
Dengan sabar Liu menjelaskan apa yang sudah terjadi.
“K-KAU KE ALAM MONSTER!?” Kakek An melotot, tak percaya sama cerita yang sudah didengarnya!
Bahkan ia yang sudah baca banyak kitab topik monster pun tak pernah benar-benar ke sana.
Yah, tak perlu terlalu bangga sih, mengingat mereka bahkan belum mengalahkan monster terkuat di sana.
Tapi setidaknya pengalaman adalah guru yang baik, tidak sia-sia juga huehe.
An terdiam, ia tahu anaknya bukanlah pembohong, dan melihat beberapa pendekar hebat di sini, membuatnya yakin.
Ternyata banyak yang sudah terjadi setelah belasan tahun belakangan.
Dulu dihadapannya adalah anak kecil nakal yang bermimpi jadi pendekar, sekarang lihat, dia sudah lebih tinggi darinya dan punya banyak rekan.
Sret.
Kakek An mendekat dan berbisik, “Jadi kalian sudah menikah?”
“HAH!?” Apa itu topik penting yang harus dibicarakan?
“Haha, tak usah kaget!” An hanya ingin tahu apa saja yang sudah terjadi dengan mereka berdua.
Yin terdiam dan menutupi kedua wajahnya dengan tangan, entah kenapa ia tiba-tiba melakukan itu.
‘TUH KAN YIN-JIE JADI JIJIK.’ Permainan jodoh menjodohkan tidak ada manfaatnya! Yang ada malah bikin salah paham orang!
‘UWWUU!’ Sejatinya Fang Yin sangat senang dan tak mau ada orang yang tahu.
Kakek An sudah lama mengenal Fang Yin, dia gadis cantik berbakat, ramah dan lembut.
Entah kenapa Kakek An seolah bisa melihat apa yang terjadi diantara mereka. Yah mereka cukup dekat.
‘Mereka bisa jadi pasangan serasi.’ Kakek An sedikit tersenyum.
DAN TIBA-TIBA….
“UHUK” Orang tua ini terbatuk bahkan sampai jatuh ke tanah!
“KA- KAKEK!?”
Kakek An memegangi tangan anaknya dengan lembut. “Tenang saja nak, aku baik.” Suaranya jadi terdengar parau.
Sret.
Dengan sigap Yin membuka kantongnya dan menyodorkan sebotol kecil ramuan berwarna hijau cerah. “Guru, aku sudah berhasil.”
“....” Liu terdiam, apa ini yang dimaksud Yin-jie?
Dia ingin jadi tabib demi mengobati seseorang yang ternyata… Kakek An?
“Hhhm, kau anak didikku yang baik Yin.” Pendekar An tersenyum, tangannya bergerak menolak ramuan itu.
“KENAPA DITOLAK?” Liu terdiam, bukankah bagus minum ramuan, bisa bikin sehat lho!
“Jangan sia-siakan ramuan berhargamu untuk orang tua sepertiku.” Melihat anak muridnya berhasil sudah lebih cukup baginya.
“TAPI KAKEK BATUK.” Liu panik, ini tidak bisa dianggap remeh.
__ADS_1
“Tenang saja nak, orang tua yanh batuk sudah biasaaa....” Suaranya makin parau, bahkan hampir hilang.
Yin terdiam, ia tak bisa memaksa gurunya. Ia tertunduk menahan perasaannya.
“H- hei Kek?” Entah kenapa Kakek An terlihat pucat, padahal sebelumnya baik-baik saja.
“Aku senang bisa melihatmu lagi.” Pendekar An memegang lembut tangan anaknya, tangannya sudah lebih besar darinya, kokoh, menandakan dia pekerja keras, jauh lebih kuat dari yang ia duga
“Kau sudah jadi pendekar hebat.” Kakek An menatapnya dengan seksama, tidak ada yang lebih menggembirakan selain melihat mimpi anaknya yang terwujud.
“Kakek....” Liu terdiam, ia belum membuktikan apapun, ini baru pertemuan pertama mereka....
“Akhirnya aku bisa istirahat sekarang.” Kakek An perlahan menutup matanya.
“Guru....” Yin tidak bisa menahan emosinya.
“Ka... Kek?” Liu terdiam, ia tidak bisa menunjukkan raut wajah pria kuat, rasanya begitu berat....
“KAKEEEEEKKK!!!”
“BERISIK!” Pendekar An terperanjat, tak disangka suara anaknya begitu keras!
Yah tak heran, waktu sudah berlalu sih.
“KAKEK!?” Kakeknya ternyata masih hidup!
“KAU PIKIR AKU MATI!? TIDAK SOPAN!” Kakek An tersinggung, sejujurnya ia lelah karena perjalanan jauh, bukannya meninggal.
