
Liu menutup matanya, memfokuskan tenaganya, bukannya sok dramatis, namun ia benar-benar menumpahkan segenap jiwa dan raganya ke teknik yang akan ia keluarkan.
"Teknik Fisik: Pukulan Baja 1000000 x 1000000!"
TRAAAANGGGGG!
DBUUUMM!!!
Seketika itu juga terciptalah suara dentuman dan getaran dashsyat, yang bahkan lebih besar dari sebelumnya.
Terlihat Liu melancarkan serangan fisik level tinggi, yang pasti ia tidak bisa menahan diri ketika berhadapan dengan dewa!
SRRR....
Lautan lava yang ada di bawah mereka mulai bertingkah, gelombang kecil mulai tercipta di sana.
Sementara itu tanah yang mereka pijak surprisingly tidak langsung hancur akibat efek pertarungan mereka.
BRAGHHH!
Dan tanah yang mereka pijak pun hancur juga akhirnya.
SWWUUSHHH!
Dan mereka langsung berpindah ke pijakan tanah lain untuk menyelesaikan urusan ini!
"!" Liu tak menyangka pukulannya bisa diatasi semudah ini, padahal jelas-jelas inilah teknik terkini keren miliknya!
Teknik rantai dewa menangkis semua serangannya tanpa kesulitan yang berarti.
Yah jelas-jelas ia melawan dewa sih, berharap lebih hanya akan membuat kecewa saja.
DBAM!
DBUM!
"HAH!" Liu terus menggempur lawannya! Serangannya sama sekali tidak setengah-setengah!
DDRRTTTTTTT!
Namun sang dewa tengkorak sama sekali tak terlihat kewalahan juga!
Liu sudah menduga ini, kekuatan dewa benar-benar tidak bisa ditebak.
[Bisa kok Tuan]
'HAH?' Liu terdiam, sistem pasti sedang bercanda.
[Sejauh ini kekuatannya tidak berada jauh di atas kita. Tenang saja Tuan]
Kok perkataan sistem terdengar menyakinkan begitu ya?
Tapi yah sistem emang jarang bohong juga sih. Liu percaya saja deh.
Sang dewa tengkorak tetap meladeni serangan pukulan fisik pemuda satu ini. Lawannya mengesankan juga bisa bertahan sampai saat ini.
Teknik rantai kematiannya seharusnya bisa mempengaruhi energi lawan dan membuatnya tidak berdaya seiring dengan berjalannya waktu. Dengan energi gelap ekstrim maka pastilah musuhnya akan tersiksa dari dalam.
Namun pemuda itu terus menggempurnya seolah tak terjadi apapun.
Sang dewa terdiam, tidak disangka teknik sederhana bisa menahannya sampai seperti ini.
Satu-satunya alasan kenapa dia tidak terpengaruh kekuatan gelap adalah....
SYUT!
Sang dewa tiba-tiba menghilang begitu saja!
"...." Liu menghentikan serangannya, yah untuk apa dilanjut kalau musuhnya menghilang begitu?
Disaat begini sudah sewajarnya untuk panik, melihat musuh yang tiba-tiba menghilang, namun Liu tetap cool untuk sekarang.
Yah ia sendiri tidak menyangka dewa akan mundur, padahal dewa bisa saja membalasnya.
Apa ini semacam strategi?
Liu perlahan berbalik, dan sang dewa tengkorak itu berdiri menatapnya dari jauh.
Tidak mungkin juga dewa meninggalkan pertarungan begitu saja, toh beliau ini mau menangkapnya kan?
[....] Sistem cukup puas melihat sang dewa mundur, yah sudah sepatutnya begitu. Sebaiknya dia cepat sadar dengan siapa yang sedang dilawannya.
"Kau...."
DRTTT....
Liu terdiam. 'KOK BICARANYA DIKIT-DIKIT BEGITU SIH.'
Kenapa tak langsung katakan saja apa maksudnya!?
Apa mungkin inilah strateginya? Yah Liu tak bisa berharap tahu banyak hal yang dilakukan dewa sih.
Siapapun tidak mau memberi keuntungan di pertarungan jika berniat menang. Liu mengerti dan tidak memikirkannya lagi.
Kalau perkataannya itu semacam kode rahasia atau apa, yah bodo amat lah.
Hidup ini sudah berat, kenapa harus diperberat lagi?
[Sepertinya dia sudah tahu identitas Tuan]
'....'
'BUKANNYA DARI AWAL PUN SUDAH TAHU YA?' Jelas-jelas dewa manggil namanya dari awal juga sih.
