Sistem Pendekar Terkuat

Sistem Pendekar Terkuat
Tengkorak


__ADS_3

“Kau yakin?” Ying menunjuk ke depan, gadis pirang itu belum juga sadar! Di luar nalar!


“Eh? WOW.”


HUSH!


Shuwan langsung melemparkannya jauh, tangan tengkoraknya terputus, masih di genggamannya. “MASIH HIDUP TOH?” Jarang sekali ia menemukan yang begini!


‘SANTAI SAJA!?’ Liu kagum akan profesionalisme sang pendekar api!


“HIII.”Shuwan penasaran sekaligus tak percaya.


HUSH!


Dilemparkannya juga tangan tengkorak yang tertinggal itu.


“Ying! Aku kena kutukan nggak nih?” Shuwan terlihat cemas. Niat awalnya cuman membenarkan batu nisan kok!


Ying terdiam. Yah bukan urusannya juga sih. Peduli amat.


DRRT…


“Oh batu nisannya pada getar.” Shuwan melihat hal yang sama, kalau begini ada yang tidak beres sih.


“Kutukannya?” Liu menampali.


“Masa sih!?” Shuwan kaget sih.


“Bercanda. HEHE.” Yah setidaknya santai saja dulu, nggak mungkin 'kan ada gerombolan mayat hidup yang keluar dari kubur?


“Yin-jie, tenang saja. Kita semua akan mati dan berbentuk seperti itu, tidak perlu takut.” Liu mengelus gadis yang memeluknya erat itu.


Yah tidak terdengar romantis, lebih ke fakta saja sih.


‘Tidak membantu.’ Ying menatap dingin, bukannya kasih nasihat menguatkan, malah fakta.


JREEENG!


Segerombolan tengkorak polos berjalan akhirnya datang juga! Wah mereka mulai mendekati mereka!


'LAH MALAH TAMBAH BANYAK!' Ini sudah masuk tahap aneh!


‘Aku tak merasakan Qi mereka.’ Ying terdiam, kalau begitu kenapa mereka bisa bangkit dari kubur begini?


Bragh!


Krak!


“CIAAT!” Shuwan melibas habis tengkorak berjalan itu, bahkan sampai berceceran di bawah. Yah cukup sekali dipeluk tengkorak, tidak lebih!


Yin memberanikan diri, di tengah malam ditemani cahaya bulan sembari melihat mayat hidup bukanlah hal mudah, tapi ia harus kuat!


‘Aku harus berguna! Jangan terus merepotkan Liu-ke!’ Menguatkan batin dan tekadnya, modal awal yang penting!


Sret.


‘Oke, malam hari, kuburan, burung gagak, mayat hidup. Konteksnya apa ya? Hmmmm’ Liu mikir, yah setidaknya ia ingin tahu info yang bisa menjelaskan situasinya sekarang.


‘Sistem?’


[….]


‘Waah.’ Entah berapa lama sistemnya istirahat. Tapi semoga saja tidak ada hal buruk sebelum itu.


KREEET….


CLEK….


“Hm?” Shuwan terdiam melihat bagian-bagian tubuh tengkorak yang terpisah itu bergetar dan berbunyi.


GRET….


KRET…..


‘Oi, oi, kenapa….’ Liu terdiam, dihadapannya sekarang ada raksasa tengkorak polos yang gagah!


‘Mereka menggabungkan diri!?’


KRRT…

__ADS_1


KRRTT….


Sret.


Liu memasang kuda-kuda, raksasa tengkorak tidak kalah mengancam dari musuh lain!


HUSH!


Tengkorak besar itu melancarkan serangan pukulan dan tendangan, namun untunglah dengan kepiawaian ketiga orang ini, mereka berhasil menghindar!


‘Serangannya lamban!’ Bahkan tanpa bantuan sistem pun Liu bisa menghindar dengan baik, dan begitu juga halnya dengan Fang Yin.


SWUSSH!


HUSSSH


Sring!


Liu mengeluarkan pedangnya, meloncat dengan penuh tekad dan berputar “Teknik Pedang: Meroda!”


KRAK!


Serangan putaran pedang itu mengenai telak sang monster tengkorak raksasa, dan bahkan menumbangkannya sekaligus!


Tap.


Liu menyarungkan pedangnya dengan bangga, kali ini ia merasa keren parah!


Gimana nggak? Musuh raksasa tumbang dalam satu serangan, hebat nggak tuh? Hehe.


‘He-hebat.’ Yin melipat tangannya, ia melihat pengembangan karakter yang berarti di sini!


Kreeet….


“Eh?” Kok ada suara gemerisik tulang dibelakangnya ya? Perasaannya saja kah?


‘Yah yang penting usaha.’ Ying terdiam, monster tengkorak yang berserakan kembali menyatu dan malah jadi lebih besar dari yang tadi.


