Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Mengira


__ADS_3

Dewi berhasil menguras kepercayaan dirinya sampai titik penghabisan dalam waktu singkat.


Kini Liu meragukan kemampuannya sendiri.


Ia tidak bisa terus sok kuat.


Namun menunjukkan kelemahan pada musuh bukan pilihan tepat juga.


[Tetaplah percaya Tuan] Hanya itulah yang bisa tuannya lakukan sekarang.


Dewi lava terdiam, ia bisa melihat apa yang lawannya sembunyikan.


Ditahap ini pastilah mentalnya terguncang.


Namun dia tetap dapat perhatiannya, mengingat tak banyak makhluk yang bisa selamat setelah tenggelam di daerah kekuasaannya ini.


“Bagaimana?” Sang dewi dengan murah hatinya bertanya pada lawannya.


Sret.


Liu menatap tajam, dan langsung melesat maju!


Bersama dengan tengkorak raksasanya ia menyerang sang dewi!


“Ah.” Dewi tersenyum kecil. Makhluk satu ini memang keras kepala ya.


SYAT!


SYUT!


Sang dewi dengan lihainya menghindari serangan tengkorak raksasa itu.


Mata merahnya bergerak cepat seolah tahu kemana arah serangan lawannya.


‘Gerakannya bagus.’ Dewi menikmati keseriusan lawannya. Sayang sekali kalau langsung dihentikan.


Dewi bisa merasakan tekad kuat dari pemuda satu ini.


‘HIH!’ Liu hampir frustasi serangannya tak ada yang kena.


Tapi yah apa boleh buat. Ini lawan terkuatnya sih.


TAK ADA WAKTU UNTUK MERAGUKAN DIRI!


Ia harus tetap mencoba!


Liu terus mengempurnya, memanfaatkan kesempatan ini!


Sang dewi mungkin menganggapnya remeh, namun ia tak akan menyerah!


“Hehe….” Untuk pertama kali setelah sekian lama, pertarungan panjang tidak membosankannya.


BUMMM!!


Ledakan keras tercipta, Liu dan figure tengkorak raksasanya terhempas jauh!


“UGH!”


SRING!


Liu menyatukan tangannya berusaha memperkuat aura kekuatannya!


BUM!


Ledakan energi kembali terjadi, akhirnya mereka berhenti terhepas.


“Haaa … haaah….” Keringat deras membanjiri tubuhnya.


Bahkan serangan all-outnya tak membuahkan hasil yang memuaskan.


BUM!


HUSSSSH!


SANG DEWI MUNCUL LAGI DIHADAPANNYA!


‘COME ON!’ Bisakah istirahat sebentar!?


HUSH!


Liu langsung mundur dan berusaha menghindarinya.


SYUT!


NAMUN DEWI TETAP MUNCUL DAN TERUS MENGEJARNYA!

__ADS_1


[Dewi tidak mau mundur Tuan]


‘IYA.’ Itulah yang sekarang terjadi.


“Apa kau masih bisa menari?” Dewi terus mengejarnya tanpa ampun.


Mari lihat seberapa kuat tekadnya sekarang.


Dewi melancarkan rentetan serangan dan semuanya kena telak.


SWUSH!


Liu terpukul mundur dan terhempas kencang.


Sementara aura pertahanan kebiruannya mulai menipis….


Liu makin kelelahan, raut wajahnya terlihat pucat.


Energinya terpakai habis untuk menyerang tadi, dan bisa gawat kalau dewi menyerang terus.


*


Dewi terdiam dari kejauhan. Sepertinya ia terlalu berharap lebih pada lawannya.


Ia tak berniat menyiksanya, dia yang memilihnya sendiri.


Aura kekuatannya makin kecil, hanya tinggal menunggu waktu saja kemenangan di tangannya.


Siapapun yang ada di area kekuasaannya butuh aura kekuatan yang besar, atau akan langsung terbakar.


Dewi tak perlu melakukan apapun, lawannya akan tumbang dengan sendirinya.


Tak perlu buru-buru, tak lama lagi ia bisa meng-klaim hadiah dari sang dewa kematian!


*


Waktu terus berjalan dan belum ada serangan dewi yang lain?


Kenapa?


“….” Liu terdiam, ia langsung tahu jawabannya.


Sang dewi sudah tahu keadaannya dan tak mau repot-repot berurusan dengannya.


Bahkan dengan bantuan dewa tengkorak, tetap saja tak bisa membuat semuanya lebih mudah.


Jarak kekuatan antar dewa di alam ini benar-benar signifikan.


Liu terdiam, kepanikan jelas menyerangnya dan tak ada piilhan lain selain menerima perasaannya ini.


Perlahan namun pasti kekuatan mulai meninggalkan tubuhnya….


