
"Khh ... haah...." Liu berusaha mengatur nafasnya yang ******* berat dan pandangannya mulai buram.
"A- Aku...." Liu berusaha berdiri, namun apa daya, ia tak punya kekuatan untuk melakukannya.
'Wa- waduh....' Liu menyeret tubuhnya, berusaha beranjak dari tempatnya, namun tubuhnya sama sekali tidak mau menurutinya, ia terlihat begitu tersiksa di situasi begini.
Apa mungkin sang naga putih sengaja menurunkannya di tempat beracun? Mungkinkah ini tujuan sebenarnya?
Tak bisa dipungkiri Liu merasa ada yang ganjil ketika terbang bersamanya.
Kalau saja Nona Bai Se beneran menolongnya tentu beliau akan mengatakan sesuatu tentang area beracun ini. Namun kenyataannya tidak sama sekali.
'AKU DITIPU!' Liu tak bisa menahan emosinya, jelas ia frustasi dan tak terima.
Liu suka kejutan, tapi bukan yang seperti ini juga sih.
Apa susahnya turun di area yang lebih aman? Liu nggak habis thingking.
Perlahan namun pasti efek racunnya makin terlihat pada tubuhnya. Kini warna kulitnya berubah agak keunguan.
"!" Jelas mengingatkannya dengan insiden kelam waktu ia kecil.
"Duh...." Suara Liu terdengar parau, bahkan ia seolah seorang yang kehabisan suara akibat kebanyakan ngomong, padahal tidak begitu.
Liu akhirnya terbaring di antara bebungaan yang tadinya ia kagumi.
Ia hanya menatap langit dengan pandangan kosong. Entah kenapa langit malam tak terlihat indah lagi....
'Yaaah....' Liu tak bisa protes lama-lama, lagipula salahnya sendiri kenapa tidak siap-siap akan kejadian yang bisa saja terjadi.
Liu perlahan menutup matanya, sampai disinikah cerita yang mampu diukirnya?
SWUSH!
[Oke Tuan sudah tidak perlu jadi sadboy lagi]
PATS!
Liu melotot seketika itu juga, ia bisa melihat langit jelas dan entah kenapa tubuhnya terasa sangat bugar!
'K-K- KOK BISA?' Liu terhening, sudah jelas kondisinya sangat tidak bagus, bahkan tubuhnya mati rasa dan membiru, tinggal nunggu waktu aja!
[Perjalanan Tuan belum selesai]
'....' Liu terdiam, dengan mudahnya ia beranjak dari tanah dan berdiri.
"Sistem?" Jadi sistemnya berhasil menangkal racun mengerikan ini?
[Hehe] Sistem terdengar bangga. Tidak mungkin sistem membiarkan kejadian kelam masa lalu terulang lagi.
Sistem belajar dari kesalahan dan akhirnya bisa menangkal racun di alam dewa. Meski harus membiarkan tuannya drama sedih dulu.
Liu masih tak percaya, racun memang kelemahannya dulu yang merenggut banyak waktunya, namun kini hal sama memang tidak terulang lagi, kondisinya benar-benar bugar sekarang!
Namun harus diakui racun yang menyerang tuannya ini jelas lebih kuat dari racun senjata pusaka. Namun dengan penuh semangat sistem bisa menanganinya juga.
Oke sekarang bebauan aneh ini sudah nggak bahaya lagi kan? Liu masih bisa menciumnya sih.
[Sudah aman Tuan] Sistem sudah memastikan semuanya.
[Hadiah Drama Sedih: +10 Level Up]
"...." Drama sedih? Liu tak paham.
Tapi yah yang penting naik level aja lah. Liu sudah terbiasa naik level dengan cara aneh.
Kini ia sudah jauh lebih kuat untuk menghadapi racun jenis apapun! HMH, IA SIAP MENGHADAPI SIAPAPUN, BAHKAN DEWA RACUN SEKALIPUN!
Syut.
Tiba-tiba datanglah sesosok makhluk dengan jubah hitam. Perawakannya tinggi besar dan punya sorot mata ungu mencekam.
