kekuatan aura jahatnya juga.


Aneh sih ini.


“JELASKAN.” Entah kenapa sang putri es menatapnya tajam, rasanya sebelas dua belas sama Nona Yuhuan deh.


YA LIU PASTI NGEJELASIN JUGA SIH.


“….” Ying terdiam, ternyata gadis tadi adalah wujud asli senjata pusaka itu ya.


“TERIMA KASIH.” Shuwan memegang tangan Liu keras. Tak disangka gadis tadi adalah makhluk yang sekuat itu.


Kalau tidak dihentikan ya sudah pasti tidak bagus sih.


Set.

__ADS_1


Fang Yin memegang belati merahnya, ia pun baru tahu fakta mengejutkan ini, entah kenapa hatinya jadi berat ketika memegang benda ini.


Puk.


“Liu-ke?” Liu memegang pundak Yin dengan lembut.


“Tenang saja.” Nada suaranya lembut dan meyakinkan.


Yin sudah mendengar soal, ‘jadi pelindung’ nya dan lain sebagainya. Ia merasa tak pantas dan berat hati membawa benda sepenting ini bersamanya, meski dari dulu pun memang bersamanya juga sih.


“Terima kasih Liu-ke.” Yin tersenyum, aneh rasanya tidak tahu asal usul senjatanya dari awal, dan setelah tahu ia bertekad untuk terus menjaganya.


Tak terasa waktu pun terus berjalan, hari mulai gelap lagi.


{Tuan Liu}


“!”


Sedang santai di depan api malah dengar suara wanita!


Liu melihat ke sekitar, sementara rekannya yang lain sedang istirahat. Yah wajar saja, mereka tiba-tiba bertingkah lemas dan akhirnya turu semua di malam yang dingin.


‘SISTEM?’


[Bukan sistem Tuan]


‘Oh iya.’ Kalau sistem pake tanda ‘[‘ kalau tadi ‘{‘ BEDA SIH.


Siapa dong?


{Aku Yuhuan}


Sring.


Muncullah cahaya terang dari tas Yin-jie.


‘EH MASA BISA NGOMONG!?’ Liu pikir beliau itu bisa bicara pas dalam wujud aslinya saja!


[Tidak biasanya senjata pusaka bisa bicara langsung Tuan]


‘LAH TADI KAN BICARA!’ Sistem berbohong ‘kah?


[Level up]


[Kemampuan bicara dengan senjata pusaka… terbuka]


‘ANEH.’ Tiba-tiba level up, tapi yah bagus juga sih.


SUKA-SUKA SISTEMNYA AJA MAU NAIK LEVEL KAPAN, LIU NGGAK BISA PROTES SIH.


[Level 25]


‘Aku ‘kan nggak nanya.’


[Tuan pelupa, sistem mengingatkan]


‘Oke.’


‘OFF-TOPIC, jadi ada apa Nona?’ Liu langsung ke intinya.


{Tuan mau menemui Asosiasi Monster bukan?}


‘EH.’ Liu ingat, ia tidak membahas soal itu sama sekali, tapi kenapa Nona Yuhuan bisa tahu ya?


{Aku melihat semuanya dari awal Tuan}


‘WOH.’ Benar juga, masuk akal!


AKHIRNYA TIBA, IA PASTI AKAN DIBANTU OLEHNYA DAN BISA LANGSUNG BERTEMU PENGUASA ALAM MONSTER!


{Apa Tuan menghendakinya?}

__ADS_1


Liu mengangguk kecil, ia terbiasa sama bahasa baku. ‘AKU MENGHENDAKINYA.’


Kapan lagi hemat energi pindah alam? Heheeh.


SRRRIIIINNNNG!


Cahaya merah pun bersinar seolah menelan mereka semua.


***


Sementara itu di sisi lain, situasi di bumi makin tidak baik-baik saja.


Perteruan antar ras makin menjadi-jadi. Kekacauan terjadi di mana-mana,, orang-orang mulai haus kekuasaan dan berusaha jadi yang terbesar.


Kaisar Luwu sukses membuat dunia yang damai menjadi dunia penuh ketegangan, namun ia masih bisa duduk santai di kursi istananya dengan senyum percaya diri.


‘Pendekar terkuat manapun tak akan bisa menghentikan monster yang kupanggil.’ Begitulah pikirnya.


Faktanya memang benar, semakin banyak monster yang menduduki bumi, bahkan para sekte besar jadi kewalahan menghadapi mereka.


Hanya tinggal menunggu waktu, maka semuanya dalam kendalinya lagi. Sang kaisar tak sabar melihat orang-orang akan berpihak padanya.


***


[Alam monster tingkat 1, markas besar assosiasi monster]


Malam hari.


Hembusan udara dingin kencang menyapa wajahnya, Liu perlahan membuka matanya.


Ia berada di sebuah ruangan besar tepat di depan seorang pria tua yang memakai makhkota.


‘AKU DIMANA!?’ Liu terdiam dan masih kaget.


Sementara melihat ke sudut ruangan luas yang lain, tak ada siapa-siapa lagi.


{Tuan sudah sampai}


“EH!?” Belati merah tiba-tiba ditangannya dan bercahaya terang!


“Aku menunggumu.” Terdengarlah suara berat nan penuh kewibawaan.


SET.


Liu menelan ludahnya, tak disangka ia benar-benar langsung sampai di tempat tujuannya. IA KIRA BAKAL MAMPIR DULU DI TEMPAT LAIN!


Yah, berkaca dari pengalaman yang sebelumnya, ia biasanya berjalan-jalan dulu mengeksplorasi tempat yang didatanginya.


TAPI SEKALI LAGI IA LANGSUNG SAMPAI!


Bukannya lebay atau gimana, tapi Liu belum mempersiapkan dirinya bertemu makhluk hebat penguasa alam monster.


Ia harus memikirkan langkah dengan matang agar misinya berjalan lancar. Inilah satu-satunya kesempatan yang ia punya!


‘Terima kasih Nona Yuhuan.’ Liu berusaha tenang, sementara belati merah yang dipegangnya berhenti bercahaya.


“Kau tidak sendiri nak?” Sang pria tua berpenampilan terhormat itu memandang tiga gadis cantik yang tergeletak di belakang pemuda itu.


“Ma- maafkan atas kelancangan kami Yang Mulia.” Liu berlutut. Bukan cara yang terhormat bertemu makhluk hebat begini. Tapi yah mau bagaimana lagi, sudah terjadi juga sih.


“….” Sang penguasa alam monster tidak menyangka tamu yang datang ini lebih rendah hati dari yang kelihatannya, padahal dia punya kekuatan di luar nalar.


“Bangkitlah anak muda.” Nada suara pria tua itu terdengar ramah.


Liu bangkit.


“Aku punya benda yang sama.” Raja menunjukkan sesuatu dari kantongnya.


SET.


“HAH!?” Sang raja alam monster juga punya belati merah!?

__ADS_1


__ADS_2