"Dewi ... buronan." Ghost Radar menatap tajam.
"!?" Kok bisa tahu!?
Liu tak pernah mengatakan latar belakangnya sebelumnya!
Yah yang dihadapinya dewa sih, jadi tak heran kalau tiba-tiba tahu begitu.
Tidak ada gunanya menjaga privasi di saat ini.
"Benar dewa." Liu tersenyum percaya diri. Ia tak mau lari dari statusnya.
Ia tidak mungkin meninggalkan dewi sendirian di status yang buruk. Kali ini ia ingin membuktikan dirinya!
Sang dewa terdiam, jelas-jelas dari pemuda ini terpancar aura kekuatan dewi.
Itulah yang pasti jadi sumber kekuatannya sampai bisa menginjakkan kaki di alam ini.
Dewa tengkorak merasakan energi lain juga, pemuda ini sudah banyak berkontak dengan dewa sebelumnya.
Kenapa bisa-bisanya energi dewa tercampur padanya?
Padahal energi dewa tidak bisa sembarangan ada dalam makhluk lain, namun sepertinya pemuda ini masuk pengecualian.
Liu terdiam, tak perlu bicara pun sang dewa sudah tahu identitas aslinya, dan yah ngobrol pun akan useless di sini.
Sret.
Sang dewa tengkorak mengangkat kedua tangannya, dan seketika itu seluruh tempat ini bergetar hebat.
'....' Liu terdiam, kekuatan sang dewa meningkat dratis.
'SERANGAN DATANG.' Liu waspada, kali ini serangannya pasti beda dari sekedar rantai.
BRUK!
__ADS_1
"?" Tiba-tiba tulang jatuh dari atas dan berserakan, tidak hanya satu melainka cukup banyak.
JANGAN-JANGAN ADA KUBURAN DI ATAS?
Liu terdiam, yah tidak ada teknik yang terlalu aneh bagi sang dewa juga sih.
SRRKKK...
Perlahan namun pasti kumpulan tengkorak yang berserakan itu bergerak dan menyatu membentuk satu tubuh. Entah kenapa rasanya deja vu.
'TEKNIK YANG SAMA KAH?' Liu sudah pengalaman soal pertengkorakan begini!
Jangan lupakan soal perjuangannya di alam monster, yeah!
Liu merasa diatas angin, yah setidaknya ia dapat tambahan kepercayaan diri.
Dan benarlah dugaannya, tengkorak polos yang berserakan itu berdiri menghadapnya.
Liu diam di tempat, menunggu serangan yang akan dilancarkan gerombolan tengkorak itu.
Jangan-jangan trik yang sama akan dilihatnya di sini? Liu waspada agar tidak sembarangan memporak-porandakan mereka.
Yah memang mereka hancur, tapi merepotkan juga kalau jadi tambah besar.
....
...
'KOK NGGAK NYERANG SIH?' Gerombolan tengkorak itu malah diam saja!
"!" Gejolak energi tiba-tiba terasa!
SWUSH!
Para tengkorak polos itu terbakar dengan sendirinya.
Ini aneh sih kalau menurutnya.
JRENG.
"...." Seketika itu juga terlihatlah momen diluar nalar.
'Kenapa ... jadi banyak?' Liu terdiam, yah susah buat nggak terkejut sih.
Pengennya sih jadi orang dingin yang serba bisa dan menunjukkan sedikit ekspresi dan dikagumi orang.
[Itu terlalu berlebihan Tuan] Bahkan sampai mengundangan komentar sistem.
'Benar kan?' Liu tahu hal itu terlalu ideal sih. Sulit rasanya memandang tantangan dan masalah secara dingin di awal.
"DEWA CURANG!" Dan akhirnya meledaklah protesnya.
Sekarang gerombolan tengkorak itu berubah sama seperti sang dewa.
Jurus bayangan atau apa, Liu sama sekali tidak tahu.
Tapi ia merasakan kekuatan yang besar dari setiap tengkorak yang muncul itu.
Sang dewa asli yang berada di belakang tak bergeming. Tak disangka reaksi pemuda itu berlebihan begitu.
Liu terdiam, dugaannya salah! Kini ia harus menghadapi kenyataan berhadapan sama dewa sebanyak ini!
Satu juga sudah susah, lah sekarang banyak!
[Tingkat kesulitannya meningkat Tuan]
Liu mengangguk setuju, itu sudah jelas sih.
Wajar kalau dewa menggunakan teknik hebat seperti ini, yah dalam pertarungan itu soal siapa yang terkuat sih.
