
YAH LIU BINGUNG PERTEMANAN MACAM APA YANG TERJALIN DARI MEREKA BERDUA.
Liu mengambil jalan yang disarankan sistemnya, menyusuri hutan, sungai, sawah dan tak terasa matahari pun enggan menunjukkan sinarnya lagi.
“Huah! Capek!” Shuwan membaringkan tubuhnya, kali ini mereka berakhir di hutan… lagi.
Yah tidak bisa mengeluh bosan juga sih. Lagipula karakteristik hutannya bervariasi kok, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan hehe.
[Tuan bisa berikan gambarannya biar yang lain paham]
‘Hah? Biar saja mikir sendiri dah.’ Liu malas menjelaskan apa yang dilihatnya, yah anggap saja melatih imajinasi sendiri.
Yah, hamparan pohon berukuran besar yang tak masuk akal, dedaunan kering berserakan di tanah, sinar matahari dan bulan yang sulit masuk, dan ada tulang belulang dan seikat tali.
Eh?
[….] Sistem terdiam, dijelaskan juga ternyata.
“Ada tulang!?” Liu terdiam. Penemuan yang tidak biasa sih ini!
Di samping Nona Shuwan lagi! Dia ini tidak jijik, takut dan curiga ya!?
“APA SIH? BERISIK.” Pendekar api itu menggeliat, menutupi tubuhnya dengan daun kering. Tak mau tahu dan peduli.
Kenapa ada tulang di tempat ini?
Hewan mati yang membusuk kah? Atau apa?
Ying terdiam melihat pemuda itu serius begini, padahal mereka sudah melawan tengkorak hidup.
Yah jelas-jelas lebih bahaya yang hidup dibanding yang mati sih.
Malam pun tiba, tidak banyak yang bisa dilakukan selain duduk istirahat, membuat perapian dan makan ikan.
Untung mereka dapat sponsor tadi. Dengan baik hatinya tetua desa kucing memberi mereka stok ikan yang banyak, jadi buat bekal juga deh huehehe.
Dan mereka pun istirahat.
Yah tipikal menjalani hari yang biasa.
‘YAH TIDAK BURUK SATU HARI BERJALAN NORMAL.’
[Tapi nanti yang lain pada bosan Tuan]
‘Bodo amat, bukan urusanku.’ Liu tak mau hari tenangnya diganggu.
Yah tidak sepenuhnya tenang juga sih. TAPI MALAM YANG TENANG! ITULAH DAMBAAN ORANG!
Yin-jie, Nona Ying, dan Nona Shuwan sudah tidur lelap, yah setelah hari yang melelahkan, istirahat penting dong hehe.
Liu pun membaringkan dirinya, terkena efek racun membuatnya lemas, dan lagi harus berjalan jauh, waduh tambah ingin turu saja deh.
JADI KENAPA SISTEMNYA NGGAK MEMINDAHKANNYA KE ALAM SELANJUTNYA SEPERTI BIASA YA!?
[Sabar Tuan]
‘….’ Yah apalagi kalau bukan alasan klasik. Tapi tidak bisa dipungkiri memang ia lelah sih.
Sistem pastinya lebih lelah lagi untuk membawa mereka pergi ke alam selanjutnya.
Jadi ya mau gimana lagi, santai saja dulu di temani api unggun dan hilir angin malam dan cahaya bulan redup dan gemerisik suara tulang.
Pats!
Liu membuka matanya lebar.
‘MANA MUNGKIN TIDUR KALAU BERISIK BEGINI.’ Suara tulang makin keras bukan main, bisa-bisa terjaga sepanjang malam nih!
‘Eh.’ Kecuali ketiga gadis yang sudah tidur lelap.
Liu bangkit, apa-apaan suara tulang ini, ganggu saja. Ia mengecek lagi tulang yang ia temukan sore tadi.
__ADS_1
‘EH HILANG.’
TULANGNYA HILANG! KOK BISA SIH!?
Yah angin tidak sekencang itu sampai bisa menyapu tumpukan tulang yang banyak, dan lagi sejauh ini ia belum bertemu binatang darat juga!
Jadi ingat tengkorak abadi, agak merinding deh.
Liu berusaha tenang, dugaan bisa saja menipunya sendiri!
“HMMMM.” Liu terdiam. Mau heran tapi alam monster, dah lah.
Blugh.
Liu lanjut turu, yah tulang yang hilang mah bukan masalah kan?
‘KAN?
***
PATS!
Liu membuka matanya, dan entah kenapa ia mencium bebauan tajam!
“Hmm!?” Mulutnya disumpal, tangan dan kakinya diikat di ranjang! Lah kenapa bisa begini sih!?
