
“….” Dewi mengangkat tangannya dan membuat gelombang besar lagi.
Ia mengubah rencananya. Yah targetnya mengesalkan sih.
BYUR!!
Pemuda itu tenggelam lagi.
Dengan ini berakhirlah sudah.
Dia takkan bisa bertahan dengan aura kekuatan lemahnya itu.
Tadinya dewi ingin mengulur waktu. Namun tak jadi karena sikap pemuda itu.
Akal sehatnya sudah hilang dengan menunjukkan ekspresi seperti itu.
Kalau saja dia minta ampun, pasti dewi akan mempertimbangkannya.
Kini hanya tinggal menunggu jiwnya saja….
….
“?” Lagi-lagi dewi heran. Kenapa jiwanya tak kunjung ada juga?
BYUURRR!!!
“….” Sosok tengkorak itu kembali muncul!
‘Lagi?’ Dewi tak menyangka, tapi ini benar-benar terjadi.
Pemuda itu ada di atasnya, masih menunjukkan ekpresi menyebalkan seolah mengatakan ‘kau lihat tadi!?’
Dewi tersenyum kecil. “Boleh juga.”
Ternyata dia masih bias menari.
Kekesalan dewi berkurang. Tingkah pemuda itu wajar dengan apa yang terjadi.
Yah sebelumnya dewi pikir pemuda ini hanya menggertak saja.
“Kami takkan kalah di sini dewi.” Liu terdengar serius.
“Kami?” Dewi heran.
SWUSH!
“!” Aura merah besar tercipta dari tubuhnya!
“….” Dewi terdiam. Ia tak menyangka bagian ini juga.
Jadi pemuda ini punya kekuatan lain….
Rumor soal kekuatan yang lain tak tersebar, karena itulah dewi agak kaget.
Jadi itu alasannya kenapa dia bisa bertahan setelah tenggelam untuk kedua kalinya.
Dewi tersenyum kecil, ini jadi lebih menarik lagi.
-Masih ada kejutan lain Tuan-
[Tukang pamer]
‘Kita masih punya kesempatan?’ Liu masih belum menyangka.
-Masih belum berakhir Tuan- Kekuatan monsternya sangat serius.
Liu pikir kekuatan monsternya takkan muncul dan semuanya sudah berakhir.
Namun ternyata ia salah, kini kepercayaan dirinya naik kembali dan merasa bisa melakukan apapun.
[Masih ada harapan Tuan] Sistem nimbrung juga dan ikut memberi semangat.
Sistem tahu kekuatan monster tuannya akan muncul dan tidak kuatir berlebihan.
SRING.
Sorot mata Liu bersinar kebiruan.
Sang karakter utama terlihat keren lagi sekarang.
HUSH!
Liu dan figure raksasanya maju!
“….” Dewi menantikan ini!
BUAHG!
BUAAAGG!
“!?”
UNTUK PERTAMA KALINYA SERANGANNYA MENGENAI SANG DEWI!
DEWI LAVA TERPUKUL MUNDUR!
__ADS_1
‘WOW.’ Liu tak menyangka juga!
Kok sekarang bisa kena sih?
“….” Dewi terdiam, wajahnya makin menunjukkan ketertarikannya pada lawannya.
Memastikan arah serangan lawannya tidak pernah sesulit ini sebelumnya.
HUSH!
Kali ini giliran sang dewi menyerang!
DAN ANEHNYA SERANGANNYA SATU PUN TAK ADA YANG MENGENAINYA!
BUMM!!
Keduanya terseret mundur….
Seolah situasinya malah berbalik
“???” Liu makin heran.
Dengan cepat sistem menjelaskan kenapa semua ini bisa terjadi.
“!” Jadi begitu ya!
Semua ini mungkin karena kombinasi kekuatan monster dan sang tengkorak!
-Hehe- TBT terdengar bangga.
Tapi kok ia tak bisa melakukannya dengan sistem sih?
-Figure Tuan perlu dipanaskan dulu Tuan- jelas TBT.
‘APA?’ EMANGNYA MESIN?
Jadilah setelah pertarungan intens kekuatan sebenarnya sang tengkorak bisa dimanfaatkan.
‘….’ Jadi begitu ya cara kerjanya….
Liu tak menyangka juga sih, jadi inikah hasil bertahan dan kesabarannya menghadapi situasi sulit tadi?
-TBT bisa muncul tepat waktu berkat sistem Tuan-
‘OALAH.’ GITU YA.
TUNGGU APA?
Dengan cepat kekuatan monsternya itu menjelaskannya.
“….” Fakta lain terungkap, dan Liu tak menyangka juga.
Entah apa jadinya kalau nggak naik level. Sudah pasti situasi takkan seperti sekarang.
“….” Liu terdiam, ternyata naik level ada gunanya juga ya.
[….]
“Oke.” Liu menatap musuhnya dengan percaya diri lagi.
Tak ada lagi ketakutan dan keraguan.
