
"Benar Tuan." Dewi tersenyum kecil.
WAH!
Liu tak menyangka ia ternyata dapat item kunci yang harus dikumpulkannya, yakni aksesoris dewa!
Jadi itulah kenapa sang dewa begitu kekeh ingin membukanya, itu karena ia ingin memanfaatkan kekuatan ini?
Liu terdiam, ia tak bisa mengatur pergerakan dewa, namun kenapa dewa sampai sebegitunya ingin mendapatkannya?
Bukankah sang dewa sudah kuat dengan kemampuan pembajakannya?
[Tapi masih kalah sama dewi pohon Tuan]
'Oh iya.' Kalau pake gelang merah ini pasti ada kemungkinan dewi pohon kerepotan yah?
[Benar Tuan] Tuannya cepat paham juga.
Intinya dewa bajak ingin kekuatan yang lebih daripada dirinya yang sekarang.
Dan untuk tujuan itulah dewa menyanderanya.
"Butuh kekuatan pemegang dua aksesoris dewa untuk membuka peti ini." Dewi memperjelasnya juga.
Liu terdiam, syaratnya lumayan juga ya.
Dewi Shu menjelaskan bahwa aksesoris dewa itu adalah benda langka. Bahkan sekelas dewa pun tak bisa dengan asal memakainya.
Kekuatan aksesoris itu memilih penggunanya. Tak akan berguna jika dipakai makhluk luar.
Semuanya makin jelas dan terang benderang.
Itulah kenapa dewa murka padanya karena tak melakukan sesuatu pada kedua aksesoris itu.
Toh ia tak bisa melakukan apapun juga. Kenapa ya?
[Aksesoris dewa tidak akan bekerja kalau bukan keinginan Tuan sendiri]
'Aaah.' Canggih juga ya.
"Pakailah." Dewi tak sabar melihat pemuda itu memakai gelangnya.
Liu pengennya sih disimpan aja, mengingat ia sudah pakai dua aksesoris juga, dan malah tak bisa dilepas lagi sekarang.
Liu pun memakainya di pergelangan tangannya.
"Waaaah." Dewi terdengar senang dan kagum
"...." Yah ini lumayan keren juga sih.
Namun apa nggak kebanyakan aksesoris yang dipakainya?
[Tenang saja Tuan] Lagipula tuannya terlihat bergaya kok dengan semua aksesorisnya.
Pertemuannya dengan dewa bajak laut tak seburuk kelihatannya.
Memang ia disandera dan tak diperlakukan baik, namun setidaknya ia masih dibiarkan hidup. Dan akhirnya bisa menemukan aksesoris dewa yang sangat penting dalam perjalanannya ini.
Apa jadinya kalau ia tak bertemu dengannya? Sudah pasti akan kehilangan kesempatan untuk menemukan gelang dewa ini.
Dan faktanya, ia tak akan bertemu dengan dewi pohon yang sedang patroli, mengingat ia sudah melakukannya di pulau tempat Liu terdampar pertama kali.
Sebuah kebetulan yang menguntungkannya.
SEBENARNYA IA MASIH PENASARAN AKAN HAL LAIN.
"Katakan saja Tuan." Dewi Shu terbuka untuk menjawab pertanyaan apapun.
"Kenapa dewi menolongku?" Padahal bisa saja dewi bersekongkol dengan dewa bajak. Mengacuhkannya dan malah menyerahkannya pada dewa kematian.
Dengan begitu sang dewi bisa mengklaim upahnya atas aksinya itu.
"Aha! Aku tak sebodoh itu Tuan." Dewi Shu menahan tawanya.
"...." LIU NGGAK MELUCU SIH.
[Dewi tetap percaya pada Tuan, tidak peduli kondisinya]
Sang dewi percaya pada pemuda yang sudah mengumpulkan dua aksesoris dewa sebelumnya.
Jadi tak peduli ada tawaran atau apapun, dewi sudah tahu siapa yang lebih bisa ia percayai.
"Apa Tuan menanyakan hal ini pada setiap dewa yang menolong Tuan?" Dewi Shu terdengar penasaran.
"Ah, nggak semua juga sih." Liu hanya ingin memastikan dengan sungguh-sungguh dan tak mau terperdaya.
"Pyuh, akhirnya bisa istirahat," gumam dewi sembari mengelap keringatnya.
"...." Dewi kelihatan lelah, yah wajar saja ia sudah tarung sama dewa lain sih.
Dan lagi menangnya cepet banget. Sekarang Liu penasaran kenapa dewi bisa speedrun ngalahin dewa.
Padahal dewa pembajak kelihatan sangar dan tak mudah dikalahkan
Kenapa sang dewi tak terpengaruh kekuatan bajak dewa?
[Sepertinya rahasia dewi Tuan]
Oh iya kalau rahasia ya mau gimana lagi ya.