Liu tak tahu apapun soal teknik yang dipakai dewa ini. Namun Liu tidak mau ambil pusing.
Liu menutup matanya, perlahan namun pasti senyum terukir di wajahnya. Bukan senyuman putus asa tentunya.
SSSWWUUWUUWUUUUSSSSSHHHHHHH!!!
Aura kekuatan biru meledak hebat! Bahkan sampai mengenai gerombolan tengkorak 'duplikat' sang dewa!
Gejolak energi yang berkali lipat besarnya. Inilah keseriusan yang ia miliki!
SWUSH....
Mungkin agak terlalu berlebihan. Liu sendiri tidak sadar juga sih.
Liu perlahan membuka matanya, kini ia sudah siap!
'....'
'LAH KOK NGGAK ADA?' Gerombolan duplikat dewa tidak terlihat sama sekali!
Mungkin mereka mundur? Liu terdiam, kalau itu alasannya harusnya hawa kekuatan mereka masih terasa.
Mungkin dewa menyamarkannya seperti insiden rantai tadi? Liu menatap tajam, itulah kemungkinan yang paling bisa terjadi.
Liu tetap waspada, bisa saja gerombolan musuhnya menyergapnya dari berbagai sudut.
Sementara itu di sisi lain, sang dewa tengkorak terdiam. Kenyataannya ia tidak menyangka gelombang kekuatan pemuda ini langsung menyapu habis pasukan duplikatnya.
Belum juga mereka menjalankan tugasnya, dan malah KO begitu saja.
Memang pasukan duplikatnya itu tidak sekuat dirinya, namun seharusnya bisa membuat pemuda itu sibuk dan menyerahkan diri, namun semua itu tidak terjadi.
"Kau...."
'....' Liu tak terpengaruh dengan satu kata menyeramkan itu lagi. Ia sudah belajar dari pengalaman!
Sekarang tanpa disadari kekuatan Liu sudah di atas sang dewa. Dan kini sang dewa sendiri yakin pemuda satu ini memang berhubungan dekat dengan dewi buronan.
Kalau ia berhasil menangkapnya, ia bisa mengorek info soal dewi buronan, dan dengan begitu dewa kematian pasti akan tersanjung.
Bukan tidak mungkin ia bisa dipromosikan dan dikenal namanya akan dikenal diseluruh tingkatan alam dewa.
Pasalnya dari awal pun dewa kematian sudah menjanjikan imbalan yang menggiurkan bagi siapapun yang berhasil menyelesaikan 'task' darinya.
SWUSH!
Ghost Radar langsung muncul kembali dekat Liu.
Tak ada duplikat lain sejauh ini. Liu tak mau memikirkannya, kali ini ia harus fokus ke yang aslinya!
Tidak mungkin ia membiarkan mangsa berharga lewat begitu saja. Inilah satu-satunya jalan pintas naik ke puncak.
Liu menatap tajam, sorot matanya bersinar biru terang, rasa percaya diri sudah mengalahkan logikanya sekarang.
"Hentikan ini dewa." Pandangannya menegaskan ia tak akan bertanggung jawab apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sang dewa terdiam, akhirnya ancaman keluar juga dari mulut pemuda ini.
Dengan kekuatan yang melimpah, itu sudah jadi hal yang wajar.
DDRRTTT....
Lagi-lagi getaran hebat terjadi.
HUSH!
Dengan cepat Liu maju dan menyerang!
"Teknik Fisik: Pukulan Dewa."
__ADS_1
DBUMMMMMM!!!
Akhirnya aksi heroik dari sang protagonis! Inilah yang ditunggu kebanyakan orang!
Dengan kerennya serangan pukulan itu masuk telak ke wajah sang dewa tengkorak, dan seketika itu juga dia terhempas brutal.
DDDDRTTTTT!
Kekuatan yang dahsyat yang bahkan samapi menghancurkan beberapa dataran tanah di tempat ini!
HSUUUUUUSSHHHHH!
Sang dewa tengkorak masih terhempas kencang, dan yang pasti sudah menghilang dari pandangan pemuda ini.
"Oke." Liu mengibaskan tangannya yang berasap.
Dengan memfokuskan sebagian besar tenaganya di satu tangan, itulah kunci kenapa ia bisa meninju dewa.
Sementara itu di sisi lain....
HUSSSHHHH!!!
Sang dewa masih terhempas kencang, ia tak menyangka bisa terkena serangan seperti itu.
Insting dewa sudah tidak bisa diragukan, namun tetap saja ia terkena pukulan itu.