“….” Dewi terdiam, ia tak menyangka pemuda itu pintar menyembunyikan kekuatannya yang lain.
Kini aura kekuatannya lebih kuat dari awal sejak mereka pertama kali bertarung.
Dia kini bisa menghindari semua serangan fisiknya dan malah bisa menyerang balik dengan bagus.
Inikah kekuatan makhluk luar yang menantang dewa kematian?
DRRRR….
Getaran kuat terasa di tempat ini.
“….” Liu terdiam, ia mencium bau-bau gelombang lava super besar sedang mengarah pada mereka sekarang.
Begitulah kenyataannya.
Insting Liu menajam drastis dan ia bisa tahu apa yang direncanakan lawannya lebih awal.
Kini terlihatlah dari jauh, sebuah gelombang super tinggi dan besar yang bisa membuat siapapun dan apapun tenggelam seketika.
Tak sampai di situ, energi yang terpancar dari gelombang lava itu juga berbeda dari dua gelombang sebelumnya.
Kini energinya lebih kuat dan panas, lebih bahaya dan mengerikan.
Dewi tak main-main dengan serangannya kali ini.
Ia sudah melihat cukup bukti bahwa lawannya ini memang tangguh bisa bertahan sampai sini.
Karena itulah ia juga tak mau memperpanjang pertarungan, itu akan membosankan.
Kini ia langsung menunjukkan teknik terkuatnya yang bahkan ia sendiri sudah lupa kapan terakhir kali menggunakannya.
Dapatkah dia mengatasi serangannya kali ini?
__ADS_1
SYUT!
Sang dewi menghilang begitu saja, mengamati dari jauh serangannya.
“….” Liu terdiam, gelombang lava berenergi tinggi semakin dekat.
Kini meloncati gelombang setinggi itu bukanlah pilihan bagus.
Liu menarik nafas panjang.
Disaat begini ia harus tenang dulu.
Dewi berniat menghapus keberadaannya secepat dan se-efesien mungkin dengan menenggelamkannya.
Kini cara apa yang paling tepat untuk menhentikannya?
*
Kini dewi sudah berada dibalik gelombang dan bisa tahu apa yang terjadi.
Ia hanya berdiri santai dan menikmati apa yang akan terjadi.
Bahkan jika pemuda itu masih bisa bertahan, sudah pasti kekuatannya akan berkurang drastis.
Di saat itulah ia bisa menggempurnya kembali dan mengalahkannya dengan cepat.
Strategi simple, namun efektif.
Shh….
Dewi mengerahkan segenap kekuatannya di serangan gelombang ini, bahkan aura kekuatannya sampai meluber keluar.
Sudah lama ia tak mengeluarkan kekuatan sebesar ini, dan sejujurnya ini menyenangkan juga.
Sebelumnya dewi pikir pasti akan mudah menuntaskan misi dewa kematian.
Namun ternyata ia salah.
Pemuda itu sudah menunjukkan kebolehannya dan pantas menginjakkan kakinya di alam dewa tingkat atas.
Namun kini biarlah perjalanannya berakhir di sini.
BUM!!!
“?” Ledakan keras terdengar dari kejauhan.
Dewi terdiam, itu bukan bagian rencananya.
Kenapa ada yang meledak?
Biasanya ada suara ‘BYUR’ yang menandakan targetnya sudah tenggelam.
“Apa yang?” Dewi terdiam, gelombang lava supernya berhenti tiba-tiba!
Bagaimana bisa? Seharusnya itu tak terjadi.
Dewi mengangkat satu tangannya, memaksa gelombang itu untuk tetap maju.
“!”
TAPI TETAP TAK MAJU JUGA!
Dewi tak bisa menahan raut wajah herannya.
Kini ia menggunakan kedua tangannya untuk benar-benar memaksa serangannya jalan kembali!
“APA?” Tapi apa daya, apa yang dilakukannya tak membuahkan hasil sama sekali.
Gelombang lavanya tetap berhenti dan seberapa banyak ia menggunakan kekuatannya pun tetap saja begitu.
Ini aneh, dewi jarang sekali melihat kejadian aneh begini.
SSSRRR!!!
“!” Gelombang itu malah berbalik padanya!
“KOK!?” Dewi tak bisa menahan kekagetannya.
Namun itulah yang terjadi.
Gelombang serangannya malah berbalik kepadanya.
Kini lebih cepat dan malah lebih kuat.
Banyak hal langsung terpikir di benaknya.
Namun pada akhirnya dewi sadar, ini memang benar-benar terjadi.
Mau seberapa banyak dugaan yang ada di benaknya, tetap tak bisa mengubah fakta yang terjadi.
Dewi terdiam, tak ada lagi raut wajah ganas, tak sabaran, atau meremehkan.
Yang ada hanyalah ekspresi sadar apa adanya, sementara gelombang tinggi besar sudah ada dihadapannya.
Dewi tersenyum kecil. ‘Apa ini artinya senjata makan tuan?’
__ADS_1
BYUURR!!!
*