Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Aslinya


__ADS_3

Dianggap main-main saja….?


Liu tak menyangka, tapi sudah jelas dewi tak menganggapnya serius….


Tapi yah apa bisa dikata? Ia tak bisa mengendalikan respon sang dewi juga sih.


Liu berusaha tak tersinggung, memang got the wrong idea adalah hal yang sulit.


Bukannya lawannya makin serius, eh malah sebaliknya.


[Coba lihat dari sisi baiknya Tuan]


‘Oh?’


….


Benar, terkadang ada sisi baik bahkan untuk hal yang kurang menyenangkan begini.


Yah setidaknya dewi menunjukkan reaksi atas serangan yang dilancarkannya itu.


Itu berarti ada ‘sesuatu’ dibalik serangan yang dilancarkannya.


Liu sudah mengerahkan apa yang ia bisa juga sih.


“!” Sang dewi ada dihadapannya dalam satu kedipan mata!


‘Oh.’ Liu paham kenapa dewi hanya bertahan tadi.


Yah saking kuatnya, beliau bisa mengakhiri semuanya dengan cepat juga sih.


“Kau menarik.” Sang dewi tak ragu menunjukkan senyumnya.


‘OKE.’ Liu tak paham apa ini pujian atau hinaan.


Liu sadar dewi selalu ada di atas angin dengan kemampuan mengatur ‘waktu’ nya.


Tidak peduli secepat dan sekuat apapun dirinya, masih akan kalah juga dengan kemampuan dewi satu ini.


Woh ini masuk ke ranah yang cukup berat ya. Tapi yah Liu tak mau serius memikirkannya.


Kini Liu sadar dan tak melakukan apapun lagi.


Dan kalau pun sang dewi menunggunya, ia tetap tak akan melakukan apapun.


Ia sudah melakukan bagiannya. Liu tak mau menyiksa diri dengan di pertarungan yang tak bisa ia menangkan.


“!” Langit malam indah kembali lagi, dan dalam satu kedipan mata saja.


….


OH? Liu pikir dewi bakal balas menyerangnya dengan serangan membabi buta sama seperti yang sudah dilakukannya.


Sang dewi perlahan duduk dan terlihat memandangi langit indah.


“???” Liu tak mengerti, bukankah ini masih ditengah pertarungan?


Apa jangan-jangan ini strategi tarung mengejutkan yang lain?


Liu menatap serius, hampir saja ia pikir semuanya sudah selesai.


Mungkin terlalu indah untuk jadi kenyataan, dan ia tak mau tertipu.


“Duduklah, santai saja.”


“!?” Kok? Kenapa?


Liu makin tak paham, dan entah kenapa aura misterius darinya perlahan mereda.


“Tak ada trik apapun, aku hanya ingin menikmati langit….” Dewi terdengar sudah tahu apa yang dipikirkan pemuda ini, dan memang begitulah kenyataannya.


‘SISTEM?’ Liu butuh verifikasi lebih lanjut.


[Aman Tuan] Tanpa basa-basi sistem langsung mengatakannya.


‘Oh.’


Dengan cepat Liu duduk juga sih.


Liu tak menyangka situasi serius berubah jadi santai instan begini.


Tapi yah itulah kenyataannya.


Memang dewi satu ini penuh kejutan sih.


Yah kalau sistem percaya, dirinya juga percaya.


Bukan berarti ia tak punya pendirian sendiri sih, namun lebih ke tak mau kebanyakan curiga.


Tak bisa dipungkiri Liu memang masih curiga dan tak mau menganggap situasi sudah berubah, tapi yah kalau tetap egois pada perasaannya sih nggak bener juga.


Dan memang menatap langit malam indah bisa membuat tenang juga ya.


“Imbalan untuk menangkapmu sangat besar lho.” Sang dewi masih melihat langit.

__ADS_1


‘OKE?’ Liu tahu pembicaraan nggak bakal jauh dari topik ini.


Pertanyaannya kenapa dewi tak mengakhiri semua dan menangkapnya?


“Hmph~” Dewi Shijian menahan tawanya.


“….” Apa ada yang lucu?


Padahal ia hanya mengungkapkan rasa penasarannya saja sih.


