Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tidak Kenal Lelah


__ADS_3

HUSH!


Ketiganya maju bersamaan, sementara Sheaper memasang kuda-kuda, bersiap dengan kedua sabitnya!


BUM!


Ledakan energi kuat pun tercipta, membuat Yin terseret bahkan sampai menghantam pintu rumah.


BUAGH!


DUASGH!


Ketiga pendekar itu menggempur musuhnya dengan serangan fisik yang ber-irama, gerakan mereka ter-organisir, wajar saja karena mereka adalah rekan se-tim!


HUSH!


Sedang ibu muda itu dengan lihainya menghindar dan melancarkan sabitnya, berusaha mengenai para lawannya.


“Menarik~ fufu.” Sheaper menikmati situasi terdesak ini, sejauh mana mereka bisa menghiburnya?


“Putaran Sabit hyaa~”


HUUUUUSSSH!


Slash!


Malahan sabitnya mengenai protagonis!


Kedua gadis pendekar lain terhempas cukup jauh.


“Ukh.” Liu memegang mukanya, tersabet sabit itu, tak lama darah pun mengucur juga.


“HEI KAU BAIK!?” Shuwan panik dari kejauhan, ia tidak peduli ditengah keseriusan pertarungan, yang penting gimana keadaan pemuda itu?


Liu mengarahkan jempolnya sembari tersenyum, sedang lukanya tepat sekali mengenai mata kirinya, tidak bisa melihat dengan mata yang terluka.


“Lihat~ Itulah yang kalian dapat dari melawanku~” Lagi-lagi Ibu muda itu menjilat luka darah yang mengenai wajahnya.


“….” Ying tidak merasakan kekuatan musuhnya bertambah. Jadi jilat darah itu hanya pamer saja?


“VAMPIR?” Pikiran putri api tak jauh dari makhluk itu.


“Ehe~” Ibu muda itu memukul kepalanya sendiri, bertindak lucu dan menggemaskan.


Liu memandang tajam, cobaan berat melihat pemandangan ini, tapi ia harus kuat!


Bahkan serius pun belum cukup untuk menghadapi musuhnya.


‘SISTEM, MUSUHNYA TERLALU OP!’


[Begitulah Tuan, kenyataan Alam Monster]


[Cobalah untuk tidak terluka lagi Tuan] Belum memulihkan luka di dada, eh malah nambah di wajah.


‘YA GAMPANG MENGATAKANNYA!’


Liu sendiri tidak mau terkena serangannya, tapi yah sudah kena juga sih.


Performa sistem agak menurun akibat fokus memulihkan luka tuannya, dan kali ini ia harus bekerja ekstra.


Sayang sekali melihat pemuda tampan dengan banyak luka, tapi yah dia akan lebih tampan lagi kalau sudah menjadi ‘tangan kanannya’.


“KAMI TAK AKAN JADI TANGAN KANANMU BU!” Liu lagi-lagi mengatakan tekadnya!


“….” Sheaper terkejut, tak disangka lawannya tahu apa yang  ia pikirkan.


“Cukup kamu saja kok.” Ibu muda tersenyum sembari mengedipkan matanya.

__ADS_1


‘EH.’ Liu pikir mereka semua diincar olehnya.


Sheaper merubah pikirannya, ia tidak butuh banyak kekuatan, yang ia butuhkan adalah kekuatan yang sesungguhnya yang terdapat pada pemuda itu.


“KAU TIDAK BERHAK MEMILIKINYA!” Shuwan maju ke depan, entah kenapa dia malah marah.


TRANG!


Pedang elemen api super panas dan kuat beradu denga sabit besar musuhnya!


“Aku tak butuh sampah.” Ibu muda tersenyum.


“HEHE.” Pendekar api tak terpengaruh dengan provokasinya, yah dia bukan orang dendaman yang mudah tersinggung.


“Teknik Api: Pedang Meroda Api!”


SWWUUWSH!


Shuwan berputar cepat dan terpental!


Srik!


Ia menancapkan pedangnya ke lantai dan berhenti tepat di depan Yin.


“Trik yang sama takkan berguna sayang~” Ibu muda itu terkena api, namun hanya sebentar saja lalu menghilang.


Serangan elemen tingkat tinggi pun tiada hasilnya.


‘Ibu itu benar-benar kebal elemen.’ Liu terdiam.


Strategi mengikis pertahanan elemen tidak berhasil, Nona Shuwan sudah memastikannya tadi.


Sheaper memainkan sabitnya, sejujurnya serangan gadis pirang itu terlalu lemah, berbeda dari gadis biru.


Jadi apa yang bisa dilakukan demi mengalahkannya?


Ying menutup matanya, ia bisa merasakan kekuatan pil pemulih Qi bekerja, kekuatan pengubah elemennya perlahan datang kembali.


HUSH!


Ying maju ke depan, sementara kekuatan Qi-nya benar-benar meningkat ke level selanjutnya!


“Nona Ying….” Yin terdiam, ia terbeban melihat pendekar es berjuang sebegitu kerasnya, dan tak tahu apa yang akan dilakukannya.