“Kakek!” Liu dan Yin memeluknya bersamaan, mereka lega.
DBUUMMM!
“Meriah juga.” Shuwan tertarik melihat yang meledak-ledak begini.
Ying yang sedari tadi mendengar ceramah kakaknya mulai bosan. Ia lebih tertarik melihat reuni pemuda ini.
‘Aku harus menarik perhatiannya.’ Mendekati calon mertua adalah strategi yang cukup bagus!
Tak peduli soal ledakan besar tadi, Ying segera mendekat.
“Eh Nona Ying?” Liu terdiam, apa sang pendekar es ingin mendiskusikan strategi? Tadi ada ledakan yang mengerikan sih.
Tanpa basa-basi Ying segera mengajak salaman Kakak An.
‘EH?’ Liu heran, tidak biasanya putri es bersalaman biasa begini.
Kakek An terdiam. 'Dia….’
Sorot mata biru tajam, rambut biru bak ombak lebat mengerikan dan wajah cantik. Dia putri pendekar es.
“Jadi kau punya lebih dari satu calon?” Kakek An terdiam, ia tak menyangka juga.
“BUKAN BEGITU KEK!” Orang cuman ngajak salam, kenapa malah sebut culan-calon segala?
Kakek An terdiam, yah ia sendiri tahu anggota sekte es terkenal dingin dan mementingkan diri sendiri, sulit membayangkan mereka bisa menghormati orang lain, apalagi sang putri es sendiri!
Akhirnya Pendekar An menerima salamnya juga, dan tanpa disangka tak terjadi hal buruk.
“Pyuh.” Liu menghela nafas lega, ia was-was tadi.
__ADS_1
Baru pertama kali ia melihat gadis pendekar sekte es yang seperti ini. “DIA MEMANG CALONMU NGAKU!?”
Tak mungkin ada gadis yang tiba-tiba menghormati orang tua seperti ini, pasti ada motif terselubung dibaliknya!
Yang sebenarnya memang ada sih…. Ying berusaha tetap profesional.
“KOK KAKEK NUDUH GITU SIH!?” Kakeknya bersikeras menuduhnya yang bukan-bukan!
Ying menjauh dan berbalik, ia memerah.
BDDDUMMMMM!
“Wah wah!” Shuwan menikmati ledakan lain yang terjadi, sampai menggetarkan tempat dimana mereka sedang berada.
“HMH, AKU JADI TERPACU, HEI TETUA ES, TETUA AN, SEBAIKNYA BERSIAP!” Tetua sekte api terpacu, ia bisa merasakan adrenalinnya memuncak.
“….” Xiao Ice terdiam dipanggil begitu. Dia belum ada 30 tahun sih.
Tapi yah, artinya ia dipercayakan menangani urusan ini juga. Ia siap kapanpun dibutuhkan. Wajah ganteng langsung tersirat dari pemuda ini.
“Kau tak perlu mengingatkanku Tetua Api.” Perlahan Kakek An bangkit, dia terlihat lebih bugar.
SUNGGUHLAH STAMINA MASA TUA YANG HEBAT.
‘Wah, kakek hebat sekali.’ Liu merasa jadi seperti anak kecil lagi sekarang, melihat Kakek An dari belakang membuatnya tenang.
“WOH ADA PENDEKAR TINGKAT LANGIT!” Shuwan terdiam melihat Kakek An yang berdiri gagah dengan tongkatnya.
“AKU SUDAH ADA DARI TADI!” Kakek An emosi. Kenapa orang-orang sekte api kadang mengesalkan ya?
“Ahaha.” Liu tertawa kecil.
‘BAIKLAH SUDAH BANYAK ORANG DI SINI.’ Reuni akbar dadakan tiba-tiba terjadi, rasanya Liu masih ingin santai dan menikmati perkumpulan hangat ini.
DDDDDDUUUUAAAARRRRRRSSSS!
‘SEPERTINYA NGGAK BISA.’ Liu melihat ledakan besar tak jauh dari area kota, terciptalah api besar tak masuk akal dari sana.
[Mendeteksi ancaman]
“GRRRRROAAAAAAAAAA!” Suara monster memekakan telinga pun terdengar, begitu keras, bahkan lebih keras dari speaker manapun!
Liu tak pernah mendengar suara sekeras iu sebelumnya. Itu pasi bukan makhluk biasa!
BDUM!
BDUMMM!
Terdengarlah langkah kaki yang menggetarkan tanah sekaligus menggetarkan jiwa.
‘….’ Liu berusaha tidak panik, namun entah kenapa instingnya berkata lain.
BDDDDUMMMMMMMMMMM!
“GROAAAAA!”
“ASTAGA!” Liu tak percaya apa yang dilihatnya.
Monster super besar berkepala tiga tiba-tiba datang ke tengah kota!
__ADS_1