Terekadang seseorang harus memberanikan diri bertanya, dan Liu sudah melakukannya.


Yah tipikal makhluk kuat ya bisa suka-suka aja reaksinya sih.


“Kau ini lucu juga ya.” Dewi mengelap matanya.


“???” Liu berusaha mengerti, namun ini lebih membingungkan dari yang ia pikir.


Yah mungkin saja dewi masih menganggap semua ini hanya main-main saja sih.


“Sudah lama aku tak senang-senang begini.” Dewi menoleh dan tersenyum lembut.


“….” Liu tak meyangka bisa melihat ekspresi begitu dari sang dewi.


Senyumnya kali ini jelas bukan senyum meremehkan.


Faktanya memang dewi menganggap semua tadi hanya main-main, namun entah kenapa Liu merasa masih ada maksud lainnya.


Meski kenyataannya begitu, sang dewi sama sekali tak mengatakannya dari sudut pandang orang yang lebih berkuasa.


Malahan rasanya seperti makhluk ramah yang bukanlah musuh.


Apa cuman perasaannya saja ya?


“Jangan khawatir.” Sang dewi masih merasakan kecurigaan dari pemuda satu ini.


‘Eh?’ Liu terdiam. Jadi semua ini bukan sandiwara, atau trik lain?


Sang dewi benar-benar menghentikan semua ini?


[Benar Tuan] Sistem bahkan sampai mengatakannya dua kali, yah sistem tidak bisa mencegah tuannya waspada sih.


….


Tapi kenapa?


“Aku hanya ingin bersenang-senang.” Dewi tersenyum lagi, yah ia mengatakannya dua kali juga sih.


OKE SEDERHANA JUGA YA ALASANNYA.


Pikirannya sudah sampe mana memikirkan ini, sedang jawabannya didepan mata.


“Dewi tak mau menangkapku?” Liu yakin inilah topik terpenting yang harus dibahas.


“….” Dewi terdiam dan hanya memandang langit saja.


‘DICUEKIN!?’ Kok topik begini malah nggak dianggap??


[Tidak Tuan] Sistem bantu jawab.


‘Heh darimana kamu tahu sistem?’ Liu terheran.


[….] Yah siapapun pasti tahu dari reaksi dewi juga sih.


‘HM.’ Liu paham apa yang dimaksudkannya.


Artinya sang dewi tak berniat menangkapnya kan?


[NAH] Akhirnya mengerti juga.


Tak semua hal harus dibicarakan untuk menjawab sesuatu juga ya, Liu paham.


Sang dewi datang ingin main-main, puas, dan berhenti. As simple as that.


Tak ada niat lainnya ya.


Apa ini saatnya bernafas lega?


BELUM!


Semuanya masih belum selesai sampai semuanya benar-benar selesai!


[?] Sistem terkesan tuannya terbiasa berpikir berat sekarang.


‘Kamu tahu maksudnya sistem.’ Liu terdengar serius, bahkan dalam batinnya.


Ini terlalu indah untuk jadi kenyataan.


Tak ada jaminan dewi akan terus being friendly begini, bisa saja beliau mengubah haluan di tengah jalan.


Mengingat bagaimana beliau terdengar tertarik setelah membahas imbalan dari dewa kematian.


“Itu benar sih hhh~” Dewi menghela nafasnya, ia seolah terdengar bisa membaca pikirannya!

__ADS_1


Dewi Shijian bisa meminta sesuatu untuk menghilangkan kebosanan yang dialaminya ini.


Yang akan membuat hari-harinya benar-benar cerah seperti siangnya hari dan indah bak gelapnya malam.


NAH.


Apa selanjutnya dewi akan berubah jadi villain lagi?


Liu sudah meminimalisir kepercayaannya dan takkan terlalu kaget kalau memang begitu kenyataannya.


“Ahaha tenang saja.” Dewi menepuk pundak Liu.


Sang dewi benar-benar tak ada niatan untuk melanjutkan pertarungan.


Ia menggantungkan tangan pada pundaknya seolah sudah akrab saja.


‘TERLALU DEKAT.’ Kok bisa-bisanya sih sang dewi begini?


Liu pikir makhluk sekuatnya akan bertindak lebih tegas, namun ternyata tidak begitu sih.