Liu terlihat lebih tenang sekarang.


Ia bisa menerima apa yang terjadi dengan lebih cepat.


Akhir semakin dekat ya…?


Yah setidaknya ia sudah berjuang….


‘Terima kasih sistem….’ Liu bisa merasakan kekuatan sistem yang menemaninya sampai sini.


[….] Entah kenapa situasi jadi agak sedih, sistem sedikit tersentuh.


Liu hanya bisa pesrah dengan situasinya sekarang dan menerima apa adanya.


Ia tak bisa menunjukkan banyak teknik keren. Yah semuanya kurang berguna kalau tak mempan sama musuhnya sih.


“Terima kasih figure.” Kalau bukan bantuan tengkorak raksasa ini, ia tak bisa memberi perlawanan berlebih seperti tadi.


Liu mulai berasap, memang kelihatannya situasi tidak bertambah baik.


Apakah ini saatnya untuk merenungi semua yang sudah ia lalui?


Flashback dan mengingat berbagai momen heroik yang dialaminya?


Ah, tapi mungkin akan membosankan ya….


Ya sudahlah semuanya berakhir, silahkan pergi. Tidak ada lagi yang bisa dilihat di sini.


Liu perlahan menutup matanya dan terjatuh ke depan.


‘Maaf Dewi….’ Terlihatlah raut wajah menyesal darinya.


Ia tidak bisa menuntaskan misinya dan malah berakhir di sini….

__ADS_1


Liu sudah berusaha sepercaya diri mungkin, tapi tetap saja itu tidak banyak membantu.


Kenyataan menamparnya lebih keras dari yang ia kira.


Apa mungkin misi ini memang mustahil?


Apa ia benar-benar tidak bisa menyelamatkan Dewi Xinmu?


Ini adalah misi besar yang lahir dari tekadnya. Namun pada akhirnya mungkin memang ia tidak ditakdirkan untuk menyelesaikannya.


‘Sad ending nih?’ Liu tersenyum kecil, sementara ia masih melesat ke bawah.


Bahkan setelah naik level pun, ia masih tak bisa mengubah hal lain.


Andai saja ia masih punya kejutan lain….


Liu hanya bisa berharap, namun sisanya menerima kenyataan saja.


Pluk.


“?” Ada yang menangkapnya….


“TENGKORAK!?” Ia berada di tangan tengkorak sekarang!


Tapi kenapa?


Kenapa dia tidak membiarkannya jatuh saja?


Ia tak punya kekuatan lagi, tak ada pilihan lain selain menyerah….


“….” Figurenya terdiam, dia memandangnya seolah ada sesuatu yang ingin disampaikan.


Liu tak tahu apa, namun yang pasti sesuatu seperti ‘jangan menyerah dulu’.


“Kita sudah tak punya kejutan lagi tengkorak.” Liu mengangkat kedua tangannya, tak ada kekuatan, tak ada strategi, yang ada hanya kekalahan.


Sang tengkorak memancarkan energi misterius.


“….” Itulah alasan kenapa Liu bisa berdiri sekarang.


Kini giliran tengkorak ini yang memberinya kekuatan untuk terus berada di tempat panas ini.


[Baik ya Tuan]


Iya sih, ini tak mengubah apapun, tapi it’s nice to see the world again.


Liu masih punya sedikit waktu lagi melihat dunia. Meski dunia mengerikan yang begini sih.


Liu menerima niat baik sang tengkorak dewa untuk tetap bertahan sampai akhir.


Yah Liu dan sistem memang sudah mencapai batasnya, namun sang tengkorak masih belum.


*


‘Kenapa lama sekali?’ Dewi dari kejauhan belum merasakan adanya yang tenggelam.


Bukankah dia sudah lemah dan tinggal mati saja? Kenapa lama?


Ini meresahkan, dewi jadi tak sabar.


Mungkin dia mempermainkannya?


Tidak mungkin, prediksi dewi selalu benar.


Pasti tengkorak itu yang masih bertahan.


Dewi kenal dengan aura misterius yang terpancar ini.


“Cek ah.” Daripada bosan menunggu sang dewi melangkahkan kakinya.


Ia tak pakai cara instan, melainkan perlahan saja sembari menunggu targetnya benar-benar tumbang.


Tak lama sang dewi akhirnya sampai di tempat targetnya berada.


Dia masih berdiri saja di sana….


Dewi tak tergoda menyerang, lagipula semuanya sudah berakhir.


Sret.


Pemuda itu masih sempat-sempatnya menatap tajam.


Dewi tak masalah dengan itu, lagipula tak lama lagi dia akan berakhir juga.


“Heh.” Liu tersenyum kecil.

__ADS_1


__ADS_2