'Siapa?' Liu tak merasakan hawa kehadirannya sama sekali.
[Dewa Racun Tuan]
'HAH?' YANG BENER?
Shh....
Semerbak bebauan aneh yang adalah racun makin tercium jelas, menjawab keraguan sang karakter uatama.
Baru juga sampe di sini udah ketemu dewa?
[....] Bukannya tuannya tadi yang minta? Sistem heran.
Sret.
Liu terdiam menatap tajam, tanpa panjang kali lebar pun sudah jelas alasan sang dewa menemuinya.
"AYO!" Liu mengepalkan tangannya dan memamerkan tatapan serius versi terbarunya.
[Tunggu dulu Tuan]
'Eh?'
Dengan cepat sistem menjelaskan bahwa kekuatannya masih belum stabil pasca penetralan racun tadi.
Yah bukan hal mudah bagi sistem untuk mengusir racun dewa secepat itu, jadilah kekuatan kurang stabil sekarang.
'WADUH TELAT.' Udah keburu terprovokasi dewanya!
Kini hempasan angin kecil mulai terkumpul disekitaran dewa berjubah besar itu, jelas beliau ini sedang merencanakan sesuatu.
HUSH!
"!" Dan benarlah adanya!
Sang dewa langsung maju, tak basa-basi sama sekali!
TAP!
Dengan cepat Liu berkelit mundur, kalau tahu sistemnya belum siap ia nggak bakal se-pede tadi!
Namun nasi sudah jadi bubur, yang terjadi tak bisa diulang.
Kini Liu harus puas menghadapi dewa besar yang gesit, melancarkan banyak serangan fisik kuat dan cepat.
SSWUSH!
Meski sistem belum siap namun Liu masih bisa melihat gerakan sang dewa.
Terdengar biasa saja setelah tahu dewa racun ini hanya pake serangan fisik, namun kenyataannya tidak sesederhana itu.
'BAHAYA.' Instingnya menggelitikinya agar menghindar dari serangan fisik dewa, apapun yang terjadi.
Dan itulah yang sekarang ini dilakukannya. Ia terus menghindar dari setiap serangan sang dewa.
Tidak ada hempasan angin merepotkan yang menghempaskannya, namun entah kenapa gerakan sang dewa lebih cepat dari waktu ke waktu.
Ini bukan perasaannya, namun kenyataan yang sesungguhnya.
HUSH!
SSWUSH!
'SISTEM?' Liu mulai kewalahan, bahaya terasa maki nmendekat!
Dewa mulai bisa membaca gerakan menghindarnya dan kini terus memojokkannya dengan kecepatan dan kekuatannya, sama sekali nggak bagus!
__ADS_1
[Bertahanlah Tuan....] Sistem masih perlu waktu....
"UGH." Liu menatap tajam, strategi dewa lumayan aneh, beliau tidak langsung melancarkan serangan kuat dari awal, namun berproses begini.
Padahal dengan menghajarnya dengan kekuatan penuh di awal bisa memberinya keuntungan dan bahkan kemenangan, mengingat Liu memang belum bisa menggunakan kekuatannya sebagaimana mestinya.
Mungkin dewa main-main saja? Rasanya itu alasan yang cukup masuk akal.
Tak mungkin dewa tidak tahu keadaan kekuatannya yang kacau sekarang.
"NGH."
SYAT!
SYUT!
Liu masih berusaha mengelak, dan ia hampir mencapai batasnya....
BUAAAGHH!
Dan akhirnya satu pukulan solid dewa kena ke wajahnya, Liu langsung terhempas ke belakang....
BRUGH!
Benar saja, serangan dewa tidak se-menghancurkan yang kelihatannya. Namun itu cukup untuk membuat lubang berukuran sedang.
"HACHI!" Liu menggosok hidungnya, lagi-lagi gatal.
Kini kepulan debu tanah tebal mengelilinginya, Liu memang tengah berada di lubang berukuran sedang.
'Astaga.' Pukulan dewa emang nggak main-main, tapi untunglah ia masih dekat ke permukaan tanah.
Kalau kedalaman malas naiknya.
Liu segera berdiri dan naik ke permukaan.