Hanya memikirkan efek pengunaan pil itu membuatnya takut, Yin menyesal karena malah membuat stok banyak pil pemulih Qi instan, sedang dia sendiri tidak bisa bertanggung jawab atas risiko yang mungkin terjadi.


Ying berjalan ke depan, dirinya terlihat tenang meski luka banyak terukir di badannya.


SYUT!


Liu bergerak cepat dan berdiri di samping putri es.


Sebelah matanya menatap tajam, apapun yang terjadi ia akan berjuang bersama!


Meski agak tidak keren sih. Pengennya ia maju sendiri dan melindungi semua rekannya, tapi kenyataan berkata lain.


Liu tersenyum kecil, yah sok kuat membuatnya merasa lebih baik, tapi beban yang ditanggung juga lebih besar. Ia tidak mau menipu orang lain.


Lagipula Ying sendiri tahu keadaan pemuda itu, sekalipun dia punya kekuatan misterius, tidak berarti semuanya tiba-tiba berjalan mudah sesuai harapan.


HUSH!


Liu dan Ying melesat, tak bosan-bosannya menggempur sang musuh yang op ini!


HUSH!


BUGH!

__ADS_1


Sheaper dengan senang melayani mereka berdua, seperti biasa dia bisa menghindar dan malah membuat dua orang yang menyerangnya kerepotan.


Semua itu berkat insting tajamnya yang di luar akal sehat. Dia bisa melihat pergerakan cepat dan memprediksi serangan musuh, ditambah dengan kebal elemen, dia jadi musuh sempurna bagi siapapun yang melawannya.


Anggota assosiasi monster sih….


***


Sementara itu di sisi lain.


-Alam Monster Tingkat 1-


Markas besar Assosiasi Monster.


Di sebuah ruangan besar dengan kursi tahta, duduklah pria tua berambut putih dengan sebuah belati merah di tangannya.


“Mereka ini….” Suaranya terdengar berwibawa dan tegas di saat yang bersamaan.


“Rajaku, penyusup ini sedang bertarung dengan Nona Sheaper!” Salah seorang pengawal bersujud melapor.


“Hmm.”


Tak disangka akan ada makhluk lain yang datang ke daerah kekuasaannya. Sang raja terdiam, mereka ini pasti bukan makhluk biasa.


Apakah dewa datang lagi? Raja Alam Monster tidak menjumpai dewa manapun selama berapa ratus abad terakhir.


Apa ini karena mereka menjawab panggilan Kitab Gerbang Monster? Raja tertunduk dan merenung.


Kalau soal menjawab panggilan sih tergantung dari kemampuan pemanggilnya. Ia tidak bisa mencampurinya meskipun menguasai Alam Monster.


Tapi kenapa tak ada angin tak ada hujan malah ada makhluk yang datang ke tempatnya?


Raja alam monster punya firasat kuat soal ini, sudah lama tidak ada yang memanggil bala bantuan alam monster, atau menggunakan kekuatan Kitab Gerbang Monster.


Bahkan raja sendiri lupa kapan tepatnya, yang pasti itu lama sekali, bahkan sampai jadi mitos belaka. Bisa jadi ketika para dewa masih bertarung satu sama lain.


Sudah bukan rahasia lagi siapapun yang memanggil mereka punya kekuatan tidak masuk akal. Siapapun yang bisa menggunakan Kitab Langit.


Apa para makhluk yang datang itu punya hubungan dengan dunia yang sedang mereka serang sekarang? Bahkan sang raja hanya bisa berspekulasi saja, yang sebenarnya lebih dari itu!


Raja Alam Monster punya strategi kepemimpinan yang hebat, kemampuan analisisnya melebihi siapapun yang ada di alam ini!


Raja masih tertunduk, tak disangka pemanggilan bantuan ini malah membuat alamnya dikunjungi makhluk asing.


Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan….


Makhluk yang datang ke alamnya ini sama hebatnya dengan yang menggunakan Kitab Langit.


***


Di masa kini.


BUAGH!


Pertarungan masih belum usai. Namun masih belum ada tanda-tanda baik yang kedua pendekar ini lihat.


Sudah banyak teknik fisik dan elemen yang dilancarkan, namun semuanya nihil dan tidak menghasilkan apa-apa.


‘YA SISTEM MASA BEGINI TERUS SELAMANYA!?’ Liu tak percaya akan ini!


[Tetaplah bertahan dan jangan menyerah Tuan]


‘AKU BUTUH BANTUAN DONG!’ Yah kalimat motivasi tidak buruk, tapi itu kurang membantu juga sih.


Liu merasa dipermainkan. Kenapa musuhnya terus-terusan bertahan saja!?


‘IBU ITU TIDAK KENAL LELAH.’ Sifat bagus sih, tapi tidak di situasi ini!

__ADS_1


Sudah jelas-jelas ia berusaha memojokkannya, tapi kenapa dia malah terlihat santai saja begitu!?


Sistem masih sibuk mengurusi luka dada dan kepalanya, hanya tinggal sedikit lagi saja…..


__ADS_2