Entah kenapa sang dewi merasa nyaman. Dan ingin lebih menikmati momen ini.


Liu terdiam, ia tak merasakan aura bahaya apapun. Inikah sikap asli dewi?


[Tidak semua makhluk kuat punya sifat sama Tuan]


‘….’ Liu paham, ternyata begitu ya.


Ada juga dewi sekuat ini yang sifatnya begitu ramah begini.


“Perjalananmu akan mencapai akhirnya.” Dewi kembali ke topik serius, meski tangannya masih menggantung dan berdekatan dengan pemuda ini.


“….” Liu mengerti. Dan langsung kepikiran apakah ia bisa mengatasi apa yang akan terjadi dihadapannya.


Ia bahkan tidak berkutik dihadapan dewi waktu, kalau begitu bagaimana jadinya kalau ia berhadapan dengan lawan kuat yang lain?


“Kau tidak kalah Xiao Liu.” Dewi menoleh dan kini wajahnya sangat dekat.


‘EH?’


Dewi segera berdiri dan menaruh kedua tangannya dibelakang. “Aku tak bisa mengalahkanmu.”


EH?


….


TUNGGU DULU. Kenyataannya tidak seperti itu sih!


Sudah jelas-jelas ia kalah, dewi tidak perlu merendahkan diri begini….


Yah Liu senang kekuatannya bisa diakui, tapi yah kalau tak sesuai fakta dan cuman kasihan sih agak gimana gitu.


“….” Dewi terdiam, apa yang dikatakannya adalah kebenaran.


“Y- yah kapan lagi aku bisa bertarung denganmu.” Dewi mengosok hidungnya dan tersenyum kecil.


KARAKTER ASLINYA BEGITU YA.


“Ahaha.” Liu jadi kebawa santai.


Dengan cepat sang dewi menjelaskan semuanya, ia tak mau membuatnya bingung.


“W-WAH!?” Liu tak percaya, namun tak mungkin dewi bohong juga sih.


Liu menatap jam tangannya dengan seksama, dan berhafas lega. Untung saja belum dibuang.


“Yah Nona Wolf makin tak memberiku kesempatan untuk mengalahkanmu.” Dewi tertawa kecil.


Liu tak meyangka jam tangan inilah yang jadi alasan kenapa sang dewi waktu mengakhiri pertarungan.


Siapa sangka jam tangan ini punya kekuatan tersembunyi yang bahkan bisa membuat dewi waktu menunjukkan dirinya yang sebenarnya?


Sudah bukan rahasia lagi apa yang bisa dilakukan dewi dengan kekuatannya.


Ia bisa memajukan atau memundurkan waktu sesukanya (dalam batasan tertentu) yang pada akhirnya bisa membuatnya mengendalikan waktu di alam ini.


Bahkan kekuatannya berefek juga pada makhluk apapun yang ada di sekitarnya.


Bahkan untuk dewa-dewi sekalipun, usianya bisa fast-forward dan tentu itu merepotkan.


Apalagi makhluk biasa, sudah tentu tak akan bisa bertahan sedetikpun melawannya.


Karena kekuatannya yang seperti inilah yang membuatnya harus tetap sendirian.


Kekuatan dewi selalu aktif.


Sang dewi pun sadar dari awal ia tak punya kesempatan menang, namun berniat mengulur waktu hanya untuk bersenang-senang dan tidak lebih dari itu.


Dari awal pemuda ini sudah kebal dengan teknik waktunya.


Meski dewi terlihat di atas angin di awal tadi, namun tetap tidak bisa merubah fakta bahwa pemuda ini cepat atau lambat akan mengalahkannya juga.


[….] Yah, tidak bisa dipungkiri tuannya memang kebal dengan serangan waktu dewi, meski butuh waktu lama untuk merealisasikannya, dan keburu dewi mengakhirinya juga.

__ADS_1


Apa boleh buat, sistem tidak bisa menunjukkan kebolehan tuannya dalam mengatasi serangan yang merepotkan di awal itu.


Ditambah dengan jam tangan yang dipakai, membuatnya semakin kebal dan aksesoris dewa ini bisa dibilang ‘Jam tangan anti dewi waktu’.


__ADS_2