Debu tanah tebal masih berterbangan, Liu tak buru-buru mencari tahu dimana sang dewa.
Ia memegang pipinya, terlihat jelas bekas pukulan sang dewa.
Bukan luka kemerahan atau darah mengucur, melainkan sesuatu yang lebih bahaya.
Liu terlihat tenang seolah sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya.
Area pipinya kini berubah jadi keunguan, persis seperti waktu pertama kali ia terkena racun.
Inilah alasan kenapa Liu tak mau terkena serangan sang dewa, namun pada akhirnya ia tetap kena juga sih.
Dewa satu ini ternyata punya kebebasan untuk menularkan racunnya, salah satunya melalui serangan fisik.
Dewa bisa menghemat tenaganya dan tetap melancarkan serangan bahaya, teknik yang efesien dan ampuh.
"Uh." Efek racun dewa mulai terasa, ini sama sekali nggak bagus sih.
Belum ada kabar dari sistem, semoga saja masih sempat....
SHUWSH!
Aura kekuatan dewa langsung menyingkirkan debu tanah tebal, dan seketika itu juga Liu tahu, bebauan racun inilah aura kekuatan dewa.
Bukannya ia tak mendeteksi apapun, namun dari awal pun dewa sudah ada di sini.
Di sebuah tempat indah penuh bunga yang pada kenyataannya adalah tempat yang mematikan.
'KUAT.' Inilah akibat membuat dewa kesal, benar apa kata orang, penyesalan itu datang di akhir, kalau di awal itu namanya....
SHUSH!
"!" Sekumpulan bunga terbang ke arahnya!
"Pelukan Bunga Kematian." Terdengarlah suara dewa yang begitu misterius dan mengerikan.
TAP!
Bagaimana pun ia tak boleh terkena serangannya lagi!
HUSH!
Liu melompat sangat tinggi bahkan hampir mendekati awan. Bunga yang datang ke arahnya nggak kelihatan bahaya, namun kenyataannya sebaliknya!
Sang dewa ingin mengakhiri ini dengan cepat, namun Liu tak mau mempermudahnya!
Perlahan namun pasti racun mulai menyebar ke separuh wajahnya, menyedot banyak kekuatannya dan kesadarannya.
'Astaga....' Liu menggelengkan kepalanya, belum saatnya tidur, ia masih harus berjuang!
Ssshh....
"...." Terlihat jelas sekumpulan bunga itu mendatanginya. Jelas dewa tidak mau melepaskannya semudah itu.
Kini dengan racun yang melemahkannya, sekumpulan bunga itu yang akan mengakhirinya.
"Heh." Meski bebungaan itu terihat indah dan cocok untuk peristirahatan terakhir, ia masih belum selesai.
Di tengah situasi gawat ini Liu tersenyum kecil. Yah itu lebih baik daripada terlihat menyedihkan, situasi sulit belum tentu bisa mengalahkan mentalnya sekarang!
Sementara itu di sisi lain....
Sang dewa racun terdiam, ia menengadah ke atas dengan sorot mata ungu tajamnya.
Tak lama lagi lawannya tumbang dan ia hanya tinggal meng-klaim hadiahnya saja.
Siapapun dan makhluk apapun yang datang ke wilayahnya akan disambut dan diberikan tempat istirahat layak dengan berbagai bunga cantik memanjakan mata.
Dewa atau makhluk mana lagi yang melakukan apa yang dilakukannya?
Pemuda itu hanya beruntung bisa menetralkan racunnya. Namun faktanya satu serangan tinjuan tadi punya dosis racun yang jauh lebih mematikan dibanding hanya menghirup wewangian bunga.
Jadi sudah pasti si bocah overrated itu bakal menemui ajalnya. Dewa tak sabar menunggunya.
DBUM!!
Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi di depan mata dewa sendiri.
HUSH!
Dan hempasan kuat pun tercipta, jelas hal ini tak akan terjadi tanpa sebab yang jelas.
Dewa masih terdiam dan melihat ke depan, dan akhirnya terlihatlah seorang pemuda yang seluruh tubuhnya tertutup bunga.