Faktanya kekuatan base Dewi Shu lebih kuat.
Terkadang ada hal yang tak terperlu dipikirkan belebihan.
"Hm?" Dewi sadar pemuda ini terus memerhatikannya.
"?" Dan senyum manis langsung terukir di wajah lelahnya itu.
[Tuan jangan lama-lama lihatnya] Kasihan dewi sampai salting begitu.
'Eh?' Liu pun mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"Sekarang tugasku sudah selesai."
'Tugas?'
"Yah, menjaga aksesoris dewa lumayan melelahkan juga sih." Dewi terdengar lega.
"!" Jadi begitu ya.
Ternyata sang dewi pohon sendirilah yang bertugas menjaga gelang ini.
Liu pikir yang datang ini adalah dewi random yang kebetulan lewat. Namun ternyata sosok penting yang harus segera dicarinya.
Ini memang benar-benar keberuntungannya.
"Semoga dewi keberuntungan menyertaimu Tuan." Dewi akhirnya undur diri, meninggalkan Liu sendiri di tempat ini.
"NGRRERHH!" Liu meregangkan badannya, dan melakukan pemanasan kecil.
'Oke.'
Liu mengecek sekitarannya, sejauh ini belum terasa adanya bahaya.
Keberadaaan dewa bajak pun sudah hilang, mungkin pulang pas ia ngobrol sama dewi.
SEKARANG GIMANA LAGI?
[Kurang info ya Tuan] Sistem paham.
Dewi langsung pergi tanpa memberikan penjelasan apapun lagi.
Nggak bisa lihat peta juga, diambil sama dewa bajak.
Liu akhirnya berjalan keluar area pulau....
***
Sret.
Liu sudah ada ditepi pantai lagi, dan tak ada yang menyambutnya selain lautan luas.
[Istirahat saja dulu Tuan]
__ADS_1
'NGGAK.' Liu tak mau tidur ditepi pantai lagi, bisa-bisa sadar di kapal lagi sih.
[....] Tuannya waspada juga ya.
Liu terdiam, melihat pemandangan laut indah, namun ada sesuatu yang ada di pikirannya.
Liu meraba kalungnya, ia ingat itulah yang terjadi sebelum ia tidur dan dibawa dewa bajak laut.
Alaasn kenapa kalungnya bercahaya waktu itu....
Apa jangan-jangan....?
[Benar Tuan] Sistem langsung meng-iyakan.
Liu tak menyangka apa yang dialaminya sudah di setup begitu rupa.
Kekuatan kalung itu seolah memaksanya beristirahat, bahkan sistem pun menurutinya.
Kalau tak begitu, ia nggak akan ketemu dewa bajak laiut dan nemuin gelang dewa.
[Benar Tuan] Kalau dewa tak menetralkan kekuatan, sudah pasti tuannya bisa mengalahkan dan melepaskan diri dengan mudah bahkan sebelum mencapai lokasi gelang dewa berada.
INTI DARI SEGALA INTINYA, PERJALANANNYA MEMANG DIBANTU AKSESORIS DEWA.
"Haaah." Liu menghela nafas, mikir berat capek juga yah.
Liu lega sebagian besar pertanyaannya terjawab, kini tak ada lagi yang mengganggu pikirannya.
JADI KEKUATAN KALUNGNYA MENAHANNYA BIAR NGGAK BISA GERAK?
[....] Katanya tidak ada yang mengganggu pikiran.
[Sepertinya tidak begitu Tuan]
Lho. Tapi kan sudah ada buktinya kemarin.
Sistem tidak sependapat, aksesoris dewa ditujukkan untuk membantu, bukan menyusahkan.
'....' Sistemnya benar, belum ia tahu kekuatan kalungnya ini apa, dan sekarang sudah ditambah lagi dengan gelang.
[Tenang saja Tuan] Ada saatnya semuanya menjadi jelas, tidak perlu terburu-buru.
Liu menutup mata dan menarik nafas panjang, sistemnya benar. Kini yang terpenting ia harus mencari aksesoris dewa yang lain.
Liu terdiam dan menunggu sesuatu terjadi.
....
Dan waktu pun berlalu, langit sudah sore dan banyak bintang bertebaran di langit.
'KOK.'
Belum terjadi sesuatu juga sih.
'Sistem?'
[Ya Tuan?]
'Kok gelangnya nggak nyala sih?' Liu pikir gelangnya itu bakal membawanya ke suatu tempat lain, sama seperti sebelumnya.
[Sepertinya beda Tuan] Sistem tidak mendeteksi adanya kekuatan apapun dari gelangnya.
"...." Kalau begitu gimana dong?
[Inilah yang harus Tuan pecahkan]
'....' KEKNYA SISTEM PERNAH BILANG BEGITU.
Blugh.