Liu terdiam, yah sepertinya ia salah ambil keputusan. Musuhnya malah terlihat lebih kuat dan ganas sekarang!


‘MUSUHNYA TAMBAH KUAT SETELAH KALAH, BUKANNYA ITU CURANG YA!?’ Liu terdiam. Dimana-mana musuh yang kalah, ya kalah, kok ini sebaliknya?


Liu menarik nafas dalam, tak ada gunanya menyalahkan keadaan. Kalau sudah terjadi ya sudah, tidak perlu protes.


HUSH!


Dengan cepat pendekar api maju ke depan, melancarkan rentetan serangan berapi memukau yang menyilaukan mata.


“HA! RASAKAN MONSTER!”


BUM!


Dengan cepat Ying mengeluarkan aura dingin, megunci pergerakan tengkorak itu.


“GROAH!"


BUAG!


BUM!


“Wah!” Shuwan terhempas ke bawah sampe jatuh ke liang lahat!


‘MALAH KEKUBUR!’ Liu terdiam, kok bisa pas gitu ya?


Drttt….


“Guys! Aku kekubur!” Dengan tak masuk akalnya tanah tiba-tiba bergerak menimbun sang pendekar api.


Dengan sigap Yin dan Liu menggali tanah itu, tapi anehnya tanahnya malah mengeras dong.


‘Kok kayak semen bisa keras begini!?’ Liu terdiam, jelas-jelas yang dilihatnya tanah coklat yang terlihat rapuh. Malah jadi keras!


“NONA SHUWAN BISA KELUAR SENDIRI KAN!? NGGAK BISA BANTU NIH!” Yah setidaknya kasih kabar dulu saja, daripada dikira tidak menolong.


SRRIINGG!


‘Dia kebal juga.’ Ying berusaha membekukan monster tengkorak itu, namun apa daya, serangan elemen lagi-lagi tidak berbuah manis.


DRAP!

__ADS_1


Monster tengkorak raksasa itu lari sprint, hendak menyerang mereka!


Sring!


HUSH!


Ying melesat juga dengan pedang es di tangannya, bersiap melakukan hal yang sama!


“Teknik Pedang Es: Tusukan sepuluh penjuru.”


SWUSH!


SYUT!


SYUT!


Sang putri es bergerak dengan lihai, bahkan membuat tengkorak itu terdiam tak bergerak!


Sret.


Dengan dingin dan keren Ying mendarat, ia tidak menoleh ke belakang, yang pasti serangannya sudah masuk telak pada musuhnya.


KRAK!


“Hm?” Monster tengkorak itu jatuh berserakan lagi.


‘WAH!’ Liu terdiam, yah bukannya tidak senang musuhnya kalah lagi, tapi apa yang akan terjadi, itulah yang dipikirkannya!


Shhhh….


Hening sih, tak terjadi apa-apa.


‘Berhasil?’ Liu terdiam, sejauh ini tak ada tanda-tanda aneh dari musuhnya.


YAH MUNGKIN SAJA BERHASIL.


Krek…


Kreeek…..


TAK BERHASIL TERNYATA….


Perlahan namun pasti tengkorak berserakan lagi-lagi menyatu, dan kini malah tambah besar lagi!


Tengkorak super raksasa jadinya!


‘Kelemahannya pedang, tapi setiap dikalahkan bertambah kuat.’ Ying terdiam, bahkan serangan senjata elemen juga tak bisa menghentikannya.


Putri es terdiam memikirkan strategi. Musuh begini tidak bisa asal serang, tapi pasti ada cara yang bisa digunakan!


“Nona Ying! Kabur saja yuk!” seru Liu dari jauh.


‘Hm, ide bagus.’ Ying mengangguk pelan setuju.


“JANGAN TINGGALIN AKU DONG!” Dan terdengar suara dari bawah.


‘Oh bicara dalam kubur?’


“NONA SHUWAN, NONA BAIK-BAIK SAJA?”


“KALAHKAN MUSUHNYA DAN SELAMATKAN AKU!” Faktanya pendekar api itu menggunakan Qi-nya agar tidak tertimbun, tapi tetap saja makin terasa berat. Situasinya gawat nih!


‘Jadi nggak bisa kabur ya.’ Kalau saja Nona Shuwan tidak terkubur, pasti sudah lari sih.


“GRRROOAH!”


“Ke- keras….” Yin menutup telinganya, makin besar, suaranya makin keras juga. Bahaya buat gendang telinga ini.


Hush!


Monster itu lagi-lagi melesat menyerang, kali ini dia kelihatan serius sekali!


“Yin-jie, tolong jaga kuburan Nona Shuwan ya.”


Dan kemudian dibalas anggukan penuh dedikasi!


HUSH!


Dengan cepat Liu berlari ke arah monster itu.

__ADS_1


“HEI TIDAK SOPAN AKU MASIH HIDUP!” Shuwan menggerutu dalam kuburnya.


__ADS_2