Bola matanya bergerak ke sana ke mari, jelas-jelas ia ada di sebuah ruangan gelap yang entah apa!
‘AKU DICULIK!?’ Liu terdiam, yah mana mungkin ia jalan dan mengikat diri sendiri juga sih.
‘SISTEM!’
[….]
‘WADUH!’ Di saat seperti ini sistemnya istirahat!?
Nggak bisa cari info dong!
Padahal ia hanya ingin istirahat di malam tenang, malah bangun di ikat begini, haduh.
Liu menggeliat-geliat di atas kasur itu, meski tak banyak yang bisa dilakukan sih.
NGGAK BISA LEPAS!
‘Sistem kamu tega ya.’ Liu menahan emosi, lagi-lagi di saat begini malah ditinggal sistem.
“Hihi.”
Terdengar suara perempuan!
Jangan-jangan yang menculiknya!?
Liu makin panik namun nggak bisa melepaskan diri juga.
Sret.
Mata Liu terbuka lebar, ia melihat ibu muda berpakaian penyihir tersenyum ke arahnya.
‘Ca-cantik!’ Yah begitulah kesan pertama melihatnya, pakaian jubah ungu, mata ungu, dan rambut ungu. Sungguh memanjakan mata!
SADAR LIU DIA ITU ANTAGONIS!
‘AH!’ Lagi-lagi alam bawah sadarnya menasihatinya.
Siapa ibu muda misterius ini?
“Hm, masih segar.” Dia memandangnya ramah.
‘EMANGNYA MAKANAN APA!?’ Liu tak percaya dengan perlakuan ini.
Bau tajam ini membuatnya agak pusing. Tapi bukan saatnya tidur! Liu tak mau dikejutkan dengan hal lain!
__ADS_1
Ibu muda itu terdiam, terlepas dari penampilannya yang memesona, ia juga punya aura misterius yang rasanya Liu familiar.
Ia tidak pernah bertemu dengannya hanya saja, energi Qi-nya itu mirip….
MONSTER TULANG YANG DI ALAM SEBELUMNYA!
SKELE- TON! YA! AURANYA MIRIP!
Bahkan tanpa sistem pun Liu ingat. Jadi kenapa aura Qi-nya bisa mirip begitu ya?
“Asyik! Aku menemukan pengganti yang cocok!” Ibu muda itu melompat girang, yah sikapnya tidak sesuai umurnya, tapi tertolong karena dia cantik mwhehe.
“Siap-siap dulu ah~” Ibu muda itu pergi lagi. Liu tak tahu kemana karena ruangan ini suram.
Clek.
Ada bunyi pintu sih.
Tanpa sadar Liu menahan senyum, yah nggak bakal kelihatan juga sih, disumpal sih.
Kok tiba-tiba bisa ada ibu cantik ya?
Tidak bisa dipungkiri ketakutannya malah sirna.
INGAT LIU, DIA YANG MENCULIKMU!
‘WAH!’
‘BENAR JUGA!’ Lagi-lagi gejolak batin yang terjadi!
Dua sisi dalam pikirannya (bukan kepribadian ganda) lagi-lagi beda pendapat!
Sejak kapan ia jadi pria yang lemah sama wanita!?
Tidak mungkin!
Jangan-jangan karena terlena dikelilingi gadis!?
Yah itu bisa jadi sih.
Gara-gara sistem dia malah rame-rame ke alam monster. Bawa party deh.
KALAU SENDIRI JUGA BELUM TENTU SELAMAT.
Jadi nggak punya pilihan lain deh.
[Jadi Tuan ingin dikeliling cowok saja?]
‘Ya nggak gitu juga!’ Ini bukan genre BL!
‘EH SISTEM!?’
[Sepertinya Tuan kesulitan]
‘PURA-PURA AJA NGGAK TAHU!’ Sudah pasti sistem tahu seluk beluk kenapa mereka di sini.
[….] Pada kenyataannya sistem nggak tahu sih.
Sistem beristirahat bersamaan dengan Liu menutup matanya, kondisinya darurat, sistem kelelahan.
Prediksi sistem salah, pada akhirnya ditengah istirahat malah terjadi hal yang diluar dugaan.
‘Nggak ada yang sempurna ya.’ Liu paham, yah kata-kata klasik, tapi ada benarnya juga.
‘HAAH….’ Liu terdiam, yah apa yang bakal terjadi ya?
[Tuan tidak melepaskan diri?]
‘Eh emangnya bisa?’ Bukannya sistemnya cuman ngajak ngobrol ya?
Sret.
__ADS_1
JRENG!