Liu merebahkan dirinya di atas pasir lembut.
[Nah] Sistem sudah menduga tuannya akan melakukannya juga.
Yah meski agak curiga dan takut diculik lagi, namun yah tak ada salahnya tenang dulu.
Langit sore ditaburi banyak bintang, pemandangan indah, apalagi kalau berdua melihatnya.
[Sistem di sini Tuan]
'Oh iya.'
[Wah] Sistem tidak masuk kriteria itu ya.
Melihat keindahan sekarang dan melupakan hal buruk di masa lalu.
Ngomong-ngomong kebanyakan dewa-dewi tingkat menengah atas ini pada sibuk ya.
Yah mungkin saja mereka punya banyak tanggung jawab yang harus dikerjakan.
Semakin tinggi tingkatnya maka semakin besar juga tanggung jawabnya.
[....] Sistem tercengang tuannya mikir hal ini, berarti memang bukan anak kecil lagi.
'AKU TAHU YANG KAMU PIKIRKAN SISTEM.' Liu terdengar mengancam.
Yah dewa-dewi juga tak mau menghabiskan waktunya untuk hal yang sia-sia juga sih, termasuk bicara panjang lebar dengannya.
[Sistem bisa menemani Tuan ngobrol sampai kapan pun]
'Terima kasih?' Yah itu sudah biasa sih.
Oke sekarang hari sudah mulai beranjak gelap dan bintang-bintang indah makin kelihatan.
Liu membebaskan pikirannya, memang lebih mudah untuk overthinking, namun Liu tak mau begitu.
Menunggu tanpa kepastian memang berat, namun itu adalah salah satu hal yang harus dilewati dalam kehidupan.
Entah kenapa ada bintang yang bersinar lebih terang dari yang lain.
[Indah ya Tuan] Sistem terkesan.
Liu tersenyum kecil, ia setuju, memang bintang yang bersinar lebih terang menarik hati.
Namun entah kenapa sinarnya malah semakin terang....
Emang hal begini biasa yah?
Liu baru pertama kali melihat bintang yang makin terang, kayak makin mendekat.
'EH BENERAN MAKIN GEDE.' Liu terdiam, ia mengucek matanya berkali-kali namun apa yang dilihatnya tetap sama.
'SISTEM?'
[Indah ya Tuan]
'INDAH DARI MANA!? ITU BAHAYA LHO!
Kok sistemnya bisa setenang itu sih?
Kalau tak salah bintang jatuh itu ... ah! METEOR! YA PASTI ITU!
Meteor juga bisa jatuh di alam dewa ya?
Yah bahkan di alam dewa pun masih bisa terjadi bencana alam ya.
Liu terdiam, yah kalau dilihat-lihat lagi memang cukup indah juga sih,
"EH!" Ia malah terpengaruh sistem!
Kini bintang jatuh itu makin mendekat ke arahnya, jelas tak seindah kalau jatuh ke arah lain.
[Bukankah saatnya meminta permohonan Tuan?] Rumornya bintang jatuh bisa mengabulkan permohonan?
BUKAN! Waktunya kabur!
SATU-SATUNYA YANG IA MINTA ADALAH NGGAK DIHANTAM METEOR BESAR ITU.
....
'Lho.' Nggak bisa gerak!
Aneh! Padahal tadi baik-baik aja!
__ADS_1
[Cepat kabur Tuan] Sistem tidak sabar, meteornya makin mendekat sih.
'LAH INI NGGAK BISA GERAK!' Masa sistemnya nggak ngerasain sih?
[Waduh]
'WADUH GIMANA!? BANTUIN DONG!' Liu tak ingat sistem jadi punya sifat masa bodoh begini.
WWWUUUUSSSHH!!
Bebatuan merah berapi itu kepalang sudah dekat, di saat begini nggak bakal sempat ngehindar....
"Hhhh...." Liu tak habis pikir, kenapa bisa-bisanya tubuhnya keram semua di saat bahaya begini?
SRING!
DABUMMMMMM!!!
Meteor yang cukup besar menghantam tepat dimana Liu sedang rebahan.
Ledakannya sungguh hebat bahkan sampai membuat gelombang laut yang besar.
Hempasan yang super kuat terjadi seketika itu juga.
Kepulan debu juga menghiasi area yang telah ditabrak itu.
Kini genangan air laut tinggi mulai menutupi pulau.
Sungguhlah momen yang tak menyenangkan bagi sang karakter utama.
Tapi apa boleh buat, semuanya sudah terjadi juga dan tak bisa dihindari.
Terkadang kejutan memang bisa terjadi di satu titik dalam kehidupan ini.
Gelombang laut masih mengamuk dan sepertinya masih butuh waktu agar bisa tenang kembali.
Kini tak ada yang terihat selain genangan tinggi air laut, semuanya sudah tersapu bersih.