"...." Dewa tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
Yang paling bisa terjad adalah pemuda itu jatuh dan tak berdaya dengan seluruh tubuhnya tertutup bunga.
Bagian tertutup bunganya sih benar, tapi kenapa dia bisa mendarat dan berdiri sempurna begitu?
Di titik ini racunnya seharusnya lebih dari kata mematikan, namun lagi-lagi kenapa hal ini bisa terjadi?
Dewa terdiam memikirkan pertanyaan ini, dan perlahan namun pasti bunga yang menyelimuti tubuh pemuda itu berguguran ke bawah.
Kini tampaklah seorang pemuda yang menatapnya tajam dengan sorot mata kebiruan.
"Xiao Liu." Dewa racun membuka mulutnya, ia jelas tak terdengar senang saat menyapanya.
Liu terdiam dan tersenyum kecil. Raut wajahnya seolah mengatakan 'Kau pikir sudah berakhir?'
Kena mental ga tuh? Pasti kena mental lah.
Liu yakin dewa tidak senang melihat kedatangannya kembali, yang pada kenyataannya memang benar begitu.
__ADS_1
Shhhh....
Aura kekuatannya kini sudah normal kembali, untunglah sistem datang di saat-saat terakhir. Kalau tidak, tentunya ia nggak bakal bisa berdiri di sini.
[Mengaktifkan anti racun super ultra protective]
Sistem sudah menganalisa kekuatan racun dewa dan membuat antidot ampuh yang bahkan bisa mengikuti perkembangan racun dewa.
Sistem sudah menduga dari awal kekuatan racun dewa tidak akan stagnan, dan benarlah kejadian begitu. Dengan antidot alami yang ada di tubuh tuannya, kini tidak perlu risau lagi masalah racun.
'Pyuh.' Untung saja ia masih bisa bernafas lega. Tidak sia-sia sok-sok-an percaya diri di saat terakhir.
Kini hanya ada dua pasang sorot mata tajam yang saling menatap satu sama lain. Belum ada tanda-tanda open war.
Sang dewa terdiam, jelas ia tahu apa yang terjadi dengan pemuda itu, sangat jarang ada makhluk yang kebal terhadap racun super mematikannya ini.
Mau tidak mau dewa harus cari cara lain untuk mengatasi masalah ini.
'NGATUR STRATEGI?' Entah kenapa Liu curiga begini, soalnya sang dewa masih terdiam.
'Oke sistem, kita tak boleh kalah.' Liu tak mau ketinggalan kalau masalah adu strategi.
[Ini bukan kompetisi Tuan]
'Oh iya.' Bener juga, ngapain pula ngebandingkan diri dengan yang lain?
Yang dihadapinya ini dewa, jelas tak bisa dibandingkan dengannya.
[....] Sistem tidak menyangka tuannya rendah hati begini.
Sret.
Dewa memasang kuda-kudanya. Kelihatannya sudah selesai mengatur strateginya.
Liu melakukan hal yang sama, ia tak mau kelihatan tidak profesional di sini.
[Tuan tidak perlu mengikutinya]
'Oh?' Benar juga, takutnya ngebuat dewa marah.
Yah kebiasaan kecilnya dulu suka mengikuti orang lain.
HUSH!
Tanpa pikir panjang sang dewa melesat ke arahnya!
SRET.
BUGGH!!
Liu bersiap dan menahan pergerakan dewa! Kini ia tak perlu menghindar lagi, ia langsung mengikuti irama serangan sang dewa.
Jual beli serangan fisik kembali terjadi, dan sejauh ini mereka masih imbang.
"...." Liu merasa ada yang aneh, kenapa dewa masih menggunakan teknik klasik begini? Bukankah lebih baik kalau mulai menggunakan teknik tingkat lanjut?
Liu pikir akan ada pergantian strategi dari sang dewa, namun ternyata tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.
BUAGH!
BRRUAAGH!
Namun Liu tak mau lengah, tidak ada yang tahu suprise apa yang akan dibuat dewa!
DBUM!