"HRM...." Sang dewa menggeram, yang pasti ia berusaha berhenti dari hempasan kencang ini.
SRRINGGG!
Dengan sigap sang dewa mengarahkan rantainya ke langit-langit tempat itu, karena banyak tanah pijakan sudah hancur akibat hempasan tubuhnya.
GREP!
Rantainya berhasil menancap langit-langit, dengan sigap dewa mengeratkan pegangan tagngannya.
KRRRTTTTT!
Seketika itu juga kedua rantainya mengeluarkan suara nyaring, dan terlihat bergetar.
Tidak seharusnya dewa serepot ini saat menangani serangan, namun pada kenyataannya serangan yang diterimanya bukanlah serangan biasa.
Kalau bisa berhenti tentu sudah dari tadi, sang dewa tengkorak tidak punya pilihan lain.
Kekuatan pemuda itu masih menekannya, karena itulah ia harus bertahan manual begini.
Sebuah kekuatan yang bahkan bisa membuat dewa kerepotam. Itu berarti pemuda itu sudah setara dewa.
BUM!
SSHHH!
Kembali ke sisi lain....
Liu terdiam melihat ledakan yang sangat jauh di sana. Sepertinya sang dewa cukup kerepotan juga.
SSSRNGGGG!
TRNG!
Tiba-tiba rantai langsung mengarah pada tangannya, dan langsung melilitnya.
HUSH!
Liu pun langsung melesat begitu saja!
HUSH!!!
"...." Liu sama sekali tak bisa berkutik, ia perlu memulihkan kekuatannya pasca serangan tadi.
BRAGH!
Sang dewa langsung membalas perbuatan pemuda ini!
"...." Pukulan solid masuk begitu saja, sampai-sampai Liu terhempas, namun berhasil dicegah dengan rantai yang melilit tangannya.
HUSSH!
BUAGGHHHH!
Lagi-lagi pukulan yang sama terarah dan mengenainya telak, membuat getaran dan hempasan yang kencang, Liu terhempas dan kejadian yang sama terulang kembali.
Dan begitu seterusnya, Liu sama sekali tak punya kesempatan melakukan apapun.
Ia dihajar membabi buta. Tanpa belas kasihan sama sekali.
Yah memang pertarungan begini tak menganut paham belas kasihan sih. Tidak ada yang peduli caranya bagaimana demi meng-klaim kemenangan dan tujuan mereka.
BUAGHHH!
Satu serangan ke dewa membuat Liu jadi samsak yang tak bisa berbuat apa-apa.
BUAGH!!!
HUSSSHHH!
"Kau." Ghost Rider masih melakukan urusannya, setiap pukulannya mengandung makna dan kekuatan yang dalam. Biasanya makhluk biasa akan tumbang bahkan berakhir setelah satu pukulan darinya.
Namun tidak dengan pemuda ini, dewa yakin dia masih mampu menerima pukulannya.
Anggap saja sebagai latihan setelah sekian lama tidak ada hiburan di alam ini. Yang akhirnya tiba saatnya juga ia meregangkan badannya.
Dan sudah banyak rentetan pukulan yang dilakukannya, tanpa ia sadar, kekuatan hempasan dan dentumannya tidak sebesar diawal tadi
Sampai di satu titik....
GREB.
"!"
Liu menahan pukulan sang dewa!
Atau lebih tepatnya, memanfaatkan kesempatan setelah dewa mengeluarkan sebagian besar kekuatannya!
Bahkan untuk ukuran dewa sekalipun, pasti ada jeda mengumpulkan tenaga, dan itulah celah yang dicarinya dari tadi!
Tes....
Tes...
Terlihat jelas darah membanjiri wajah Liu. Kondisinya terlihat mengkhawatirkan.
Tapi tak ada gunanya meratapi apa yang terjadi. Liu sama sekali tak peduli dengan kondisinya.
Satu-satunya hal yang ia pedulikan adalah menang dari dewa tengkorak ini!
HUSH!
Ghost Radar menguatkan tenaganya, ia tidak mau bersentuhan dengan pemuda ini!
"HEHE." Liu tersenyum puas. Tumben ia ekspresif sekali kali ini.
Namun sayang seribu sayang, pegangan Liu benar-benar kuat, sampai-sampai dewa tak berkutik sama sekali.
"Ah, rasanya enak. Mau coba?" Liu tersenyum kecil.
"...." Sang dewa terdiam, pemuda ini pasti sudah kehilangan kewarasannya.
"Ka-"
__ADS_1
BUAAAGGHHHHH!!!