Waktu pun terus berjalan, dan akhirnya air laut itu tenang pasca hantaman meteor.
Malam indah berubah jadi mengerikan, menjadi pelajaran bagi siapapun untuk tak terlena dengan situasi.
Oho, apakah semuanya sudah berakhir di sini....?
Sring.
Terlihatlah cahaya terang dari dalam air. Jelas itu bukan makhluk laut atau apapun, cahayanya sungguh terang bahkan menembus sampai permukaan air.
Tak lama terilhatlah seorang pemuda yang mengambangh di sana, yang tak lain tak bukan adalah Xiao Liu sendiri.
PATS!
Dan ia langsung melotot.
"HAH!?" Ia terperanjat dan langsung bangun, kini ia berdiri di atas air melihat sekitarannya.
Tak ada hal lain selain air laut....
'APA YANG TERJADI!?' Liu meraba tubuhnya, pakaiannya sama sekali tak rusak dan tak ada luka apapun padanya.
Padahal tadi ada kejadian yang mengerikan di sini.
'AKU KAN HARUSNYA KENA METEOR YA?' Tapi kenapa ia masih baik-baik saja sekarang?
Sring.
Tiba-tiba kalungnya bersinar, dan tubuhnya ikut bersinar juga.
Bukan kekuatan aura kebiruan sistem, tapi ini beda lagi.
[Menganalisis....]
[Status Barang
Necklace Of Absolute Defense
Jenis: Kalung
Status: Kalung Dewi Jamur
Level Kekuatan: Tergantung kemampuan pemakainya.
Kelangkaan: Langka
Kemampuan Khusus: Pertahanan Mutlak]
'WOW.' Lagi-lagi nama aksesorisnya keren begini.
Akhirnya terungkap sudah kenapa ia masih bisa melihat dunia.
Tak lain tak bukan karena kekuatan kalung dewi.
Tapi bukankah kalau bertahan pakai kekuatan sistem juga cukup?
[Tidak juga Tuan] Sistem tahu menahan meteor bukanlah perkara mudah.
Perlu energi yang besar. Bertahan dari kekuatan kuat lebih melelahkan dari yang kelihatannya.
Liu terdiam, ia mengerti sekarang.
Bahkan sistemnya pun mengakui bertahan tidaklah segampang yang dikira.
Sesuai dengan nama kalungnya, Liu masih bugar-bugar saja bahkan sesudah dihantam meteor. Seolah tak ada yang terjadi.
Bahkan setelah beberapa saat pun masih belum ada keluhan apapun, memang kekuatan pertahanan kalung dewi tak main-main.
Tapi kenapa ya tiap kali kalung ini bersinar tubuhnya langsung kaku?
Apakah itu efek samping atau apanya ya?
[Sepertinya itu bagian dari karakteristiknya Tuan]
'Karakteristik?' Rasanya Liu butuh penjelasan deh.
[Semacam sifat begitu Tuan]
'Aaaah.' Liu paham sekarang.
Ternyata diam-diam kalung pertahanan dewi ini suka iseng mengunci tubuhnya. Itu lumayan mengejutkan juga sih.
Bisa dibilang sisi gelap dari aksesoris dewa kah?
[....] Mungkin berlebihan menyebutnya begitu, namun tuannya tidak salah juga sih.
Pasti ada alasan kalung dewi membuat tubuh jadi kaku.
Sistem akhirnya mencoba menganalisis soal kasus kalung ini,
Pertama waktu di tepi pantai, ia harus tetap di sana agar bisa dibawa masuk kapal dan menemukan aksesoris dewa lain.
Dan sekarang saat di tepi pantai juga. Tunnya perlu tetap rebahan supaya terkena meteor dan akhirnya kekuatan kalung dewi ditunjukkan di momen ini.
Liu mengangguk kecil, ternyata sampai sebegitunya ya. Aksesoris dewa memang hebat.
Liu terdiam, sejauh mata memandang hanya ada air saja.
Tubuhnya bersinar di antara kegelapan malam yang mulai terasa dingin.
Bahkan setelah dihantam meteor pun ia masih belum tahu apa yang harus dilakukannya.
"PETUNJUK DATANGLAH!" Liu mengangkat kedua tangannya ke atas, berteriak sekencang-kencangnya.
Sring.
"Oh!" Ada bintang yang bersinar terang di langit! Apa mungkin keinginannya akan segera dikabulkan?
Bintang yang bersinar itu beda dari yang lain, lebih terang dan lebih indah.
Bahkan pantulan cahayanya pun terlihat di permukaan air, kenapa bisa seterang itu yah?
....
'KOK?'
__ADS_1
Entah kenapa makin bersinar terang, bahkan sampai silau sekali....
'TUNGGU DULU....' Liu terdiam entah kenapa perasaannya tiba-tiba tak enak.