Hempasan dan getaran kencang langsung terjadi begitu saja, membuat sebagian besar area bunga rusak dan tidak terlalu enak dipandang.
Namun seperti area alam dewa pada umumnya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal berapa besar kerusakan yang bisa terjadi. Pada akhirnya tempat ini akan kembali seperti semula juga.
Dan seperti yang bisa disangka, tak ada pertarungan fisik memborbardir yang super merusak. Yang ada hanyalah dampak kerusakan reguler yang tak perlu dikhawatirkan.
Apa itu berarti keduanya tidak serius? Siapa tahu?
'KOK.' Liu makin heran kenapa dewa masih belum berganti haluan dengan menyerang menggunakan teknik khusus.
[Tidak perlu menunggu lawan Tuan]
'Eh?'
Sistem akhirnya memberi nasihat bahwa tidak usah menunggu yang lain bertindak untuk melakukan sesuatu. Terkadang kita sendiri yang harus memulainya lebih dulu.
"...." Nggak ada yang salah dengan itu.
Bukan tanpa alasan Liu menunggu sang dewa racun mengeluarkan jurus spesialnya. Itu karena ia ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk menganalisis dan menyerang balik.
Yang kebetulannya dewa pun melakukan hal yang sama.
Sama-sama menunggu tidak akan membawa pertarungan ini maju.
'OKE.' Kalau begitu inilah saatnya!
"Serangan fisik khusus dewa racun." Akhirnya jurus keluar juga! Yeah!
SRING!
"!" Dengan cepat Liu melancarkan aksinya, rentatan pukulan dan tendangan, gerakan kombinasi, variasi akrobatik dan sebagainya langsung ditunjukkannya!
DUUAAGHH!!
Bahkan sang dewa pun harus terpukul mundur dengan serangan seperti ini, namun sang dewa masih bisa bertahan sebagaimana mestinya!
Serangan fisik non-jurus dan jurus tidak punya banyak perbedaan, selain kekuatan dan kecepatannya, tak lupa kerumitannya juga.
[Bukankah itu berbeda Tuan?]
'Oh iya deng.' Liu masih bisa memikirkan ini meski tengah menggempur lawannya dengan intens.
Yang ia maksud adalah bagaimana minimnya efek spesial yang ada di serangan fisik, berbeda dengan serangan elemen Qi yang kerap memanjakan mata.
"...." Dewa terdiam, ia bisa melihat arah serangan pemuda ini. Tak bisa dipungkiri memang kekuatan dan kecepatannya naik pesat, namun gerakan combo ini sama sekali tak asing di matanya.
"Hmm." Dewa menggeram ditengah menangani serangan ini, jelas gerakan pemuda ini sama dengan yang ia lakukan di awal tadi.
Hanya saja urutannya dibalik dan ditambah bumbu variasi.
Tak disangka targetnya ini malah meniru serangannya dan membuatnya lebih baik, apa dia sedang menghinanya?
Liu bisa melihat perubahan aura kekuatan yang terasa dari sang dewa racun ini.
Ia memang tak bisa melihat apapun selain sorot mata ungunya yang seram mengingat dewa satu ini memakai jubah hitam tertutup.
Namun aura kekuatan sama sekali tak bisa dibohongi.
Ia bisa merasakan keheranan darinya, apa tekniknya ini berhasil disadarinya?
Bukan tanpa alasan Liu menggunaakan variasi dan combo set yang dipakai dewa, namun tak lain tak bukan adalah untuk membingungkan dewa sendiri.
Ia tidak maju dengan gerakan serangan fisik yang baru, namun dengan gerakan refresh sang dewa sendiri.
[....] Big brain sih. Sistem tidak menyangka tuannya malah mengambil keputusan seperti ini, padahal serangan dengan gerakan baru tidak akan bisa ditebak dengan mudah dan lebih manjur pastinya.
Mungkinkah tuannya sedang berusaha mempersulit keadaan?
BDUMMM!!!
Ledakan energi kembali terjadi, membuat Liu dan sang dewa terhempas, membuat jarak diantara mereka.
'KOK?' Liu tak mengerti serangannya sama sekali tak ada yang masuk.
__ADS_1